Rabu, 16 November 2011

PROMKES PADA IBU HAMIL

PROMOSI KESEHATAN PADA IBU HAMIL
Promosi kesehatan pada ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi ibu hamil agar terwujud derajat kesehatan yang optimal.Diharapkan dengan penyuluhan dan informasi dari bidan bisa setiap ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan tenang. Serta siap menghadapi persalinan.
HAL YANG DIPROMOSIKAN PADA IBU HAMIL ADALAH SEBAGAI BERIKUT
A. KEBUTUHAN NUTRISI IBU HAMIL
Selama kehamilan ibu membutuhkan tambahan asupan makanan untuk pertumbuhan janin dan pertahanan dirinya sendiri. Sebagai tenaga kesehatan sebaiknya melakukan upaya untuk mempromosikan tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut.
Jenis-jenis Makanan
a. Makanan pokok :karbohidrat sebagai sumber energi
b. Makanan pembangun :protein untuk tumbang janin
c. Makanan pelengkap :vitamin dan mineral
d. Makanan penunjang :lemak
Tambahan Gizi yang diperlukan Ibu Hamil adalah
1. Protein : dari 6 gr/hari menjadi 10 gr/hari
2. Energi / kalori : yang dapat diperolieh dari karbohidrat dan lemak
3. Vitamin : sebagai pengatur dan pelindung
Penambahan tersebut diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, persiapan persalinan dan untuk melakukan aktivitas. Penambahan ini pada trimester pertama belum diperlukan, tetapi pada trimester dua dan tiga dibutuhkan penambahan nutrisi karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin yang cepat.
Tiga (3) Jenis Makanan yang penting setiap hari dikonsumsi Ibu Hamil
  • Zat besi : Untuk mencegah anemia sehingga tidak akan terjadi BBLR, perdarahan,dll
  • Kalsium : Untuk pertumbuhan tulang
  • Yodium : Untuk mencegah pembesaran kelenjar gondok pada ibu, perkembangan lambat sehingga akan terjadi retardasi mental, cebol.
B. ISTIRAHAT
Istirahat bagi ibu hamil untuk meringankan urat syaraf atau mengurangi aktivitas otot.
Kegunaan istirahat adalah:
  • Untuk melepaskan lelah
  • Memberikan kesempatan pada tubuh untuk membentuk kegiatan baru
  • Menambah kesegaran untuk melakukan pekerjaan
Wanita hamil butuh istirahat yang cukup dan dianjurkan untuk tidur siang karena udara panas mudah membuat merasa lebih baikan bila cukup banyak istirahat.
Releksasi tubuh yang sempurna mengatasi ketegangan fisik dan psikis selama hamil terutama pada saat melahirkan. Releksasi sangat berguna juga bagi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.
Agar ibu hamil dapat melakukan istirahat yang benar, maka ia perlu mengetahui bagaimana cara penyegaran tubuh dan sehat yaitu : pertama angkat tangan, kemudian turunkan, sekali lagi angkat kemudian tarik nafas dan hembuskan, lakukan dengan santai.
Cara tidur yang nyaman
Pertama-tama ibu hamil duduk perlahan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Kemudian sedikit miringkan badan ke kanan, tangan kiri menyilang ikut menopang tubuh ibu perlahan-lahan, kemudian ibu hamil bisa tidur dengan telentang.
Begitu juga saat bangun, terlebuh dahulu miringkan tubuh ke kanan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Bangunlah perlahan-lahan dan kemydian ibu hamil bisa duduk kembali. Kalau perut ibu semakin besar akan sulit untuk tidur dengan posisi telentang maupun sebaliknya. Untuk itu ibu merasa tidur dengan posisi miring ke kiri.
C. KEBUTUHAN PAKAIAN
Ibu hamil sebaiknya mengenakan pakaian yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Nyaman : pakaian sebaiknya tidak ada penekanan-penekanan pada bagian tertentu sehingga ibu tidak dapat bebas bergerak
2. Longgar : bukan berarti pakai baju yang terlalu besar, tapi yang dapat bergerak bebas
3. Tidak tebal : pakaian tebal akan menimbulkan rasa panas dan keluarnya keringat sehingga tidak bebas bergerak
4. Menarik : enak dipandang mata
5. Menyerap keringat : karena pada ibu hamil banyak keringat, maka dianjurkan memakai pakaian yang menyerap keringat. Disini ditekankan pada bahan dasarnya.
D. IMUNISASI
Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus.
Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian )
Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah :
  • TT 1 selama kunjungan antenatal I
  • TT 2 4 minggu setelah TT 1
  • TT 3 6 minggu setelah TT 2
  • TT 4 1 tahun setelah TT 3
  • TT 5 1 tahun setelah TT 4
Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.
E. SENAM HAMIL
Senam hamil bukan merupakan keharusan, namun dengan melakukan senam hamil akan memberikan banyak manfaat dalam membantu kelancaran proses persalina, antara lain dapat melatih cara mengedan yang benar. Kesiapan ini merupakan bakal bagi calon ibu pada saat persalinan.
Tujuan Senam Hamil adalah
Memberikan dorongan serta melatih jasmani dan rohani ibu secara bertahap agar ibu dapat menghadapi persalinan dengan tenang, sehingga proses persalinan dapat berjalan lancar dan mudah, Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis, Melonggarkan persendian yang berhubungan dengan proses persalinan, Cara memperoleh kontraksi dan relokasi yang sempurna, Menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan, Dapat mengatur diri pada ketenangan
Manfaat senam hamil secara teratur
  • Memperbaiki sirkulasi darah
  • Mengurangi pembengkakan
  • Memperbaiki keseimbangan otot
  • Mengurangi kram / kejang pada kaki
  • Menguatkan otot-otot perut
  • Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan
F. KUNJUNGAN PMERIKSAAN KEHAMILAN
Setiap wanita hamil menghadapi reaksi komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal :
1x kunjungan selama Trimester I (sebelum 14 mg)
1x knujungan selama Trimester II (antara mg 14-28 mg)
2x kunjungan selama Trimester III (antara mg 28-36 dan sesuda mg 36)
Pada setiap kali kunjungan antenatal tersebut, perlu didapatkan informasai yang sangat penting.
G. TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN MUDA
1. Perdarahan Pervaginam
a) Abortus
Abortus adalah Kegagalan kehamilan sebelum usia kehamialan 22 minggu.
Jenis abortus :
1) Abortus spontan
Tanda / gejala : perdarahan sedikit, nyeri abdomen
Penanganan : tirah baring, jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan, hubungan sex dihentikan sementara, jika perdarahan berhenti lakukan ANC, jika perdarahan berlangsung nilai kondisi janin / USG
2) Abortus insipiens
Tanda / gejala : perdarahan banyak, nyeri karena kontraksi uterus kuat, ada pembukaan, besarnya uterus sesuai dengan usia kehamilan.
Penanganan : kuretase
3) Abortus incomplete
Tanda / gejala : perdarahan banyak, ada pembukaan, ada teraba sisa jaringan, uterus berkontraksi
Penanganan : kuretase
4) Abortus complete
Tanda / gejala : uterus lebih kecil dari usia kehamilan, perdarahan sedikit tapi nyeri perut bagian bawah, telah terjadi pengeluaran hasil konsepsi, perdarahan akan berhenti 10 hari bila berlanjut menjadi endometritis
Penanganan : tidak perlu evaluasi lagi, observasi untuk melihat adanya perdarahan, pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu.
5) Missed abortion
Apabila janin muda yang telah mati tertahan di dalam rahim selama 2 bulan atau lebih.
Tanda : rahim semakin mengecil, buah dada mengecil kembali, amenorrhoe berlangsung terus
Penanganan : di Rumah Sakit
b) Kehamilan Mola
Patologi : sebagian dari vili berubah menjadi gelembung-gelembung berisi cairan jernih
Tanda dan gejala
§ Perdarahan sedang banyak
§ Serviks terbuka
§ Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan
§ Hyperemesis lebih lama
§ Kram perut bagian bawah
§ Tidak ada tanda-tanda adanya janin
§ Keluar jaringan seperti anggur
Penanganan :Segera dikeluarkan karena bernahaya.
H. TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI IBU DAN JANIN PADA KEHAMILAN LANJUT
1. Perdarahan Pervaginam
Disebut juga PerdarahanAntepartum, yaitu perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu (TM III), biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya dari perdarahan kehamilan sebelum 20 minggu.
Pada TM III perdarahan disebabkan oleh :
a. Placenta Previa
Placenta yang implantasi disekitar segmen-segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian / seluruh pembukaan jalan lahir.
Penyebabnya : keadaan endometrium kurang baik, terdapat pada MP, Myoma Uteri, Curretase berulang-ulang.
Gejala dan tanda :
  • Perdarahan tanpa nyeri
  • Paerdarahan berulang-ulang
  • Kepala anak Sangay tinggi
  • Sering terjadi kelainan letal
  • Pada PD terasa jaringan
  • Darah berwarna merah sejajar dengan bekuan (terjadi pembukaan pembuluh darah)
  • Dapat terjadi estela miksi dan defekasi, aktifitas fisisk kontraksi, brakston hicks, koitus.
Penanganan : Bidan yang menghadapi plasenta previa dapat mengambil sikap dengan melakukan rujukan ke tempat pertolongan yang mempunyai fasilitas cukup
b. Solusio Placenta
Terlepasnya placenta sebelum waktunya dengan implantasi pada kehamilan TM III
Etiologi :Hypertensi, tali pusat pendek, trauma, tekanan rahim membesar pada vena cava inferior, hydramnion gemelli, MP, usia lanjut. Defisiensi asam folik.
Tanda-tandanya
  • Perdarahan disertai nyeri
  • Perdarahan segar disusul dengan partus
  • Warna darah merah kehitaman
  • Palpasi sukar karena rahim keras
  • Fundus uteri makin lama makin naik
  • Bunyi jantung biasanya tidak ada
  • Pada PD teraba ketuban yang tegang terus menerus.
2. Sakit Kepala yang hebat, Penglihatan Kabur, Bengkak pada Wajah & Tangan
§ Hypertensidi tandai dengan :
  • Tekanan Darah 140/90 mmHg
  • Sistolik meningkat 30 mmHg dan Diastolik meningkat 15 mmHg
  • Preeklamsia
3. Nyeri Perut yang Hebat
Ibu mengeluh nyeri perut pada kehamilan 22 minggu, Akibat ruptur menimbulkan : syok dengan nadi cepat, kecil, pernafasan cepat dan pendek, TD menurun, tampak anemis
I. PERSIAPAN PERSALINAN DAN KELAHIRAN BAYI
Persiapan persalinan yaitu rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarga dan bidan
Komponen rencana persalinan antara lain yaitu:
1. Membuat rencana persalinan
Berupa tempat bersalin, tenaga kesehatan yang terlatih, bagaimana berhubungan dengan tenaga kesehatan, yransportasi, teman dalam persalinan, serta biaya untuk persalina.
2. Rencana pembuat keputusan
Disini dibicarakan siapa yang bertindak sebagai pengambil keputusan utama, pembuat keputusan jika pembuat keputusan utama tidak ada.
3. Mempersiapkan sistem transpor
Dimana tempat bersalin, cara menjangkau tingkat asuhan lebih lanjut, fasilitas kesehatan untuk merujuk, mendapatkan dana, dan persiapan donor darah.
4. Membuat rencana atau pola menabung
Anjurkan keluarga menabung, sehingga jika diperlukan dapat diambil langsung, bidan bekerjasama dengan masyarakat dan tokoh masyarakat.
5. Mempersiapkan barang-barang untuk persalinan.
Berupa pakaian ibu dan palaian bayi.
Persiapan Terbaik Untuk Melahirkan Menurut Laderman, 1984 Adalah :
a. Menyadari kenyaaan secara sehat tentang nyeri
b. Menyeimbangkan resiko dengan rasa senang
c. Keinginan tentang hadiah akhir berupa bayi
J. PERSIAPAN LAKTASI
Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi yang perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah :
o Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan
o Sebaliknya ibu hamil masuk dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”
o Penyuluhan (audio-visual) tentang :
- Keunggulan ASI dan kerugian susu botol
- Manfaat rawat gabung
- Perawatan bayi
- Gizo ibu hamil dan menyusui
- Keluarga berencana,dll
o Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan menyusui
o Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil
Persiapan Psikologis untuk Ibu Menyusui berupa sikap Ibu dipengaruhi oleh faktor-faktor :
o Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing
o Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga / tidak
o Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak
o Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar