Jumat, 18 November 2011

KUMPULAN SAP


SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Tanda – Tanda Bahaya Kehamilan
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan
Sasaran                                    : Ibu – Ibu Hamil
Waktu                                     : 20 menit
Tempat/Tanggal                      :
I.. Tujuan
1. Tujuan  umum
     Setelah mendapat penjelasan ataupun penyuluhan, diharapkan peserta penyuluhan
     Dapat mengetahui manfaat pentingya mengetahui tanda bahaya pada kehamilan
     Beserta pengertiannya.
2. Tujuan Khusus
  • Peserta penyuluhan mengerti dan memahami apa – apa saja tanda bahaya Pada kehamilan
  • Peserta mengerti manfaat dari pentingya mengetahui tanda bahaya pada Kehamilan
  • Peserta mengetahui bahaya pada kehamilan
II. Materi
     Terlampir
III. Manfaat
Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para ibu hamil tentang pentingnya mengetahui tanda – tanda bahaya pada kehamilan diwilayah kerja puskesmas Helvetia.
IV. Metode
      Tanya jawab dan ceramah
V.                                                                                        Pengorganisasian
       Moderator           
       Penyaji                 : 

VI. Kegiatan
No.
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
Media
Waktu
1.
Pembukaan




* memberikan salam
* menjawab salam

5 menit

* memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan
* mendengar dan memperhatikan


2.
Kegiatan Inti




* menjelaskan pengertian tanda bahaya pada kehamilan
* mendengarkan dan memperhatikan
poster
10 menit

* menjelaskan manfaat kepada penyuluhan tentang tanda bahaya pada kehamilan




* menjelaskan bahaya – bahaya kehamilan



3.
Penutup


5 menit

* memberikan kesempatan peserta untuk bertanya
* bertanya dan aktif



* melakukan evaluasi
* Menjawab pertanyaan



* menyimpulkan materi
* mendengar dan memperhatikan



* memberi salam
* menjawab salam



 VI.        Materi

Tanda Bahaya Pada Kehamilan, persalinan dan Nifas

Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda gejala yang menunjukkan ibu atau bayi yang dikandungnnya dalam keadaan bahaya. Bila ada tanda bahaya, biasanya ibu perlu mendapat pertolongan segera di rumah sakit.
Kebanyakan kehamilan berakhir dengan persalinan dan masa nifas yang normal. Namun 15 sampai 20 diantara 100 ibu hamil mengalami gangguan pada kehamilan, persalinan atau nifas.
Gangguan tersebut dapat terjadi secara mendadak, dan biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Karena itu, tiap ibu hamil, keluarga dan masyarakat perlu mengetahui dan mengenali tanda bahaya. Tujuannya, agar dapat segera mencari pertolongan ke bidan, dokter, atau langsung ke rumah sakit, untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi yang dikandungnya.
Ada 10 tanda bahaya yang perlu dikenali yaitu :
Ibu tidak mau makan dan muntah terus
Kebanyakan ibu hamil dengan umur kehamilan 1-3 bulan sering merasa mual dan kadang-kadang muntah. Keadaan ini normal dan akan hilang dengan sendirinya pada kehamilan lebih dari 3 bulan.
Tetapi, bila ibu tetap tidak mau makan, muntah terus menerus sampai ibu lemah dan tak dapat bangun, keadaan ini berbahaya bagi keadan jani dan kesehatan.
Berat badan ibu hamil tidak naik
Selama kehamilan berat badan ibu naik sekitar 9-12 kg, karena adanya pertumbuhan janin dan bertambahnya jaringan tubuh ibu akibat kehamilan. Kenaikan berat badan itu biasanya terlihat nyata sejak kehamilan berumur 4 bulan sampai menjelang persalinan.
Bila berat badan ibu tidak naik pada akhir bulan keempat atau kurang dari 45 kg pada akhir bulan keenam, pertumbuhan janin mungking terganggu. Kehidupan janin mungking terancam. Ibu mungkin kekurangan gizi. Mungkin juga ibu mempunyai penyakit lain, seperti batuk menahun, malaria, dll yang segera perlu diobati.
 
Perdarahan
Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan, persalinan dan nifas sering merupakan tanda bahaya yang dapat berakibat kematian ibu dan atau janin.
  1. Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan sebelum 3 bulan dapat disebabkan oleh keguguran atau keguguran yang mengancam. Ibu harus segera meminta pertolongan bidan atau dokter. Janin mungkin masih dapat diselamatkan. Bila janin tak dapat diselamatkan, ibu perlu mendapat pertolongan agar kesehatannya terjaga
  2. Perdarahan melalui jalan lahir disertai nyeri prut bawah yang hebat, pada ibu yang terlambat haid 1-2 bulan, meupakan keadaan dangat berbahaya. Kehidupan ibu terancam, ia harus langsung di bawa ke rumah sakit untuk diselamatkan jiwanya.
  3. Perdarahan kehamilan 7-9 bulan, meskipun hanya sedikit, merupakan ancaman bagi ibu dan janin. Ibu perlu segera mendapat pertolongan di rumah sakit.
  4. Perdarahan yang banyak, segera atau dalam 1 jam setelah melahirkan, sangat berbahaya dan merupakan penyebab kematian ibu paling sering. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 2 jam. Ibu perlu segera ditolong untuk penyelamatan jiwanya.
  5. Perdarahan pada masa nifas (dalam 42 hari setelah melahirkan) yang berlangsung terus menerus, disertai bau tak sedap dan demam, juga merupakan tanda bahaya. Ibu harus segera di bawa ke rumah sakit.
Bengkak tangan/wajah, pusing, dan dapat diikuti kejang
Sedikit bengkak pada kaki atau tungkai bawah pada umur kehamilan 6 bulan ke atas mungkin masih normal. Tetapi , sedikit bengkak pada tangan atau wajah, apa lagi bila disertai tekanan darah tinggi dan sakit kepala (pusing), sangat berbahaya. Bila keadaan ini dibiarkan maka ibu dapat mengalami kejang-kejang. Keadaan ini disebut keracunan kehamilan atau eklamsi.
Keadaan ini sering menyebabkan kematian ibu serta janin. Bila ditemukan satu atau lebih gejala tersebut, ibu harus segera meminta pertolongan kepada bidan terdekat untuk di bawa ke rumah sakit

Gerakan janin berkurang atau tidak ada
Pada keadaan normal, gerakan janin dapat dirasakan ibu pertama kali pada umur kehamilan 4-5 bulan. Sejak saat itu, gerakan janin sering dirasakan ibu.
Janin yang sehat bergerak secara teratur. Bila gerakan janin berkurang, melemah atau tidak bergerak sama sekali dalam 12 jam, kehidupan bayi mungkin terancam. Ibu perlu segera mencari pertolongan.
Kelainan letak janin
Pada keadaan normal, kepala janin berada di bagian bawah rahim ibu dan menghadap ke arah punggung ibu. Menjelang persalinan, kepala bayi turun dan masuk ke rongga panggul ibu.
Kadang-kadang letak bayi tidak normal sampai umur kehamilan 9 bulan. Pada keadaan ini, ibu harus melahirkan di rumah sakit, agar ibu dan bayi dapat diselamatkan. Persalinan mungkin mengalami gangguan atau memerlukan tindakan. Anjurkan ibu/keluarganya untuk menabung.
Kelainan letak janin antara lain :
  1. Letak sungsang : kepala janin di bagian atas rahin
  2. Letak lintang: letak janin melintang di dalam rahim
Kalau menjelang persalinan terlihat bagian tubuh bayi di jalan lahir, misalnya tangan, kaki atau tali pusat, maka ibu perlu segera di bawa ke rumah sakit
Ketuban pecah sebelum waktunya (KPSW)
Biasanya ketuban pecah menjelang persalinan, setelah ada tanda awal persalinan seperti mulas dan keluarnya lendir, bercampur sedikit darah. Cairan ketuban biasanya berwarna jenih kekuningan.
Bila ketuban telah pecah dan cairan ketuban keluar sebelum ibu mengalami tanda-tanda persalinan, janin dan ibu akan mudah terinfeksi. Hal ini berbahaya bagi ibu maupun janin. Ibu perlu segera mendapat pertolongan bidan terdekat untuk di bawa ke rumah sakit.
Persalinan lama
Persalinan berlangsung sejak ibu mulai merasa mulas sampai kelahiran bayi. Persalinan tersebut buasanaya berlangsung kurang dari 12 jam. Ibu yang melahirkan anak kedua dan selanjutnya biasaya lebih cepat dari ibu yang melahirkan anak pertama.
Bila bayi belum lahir lebih dari 12 jam sejak mulainya mulas, maka persalinan tersebut terlalu lama. Perlu dilakukan tindakan. Ibu perlu mendapat pertolongan di rumah sakit untuk menyelamakan janin dan mencegah terjadinya perdarahan atau infeksi pada ibu.
Penyakit ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan
Kesehatan dan pertumbuhan janin dipengaruhi oleh kesehatan ibu. Bila ibu mempunyai penyakit yang berlangsung lama atau merugikan kehamilannya, maka kesehatan dan kehidupan janinpun terancam
Beberapa penyakit yang merugikan kehamilan antara lain:
  1. Penyakit jantung : gejalanya ibu sering berdebar, mudah sesak nafas bila melakukan kegiatan ringan sehari-hari
  2. Kurang darah (anemia) berat : gejalanya pucat, lesu, lemah, pusing dan sering sakit.
  3. Tbc : gejalanya batuk tidak sembuh-sembuh, nafsu makan kurang, berat badan turun, berkeringat pada malam hari.
  4. Malaria : gejalanya demam menggigil secara berkala, lemah, pucat
  5. Infeksi pada saluran kelamin : gejalanya tidak selalu nyata, misalnya keputihan, luka atau nyeri pada alat kelamin
Ibu dengan keadaan tersebut harus diperikasa dan mendapat pengobatan secara teratur oleh dokter. Anjurkan ibu dan keluarganya menabung untuk persiapan persalinannya nanti
Demam tinggi pada masa nifas
Ibu yang pada masa nifas (selama 42 hari sesudah melahirkan ) mengalami demam tinggi lebih dari 2 hari, dan disertai keluarnya cairan (dari lubang rahim) yang berbau, mungkin mengalami infeksi jalan lahir. Pada keadaan ini cairan liang rahim tetap berdarah. Keadaan ini mengancam jiwa ibu
 
VIII. Kriteria Evaluasi
  • Evaluasi Struktur
-       Kesiapan peserta penyuluhan mengikuti penyuluhan
-       Media dan alat yang memadai
-       tempat sesuai denga kegiatan
  • Evaluasi Proses
-       Pelaksanaa pre planning sesuai alokasi waktu
-       Peserta penyuluhan  mengikuti kegiatan dengan efektif dam koperatif
-       Peserta menanyakkan hal – hal yang kurang jelas
-       Peserta menjawab pertanyaan yang diajukan



SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Katarak
Sub Pokok Bahasan                : Penyebab Terjadinya Katarak
Sasaran                                    : WUS, PUS, Lansia
Waktu                                     : 20 menit
Tempat/Tanggal                      :
I. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang katarak, diharapkan sasaran mampu memahami dan melaksanakan penanganan dari katarak
2.Tujuan khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit sasaran diharapkan mampu :
1. Sasaran mengetahui pengertian katarak.
2. Sasaran mengetahui penyebab katarak.
3. Sasaran mengetahui jenis katarak
4. Sasaran mengetahui gejala katarak
5. Sasaran mengetahui tentang pencegahan katarak
6. Sasaran mengetahui penanganan katarak
II. Manfaat
  • Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai penyakit katarak.
  • Sasaran mampu melaksanakan tindakan penanggulangan pada pasien dengan katarak.
III. Materi
       Terlampir
IV. Metode
  • Ceramah
  • Tanya jawab
V. Pengorganisasian
       Moderator          
       Penyaji               
VI. Kegiatan
No.
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
Media
Waktu





1
Pembukaan




* memberi salam
* menjawab salam

5 menit

*memperkenalkan diri
* mendengarkan dan memperhatikan







2
Kegiatan Inti




*menjelaskan tentang pengertian KATARAK
* mendengar dan memperhatikan
Selebaran dan poster
10 menit

* menjelaskan apa penyebab terjadinya KATARAK




* Menjelaskan gejala dan pencegahan terjadinya KATARAK



3.
Penutup




* memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya
* bertanya dan aktif

5 menit

* melakukan evaluasi
* Menjawab pertanyaan



* memberi salam
* menjawab salam



  VII. Materi
1.    Pengertian
 Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata

2.     Penyebab
         Penyebab penyakit katarak antara lain:
v  Kekurangan gizi yang dapat mempercepat proses berkembangannya penyakit katarak
v  Katarak umumnya merupakan proses penuaan
v  Paparan sinar ultraviolet panjang
v  Penggunaan obat-obatan seperti kortikosteroid
v  Penyakit tertentu seperti diabetes juga dapat mempercepat timbulnya katarak.
v  Katarak juga dapat terjadi pada saat lahir atau trauma pada mata.
Ø Gejala
         Gejala umum gangguan katarak meliputi:
v Penglihatan tiak jelas,seperti terdapat kabut menghalangi objek
v Peka terhadap cahaya dan sinar
v Dapat melihat dobel pada satu mata
v Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca
v Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.

Ø Pencegahan
v Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubung dengan katarak dan menghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak.
v Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata.
v Berhenti merokok bisa mengurangi resiko terjadinya katarak

Ø Penanganan
v Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan/operasi pembedahan di lakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca mata untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya.
v Penderita yang telah menjalani pembedahan katarak biasanya akan mendapat lensa buatan sebagai pengganti lensa yag telah di angkat.lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang di sebut lensa intraokuler,biasanya lensa intraktor di masukan ke dalam kapsul lensa mata.untuk mencegah infeksi mengurangi perdarahan dan mempercepat penyabunan selama beberapa minggu setelah pembedahan di berikan tetes mata atau salep.untuk melindugi mata dari penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar sembuh

VIII. Kriteria Evaluasi
  • Jenis evaluasi : pernyataan lisan
  • Waktu : akhir kegiatan
 

SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Gizi Pada Ibu Hamil
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian Gizi pada Ibu Hamil
Sasaran                                    : Ibu – Ibu Hamil
Waktu                                     : 20 menit
Tempat/Tanggal                      :
I. Tujuan
1. Tujuan  umum
     Setelah mendapat penjelasan ataupun penyuluhan, diharapkan peserta penyuluhan Dapat mengetahui manfaat pentingya mengetahui manfaat pentingnya kebutuhan Gizi pada ibu hamil
2. Tujuan Khusus
  • peserta penyuluhan mengerti dan memahami pengertian dari pemenuhan kebutuhan gizi pada ibu hamil
  • peserta mengerti manfaat dari kebutuhan gizi pada ibu hamil
  • peserta mengetahui akibat tidak terpenuhinya kebutuhan gizi pada ibu hamil
II.  Materi
      Terlampir
III. Manfaat
Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para ibu hamil tentang pentingnya kebutuhan gizi pada ibu hamil.
IV. Metode
      Tanya jawab dan ceramah
V.                Pengorganisasian
       Moderator           
       Penyaji                

 VI. Kegiatan
 No.
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
Media
Waktu
1.
Pembukaan




* memberikan salam
* menjawab salam

5 menit

* memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan
* mendengar dan memperhatikan


2.
Kegiatan Inti




* menjelaskan pengertian pemenuhan gizi pada ibu hamil
* mendengarkan dan memperhatikan
poster
10 menit

* menjelaskan manfaat kebutuhan gizi pada ibu hamil




* menjelaskan bahaya – bahaya akibat tidak terpenuhinya gizi pada ibu hamil



3.
Penutup


5 menit

* memberikan kesempatan peserta untuk bertanya
* bertanya dan aktif



* melakukan evaluasi
* Menjawab pertanyaan



* menyimpulkan materi
* mendengar dan memperhatikan



* memberi salam
* menjawab salam



 
VI.   Materi
Vitamin untuk ibu hamil serta asupan makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang tepat pada tahap kehamilan. Hal ini sangat penting terutama bagi calon ibu yang baru pertama kali hamil. Kadang sebagian calon ibu kurang memperhatikan hal tersebut, padahal dengan memperhatikan dan fokus pada gizi maka proses melahirkan dan bayi yang dilahirkan akan lebih baik.
Gizi yang baik pada masa kehamilan akan sangat membantu ibu dan bayi untuk tetap sehat. Perlu diperhatikan bahwasanya kebutuhan akan nutrisi tertentu pada masa kehamilan seperti kalsium, zat besi dan asam folat meningkat. Wanita sebagai calon ibu harus didorong untuk makan makanan yang banyak mengandung gizi, serta rutin mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Pertambahan berat badan yang normal adalah sekitar 10-13 kg untuk wanita yang sebelum kehamilan memiliki berat badan ideal.
Jenis Makanan Sehat untuk Wanita Hamil
Dalam memilih makanan, perlu diketahui bahwa jenis makanan sehat sangat bervariasi, pemilihan makanan yang tepat akan sangat berpengaruh. Hal penting untuk memenuhi kebutuhan gizi baik untuk wanita hamil maupun bagi bayi yang sedang dikandung.
Ibu bisa mencoba mengkonsumsi:
v  Sayur-sayuran dan buah-buahan, roti dari gandum utuh, cereal dalam jumlah besar
v  Produk susu rendah lemak dan daging tanpa lemak dalam jumlah sedang
v  Makanan tinggi lemak, gula dan garam dalam jumlah kecil
v  Daging tanpa lemak, ayam dan ikan
v  Kacang yang dikeringkan, lentil
v  Kacang-kacangan dan biji-bijian
v  Susu rendah lemak, keju dan yogurt
v  Sayur-sayuran berdaun hijau
v  Suplemen asam folat
Seperti halnya diet sehat, suplemen asam folat direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum konsepsi dan pada trimester pertama untuk membantu menurunkan resiko neural tube defects (cacat tabung saraf) seperti spina bifida.
Masalah Anemia dan Asupan Zat Besi
Masa kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat besi. Janin yang sedang berkembang mengambil sejumlah zat besi dari ibunya hingga 5-6 bulan setelah lahir sehingga kebutuhan akan zat besi meningkat selama kehamilan. Kehilangan zat besi selama kehamilan cenderung menurun karena wanita hamil tidak mengalami menstruasi sehingga bisa menyerap zat besi dari usus dengan lebih baik. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi setiap harinya (contoh: daging merah), dan juga mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber vitamin C (seperti jeruk) untuk membantu penyerapan zat besi.
Rekomendasi Asupan Harian Zat Besi
Rekomendasi Asupan Harian atau Recommended Daily Intake (RDI) zat besi untuk wanita hamil adalah 22-36 mg (10-20 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Jumlah kebutuhan tersebut tergantung pada jumlah zat besi yang tersimpan pada tubuh seorang wanita sebelum ia hamil. Jika jumlah ‘simpanan’ zat besi sangat sedikit, maka wanita tersebut membutuhkan asupan lebih yang berasal dari suplemen. Namun perlu diingat bahwa suplemen zat besi dapat menyebabkan konstipasi.
Kalsium
           RDI kalsium untuk wanita hamil adalah 1.100 mg (300 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Selama trimester ketiga, terjadi perpindahan sejumlah kalsium kepada janin yang sedang memulai membentuk dan memperkuat tulang-tulangnya. Jika sang ibu tidak meningkatkan asupan kalsiumnya, kebutuhan kalsium bagi janin yang sedang dalam masa pembentukan tulang ini akan diambil dari tulang ibunya. Sebagian besar wanita mampu mengembalikan kondisi tulang dengan cepat setelah ia berhenti menyusui. Makanan harian selama anda hamil harus dipastikan mengandung kalsium yang cukup untuk melindungi tulang anda dan untuk memenuhi kebutuhan kalsium janin anda.
Produk-produk susu seperti susu, keju dan yogurt, serta susu kedelai yang difortifikasi dengan kalsium merupakan sumber kalsium yang sangat baik.
Folat dan Cacat Tabung Syaraf (Neural Tube Defects)
Semua wanita yang dapat hamil, sedang merencanakan kehamilan atau dalam masa-masa awal kehamilan, harus meningkatkan asupan folat hingga 0.4 – 0.5 mg per hari.
Folat (juga dikenal sebagai asam folat) merupakan kelompok vitamin B yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan seperti yang tercantum pada daftar dibawah ini. Beberapa cereal untuk sarapan telah difortifikasi dengan folat dan akan tercantum pula pada daftar dibawah.
Jika seorang wanita hamil tidak mengkonsumsi folat dalam jumlah yang cukup, bayi yang dikandungnya beresiko terkena cacat tabung syaraf (neural tube defects) seperti spina bifida. Folat yang dikonsumsi pada masa pra konsepsi dan beberapa minggu pertama masa kehamilan, dapat mencegah 7 dari 10 kasus cacat tabung syaraf.

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah

Faktor Ibu
Gizi saat hamil yang kurang
Kekurangan gizi selama hamil akan berakibat buruk terhadap janin. Penentuan status gizi yang baik yaitu dengan mengukur berat badan ibu sebelum hamil dan kenaikkan berat badan selama hamil. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat memengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia. Intra partum (mati dalam kandungan) lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Pertambahan berat badan selama kehamilan rata-rata 0,3-0,5 kg/ minggu. Bila dikaitkan dengan usia kehamilan, kenaikan berat badan selama hamil muda 5 kg, selanjutnya tiap trimester (II dan III) masing-masing bertambah 5 kg. Pada akhir kehamilan, pertambahan berat badan total adalah 9-12 kg. Bila terdapat kenaikan berat badan yang berlebihan, perlu dipikirkan adanya risiko bengkak, kehamilan kembar, hidroamnion, atau anak besar. Indikator lain untuk mengetahui status gizi ibu hamil adalah dengan mengukur LLA. LLA adalah Lingkar Lengan Atas. LLA kurang dari 23,5 cm merupakan indikator kuat untuk status gizi yang kurang/ buruk. Ibu berisiko untuk melahirkan anak dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Dengan demikian, bila hal ini ditemukan sejak awal kehamilan, petugas dapat memotivasi ibu agar ia lebih memperhatikan kesehatannya (Hidayati, 2009).[
Umur
Berat badan lahir rendah juga berkolerasi dengan usia ibu. Persentase tertinggi bayi dengan berat badan lahir rendah terdapat pada kelompok remaja dan wanita berusia lebih dari 40 tahun. Ibu-ibu yang terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum matang, selain pendidikan pada umumnya rendah, ibu yang masih muda masih tergantung pada orang lain. Kelahiran bayi BBLR lebih tinggi pada ibu-ibu muda berusia kurang dari 20 tahun. Remaja seringkali melahirkan bayi dengan berat lebih rendah. Hal ini terjadi karena mereka belum matur dan mereka belum memiliki sistem transfer plasenta seefisien wanita dewasa. Pada ibu yang tua meskipun mereka telah berpengalaman, tetapi kondisi badannya serta kesehatannya sudah mulai menurun sehingga dapat memengaruhi janin intra uterin dan dapat menyebabkan kelahiran BBLR. Faktor usia ibu bukanlah faktor utama kelahiran BBLR, tetapi kelahiran BBLR tampak meningkat pada wanita yang berusia di luar usia 20 sampai 35 tahun.[rujukan?]
Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat
Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dapat menimbulkan pertumbuhan janin kurang baik, persalinan lama dan perdarahan pada saat persalinan karena keadaan rahim belum pulih dengan baik. Ibu yang melahirkan anak dengan jarak yang sangat berdekatan (di bawah dua tahun) akan mengalami peningkatan risiko terhadap terjadinya perdarahan pada trimester III, termasuk karena alasan plasenta previa, anemia dan ketuban pecah dini serta dapat melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.[rujukan?]
Paritas ibu
Anak lebih dari 4 dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin sehingga melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dan perdarahan saat persalinan karena keadaan rahim biasanya sudah lemah.
Penyakit menahun ibu
Asma bronkiale:
Pengaruh asma pada ibu dan janin sangat tergantung dari sering dan beratnya serangan, karena ibu dan janin akan kekurangan oksigen (O2) atau hipoksia. Keadaan hipoksia bila tidak segera diatasi tentu akan berpengaruh pada janin, dan sering terjadi keguguran, persalinan premature atau berat janin tidak sesuai dengan usia kehamilan (gangguan pertumbuhan janin).
v  Infeksi saluran kemih dengan bakteriuria tanpa gejala (asimptomatik):
Frekuensi bakteriuria tanpa gejala kira-kira 2 – 10%, dan dipengaruhi oleh paritas, ras, sosioekonomi wanita hamil tersebut. Beberapa peneliti mendapatkan adanya hubungan kejadian bakteriuria dengan peningkatan kejadian anemia dalam kehamilan, persalinan premature, gangguan pertumbuhan janin, dan preeklampsia.
v  Hipertensi:
Penyakit hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada permulaan persalinan, hipertensi dalam kehamilan menjadi penyebab penting dari kelahiran mati dan kematian neonatal. Ibu dengan hipertensi akan menyebabkan terjadinya insufisiensi plasenta, hipoksia sehingga pertumbuhan janin terhambat dan sering terjadi kelahiran prematur. Hipertensi pada ibu hamil merupakan gejala dini dari pre-eklamsi, eklampsi dan penyebab gangguan pertumbuhan janin sehingga menghasilkan berat badan lahir rendah.

v  Gaya hidup
Konsumsi obat-obatan pada saat hamil: Peningkatan penggunaan obat-obatan (antara 11% dan 27% wanita hamil, bergantung pada lokasi geografi) telah mengakibatkan makin tingginya insiden kelahiran premature, BBLR, defek kongenital, ketidakmampuan belajar, dan gejala putus obat pada janin (Bobak, 2004). Konsumsi alkohol pada saat hamil: Penggunaan alkohol selama masa hamil dikaitkan dengan keguguran (aborsi spontan), retardasi mental, BBLR dan sindrom alkohol janin.
v  Faktor kehamilan
v  Komplikasi Hamil
v  Pre-eklampsia/ Eklampsia:
Pre-eklampsia/ Eklampsia dapat mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan janin dalam kandungan atau IUGR dan kelahiran mati. Hal ini disebabkan karena Pre-eklampsia/Eklampsia pada ibu akan menyebabkan perkapuran di daerah plasenta, sedangkan bayi memperoleh makanan dan oksigen dari plasenta, dengan adanya perkapuran di daerah plasenta, suplai makanan dan oksigen yang masuk ke janin berkurang.
v  Ketuban Pecah Dini
Ketuban dinyatakan pecah sebelum waktunya bila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Ketuban Pecah Dini (KPD) disebabkan oleh karena berkurangnya kekuatan membran yang diakibatkan oleh adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serviks. Pada persalinan normal selaput ketuban biasanya pecah atau dipecahkan setelah pembukaan lengkap, apabila ketuban pecah dini, merupakan masalah yang penting dalam obstetri yang berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi ibu.
Hidramnion atau kadang-kadang disebut juga polihidramnion adalah keadaan di mana banyaknya air ketuban melebihi 2000 cc. Gejala hidramnion terjadi semata-mata karena faktor mekanik sebagai akibat penekanan uterus yang besar kepada organ-organ seputarnya. Hidramnion harus dianggap sebagai kehamilan dengan risiko tinggi karena dapat membahayakan ibu dan anak. Prognosis anak kurang baik karena adanya kelainan kongenital, prematuritas, prolaps funikuli dan lain-lain.
v  Hamil ganda/Gemeli
Berat badan janin pada kehamilan kembar lebih ringan daripada janin pada kehamilan tunggal pada umur kehamilan yang sama. Sampai kehamilan 30 minggu kenaikan berat badan janin kembar sama dengan janin kehamilan tunggal. Setelah itu, kenaikan berat badan lebih kecil, mungkin karena regangan yang berlebihan menyebabkan peredaran darah plasenta mengurang. Berat badan satu janin pada kehamilan kembar rata-rata 1000 gram lebih ringan daripada janin kehamilan tunggal. Berat badan bayi yang baru lahir umumnya pada kehamilan kembar kurang dari 2500 gram. Suatu faktor penting dalam hal ini ialah kecenderungan terjadinya partus prematurus.
v  Perdarahan Antepartum
Perdarahan antepartum merupakan perdarahan pada kehamilan diatas 22 minggu hingga mejelang persalinan yaitu sebelum bayi dilahirkan (Saifuddin, 2002). Komplikasi utama dari perdarahan antepartum adalah perdarahan yang menyebabkan anemia dan syok yang menyebabkan keadaan ibu semakin jelek. Keadaan ini yang menyebabkan gangguan ke plasenta yang mengakibatkan anemia pada janin bahkan terjadi syok intrauterin yang mengakibatkan kematian janin intrauterin (Wiknjosastro, 1999 : 365). Bila janin dapat diselamatkan, dapat terjadi berat badan lahir rendah, sindrom gagal napas dan komplikasi asfiksia.
v  Faktor janin
      Cacat Bawaan (kelainan kongenital)
Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital, umumnya akan dilahirkan sebagai Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) atau bayi kecil untuk masa kehamilannya. Bayi Berat Lahir Rendah dengan kelainan kongenital yang mempunyai berat kira-kira 20% meninggal dalam minggu pertama kehidupannya
 v  Infeksi Dalam Rahim
Infeksi hepatitis terhadap kehamilan bersumber dari gangguan fungsi hati dalam mengatur dan mempertahankan metabolisme tubuh, sehingga aliran nutrisi ke janin dapat terganggu atau berkurang. Oleh karena itu, pengaruh infeksi hepatitis menyebabkan abortus atau persalinan prematuritas dan kematian janin dalam rahim. Wanita hamil dengan infeksi rubella akan berakibat buruk terhadap janin. Infeksi ini dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah, cacat bawaan dan kematian janin

VIII. Kriteria Evaluasi
  • Evaluasi Struktur
-          Kesiapan peserta penyuluhan mengikuti penyuluhan
-          Media dan alat yang memadai
-          Tempat sesuai denga kegiatan
  • Evaluasi Proses
-          Pelaksanaa pre planning sesuai alokasi waktu
-          Peserta penyuluhan  mengikuti kegiatan dengan efektif dam koperatif
-          Peserta menanyakkan hal – hal yang kurang jelas
-          Peserta menjawab pertanyaan yang diajukan

 
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : ASI Eksklusif
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian ASI Eksklusif
Sasaran                                    : Ibu – Ibu Hamil
Waktu                                     : 20 Menit
Tempat/Tanggal                       :

I. Tujuan
1. Tujuan  umum
Setelah mendapat penjelasan ataupun penyuluhan, diharapkan peserta penyuluhan dapat mengetahui manfaat pentingya ASI Eklusif
2. Tujuan Khusus
  • peserta penyuluhan mengerti dan memahami pengertian ASI Eklusif
  • peserta mengerti manfaat dari pentingya ASI Eklusif
II. Materi
     Terlampir
III. Manfaat
Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para ibu yang menyusui tentang pentingnya ASI Elusif pada bayinya
IV. Metode
      Tanya jawab dan ceramah
V.     Pengorganisasian
       Moderator           
      Penyaji                  
 
VI. Kegiatan
No.
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
Media
Waktu
1.
Pembukaan




* memberikan salam
* menjawab salam

5 menit

* memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan
* mendengar dan memperhatikan


2.
Kegiatan Inti




* menjelaskan pengertian tentang ASI Eklusif
* mendengarkan dan memperhatikan
poster
10 menit

* menjelaskan manfaat ASI Eklusif



3.
Penutup


5 menit

* memberikan kesempatan peserta untuk bertanya
* bertanya dan aktif



* melakukan evaluasi
* Menjawab pertanyaan



* menyimpulkan materi
* mendengar dan memperhatikan



* memberi salam
* menjawab salam



VII. Materi
ASI merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik bagi bayi, yang bersifat alamiah. ASI mengandung  berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Terkait itu, ada satu hal yang perlu disayangkan, yakni rendahnya pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat mengenai pentingnya SI bagi bayi. Akibatnya program pemberian ASI eksklusif tidak berlangsung secara optimal.
Kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dipengaruhi oleh promosi produk-produk makanan tambahan dan formula. Menurut Adelia iklan-iklan tersebut bisa mengarahkan para ibu untuk berfikir bahwa ASI yang diberikan kepada bayi belum cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi.
            Sesungguhnya, yang dimaksud dengan pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air the, dan air putih, serta tampa tambahan makanan padat, seperti pissang, bubur susu, biscuit, bubur nasi, dan nasi tim, kecuali vitamin, mineral, dan obat. Selain itu pemberian ASI eksklusif juga berhubungan dengan tindakan memberikan ASI kepada bayi hingga berusia 6 bulan tanpa makanan dan minuman lain, kecuali siruf obat.
            Setelah 6 bulan, bayi boleh diberi makanan pendamping ASI (MPASI), dan ASI masih diberikan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih. Sungguh, tidak ada yang bisa menggantikan komposisi ASI, karena ASI didesain khusus untuk bayi, sedangkan susu formula menggantikan fungsi ASI.
            ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya, serta antibody yang bisa membantu bayi membangun sisitem kekebalan tubuh dalam masa pertumbuhannya.
Sesungguhnya, lebih dari 100 jenis terdapat dalam ASI. Diantaranya adalah AA, DHA, taurin, dan spingomyelin yang tidak terkandung dalam susu sapi. Beberapa produsen susu formula mencoba menambahkan zat gizi tersebut, tetapi hasilnya tetap tidak  mampu menyamai kandungan gizi ASI. Lagi pula, jika penambahan zat-zat gizi ini tidak dilakukan dalam jumlah dan komposisi yang seimbang. Maka akan menimbulkan terbentuknya zat yang berbahaya bagi bayi.

Alasan Pemberian ASI Eksklusif
            ASI diberikan kepada bayi karena mengandung banyak manfaat dan kelebihan. Diantaranya ialah menurunkan resiko terjadinya penyakit infeksi, misalnya infeksi saluran pencernaan (diare), infeksi saluran pernafasan, dan infeksi telinga. ASI juga bisa menurunkan penyakit alergi, obesitas, kurang gizi, asma, dan eksem. Selain itu , ASI pula meningkatkan IQ dan EQ anak.
            Menyusui anak bisa menciptakan ikatan phatologis dan kasih saying kuat antara ibu dan bayi. Bayi merasa terlindung dalam dekapan ibunya, mendengar ;angsung degup jantung ibu, serta merasakan sentuhan ibu saat menyusui olehnya. Hal itu tidak akan dirasakan bayi ketika minum susu lainnya selain ASI. Karena ia harus menggunakan botol.
Penundaan Pemberian Makanan Padat Selain ASI
            Pada dasarnya, penundaan pemberian makanan padat hingga bayi berusia 6 bulan berlaku bagi bayi yang mendapatkan ASI atau susu formula. ASI merupakan satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi sampai berumur 6 bulan. ASI juga bertindak sebagai makanan bernutrisi dan berenergi tinggi yang mudah dicerna tubuh bayi. ASI mengandung zat-zat tertentu yang dapat membantu penerapan nutrisi.
            Pada bulan-bulan awal, saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI eksklusif bisa membantu melindunginya dari penyakit diare, sindrom kematian secara tiba-tiba atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), infeksi telinga, serta penyakit infeksi lainnya, riset medis menerangkan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama dan bulan-bulan berikutnya.
            WHO menjelaskan  bahwa ASI eksklusif adalah makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan cara yang optimal dalam pemberian makanan kepada bayi. Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng. Ketika inilah, nutrisi tambahan bisa diperoleh dari makanan padat dengan porsi yang sedikit. Bayi-bayi tertentu dapat minimum ASI sehingga berusia 12 bulan atau lebih. Jika bayi terus tumbuh dan berkembang secara optimal, berarti ASI memenuhi kebutuhannya dengan baik.
            Sesungguhnya, menunda pemberian makanan padat kepada bayi dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai penyakit. Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama disusui, kekebalan tubuh bayi terbaik ialah saat diberi ASI eksklusif. ASI mengandung 50 faktor imunitas sudah diketahui dan faktor  lainnya yang belum dikenal.
            Tanda-tanda yang menunjukan bahwa bayi sudah siap memperoleh makanan padat adalah sebagai berikut :
v  Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu orang lain.
v  Reflex lidah bayi sudah hilang. Jadi ia tidak bisa mendorong makanan padat keluar dari mulutnya dengan lidah secara otomatis.
v  Bayi telah mampu mengolah makanan
v  Bayi sudah bisa menjumput, sehingga ia dapat memegang makanan atau benda lainnya dengan jempol dan telunjuknya.
v  Bayi terlihat bersemangat makan dengan mencoba meraih makanan, lalu memasukannya kedalam mulut.
Kualitas Fisik  ASI Yang Baik
            Jika disiamkan dalam waktu lama, ASI tampak terbagi menjadi dua lapisan. Lapisan atas berwarna lebih kental dan kaya lemak ketimbang lapisan bawah. Meskipun begitu, bukan berarti bahwa ASI telah basi. Saat itu hendaknya wadah berisi ASI perasan dikocok, sehingga menjadi larutan homogeny kembali.
            Sebenarnya tampilan ASI berbeda  setiap saat lantaran kandungan berubah-ubah, termasuk kandungan lemak dan warna ASI. Terkait ini ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh seorang ibu, antara lain :
1.      Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari kehari. ASI yang keluar pada menit awal setelah kelahiran bayi akan mempunyai warna yang  berbeda dibandingkan asi berikutnya.
2.      ASI yang baru dip eras mengandung banyak protein dan terlihat lebih encer.
3.      Warna ASI tidak tergantung dari makanan dan minuman yang dikomsumsi ibu.
4.      Dalam kondisi normal ASI segar, berbau, dan beraroma manis.
5.      ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI.
6.      Terkadang ASI beku yang dicairkan beraroma seperti sabun sehingga bayi tidak bersedia meminumnya.
7.      Jika ASI perasan  berbau asam, pahit, dan anyir mungkin ASI telah basi.

Manfaat ASI Eksklusif
            Pemberian ASI merupakan metode pemberian makanan bayi yang terbaik, terutama bayi berumur kurang dari enam bulan. ASI mengandung berbagai zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizi  bayi pada 6 bulan pertama setelah kelahiran. Beberapa manfaat ASI bagi bayi adalah sebagai berikut :
1.      Ketika bayi berusia 6-12 bulan bertindak sebagai makanan utama bayi, kerena mengandung lebih dari 60 % kebutuhan bayi.
2.      ASI memang terbaik untuk bayi manusia, sebagaimana susu sapi yang terbaik untuk bayi sapi.
3.      ASI merupakan komposisi makanan ideal untuk bayi.
4.      Para dokter menyepakati bahwa pemberian ASI dapat mengurangi resiko infeksi lambung dan usus, sembelit, serta elergi
5.      Bayi yang diberi ASI kebal terhadap penyakit ketimbang bayi yang tidak memperoleh ASI.
6.      Bayi yang diberi ASI mampu menghadapi efek penyakit kuning.
7.      ASI selalu siap sedia ketika bayi menginginkannya.
8.      ASI selalu dalam keadaan steril dan suhunya juga cocok.
9.      Dengan adanya kontak mata dan badan, pemberian ASI semakin mendekatkan hubungan antar ibu dan anak.
10.  Apabila bayi sakit, ASI adalah makanan yang terbaik untuk diberikan kepadanya, karena ASI sangat mudah dicerna, dengan mengkonsumsi ASI bayi semakin cepat sembuh.
11.  Bayi lahir premature akan lebih cepat tumbuh jika diberi ASI.
12.  Beberapa penyakit yang jarang menyerang bayi yang diberi ASI antara lain kolik, kematian bayi secara mendadak, eksem, chon`s disease dan ulcerative colitis.
13.  IQ bayi yang memperoleh ASI lebih tinggi 7-9 poin ketimbang bayi yang tidak diberi ASI.
14.  Menyususi bukanlah  sekedar member makanan melainkan juga mendidik anak. Sambil menyusui ibu perlu mengelus bayi dan mendekapnya dengan hangat.

 Manfaat Menyusui Bayi
1.      Isapan bayi dapat membuat rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali kemasa prakehamilan, serta mengurangi resiko perdarahan.
2.      Lemak disekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan berpindah kedalam ASI, sehingga ibu lebih cepat langsing kembali.
3.      Resiko terkena kanker payudara dan kanker rahim pada ibu menyusui lebih rendah.
4.      Menyusui bay lebih menghemat waktu
5.      ASI praktis lantaran ibu bisa berjalan-jalan keluar rumah tanpa harus membawa banyak perlengkapan, seperti botol, kaleng susu formula, air panas dan lain-lain.
6.      ASI lebih murah
7.      ASI selalu bebas kuman
8.      Ibu yang menyusui bayinya memperoleh manfaat fisik dan emosional.
9.      ASI tidak akan basi karena senantiasa diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara.

VII.      Evaluasi
Penyuluhan telah diberikan dan masyarakat sudah mengetahui tentang manfaat ASI Eksklusif.


SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Kejang  Demam
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian Kejang Demam
Sasaran                                    : Semua Ibu-ibu yang datang ke Posyandu
Waktu                                     : 30 menit
Tempat/Tanggal                       :
I.Tujuan
1.      Tujuan Umum
Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mengetahui bahaya Kejang Demam serta pencegahannya.
2.      Tujuan Khusus
v  Agar masyarakat lebih mengetahui tentang bahaya Kejang Demam
v Agar masyarakat lebih mengetahui tanda dan gejala Kejang Demam
v Agar masyarakat lebih mengetahui pencegahan Kejang Demam
II.      Metode
1.      Ceramah, Diskusi, Promosi kesehatan
2.      Tanya Jawab Langsung

III.   Media
Poster

IV.   Pengorganisasian
Moderator   :
Penyaji        :
 V.      Kegiatan
Tahap Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan Audiens
Waktu
Pembukaan
·         Mengucapkan salam
·        Memperkenalkan diri
·       Menyampaikan materi kepada masyarakat tentang penyakit Kejang Demam
Mendengarkan dan menjawab
10 Menit
Penyajian
Menyampaikan isi materi tentang  Kejang Demam
Mendengar
15 Menit
Evaluasi
Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya tentang Kejang Demam
Bertanya kepada penyaji
10 Menit
Penutup
Menyimpulkan hasil materi
Mendengar
10    enit

VI.   Materi
A.  Pengertian Kejang Demam
Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada suhu badan yang tinggi yang disebabkan oleh kelainan ekstrakranial. Derajat tinggi suhu yang dianggap cukup untuk diagnose kejang demam adalah 38 derajat celcius atau lebih (Soetomenggolo, 1989). Lumbantobing, 1995) kejang terjadi akibat loncatan listrik abnormal dari sekelompok neuron otak yang mendadak dan lebih dari biasanya.

B.     Penyebab
Penyebab kejang demam menurut buku kapita selekta kedokteran belum diketahui dengan pasti, namun disebutkan penyebab utama kejang demam ialah demam  yang tinggi. Demam yang terjadi disebabkan oleh :
1.      Infeksi Saluran Pernapasan Atas ( ISPA)
2.      Gangguan Metaboli
3.      Penyakit Infeksi diluar susunan saraf misalnya tonsillitis, otitis media, bronchitis
4.      Keracunan obat
5.      Faktor heriditer
6.      Idiopatik

C.    Klasifikasi Kejang Demam
Menurut livingstone (1970), membagi kejang demam menjadi dua:
1.      Kejang Demam Sederhana
Diagnosisnya :
Ø  Kejadiannya antara umur 6 bulan sampai dengan 5 tahun
Ø  Serang kejang kurang Dari 15menit atau singkat
Ø  Kejang bersifat umum ( tonik/klonik)
Ø  Tidak didapatkan kelainan neurologis sebelum dan sesudah kejang
Ø  Frekuensi kejang kurang dari 3 kali/tahun
Ø  Temperatur lebih dari 39 derajat celcius

2.      Epilepsi Yang di Provokasi Demam
Diangnosisnya:
Ø  Kejang lama dan bersifat local
Ø  Umur lebih dari 6 bulan
Ø  Frekuensi serang lebih dari 4 kali/tahun
Ø  EEG telah tidak demam abnormal

3.      Kejang Demam Berulang
Diangnosisnya:
Ø  Kejang demam timbul pada lebih dari satu episode demam

D.    Gejala
Gejala Berupa:
1.      Suhu anak tinggi
2.      Anak pucat/diam saja
3.      Mata terbelalak keatas disertai kekakuan dan kelemahan
4.      Umumnya kejang berlangsung singkat
5.      Gerakan sentakan berulang tanpa didahului kekakuan atau hanya sentakan atau kekakuan local
6.      Serangan tonik klonik (dapat berhenti sendiri)
7.      Kejang dapat diikuti sementara berlangsung beberapa menit
8.      Sering kali kejang berhenti sendiri
E.     Cara Mengatasi
Beberapa tips bagi orang tua dirumah:
1.      Hindari kondisi demam yang terlalu tinggi, berikan obat penurun panas dan selalu siapkan termometer pribadi dirumah. Sehingga anda dapat segera membawa anak anda bila panas tidak turun atau tidak terlalu tinggi
2.      Bila terjadi kejang, jangan panik dan tetaplah tenang
3.      Kendorkan pakaian anak, miringkan agar bila anak muntah atau mengeluarkan lendir dapat segera diseka dan dikeluarkan (mencegah aspirasi)
4.      Siapkan atau berikan diazepam rectal, untuk dosis mudahnya, 5mg pada anak berat badan < 10 > =10kg
5.      Segera bawa kerumah sakit, apalagi bila kejang tidak berhenti setelah pemberian diazepam rectal

VII.          Evaluasi
Penyuluhan telah diberikan dan masyarakat sudah mengetahui tentang Kejang Demam.


 SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Diabetes Mellitus (DM)
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian Diabetes Mellitus
Sasaran                                    : Semua Pasien yang hadir di Posyandu Helvetia
Waktu                                     : 35 Menit
Tempat/Tanggal                      :
I.              Tujuan
1.      Tujuan Umum
Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mengetahui bahaya Diabetes Mellitus  serta pencegahannya.
2.      Tujuan Khusus
v  Agar masyarakat lebih mengetahui tentang bahaya Diabetes Mellitus
v  Agar masyarakat lebih mengetahui tanda dan gejala Diabetes Mellitus
v Agar masyarakat lebih mengetahui pencegahan Diabetes Mellitus
II.                Metode
1.    Ceramah, Diskusi, Promosi kesehatan
2.    Tanya Jawab Langsung

III.             Media
Poster

IV.             Pengorganisasian
Moderator            :
Penyaji                 :

 V.                Kegiatan
Tahap Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan Audiens
Waktu
Pembukaan
·         Mengucapkan salam
·        Memperkenalkan diri
·       Menyampaikan materi kepada masyarakat tentang penyakit Diabetes Mellitus
Mendengarkan dan menjawab
10 Menit
Penyajian
Menyampaikan isi materi tentang  Diabetes Mellitus
Mendengar
15 Menit
Evaluasi
Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya tentang Diabetes Mellitus
Bertanya kepada penyaji
10 Menit
Penutup
Menyimpulkan hasil materi
Mendengar
10 Menit

VI.    Materi
A.  Penyakit Diabetes Mellitus (DM)
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis  atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan system metabolism dalam tubuh, dimana organ pancreas tidak mampu memproduksi hormone insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pancreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah karbohidrat, lemak dan protein menjadi energy yang diperlukan tubuh manusia. Hormone insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.
 B.     Sebenarnya bias dengan berbagai macam cara
Misalnya:
1.      Genetik Atau Faktor Keturunan
Diabetes mellitus cenderung diturunkan atau diawariskan, bukan ditularkan. Anggota keluarga penderita DM diabetes memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM. para ahli kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut kromoson seks atau kelamin. Biasanya kaum perempuan sebagai pihak yang membawa gen untuk diwariskan kepada anak-anaknya.
2.      Virus Dan Bakteri
Virus penyebab DM adalah rubella, mumps dan human coxsackievirus B4 melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel beta, virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Bias juga virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilang otoimun dalam sel beta.
3.      Bahan Toksik atau Beracun
Bahan beracun yang mampu merusak sel beta secara langsung adalah alloxan,pyrinuron (rodentisida) dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur) bahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong.
4.      Nutrisi
Nutrisi yang berlebihan (overnutrion) merupakan factor resiko pertama yang diketahui menyebabkan DM. semakin berat badan berlebihan tau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan seseoarang terjangkit DM.

C.    Tanda Dan Gejala Diabetes Mellitus
Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah,dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160-180mg/dl dan  air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.
Meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1.      Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2.      Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3.      Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4.      Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5.      Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6.      Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan dan kaki
7.      Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8.      Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9.      Apabila luka/tergores (koreng) lambat penyembuhannya
10.  Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

D.    Tipe Penyakit Diabetes Mellitus
1.      Diabetes Mellitus Tipe I
Diabetes Mellitus Tipe I adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormone insulin, dikenal dengan istilah insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasilan insulin pada pulau-pulau Langerhans pancreas. Diabetes Mellitus tipe I banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.
Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe I hanya dapat di obati dengan pemberian therapy insulin yang dilakukan secara terus menerus berkeseimbangan. Riwayat. Keluarga, diet dan factor lingkungan sangat haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya sebaiknya menggunakan alat test gula darah.terutama pada anak-anak atau balita terserang berbagai penyakit .

2.      Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormone insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin dependent Diabetes Millitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemukinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensis terhadap insulin yang ditandain dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya risisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan  dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetic. Apabila dengan pemberian table belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.
E.     Apa Bahaya Penderita DM?
Penyakit DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan jiwa maupun mempengaruhi kualitas hidup seseorang :
·         Komplikasi Akut
1.      Komplikasi akut yang paling berbahaya adalah terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah sangat rendah), karena dapat mengakibatkan koma (tidak sadar) bahkan kematian bila tidak cepat ditolong. Keadaan hipoglikemia ini biasanya dipicu karena penderita tidak patuh dengan jadwal makanan (diet) yang telah ditetapkan, sedangkan penderita tetap minum obat anti diabetika atau mendapatkan infeksi insulin. Gejala-gejala terjadinya hipoglikemia adalah rasa lapar, lemas, gemetar, sakit kepala, keringat dingin dan bahkan sampai kejang-kejang.
2.      Koma pada penderita DM juga dapat disebabkan karena tingginya kadar gula dalam darah, yang biasanya dipicu adanya penyakit infeksi atau karena dianjurkan. Gejala dari hiperglikemia adalah rasa haus, kulit hangat dan kering, mual dan muntah, nyeri abdomen, pusing dan poliuria. Karena sulit untuk membedakan komplikasi karena hipo atau hiperglikemia, maka dianjurkan kalau ada gejala-gejala seperti diatas pada penderita DM, lebih baik segera ditolong dengan diberikan air gula atau permen, kemudian penderita segera dikirim ke Rumah Sakit.
·         Komplikasi Kronis
Bila sudah terjadi komplikasi yang mengakibatkan tingginya kadar gula darah dalam waktu lama seperti gangguan pada saraf, mata, hati, jantung, pembuluh darah dan ginjal, selain upaya menurunkan kadar gula darah dengan obat antibiotic/insulin dan terapi diet, perlu pengobatan untuk komplikasinya. Diet juga ditujukan untuk mengurangi / menyembuhkan komlikasi tersebut (misalnya kadar kolesterol juga tinggi, diet diarahkan juga untuk menurunkan kadar kolesterol tersebut).
F.     Pencegahan dan Pengobatan DM
·         DM dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat sedini mungkin yaitu dengan mempertahankan pola makanan sehari-hari yang sehat dan seimbang dengan meningkatkan konsumsi sayuran, buah dan serat, membatasi makanan yang tinggi karbohidrat, protein dan lemak, mempertahankan BB yang normal sesuai dengan umur dan tinggi badan ( TB) serta olah raga (OR) teratur sesuai umur dan kemampuan.
·         Tujuan pengobatan penderita DM ialah: untuk mengurangi gejala, menurunkan BB bagi yang kegemukan dan mencegah terjadinya komplikasi.
1.      Diet penderita DM sangat dianjurkan untuk menjalankan diet sesuai yang dianjurkan, yang mendapat pengobatan anti diuretic atau insulin, harus mentaati diet terus menerus baik dalam jumlah kalori, komposisi dan waktu makan harus teratur. Ketaatan ini sangat diperlukan juga pada saat : undangan/pesta, melakukan perjalanan, olah raga (OR) dan aktivitas lain.
2.      Obatan-obatan
Tablet/suntikan anti diabetes diberikan, namun therapy diet tidak boleh dilupakan dan pengobatan penyulit lain menyertai / suntikan insulin

3.      Olah Raga
Dengan olahraga teratur sensitivitas sel terhadap insulin menjadi lebih baik, sehingga insulin yang ada walaupun relative kurang, dapat dipakai dengan lebih efektif. Lakukan olahraga 1-2 jam sesudah makan terutama pagi  hari selama ½-1 jam perhari minimal 3 kali /seminggu. Penderita DM sebaiknya konsultasi gizi kepada dokter atau nutritionis (ahli gizi) setiap 6 bulan sekali untuk mengatur pola diet dan makan guna mengakomodasikan pertumbuhan dan perubahan BB sesuai pola hidup. Penderita DM dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur 3-4 kali/seminggu, setidaknya 20-30 menit (misalnya jalan kaki cepat, senam). Untuk BB pada penderita gemuk atau obesitas. Bila melakukan olahraga berat sebaiknya sebelum, selama dan sesudah olahraga memonitor kadar gula darah, khususnya untuk DM tipe I, guna menentukan kebutuhan insulin dan asupan makanan harus disesuaikan.
Cukup snak kecil sebelum olahraga pada gula darah <80mg/dl. Untuk olahraga yang lama snack diperlukan setiap ½-1 jam. Pada olahraga berat dan lama seperti ski lintas alam, dosis insulin perlu diturunkan untuk mencegah hipoglikemia (kadar gula darah turun). Pada penderita DM dianjurkan memperbanyak cairan sebelum, selama dan sesudah olahraga untuk mencegah dehidrasi.

VII.          Evaluasi
Penyuluhan telah diberikan dan masyarakat sudah mengetahui tentang bagaimana tanda dan gejala Diabete Mellitus serta cara pencegahannya.
 

SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Gizi Buruk
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian Gizi Buruk
Sasaran                                    : Semua Pasien Yang Datang ke Puskesmas
Waktu                                     : 45 menit
Tempat/Tanggal                       :
I.                 Tujuan
1.    Tujuan Umum
    Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mengetahui bahaya dan ciri-ciri anak uang menderita Gizi Buruk.
2.    Tujuan Khusus
v  Agar masyarakat lebih mengetahui tentang bahaya Gizi Buruk
v  Agar masyarakat lebih mengetahui ciri-ciri anak yang menderita Gizi Buruk
v  Agar masyarakat lebih mengetahui pencegahan Gizi Buruk

II.             Metode
1.    Ceramah, Diskusi, Promosi kesehatan
2.     Tanya Jawab Langsung

III.         Media
Poster

IV.        Pengorganisasian
Moderator               :
Penyaji                    :
 V.           Kegiatan
Tahap Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan Audiens
Waktu
Pembukaan
·         Mengucapkan salam
·        Memperkenalkan diri
·       Menyampaikan materi kepada masyarakat tentang Gizi Buruk
Mendengarkan dan menjawab
10 Menit
Penyajian
Menyampaikan isi materi tentang Gizi Buruk
Mendengar
15 Menit
Evaluasi
Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya tentang Gizi Buruk
Bertanya kepada penyaji
10 Menit
Penutup
Menyimpulkan hasil materi
Mendengar
10 Menit

VI.        Materi
Gizi merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Gizi buruk tidak hanya meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian tetapi jiga menurunkan produktifitas, menghambat pertumbuhan sel-sel otak yang mengakibatkan kebodohan dan keterbelakangan.
Penyakit-penyakit gizi di Indonesia terutama tergolong kedalam kelompok penyakit  defesiensi. Penyakit gizi lebih (overmutrition) dan keracunan pangan (food intoxication) belum dianggap telah mencapai tingkat bahaya nasional. Meskipun demikian,  semakin banyak perhatian para ahli kesehatan dan gizi yang diajukan pada penyakit-penyakit gizi metabolic yang tergolong kelompok gizi lebih.
Pada tahun 1988 kementrian kesehatan Republik Indonesia mengenal 4 jenis penyakit defesiansi gizi yang dianggap sudah mencapai kegawatan nasional karena kerugian yang mungkin ditimbulkannya terhadap pembangunan Bangsa Indonesia secara Nasional.
a.       Penyakit Kekurangan Kalori dan Protein
b.      Penyakit Defisiensi Vitamin A
c.       Penyakit defesiensi Yodium
d.      Penyakit Anemia Defisiensi Zat Besi
Pengenalan keempat penyakit defisiensi tingkat nasional ini terjadi secara bertahap. Pada permulaan terjadi pada tahun 1950, baru penyakit KKP dan Defisiensi Vitamin A yang dikenal mempunyai tingkat kegawatan nasional, kemudian pada dasawarsa berikutnya lagi dilebarkan mencakup Defisiensi Fe. Hal ini terjadi karena penelitian dan para ahli berangsur-angsur bertambah  dan mencurahkan perhatiannya lebih banyak kepada penyakit-penyakit tersebut.

Dampak yang ditimbulkan akibat Gizi Buruk
            Berbagai masalah yang timbul akibat Gizi buruk antara lain tingginya angka kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hal ini disebab kan, jika ibu hamil menderita kurang Energi Protein akan berpengaruh pada gangguan fisik, mental dan kecerdasan anak, dan juga meningkatkan resiko bayi yang dilahirkan kurang zat besi. Bayi yang kurang zat besi dapat berdampak pada gangguan pertumbuhan sel-sel otak, yang dikemudian hari dapat mengurangi IQ anak.
            Secara umum gizi buruk pada bayi, balita dan ibu hamil dapat menciptakan generasi yang secara fisik dan mental lemah. Dilain pihak gizi buruk rentan terhadap penyakit karena menurunnya daya tahan tubuh.

Penyakit defisiensi KKP
            Penyakit kekurangan Kalori dan Protein diberi nama Internasional Calori Protein Malnutrition (CPM) dan kemudian diganti dengan Protein Energi Malnutrition (PEM). Penyakit ini mulai banyak diselidiki di Afrika, dibenua tersebut dikenal dengan nama local Kwashiorkor, yang berarti penyakit rambut merah. Ditempat tersebut masyarakat menganggap Kwashiorkor sebagai kondisi yang biasa terdapat pada anak kecil yang sudah mendapat adik lagi.
            Di Indonesiapun pendapat ini terdapat di kalangan para ibu  dan masyarakat yang kurang mampu ekonominya. Kondisi anak dengan gejala-gejala KKP ini dianggap kondisi biasa dan sudah mendapat adik lagi. Termiologi yang dipergunakan oleh masyarakat kita ialah kondisi kesundulan artinya terdorong lagi oleh kepala adiknya yang telah muncul dilahirkan.
            Salah satu gejala dari penderita KKP ialah hepatomegali, yaitu pembesaran hepar yang terlihat oleh ibu-ibu sebagai pembuncitan perut. Anak yang menderita tersebut sering pula terkena infestasi cacing dan mengeluarkan cacing dari anusnya. Kedua gejala pembuncitan perut dan keluar cacing ini di asosiasikan dalam pendapat bahwa anak yang buncit perutnya itu karena menderita penyakit cacingan. Maka masyarakat di Indonesia terutama para ibunya berpendapat bahwa anak yang buncit perutnya itu bukan karena menderita KKP tetapi karena penyakit cacingan.

Faktor Penyebab Gizi Buruk
1.      Penyebab Tak Langsung
Kurangnya  jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi, menderita penyakit infeksi, cacat bawaan, menderita penyakit kanker.
2.      Penyebab Langsunga
Ketersediaan pangan rumah tangga, perilaku, pelayanan kesehatan
            Sedangkan faktor-faktor lain selain faktor kesehatan, tetapi juga merupakan masalah utama Gizi Buruk adalah kemiskinan, pendidikan rendah, ketersediaan pangan dan kesempatan kerja. Oleh karena itu, untuk mengatasi gizi buruk dibutuhkan kerja sama lintas sektor.
            Tanda-tanda gejala dari gizi buruk tergantung dari jenis nutrisi yang mengalami defisiensi. Walaupun demikian, gejala umum dari gizi buruk adalah :
v  Kelelahan dan kekurangan energi
v  Pusing
v  System kekebalan tubuh yang rendah (yang mengakibatkantubuh kesulitan untuk melawan infeksi)
v  Kulit yang kering dan bersisik
v  Gisi bengkak dan berdarah
v  Gigi yang membusuk
v  Sulit untuk berkonsentrasi dan mempunyai reaksi yang lambat
v  Berat badan kurang
v  Pertumbuhan yang lambat
v  Kelemahan pada otot
v  Perut kembung
v  Tulang yang mudah patah
v  Terdapat maslah pada fungsi organ tubuh.
Didalam klinik sekarang dibedakan gambaran penyakit Kwashiorkor, Marasmus dan Marasmickwashiorkor. Dalam pandangan ahli gizi semua gambaran klinik tersebut termasuk berbagai  variasi bentuk KKP.
v  Kwashiorkor adalah penyakit KKP dengan kekurangan protein sebagai penyebab dominan,  dengan tanda-tanda dan gejala adalah sebagai berikut :
Ø  Tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh.
Ø  Perubahan status mental
Ø  Rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit.
Ø  Wajah membulat dan sembab
Ø  Pandangan mata sayu
Ø  Pembesaran hati
Ø  Kelainan kulit berupa bercak muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas.
v  Marasmus merupakan gambaran KKp dengan defisiensi energi yang ekstrem, dengan tanda-tanda dan gejala sebagai berikut :
Ø  Tampak sangat kurus
Ø  Wajah seperti orang tua
Ø  Cengeng, rewel
Ø  Kulit keriput
Ø  Perut cekung
v  Marasmickwashiorkor  merupakan kombinasi defisiensi kalori protein pada berbagai variasi dan merupakan gabungan beberapa gejala klinik Kwashiorkor-Marasmus
Untuk diagnosa terjadinya gizi buruk, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan :
v  Memeriksa tinggi dan  berat badan pasien untuk menentukan BMI (Body Mas Index).
v  Melakukan pemeriksaan darah untuk melihat ketidak normalan.
v  Melakukan pemeriksaan X-Ray untuk memeriksa apakah ada kelainan pada tulang dan organ tubuh lain.
v  Memeriksa penyakit atau kondisi lain  yang dapat menyebabkan terjadinya gizi buruk.

Penyakit penyerta / penyulit pada anak Gizi Buruk
            Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anak yang berada dalam status gizi buruk, umumnya sangat rentan terhadap penyakit. Seperti lingkaran setan, penyakit-penyakit tersebut justru menambah rendahnya status gizi anak. Penyakit-penyakit tersebut adalah :
v  ISPA
v  Diare persisten
v  Cacingan
v  Tuberculosis
v  Malaria
v  HIV/AIDS
Penanganan Anak Dengan Kasus Gizi Buruk
            Pemberian makanan secara teratur, bertahap, porsi kecil, sering dan mudah diserap. Aneka  ragam makanan, beri ASI, makanan yang mengandung minyak, santan dan lemak, berikan buah-buahan.

Cara mengatasi masalah
v  Lingkungan harus disehatkan misalnya dengan mengupayakan perkarangan rumah menjadi taman gizi.
v  Perilaku harus diubah sehingga menjadi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
PHBS bidang gizi yang harus diperhatikan adalah :
v  Makana denga Gizi seimbang
v  Minum tablet besi selama hamil
v  Member ASi Eksklusif
v  Mengkonsumsi garam beryodium
v  Member bayi dan balita kapsul vitamin A

Pemecahan Masalah Gizi
Masalah gizi buruk, tidak dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan. Gizi Buruk merupakan dampak dari berbagai macam penyebab seperti rendahnya tingkat pendidikan, kemiskinan, ketersediaan pangan, transportasi, adat istiadat (social budaya), dan sebagainya. Oleh karena itu pemecahannyapun secara komprehensip.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
            PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dapat merupakan titit-titik pangkal bagi terciptanya lingkungan sehat dan hilangnya pengganggu kesehatan. Hal ini dikarenakan dalam praktiknya kedua hal tersebut diupayakan melalui perilaku manusia. Lingkungan akan menjadi sehat, jika manusia mau  berperilaku hidup bersih dan sehat. Pengganggu kesehatan juga akan dihilangkan jika manusia mau berperilaku untuk mengupayakannya. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa penyebab utama timbulnya masalah-masalah gizi dalam bidang kesehatan adalah masalah perilaku. Misalnya untuk mencegah terjadinya  kekurangan protein pada balita, maka perilaku ibu dalam member makanan balitanya harus diubah, sehingga menjadi pola makan  dengan gizi seimbang. Perilaku keluarga dalam memanfaatkan pekarangan juga harus diubah, sehingga pekarangan menjadi taman gizi

VII.     Evaluasi
Penyuluhan telah diberikan dan masyarakat sudah mengetahui tentang Gizi Buruk dan ciri-ciri yang menderita Gizi Buruk.

 SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Demam Berdarah Dengue (DBD)
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD)
Sasaran                                    : Semua ibu-ibu yang datang ke Posyandu
Waktu                                     : 45 Menit
Tempat/Tanggal                      :
I.                   Tujuan
1.      Tujuan Umum
Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mengetahui bahaya DBD serta pencegahannya.
2.      Tujuan Khusus
v  Agar masyarakat lebih mengetahui tentang bahaya DBD
v  Agar masyarakat lebih mengetahui tanda dan gejala DBD
v  Agar masyarakat lebih mengetahui pencegahan DBD

II.                Metode
1.      Ceramah, Diskusi, Promosi kesehatan
2.      Tanya Jawab Langsung

III.             Media
Poster
IV.             Pengorganisasian
Moderator           
Penyaji                 :

 V.                Kegiatan
Tahap Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan Audiens
Waktu
Pembukaan
·         Mengucapkan salam
·        Memperkenalkan diri
·       Menyampaikan materi kepada masyarakat tentang DBD
Mendengarkan dan menjawab
10 Menit
Penyajian
Menyampaikan isi materi tentang DBD
Mendengar
15 Menit
Evaluasi
Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya tentang DBD
Bertanya kepada penyaji
10 Menit
Penutup
Menyimpulkan hasil materi
Mendengar
10 Menit

VI.             Materi
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina lewat air liur gigitan saat menghisap darah manusia.
Penyakit DBD masa ingkubasi awal hari ke-1-4, pengobatannya tidak selalu harus diberikan obat antibiotika. Yang terpenting adalah perbaikan antibody tubuh  dengan perbanyak istirahat dengan mengurangi gerakan tubuh, makan teratur semaxsimal mungkin, perbanyak cairan tubuh dengan minum air putih atau minuman isotonic sebanyak-banyaknya sesuai dengan berat badan penderita (karena anak kecil memiliki keterbatasan untuk minum).           
Selama nyamuk aides aigypti tidak terkontaminasi virus dengue maka gigitan nyamuk DBD tersebut tidak berbahaya. Jika nyamuk tersebut menghisap darah penderita DBD maka nyamuk menjadi bahaya karena bisa menularkan virus dengue yang mematikan. Untuk itu perlu pengendalian nyamuk jenis aedes aegypti agar virus dengue tidak menular dari orang yang satu ke orang yang lain.
Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam tinggi terus menerus, disertai adanya tanda perdarahan, contohnya ruam. Ruam demam berdarah mempunyai cirri-ciri merah terang. Selain itu tanda dan gejala lainnya adalah sakit perut, rasa mual, trombositopenia, hemokonsentrasi, sakit kepala berat, sakit pada sendi (artralgia), sakit pada otot (mialgia). Sejumlah kecil kasus bisa menyebabkan sindrom Shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.
Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera berkonsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena mengnggap ringan gejala-gejala tersebut.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari orang yang tertular dapat mengalami menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :
v  Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun
v  Dengue Klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, di ikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan dibawah kulit.
v  Dengue Haemorrhagic Fefer (Demam Berdarah Dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.
v  Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan Syok/ presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap penderita yang diduga menderita Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa kedokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.
Tanda dan gejala :
v  Demam tinggi mendadak disertai nyeri kepala, nyeri belakang bola mata dan terkadang juga nyeri perut.
v  Ada tanda ruam atau bintik merah dikulit.
v  Tidak disertai dengan batuk atau sakit ditenggorokan.
v  Trombosit dan leukosit turun (kurang dari normal)
v  Terjadi peningkatan hematokrit (naik 20% dari normal)
v  Perdarahan pada jaringan lunak (hidung, mulut dan gusi)
Penyakit DBD berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Masyarakat yang kurang peduli kebersihan lingkungan dan ancaman penyakit berbahaya merupakan lokasi yang sangat baik sebagai endemik DBD. Diperlukan kesadaran dan peran aktif semua lapisan masyarakat untuk mengenyahkan demam berdarah dengue dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Epidemologi
            Wabah pertama terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779. Wabah besar global dimulai di asia Tenggara pada 1950-an hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama diantaranya yang terjadi pada anak-anak didaerah tersebut.

Diagnosis
            Diagnosis demam berdarah bisa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petikial dengan trombositopenia dan leucopenia relative. Serologi dan reaksi berantai polymerase tersedia untuk memastikan diagnose demam berdarah jika teridikasi secara klinis. Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian dari pada menunggu akut.

Pencegahan
            Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah. Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vector nyamuk demam berdarah. Inisiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal-hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.

Pencegahan DBD yaitu dengan 3M+1T :
v  Menguras bak mandi untuk memastikan tidak adanya larva atau telur nyamuk melekat didinding bak mandi.
v  Menutup tempat penampungan air agar tidak ada tempat nyamuk untuk bertelur.
v  Mengubur bahan bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan untuk berkembang nyamuk.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut :
1.      Melakukan kebiasaan baik, seperti makan-makanan bergizi, rutin olah raga dan istirahat yang cukup.
2.      Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meskipun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur ulang.
3.      Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik-jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangan nyamuk.
4.      Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi.
 Pengobatan
            Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastic. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum ekstrak daun jambu biji. Merujuk hasil kerja sama penelitian  Fakultas Kedokteran Unair dan BPOM, ekstrak daun jambu biji bisa menghambat pertumbuhan virus dengue. Bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping.
            Korban akibat DBD diperkirakan terus bertambah terutama pasca banjir, pergantian musim, dan pada waktu curah hujan jarang terjadi dimana banyak penampungan air seperti vas bunga, tendon air, bak mandi, tempayan serta ban bekas, kaleng bekas botol minuman bekas dan sebagiannya yang dekat dengan lingkungan pemukiman penduduk tidak dibersihkan, sehingga menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti penular DBD.
            Nyamuk ini juga menularkan penyakit chikungunya yang menyerang otot-otot dan menimbulkan nyeri berat. Menggigit pada siang hari dengan waktu efektif 2 jam setelah matahari terbit (pukul 08.00 – 12.00) dan berapa jam setelah matahari tenggelam (pukul 15.00-17.000. setelah digigit nyamuk, antara 3-14  hari kemudian atau biasanya 4-7 hari akan menunjukkan gejala atau tanda-tanda DBD. Penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yaitu menggunakan obat nyamuk oles (repellent), mengunakan kelambu bila tidur siang, dan usir nyamuk dengan obat nyamuk bakar/semprot baik didalam maupun diluar rumah pada pagi dan sore hari.
            Tanda atau gejala DBD yang muncul seperti bintik-bintik merah pada kulit. Selain itu suhu badan lebih dari 380 C, badan terasa lemah dan leseu, gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat, nyeri ulu hati, dan muntah. Dapat pula disertai pendarahan seperti mimisan dan buang air besar bercampur darah serta turunnya jumlah trombosit hingga 1000.000/mm3 . tidak perlu menunggu semua gejala ini muncul, bila menemukan beberapa tanda segera periksakan kedokter atau sarana terdekat.
            Pertolongan pertama pada penderita dapat dilakukan dengan memberikan minum sebanyak-banyaknya (air masak, air dalam kemasan, air the, dsb), mengompreskan air dingin pada penderita, serta memberikan obat penurun panas.
Bila ada riwayat kejang, berikan obat anti kejang.
            Orang yang terindikasi terserang demam berdarah harus secepatnya diberi pertolongan medis dengan dibawa ke puskesmas, dokter atau rumah sakit untuk diobati. Terlambat member pertolongan pada penderita DBD dapat menyebabkan penderita meninggal dunia.

VII.          Evaluasi
Penyuluhan telah diberikan dan masyarakat sudah mengetahui tentang bagaimana tanda dan gejala DBD serta cara pencegahannya.

 SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Kanker Payudara
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian Kanker Payudara
Sasaran                                    : Ibu-ibu yang datang  ke Posyandu
Waktu                                     : 40 menit
Tempat/Tanggal                      :
I.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mengetahui bahaya Kanker Payudara serta pencegahannya.
2.      Tujuan Khusus
v Agar masyarakat lebih mengetahui tentang bahaya Kanker Payudara
v Agar masyarakat lebih mengetahui tanda dan gejala Kanker Payudara
v Agar masyarakat lebih mengetahui pencegahan Kanker Payudara
II.  Metode
1.      Ceramah, Diskusi, Promosi kesehatan
2.      Tanya Jawab Langsung

III.    Media
  Poster

IV.    Pengorganisasian
Moderator            :
Penyaji                 :
 
V.       Kegiatan
Tahap Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan Audiens
Waktu
Pembukaan
·         Mengucapkan salam
·        Memperkenalkan diri
·       Menyampaikan materi kepada masyarakat tentang penyakit Kanker Payudara
Mendengarkan dan menjawab
10 Menit
Penyajian
Menyampaikan isi materi tentang  Kanker Payudara
Mendengar
15 Menit
Evaluasi
Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya tentang Kanker Payudara
Bertanya kepada penyaji
10 Menit
Penutup
Menyimpulkan hasil materi
Mendengar
10 Menit

VI.    Materi
A.  Pengertian Kanker Payudara
Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bias mulai tumbuh di dalam kelejar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.
Kanker merupakan buah dari perubahan sel yang mengalami pertumbuhan tidak normal dan tidak terkontrol. Peningkatan jumlah sel tak normal ini umumnya membentuk benjolan yang disebut tumoratau kanker. Tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor yang bersifat kanker disebut tumor ganas, sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinak. Tumor jinak biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam suatu wadah yang menyerupai kantong sel tumor jinak tidak menyebar ke.
 B.     Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara
Beberapa factor risiko yang berpengaruh adalah :
1.      Usia
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun
2.      Pernah menderita kanker payudara
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3.      Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker
4.      Tidak memiliki anak atau hamil di usia tua
Wanita yang tidak memiliki  anak atau memiliki anak pertama diatas usia30 tahun memiliki resiko terkena kanker payudara sedikit lebih tinggi daripada yang bukan. Sering hamil pada usia muda, menurunkan resiko terkena kanker payudara, mengapa ? kanker kehamilan menurunkan jumlah total siklus menstruasi wanita dalam hidupnya, inilah alasannya.
5.      Menggunakan Pil KB
Studi menemukan bahwa wanita yang menggunakan pil KB dalam jangka panjang memilki resiko agak lebih besar terkena kanker payudara daripada yang bukan.
6.      Tidak Menyusui Anak
Beberapa studi menemukan bahwa menyusui anak dalam jangka panjang (1.5-2 tahun), terutama dapat agak menurunkan resiko terkena kanker payudara. Penjelasan yang mungkin adalah karena menyusui menurunkan jumlah total siklus menstruasi wanita.
7.      Alkohol
Penggunaan minuman beralkohol amat jelas terkait dengan meningkatnya resiko terkena kanker payudara.
8.      Obesitas atau kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan atau obesitas ditemukan dapat meningkatkan resiko terkena payudara, terutama bagi perempuan paska menopause.
9.      Kanker Aktivitas Fisik
C.    Gejala-Gejala Yang Menandakan Adanya Serangan Kanker
1.      Timbulnya banjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan, makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan.
2.      Bentuk, ukuran atau berat salah satu payudara berubah
3.      Timbulnya benjolan kecil dibawah ketiak
4.      Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari putting susu
5.      Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
6.      Bentuk atau arah putting berubah, misalnya putting susu tertekan ke dalam kanker sebagai sel yang abnormal

D.    Jenis-Jenis Kanker Payudara
·         Kanker Payudara Terinflamasi (IBC) : jenis kanker payudara invasive yang jarang terjadi ini, statistiknya adalah sekitar 1-3% dari semua kasus kanker payudara. Biasanya tidak terjadi benjolan tunggal atau tumor. Sebaliknya, IBC membuat kulit payudara terlihat merah dan terasa hangat.
·         Penyakit paget pada putting : jenis kanker payudara ini dimulai pada duktus dan menyebar ke kulit putting dan kemudian ke areola (lingkungan gelap di sekeliling putting).

E.     Yang Paling Beresiko Terserang Penyakit Kanker Payudara, Yaitu :
1.      Jika dalam keluarga ada penderita kanker payudara
2.      Mendapat haid pertama pada usia muda, atau terlambat mengalami manepause.
3.      Tidak pernah menyusui anak
4.      Kegemukan
5.      Tidak pernah melahirkan anak
6.      Pernah mendapat terapi hormone
7.      Pernah mendapat radiasi pada payudara
 
F.     Stadium Kanker
·         I Kanker invasive kecil (ukuran tumor <2cm dan tidak menyerang kelenjar getah bening)
·         II Kanker invasive (ukuran tumor 2-5cm dan sudah menyerang kelenjar getah bening)
·         III Kanker invasive besar (ukuran tumor >5cm dan benjolan sudah menonjol ke permukaan kulit, pecah ataupun berdarah/bernanah)
·         IV Sel Kanker sudah bermetastesis/menyebar ke organ lain seperti paru-paru, liver, tulang ataupun otak.

G.    Pencegahan
Kanker payudara dapat dicegah dengan cara:
1.      Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama
2.      Hindari banyak merokok dan mengkonsumsi alcohol
3.      Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan.
4.      Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya
5.      Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tempe, tahu dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadi kanker payudara
6.      Lakukan olahraga secara teratur
7.      Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi
8.      Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditasi
9.      Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari.

 H.    Pengobatan
Cara pengobatanya dengan:
·         Pembedahan
·         Penyinaran dan
·         Terapi kimia.
Peluang sembuh dari sakit kanker relative amatlah kecil

VII.          Evaluasi
Penyuluhan telah diberikan dan masyarakat sudah mengetahui tentang Kanker Payudara dan pencegahannya.

 
 SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Pokok Bahasan                       : Merokok
Sub Pokok Bahasan                : Pengertian Merokok
Sasaran                                    : Semua pasien yang datang ke Puskesmas
Waktu                                     : 40 menit
Tempat/Tanggal                       :
I.       Tujuan
1.                                   Tujuan Umum
Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mengetahui bahaya Merokok serta pencegahannya.
2.                                   Tujuan Khusus
v        Agar masyarakat lebih mengetahui tentang bahaya Merokok
v        Agar masyarakat lebih mengetahui dampak merokok
v        Agar masyarakat lebih mengetahui pencegahan Rokok
II.  Metode
1.                      Ceramah, Diskusi, Promosi kesehatan
2.                      Tanya Jawab Langsung

III. Media
        Poster
IV. Pengorganisasian
          Moderator        :
           Penyaji             :
 V.  Kegiatan
Tahap Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan Audiens
Waktu
Pembukaan
·         Mengucapkan salam
·        Memperkenalkan diri
·       Menyampaikan materi kepada masyarakat tentang Rokok
Mendengarkan dan menjawab
10 Menit
Penyajian
Menyampaikan isi materi tentang  Rokok
Mendengar
15 Menit
Evaluasi
Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya tentang Rokok
Bertanya kepada penyaji
10 Menit
Penutup
Menyimpulkan hasil materi
Mendengar
10  Menit

VI.   Materi
A.    Pengertian Rokok 
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuali itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
Merokok adalah suatu kebiasan yang di terima secara maluas dalam masyarakat kita, sehingga kadangkala dikaitkan dengan merokok. Malah tabiat suka meniru dan menyeleweng dari jalan yang benar adalah sesuatu yang kian menguasai anak-anak kaum Muslimin di zaman ini.

Seputar Rokok
1.      Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu TAR, Nikotin, Karbon monoksida dan sebagainya.
2.      Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara.
3.      Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seseorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
4.      Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.

B.     Zat Berbahaya Yang Terkandung Dalam Rokok
1.      Positif karsinogen (Penyebab Kanker)
2.      Karbonmonoksida (menurunkan kadar oksigen)
3.      Nikotin (penyebab kecanduan dan bias menurunkan kerja otot hati), dan
4.      TAR (campuran bermacam-macam zat beracun)

C.    Bahaya atau Dampak Asap
Terhadap isteri perokok :
·         Melahirkan bayi yang kurang berat badan
·         Melahirkan bayi yang tidak cukup bulan
·         Lebih terdedah kepada kanser
·         Mengurangkan kesuburan dan putus haid awal

Terhadap Anak Perokok:
·         Lebih mudah lelah
·         Mendapatkan jangkitan paru-paru
·         Pertumbuhan paru-paru kanak-kanak terganggu
·         Mudah menjadi perokok apabila dewasa kelak
Terhadap Kehamilan
Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR). Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena Karbon Monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen.

D.    Beberapa penyakit yang di sebabkan oleh rokok:
Ø  Penyakit Jantung Dan Struk
Rokok juga merupakan salah satu penyebab utama serang jantung. Kematian seseorang perokok akibat serangan jantung lebih banyak disbanding kematian akibat kanker paru-paru. Bahkan rokok rendah tar atau rendah nikotin tidak akan mengurangi risiko jantung. Dari rokok yang menggunakan filter meningkatkan jumlah karbon monoksida yang dihirup, yang membuat rokok tersebut bahkan lebih buruk untuk jantung daripada rokok yang tidak menggunakan filter.
Asap rokok juga mengandung karbon monoksida yang beracun. Zat beracun ini berjalan menuju aliran darah dan sebenarnya menghalangi aliran oksigen ke jantung dan ke organ-organ penting lainnya. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah sehingga lebih memperlambat lagi aliran oksigen.
Ø  Kanker Paru-Paru
asap rokok dari tembakau mengandung banyak zat kimia penyebab kanker. Asap yang diisap mengandung berbagai zat ini dapat memicu terjadinya kanker khususnya pada paru-paru. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling umum yang diakibatkan oleh merokok.
Ø  Emfisema
Perokok berat yang sudah bertahun-tahun akan mengalami emfisema. Emfisema merupakan penyakit yang secara bertahap akan membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya. Jika paru-paru kehilangan keelasitasnya maka akan sulit untuk mengeluarkan udara kotor. Tanda-tandanya adalah mulai mengalami kesulitan bernapas pada pagi dan malam hari. Lalu disertai dengan batuk yang berat dan  mungkin dengan bronchitis kronis. Batuknya sering kali tidak berhenti dan menjadi kronis.
Ø  Lebih Cepat Tua
Hasil penelitian terhadap para perokok menunjukan bahwa wajah perokok pria maupun wanita lebih cepat keriput disbanding mereka yang tidak merokok. Proses penuaan dini tersebut meningkatkan sesuai dengan kebiasaan dan jumlah batang rokok yang di isap. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa para perokok berat memiliki keriput pada kulit hamper 5 kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok, bahkan proses penuaan dini sudah dimulai bagi para remaja yang merokok seperti kulit keriput, gigi menguning, dan nafas tak sedap.
Ø  Kerusakan Tubuh
Dampak negative merokok tidak hanya membahayakan paru-paru, jantung dan pernafasan kebiasaan merokok menurut penelitian bisa merusak jaringan tubuh lainnya. Balasan penyakit yang berkaitan dengan penggunaan tembakau bahkan mencakup pneumonia (radang paru-paru), penyakit gusi leukemia, katarak, kanker ginjal, kanker servik, dan sakit pada pancreas. Penyebabnya karena racun dari asap rokok menyebar kemana-mana melalui aliran darah. Merokok dapat mengakibatkan Penyakit disetiap organ tubuh.
Ø  Kanker Mulut
Merokok dapat mengakibatkan kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.
Ø  Osteoporosis
Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15 %, menmgakibatkan kerapuhan tulang sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang belakang.
Ø  Katarak
Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok mempunyai resiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
Ø  Psoriasis
Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh.
Ø  Kerontokan Rambut
Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah terseramg penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan tangan.
Ø  Impotensi
Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.
E.     Efek Bagi Perokok Pasif
1.      Efek langsung seperti iritasi mata, batuk-batuk, pusing dan mual-mual. Buat penderita asma bahkan katanya bisa membuat penurunan pungsi paru-paru ( walaupun baru sebentar kena asapnya)
2.      Efek tidak langsung
F.     Keuntungan Berhenti Merokok
1.      Hidup lebih lama
2.      Dapat menghindari racun
3.      Dapat melindungi diri, keluarga dan orang lain dari pada bahaya merokok
4.      Menjadi teladan yang baik kepada anak-anak.
5.      Dapat meningkatkan kecerdasan serta memiliki tubuh yang sehat.
6.      Gigi lebih putih dan nafas lebih segar
G.    Cara Untuk Berhenti Merokok
1.      Tetapkan hati untuk berhenti merokok
2.      Yakin diri
3.      Buat nota peringatan
4.      Katakana pada diri anda,” aku bukan perokok

VII.                                  Evaluasi
Penyuluhan telah diberikan dan masyarakat sudah mengetahui tentang bahaya merokok dan cara memberhentikannya.










































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar