Sabtu, 26 November 2011

KONSEP DASAR ASKEB KOMUNITAS

BAB I
KONSEP DASAR KEBIDANAN KOMUNITAS

Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga yang berkualitas. Pelayanan kebidanan merupakan pelayanan yang diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan maskud untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga berkualitas, bahagia dan sejahtera.
A. KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS
Konsep adalah kerangka ide yang mengandung sesuatu pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari kata “bidan”. Kebidanan (midwifery) adalah mencakup pengetahuan yang dimiliki dan kegiatan pelayanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Kebidanan merupakan profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban manusia.
Bidan di Indonesia (IBI) adalah seorang wanita yang mendapat pendidikan kebidanan formal dan lulus serta terdaftar di badan resmi pemerintah dan mendapat izin serta kewenangan melakukan kegiatan praktek mandiri. Bidan lahir sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu-ibu melahirkan. Tugas yang diemban sangat mulia dan juga selalu setia mendampingi dan menolong ibu dalam melahirkan sampai sang ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Bidan diakui sebagai professional yang bertanggung jawab yang bekerja sebagai mitra wanita perempuan dalam memberikan dukungan yang diperlukan, asuhan dan nasehat selama kehamilan, periode persalinan dan postpartum, melakukan pertolongan persalinan dibawah tanggung jawabnya sendiri dan memberikan asuhan pada bayi baru lahir
Komunitas adalah kelompok orang yang berada di suatu lokasi atau daerah atau area tertentu. Bidan komunitas (Community Midwifery) adalah bidan yang bekerja melayani keluarga dan masyarakat diwilayah tertentu. Kebidanan komunitas adalah konsep dasar bidan dalam melayani keluarga dan masyarakat. Pelayanan kebidanan komunitas adalah upaya yang dilakukan bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan ibu dan anak balita di dalam keluarga dan masyarakat.
1. Riwayat kebidanan komunitas
Pada zaman pemerintahan hindia belanda tahun 1807 pertolongan persalinan dilakukan oleh dukun, tahun 1951 didirikan sekolah bidan bagi wanita pribumi di Batavia kemudian tahun 1953 kursus tambahan bidan (KTB) di masyarakat Jogjakarta dan berkembang di daerah lain. Seiring dengan pelatihan ini dibukalah BKIA, bidan sebagai penanggung jawab, memberikan pelayanan antenatal care, postnatal care, pemeriksaan bayi dan gizi, intranatal dirumah, kunjungan rumah pasca salin. Tahun 1952 diadakan pelatihan secara formal untuk kualitas persalinan, tahun 1967 kursus tambahan bidan (KTB) ditutup, kemudian BKIA terintegrasi dengan puskesmas.
Puskesmas memberi pelayanan didalam dan di luar gedung dalam wilayah kerja. Bidan dipuskesmas memberi pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) termasuk keluarga berencana (KB). Diluar gedung pelayanan kesehatan keluarga dan posyandu yang mencakup pemeriksaan kehamilan, KB, imunisasi, gizi, dan kesehatan lingkungan. Tahun 1990 merata pada semua masyarakat.
Instruksi presiden secara lisan pada sidang kabinet tahun 1992 tentang perlunya mendidik bidan untuk ditempatkan diseluruh desa sebagai pelaksana KIA. Tahun1994 merupakan titik tolak dari konferensi kependudukan dunia di Kairo yang menekankan pada reproduksi health memperluas garapan bidan antara lain safe motherhood, KB, PMS, KESPRO remaja dan orang tua.
2. Unsur-unsur kebidanan komunitas
a. Bidan
Sekarang bidan belum ada pendidikan khusus untuk menghasilkan tenaga bidan yang bekerja di kominutas, yang ada hanya untuk menghasilkan bidan yang mampu bekerja di desa. Pendidikan tersebut adalah pendidikan bidan A,B,C. Sebagai tenaga kesehatan bidan membantu keluarga dan masyarakat agar selalu berada dalam kondisi kesehatan yang optimal. Kegiatan yang dilakukan bidan komunitas meliputi:
1) Bimbingan terhadap kelompok remaja, masa perkawinan.
2) Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, nifas masa interval (antara dua persalinan) dalam keluarga.
3) Pertolongan persalinan di rumah
4) Tindakan pertolongan pertama pada kasus kebidanan dengan resiko tinggi dikeluarga.
5) Pengobatan keluarga sesuai dengan kewenangan.
6) Pemeliharaan kesehatan kelompok wanita dengan gangguan reproduksi
7) Pemeliharaan kesehatan anak balita
b. Pelayanan Kebidanan
Hubungan interaksi antara bidan dan pasiennya dilakukan melalui pelayanan kebidanan. Pelayanan kebidanan adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh bidan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan. Tujuan pelayanan kebidanan komunitas adalah meningkatnya kesehatan ibu dan anak balita di dalam keluarga sehingga terwujud keluarga sehat dan sejahtera didalam komuniti. Sasaran pelayanan kebidanan komunitas meliputi individu, keluarga dan kelompok masyarakat. Pelayanan kebidanan komunitas dilakukan diluar rumah sakit. Kebidanan komunitas dapat juga merupakan bagian atau kelanjutan pelayanan kebidanan yang diberikan dirumah sakit. Pelayanan kesehatan ibu dan anak di lingkungan keluarga merupakan kegiatan kebidanan komunitas.
Pelayanan kebidanan komunitas mencakup upaya pencegahan penyakit, pemeliharaan dan peningkatana kesehatan, penyembuhan serta pemulihan kesehatan. Kegiatan pelayanan komunitas bisa dilakukan di puskesmas, polindes, posyandu, bidan praktek swasta atau di rumah pasien. Kegiatan pelayanan komunitas meliputi:
1) Penyuluhan dan nasehat tentang kesehatan
2) Pemeliharaan kesehatan ibu dan balita
3) Perbaikan gizi keluarga
4) Imunisasi ibu dan anak
5) Pertolongan persalinan dirumah
6) Pelayanan KB
c. Sasaran Pelayanan Kebidanan Komunitas
Dalam komunitas terdapat kumpulan individu yang membentuk keluarga atau kelompok masyarakat. Sasaran utama adalah ibu dan anak dalam keluarga. Menurut undang-undang No.23 tahun 1992 tentang kesehatan, yang dimaksud dengan keluarga adalah suami, istri, dan anak dan anggota keluarga lainnya. Pelayanan ini diserahkan untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Peningkatan kesehatan keluarga mewujudkan lingkungan keluarga yang sehat dan dapat meningkatkan sumber daya manusia.
d. Lingkungan
Lingkungan mencakup lingkungan fisik, sosial, flora dan fauna. Lingkungan fisik yang kurang sehat menimbulkan penyakit pada masyarakat. Lingkungan sosial berkaitan dengan adat dan budaya dalam memberikan pelayanan diupayakan tidak bertentangan dengan kebiasaan, adat istiadat, kepercayaan dan agama di masyarakat. Flora dan fauna berhubungan dengan penghijauan, pemanfaatan pekarangan dengan tanaman yang bergizi.
e. Ilmu Pengetahuan serta Teknologi
Pelayanan kebidanan komunitas menggunakan ilmu dan tekhnologi yang sesuai dengan tuntutan masyarakat. Bidan dituntut untuk selalu mengembangkan kemampuannya agar tidak ketinggalan terhadap kemajuan ilmu dan tekhnologi dibidang kesehatan.
3. Peranan bidan dalam pelayanan kebidanan masyarakat
Peran adalah tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai dengan kedudukannya dalam suatu sistem. Adapun peran bidan dalam pelayanan kesehatan di masyarakat meliputi:
a. Asuhan langsung diberikan kepada individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat, meliputi pengkajian kebutuhan kesehatan, merencanakan melaksanakan dan menilai hasil kegiatan dalam rengka pemenuhan kesehatan.
b. Penyuluhan kesehatan
Dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, bidan harus mampu memberikan penyuluhan pada waktu kunjungan antenatal trimester pertama, kedua , ketiga.
c. Penemu kasus
Deteksi dini yang berkaitan dengan masalah kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, bayi, dan anak balita.
d. Pelaksanan rujukan
Masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) yang tidak dapat diatasi oleh bidan karena keterbatasan kewenangan, perlu dirujuk. Bidan di masyarakat beratanggung jawab untuk mengetahui hasil dari setiap kasus yang dirujuk dan melakukan tindak lanjut di rumah.
e. Penghubung (Komunikator)
Bidan merupakan mata rantai antara sasaran keluarga, kelompok dan masyarakat dengan pelayanan kesehatan yang diperlukan, menggalang komunikasi untuk memperoleh informasi yang akurat.
f. Konselor
Konseling dalam memecahkan masalah kesehatan keluarga yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak (KIA). Kegiatan konseling harus membawa kepada proses pemecahan masalah kesehatan klien secara mandiri.
g. Anggota tim
Masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) dimasyarakat memerlukan masalah baik secara lintas program maupun lintas sector. Bidan sebagai anggota tim perlu mengkoordinasikan kegiatannya kepada anggota tim yang lain sehingga dapat dicapai keterpaduan program
h. Supervise (Pembimbing)
Bimbingan kepada dukun bayi, kader yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) berupa mengenal tanda bahaya pra kehamilan persalinan dan nifas serta rujukan
i. Panutan (Rol Model)
Pembaharuan dalam merubah tingkah laku masyarakat dalam perilaku hidup sehat sehingga mampu mandiri dalam menjaga dan meningkatkan kesehatannya.
B. VISI INDONESIA SEHAT 2010 SEBAGAI LANDASAN BERFIKIR PELAYANAN KEBIDANAN
Visi Indonesia sehat 2010 yang telah dirumuskan oleh Dep.Kes (1999) menyatakan bahwa, gambaran masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan Negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah RI.
Pengertian sehat meliptui kesehatan jasmani, rohani, serta sosial dan bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Masyarakat Indonesia yang dicita-citakan adalah masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, sebagai salah satu unsur dari pembangunan sumberdaya manusia Indonesia seutuhnya.
Masalah kesehatan adalah merupakan masalah yang sangat kompleks, oleh akrena itu perlu diupayakan secara menyeluruh dan bersama-sama dengan masyarakat untuk mengatasinya. Salah satu sasaran yang ditetapkan untuk tahun 2010 adalah menurunkan angka kematian maternal menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian neonatal menjadi 16 per 1000 kelahiran hidup. Dalam rangka untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian, maka salah satu upaya untuk memecahkan masalah adalah dengan mewujudkan visi Indonesia sehat 2010, yaitu:
1. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan
2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.
4. Meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar