Selasa, 22 November 2011

EVAPORASI dan RADIASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang, dalam bentuk panas, partikel dan gelombang elektromagnetik.
Contoh: radiasi sinar mata hari ke angkasa (pancaran berupa energi/foton)
radiasi sinar radioaktif, radiasi alfa, beta, gama (pancaran berupa partikel)
Radiasi kadangkala juga digunakan, tidak tepat, untuk menunjuk ke kontaminasi radioaktif, pembebasan isotop radioaktif ke lingkungan. Isotop tersebut kemudian melepaskan radiasi terionisasi, yang dapat membuat parah apabila isotop tersebut diserap oleh tumbuhan, hewan atau manusia, karena isotop kemudian melepas radiasi terionisasi dari dalam organisme.
Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu:
(1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami.
(2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan
      uap panas (steam) dalam suatu peralatan.


BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1  Pengertian Evaporasi
Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu: (1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami, dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan.
Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B. Long, 1995). Panas dapat disuplai dengan berbagai cara, diantaranya secara alami dan penambahan steam. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1) pemberian panas ke dalam cairan, (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap, (3) pemisahan uap dari cairan, dan (4) mengkondensasikan uapnya.
Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih (Warren L. Mc Cabe, 1999). Evaporasi vs pengeringan. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadang-kadang zat cair yang sangat vuskos – dan bukan  padat. Perbedaan lainnya adalah, pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak, sedangkan pada pengeringan sedikit.
Ø   Evaporasi vs pengeringan
Evaporasi tidak sama dengan pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadang-kadang zat cair yang sangat vuskos – dan bukan zat padat. Perbedaan lainnya adalah, pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak, sedangkan pada pengeringan sedikit.
Ø   Evaporasi vs distilasi
            Evaporasi berbeda pula dari distilasi, karena uapnya biasa dalam komponen tunggal, dan walaupun uap itu dalam bentuk campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Selain itu, evaporasi biasanya digunakan untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil, seperti air, dari pengotor nonvolatil. Contoh pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. Sedangkan distilasi digunakan untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil.
Ø   Evaporasi vs Sterilisasi
            Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk (mother liquor). Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle. Cara ini biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk kristal.
Titik didih cairan yang diuapkan pada evaporasi dapat dikontrol dengan mengatur tekanan pada permukaan uap-cair. Artinya, jika penguapan terjadi pada temperatur tinggi, maka evaporator dioperasikan pada tekanan tinggi pula. Beberapa evaporasi dalam industri secara normal bekerja pada tekanan vacum untuk meminimalkan kebutuhan panas. 
Pada proses pendidihan secara alami, perubahan titik didih sebagai perubahan temperatur dapat ditingkatkan. Beberapa tipe pendidihan yang berbeda mempunyai koefisien perpindahan panas yang berbeda pula. Tipe-tipe tersebut adalah (Bell, 1984) :
-         pendidihan secara konveksi alami
-          pendidihan nukleat
-          pendidihan film Pendidihan konveksi alami terjadi ketika cairan dipanaskan pada permukaannya. Pada tipe ini, koefisien perpindahan panas meningkat dengan perubahan temperatur, tetapi relatif lambat.  Pada pendidihan nukleat terbentuk gelembung-gelembung uap pada interface cairan dan padatan dari permukaan perpindahan panas. Pendidihan pada tipe ini terjadi dalam sebuah ketel atau reboiler thermosifon yang digunakan pada proses industri. Koefisien perpindahan panas pada tipe ini lebih besar. Pendidhan film terjadi ketika perubahan temperature sangat tinggi dan penguapan terjadi secara berkesinambungan pada permukaan perpindahan panas. Koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan meningkatnya perubahan temperatur. Namun, nilai koefisien perpindahan panasnya lebih rendah jika dibandingkan pendidihan nukleat.

2.1.2   Proses-proses evaporasi
          Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung : 
1. Interface evaporation, yaitu transformasi air menjadi uap air di  
    permukaan tanah. Nilai ini tergantung dari tenaga yang   
    tersimpan. 
2. Vertikal vapour transfers, yaitu perpindahan lapisan yang kenyang      
    dengan uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas).

2.1.3   Faktor yang mempengaruhi terjadinya evaporasi
1.    Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil
                   penguapannya)
2.    Tekanan udara 
3.    Kedalaman dan luas permukaan, semakin luas semakin besar penguapannya 
4.    Kualitas air, semakin banyak unsur kimia, biologi dan fisika, penguapan semakin kecil.
5.    kecepatan angin
6.    Topografi, semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil
7.    Sinar matahari
8.    Temparatur

Ada beberapa konsep penting evaporasi, yaitu :
1.      Transpirasi, yaitu proses hilangnya air dalam tumbuhan akibat penguapan melalui stomata daun.
2.      Evapotranspirasi, yaitu penguapan yang terajdi pad permukaan air, tanah, maupun tumbuhan air pada suatu DAS.
3.       Potential evaporation, yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang terjadi pada keadaan atmosfer saat itu, apa bila tersedia cukup air.
4.      Actual evaporation, yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan waktu yang benar-benar terjadi pada saat itu. 
5.      Potential evapotranspiration, yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan, tubuh air, permukaan tanah dalam keadaan jenuh pada kondisi iklim saat itu (syarat air yang tersedia berlebihan).
6.      Actual evapotranspiration, yaitu jumlah penguapan yang berasal dari tumbuhan,tubuh air, permukaan tanah dalam keada

3.1   Pengertian Radiasi
   Radiasi adalah pancaran energy melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik atau cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal disekitar kehidupan kita, contohnya adalah televise, lampu penerang, alat pemanas makanan, computer dan lain-lain.
     
      3.1.2   Macam-macam jenis radiasi
 BERDASARKAN SUMBERNYA DIKENAL DUA MACAM RADIASI, yaitu:
 a. Radiasi Alam
               b. Radiasi Buatran.

Radiasi alam terbagi menjadi dua kelompok
a.           Radiasi Kosmogenis;
b.          Radiasi Primordial (Teresterial)  
Ø  Macam-macam jenis radiasi
Ø  Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di matahari. Energi radiasi matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah. Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor. 1.Jarak matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi matahari 2.Intensitas radiasi matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus. 3. Panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara matahari terbit dan matahari terbenam. 4. Pengaruh atmosfer. Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gas-gas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi.
Ø   Radiasi zat radio aktif adalah zat yang mengandung inti tidak stabil. Radioaktif berasal dari kata RADIO dan RADIARE yaitu memancar, bersinar dan aktif. Aktif sendiri adalah spontan dan dengan sendirinya. Zat radioaktif dapat diartikan sebagai alat yang mempunyai kemampuan untuk memancar dengan spontan.
Ø   Radiasi sinar alfa mempunyai ukuran (volume) dan  muatan listrik positif yang besar yang tersusun atas dua proton dan dua neutron, sehingga identik dengan inti atom Hellium. Daya ionisasi partikel alpha sangat besar, kurang lebih 1oo kali dari ionisasi partikel beta dan 10.000 kali daya ionisasi sinar-Gamma. Karena mempunyai muatan listrik yng besar maka partikel alpha mudah di pengaruhi oleh medan listrik yang ada disekitarnya. Partikel alpha tidak mampu menembus pori-pori kulit kita pada lapisan yang paling luar sekalipun karena mempunyai ukuran yang besar.
Ø   Radiasi sinar gamma tidak mempunyai besaran volume dan muatan listrik sehingga dikelompokkan kedalam gelombang elektromagnetik. Daya ionisasinya didalam medium sangat kecil. Tidak terbelokkan oleh medan listrik yang ada disekitarnya, sehingga daya tembusnya sangat besar dibandingkan dengan daya tembus partikel alpha atau beta.
Ø   Radiasi sinar neutron Termasuk jenis radiasi dengan daya tembus  besar. Dapat dideteksi di tempat ketinggian. Radiasi neutron terjadi dalam reaktor nuklir, tapi dapat dibuat pelindung terhadapnya misalnya dengan menggunakan air

BAB III
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
      Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu: (1) evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami, dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan.
               Radiasi adalah pancaran energy melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik atau cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal disekitar kehidupan kita, contohnya adalah televise, lampu penerang, alat pemanas makanan, computer dan lain-lain.

3.2  Saran
      Agar mahasiswa dapat mengetahui dan mempraktekkan persalinan normal secara baik dan benar sesuai prosedur


DAFTAR PUSTAKA

sumber : http://cafe-radiologi.blogspot.com/2010/09/mengenal-radiasi.html
Hoesin, Haslizen (1978), “Penelitian & Studi Energi Radiasi Matahari Yang Menimpa Bangunan Dan Pengaruhnya Terhadap Pemakaian Energi Untuk Penerangan Di Siang Hari Dalam Bangunan”. (Tugas Akhir). Departemen Fisika Teknik. Istitut Teknologi Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar