Sabtu, 26 November 2011

MAKALAH FARMAKOLOGI

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia kedokteran, obat-obata memiliki banyak jenis. Hal ini bergantung pada kegunaan dan komposisi masing-masing obat. Obat-obat tersebut memiliki banyak fungsi sesuai dengan berbagai penyakit yang diderita seseorang. Persalinan merupakan hal fisiologis yang terjadi pada setiap wanita normal. Namun, walaupun hal tersebut fisiologis tetapi selalu ada potensi terjadinya hal yang berbahaya.
Salah satu hal biasa terjadi adalah perdarahan. Perdarahan jika tidak ditangani segera akan terjadi hal yang membahayakan ibu tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi perdarahan tersebut adalah dengan menggunakan obat-obatan, salah satu obat yang digunakan adalh carbozochrome (adona).
1.2 Tujuan
a. Mengetahui tentang kegunaan carbazocrome.
b. Mengetahui efek samping carbazocrome, terutama saat persalinan.
c. Memenuhi tugas mata kuliah Farmakologi.
II. PEMBAHASAN
2.1 Hemostatik Sering perdarahan perlu dihentikan secepat mungkin. Bila daerah perdarahan kecil, tindakan fisik seperti penekanan, pendinginan atau kauteresasi sering kali dapat menghentikan perdarahan tersebut dengan cepat. Lain halnya dengan perdarahan yang meliputi daerah was, keadaan ini memerlukan penggunaan hemostatik yang tepat sesuai dengan patogenesis perdarahan tersebut. Hemoststik merupakan zat atau obat yang digunakan untuk menghentikan perdarahan. Untuk memudahkan pembicaraan hemostatik dibagi menurut cara penggunaanya. a. Hemostatik Lokal Yang termasuk golongan ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan mekanisme hemostatik. 1). Absorbable Hemostatik Yang termasuk obat golongan ini menghentikan perdarahan dengan pembentukan suatu bekuan atau memberikan jaringan serat-serat yang mempermudah pembekuan. Bila diletakan pada permukaan yang berdarah. 2). Astringen Zat yang bekerja lokal, dapat mengendapkan protein darah sehingga perdarahan dapat dihentikan. 3). Koagulan Obat kelompok ini pada penggunaan lokal menmbulkan hemostatis dengan dua cara yaitu dengan mempercepat peubahan protombin menjadi trombin atau secara langsung mengumpulkan fibrinogen.
4). Vaso Konstritor

Epimetrin dan norepinefrin yang berefek vaso konstriksi ada kalanya dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan suatu permukaan. b. Hemoststik Sistemik Transfusi Darah
Dengan memberikan transfusi darah sering kali perdarahan dapat dihentikan dengan segra. Hal ini terjadi karena penderita mendapatkan semua faktor yang perlu untuk pembekuan dalam darah transfusi. Keuntungan lainya adalah perbaikan volume sirkulasi. Human Fibrinogen, hanya dapat digunakan bila dapat ditentukan kadar fibrinogen dalam darah penderita dan daya pmbekuan yang sebenarnya. Vitamin K
Penggunaan sebagai hemostatik memerlukan waktu untuk menimbullkan efek. Hal ini disebabkan karena vitamin K harus merangsang faktor-faktor pembeku. Asam Traneksamat, mempunyai aktivitas anti plasmin, jadi menghambat fibrinolisis. Hal ini ditimbulkan karena pengaruhnya terhadap plasminogen aktau terhadap plasmin. Tersedia untuk pemakain oral, IM atau IV. Direvat Semi Carbazon
Berupa senyawa kompleks karbazokrom (carbazochrome) salisilat, dapat menghentikan perdarahan dengan memperbaiki permeabilitas kapiler. Efek ini diperoleh karena kasiat obat ini mirip dengan kasiat vitamin P. Diberikan per oral atau parental. 2.2 Identifikasi Carbazochrome

Obat hemostatik adalah obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan. Obat hemostatik ini diperlukan untuk mengatasi perdarahan yang meliputi daerah yang luas. Carbazocrome merupakan derivat dari semikarbozon yang berfungsi untuk menghentikan perdarahan dengan memperbaiki permeabilitas kapiler. Pemilihan obat hemoastatik harus dilakukan secara tepat sesuai dengan patogenesis perdarahan. Perdarahan dapat disebabkan oleh defisiensi satu faktor pembekuan darah yang bersifat herideter misalnya defisiensi faktor antihemofilik (faktor VIII) dan dapat pula akibat defisiensi banyak faktor yang mungkin sulit untuk didiagnosis dan diobati Obat hemostatik sendiri terbagi dua yaitu :
1. Obat hemostatik lokal dan
2. Obat hemostatik sistemik.
Ethamsylate adalah obat hemostatik yang beraksi di dinding kapiler. Dengan meningkatkan adesivitas dari platelet dan mengubah resistensi kapiler, sehingga mampu untuk mengurangi waktu perdarahan dan kehilangan darah. Obat hemostatik sistemik Aprotinin, sebagai antihemostatik diindikasikan untuk : Pengobatan pasien dengan resiko tinggi kehilangan banyak darah selama bedah buka jantung dengan sirkulasi ekstrakorporal. Pengobatan pasien yang konservasi darah optimal selama bedah buka jantung merupakan prioritas absolut.
Ethamsylate adalah senyawa yang dapat menstabilkan membran yang menghambat enzim spesifik postglandin dalam proses sintesanya. Obat hemostatik ini juga digunakan pada waktu operasi melahirkan sebaik operasi lain dengan kondisi hemoragik lainnya.

Carbazochrome, merupakan obat hemostatik yang diindikasikan untuk Perdarahan karena penurunan resistensi kapiler dan meningkatnya permeabilitas kapiler. Perdarahan dari kulit, membran mukosa dan internal. Perdarahan sekitar mata, perdarahan nefrotik dan metroragia. Perdarahan abnormal selama dan setelah pembedahan karena menurunnya resistensi kapiler.
Asam traneksamat, merupakan obat hemostatik yang merupakan penghambat bersaing dari aktivator plasminogen dan penghambat plasmin. Oleh karena itu dapat membantu mengatasi perdarahan berat akibat fibrinolisis yang berlebihan. Kompleks faktor IX, sediaan ini mengandung faktor II, VII, IX dan X, serta sejumlah kecil protein plasma lain dan digunakan untuk pengobatan hemofilia B, atau bila diperlukan faktor-faktor yang terdapat dalam sediaan tersebut untuk mencegah perdarahan. Vitamin K dan turunannya sebagai obat hemostatik, vitamin K memerlukan waktu untuk dapat menimbulkan efek, sebab vitamin K harus merangsang pembentukan faktor-faktor pembekuan darah terlebih dahulu. Faktor antihemofilik (faktor VIII) dan cryprecipitated antihemophilic factor, kedua zat ini bermanfaat untuk mencegah atau mengatasi perdarahan pada penderita hemofilia A dan pada penderita yang darahnya mengandung inhibitor faktor VIII. Untuk pemilihan obat hemostatik yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. 2.3 Carbazocrhrome Bagi Ibu Hamil, Bersalin Dan Nifas

Penggunaan karbazokrom lebih tepat digunakan untuk ibu bersalin karena pada saat persalinan terjadi perdarahan baik fisiologis maupun patologis dengan daya kerjanya yang memperbaiki permeabilitas kapiler darah akan membantu mengatasi perdarahan tersebut.
III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan Carbazochrome merupakan obat homostatik yaitu lebih tepatnya pada golongan obat hemostatik sistemik. Obat hemostatik adalah obat yang digunakan u8ntuk menghentikan perdarahan. Perdarahan dapat disebabkan oleh defisiensi satu faktor pembekuan darah yang bersifat herideter misalnya defisiensi faktor antihemofilik (faktor VIII) dan dapat pula akibat defisiensi banyak faktor yang mungkin sulit untuk didiagnosis dan diobati Carbazochrome, merupakan obat hemostatik yang diindikasikan untuk Perdarahan karena penurunan resistensi kapiler dan meningkatnya permeabilitas kapiler. Perdarahan dari kulit, membran mukosa dan internal. Perdarahan sekitar mata, perdarahan nefrotik dan metroragia. Perdarahan abnormal selama dan setelah pembedahan karena menurunnya resistensi kapiler.
3.2 Saran Bagi tenaga medis sebaiknya menggunakan carbazocrhome untuk ibu hamil, bersalin dan nifas karena Carbazocrhome merupakan bagian dari hemostatis yang digunakan untuk penghentian perdarahan. dan ini tepat digunakan untuk ibu bersalin karena pada saat persalinan terjadi perdarahan baik fisiologis maupun patologis dengan daya kerjanya yang memperbaiki permeabilitas kapiler darah akan membantu mengatasi perdarahan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA www.medicinestore.com Tanggal 18 November 2008 www.biocon.com Tanggal 20 November 2008 1980. FARMAKOLOGI DAN TERAPI. Jakarta : Bagian Farmakologi. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar