Jumat, 18 November 2011

MAKALAH KEHIDUPAN SEK SELAMA KEHAMILAN

KEHIDUPAN SEKS SELAMA KEHAMILAN

Pada awal masa kehamilan, seorang wanita akan kurang tertarik untuk melakukan hubungan seksual. Ia mungkin merasa mual, gelisah dan bengkak-bengkak, yang merupakan tanda-tanda awal kehamilan. Payudaranya seringkali nyeri dan bengkak, serta bahkan terasa sakit bila disentuh, membuat ia kurang senang dibelai dan dipeluk. Ia mungkin juga takut bahwa hubungan seksual akan menimbulkan keguguran (tanpa dasar yang jelas, terutama bila ia pernah keguguran sebelum kehamilan bulan ke-3) dan karena itu, akan berusaha menghindari seks.
Pada pertengahan trimester I kehamilan, beberapa wanita tidak hanya memiliki dorongan seksual yang kembali normal, tetapi dapat mengalami kenaikan nafsu seksual dan menikmati hubungan seksual sampai orgasme, untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Masa ini adalah masa yang nyaman untuk berhubungan seksual dan kedua pihak dapat menyalurkan hasratnya dengan bebas, tanpa terhalang alat kontrasepsi.
Bila bayi bertumbuh lebih besar, dan keadaan fisiknya menghalangi posisi hubungan seksual yang normal, pasangan tersebut harus memutuskan apakah mencoba cara hubungan seks yang baru (menyaming atau memasukkan penis ke vagina dari belakang atau dengan posisi si wanita di atas) atau menunda hubungan seks dan menggantinya dengan belaian-belaian atau sama sekali tidak melakukan aktivitas seksual sampai bayi lahir. Bila wanita makin mendeteksi masa melahirkan, uterusnya akan menjadi lebih sensitif dan ia akan mengalami kontraksi yang tidak menyenangkan selama orgasme.
Diketahui hubungan seks dapat dilakukan selama kehamilan asalkan :
1. Kehamilan berjalan normal dan tidak ada kontraindikasi yang membahayakan seperti perdarahan vagina/spotting atau kejang perut yang membahayakan.
2. Pasangan wanita belum pernah mengalami keguguran atau kelahiran prematur.
3. Keduanya menginginkan hubungan seks.
Posisi yang harus dihindari adalah posisi terlentang dan mendapat tekanan langsung (seperti berat badan suami) pada uterus yang membesar, saat berhubungan seksual, penekanan ini dapat menyebabkan bertambahnya aliran darah dan bagian bawah ke jantung.
Selama melakukan hubungan seks ini, masturbasi harus dihindari, hal ini disebabkan oleh pendapat yang mengatakan bahwa orgasme yang diakibatkan oleh masturbasi lebih kuat jika dibandingkan dengan yang diakibatkan hubungan seksual dan sehubungan dengan keadaan tersebut maka kontraksi si uterus menjadi lebih kuat.
Pada umur kehamilan muda, dorongan seksual dapat dengan mudah dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah ini:
1. Rasa takuk akan keguguran.
2. Perubahan fisik (mual, muntah dan payudara membesar).
3. Keinginan untuk benar-benar menjaga kehamilannya.
4. Apabila hubunan seksual yang dilakukan suatu tidak memuaskan maka kehamilan merupakan alasan yang baik untuk tidak melakukannya.
5. Ketidak cintaan istri pada suaminya.
6. Takut melukai bayi pada saat hubungan seksual.
Pada masa kehamilan tengah, saat wanita biasanya merasa paling nyaman, keinginan hubungan seksual cenderung kembali ke normal (jika pada masa kehamilan awal keinginan ini meninggi) atau bahkan meningkat.
Pada saat kehamilan tua, keinginan seksual ini kembali bervariasi. Beberapa wanita merasa kehilangan gairahnya karena khawatir akan melukai bayinya atau takut melahirkan bayi prematur atau karena hubungan seksual dirasakan tidak nyaman.
Penyebab rasa takut tidak nyaman yang terjadi pada wanita yang melakukan hubungan seksual :
1. Kurangnya lubrikasi
Kurangnya lendir alamiah yang dikeluarkan dinding vagina apabila wanita mudah terangsang.
2. Posisi hubungan seksual
Wanita dapat merasa tidak nyaman dan merasa kurang nikmat apabila perutnya tertekan.
3. Iritasi Vagina
4. Pembengkakan pembuluh darah
Selama kehamilan penyumbatan pembuluh darah di daerah punggung meningkat.
5. Masalah ginekologi
Ex : kista ovarium, fibrolel, dll.
Penyebab ketidaknyamanan yang mungkin timbul pada pria :
1. Fimosis
Yang menyebabkan rasa sakit pada saat penetrasi.
2. Kesensitifan yang akut atau alergi yang mengakibatkan rasa gatal, inflamasi atau leparatomi pada penis.
PERSALINAN YANG BERSIH DAN AMAN
 Pengertian
Persalinan yang bersih dan aman adalah suatu upaya yang efektif untuk mencegah terjadinya kesakitan, komplikasi, kematian, dan infeksi pada persalinan serta melindungi ibu, BBLR, dan menolong persalinan dan penularan penyakit.
Lima aspek dasar atau lima benang merah yang penting dan saling terkait serta melekat pada setiap persalinan, baik normal maupun patologis yaitu :
1. Membuat keputusan klinik.
2. Asuhan sayang ibu dan bayi.
3. Pencegahan infeksi
4. Rekam medik.
5. Rujukan
1. Membuat Keputusan Klinik
Merupakan proses yang menentukan untuk menyelesaikan masalah dan menentukan asuhan yang diperlukan. Keputusan ini harus akurat, komperhensif dan aman baik bagi pasien, keluarga dan petugas yang menolong persalinan. Ada tujuh langkah dalam membuat keputusan klinik yaitu :
a. Pengumpulan data
b. Interpretasi dan identifikasi masalah.
c. Menentukan diagnosis/merumuskan masalah.
d. Menilai adanya kebutuhan dan kesiapan intervensi untuk mengatasi masalah.
e. Menyusun rencana asuhan/intervensi solusi masalah.
f. Melaksanakan asuhan/intervensi masalah.
g. Memantau dan mengevaluasi asuhan yang telah diberikan.
2. Asuhan Sayang Ibu
Asuhan sayang ibu adalah asuhan yang menghargai budaya, kepercayaan dan keinginan sang ibu dengan prinsip dasar mengikutsertakan suami atau keluarga.
3. Pencegahan Infeksi
Tindakan ini harus diterapkan guna melindungi ibu, bayi, keluarga dan penolong persalinan dan penularan penyakit AIDS, Hepatitis, TBC dan jamur. Tindakan pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan cara :
a. Mencuci tangan
b. Pakai sarung tangan dan pelindung lainnya.
c. Teknik aseptik dan septik.
d. Memproses alat bekas pakai.
e. Menangani peralatan tajam dengan aman.
f. Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan.
4. Rekam medik
Mencatat semua tindakan yang telah diberikan kepada ibu atau bayinya. Jika asuhan tidak dicatat dianggap tidak dilakukan dalam tindakan rekam medik ini termasuk pencatatan patograf.
5. Rujukan
Untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi perlu dilakukan rujukan kapasitas yang memiliki sarana lebih lengkap. Adapun persiapan dalam melakukan rujukan antara lain;
a. Siapa yang menemani
b. Tempat rujukan yang dipilih
c. Sarana transportasi
d. Donor darah
e. Uang
f. Siapa yang tinggal menemani anak-anak atau dengan prinsip BAKSOKU.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar