Jumat, 18 November 2011

TUMBUH KEMBANG FETUS

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada dasarnya seorang wanita akan mengalami kehamilan itu berdasarkan sel telur wanita itu sendiri. Jika wanita itu kemudian mengalami ovulasi maka mungkin fertilisasi akan berlangsung dan kemudian kehamilan akan menjadi ovum yaitu sekitar 3 – 5 minggu dan berubah menjadi embriyo (mudigah) pada saat mudiyah belum dapat dibedakan dimudigah binatanglah. Pembentukan alat organ tubuh bentuk dasar sudah terjadi setelah 5 minggu akan menjadi fetus yaitu janin yang sudah mempunyai bentuk manusia.
1.2 Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah konsep kebidanan dan memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang tumbuh kembang fetus.
Penyusunan makalah ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan penyusun serta melatih penyusun untuk menyusun makalah dengan baik dan benar.
1
BAB II ISI TUMBUH KEMBANG FETUS Umur janin yang sebenarnya, harus dihitung dari saat fertilisasi atau karena fertilisasi selalu berdekatan dengan ovulasi sekurang-kurangnya dari saat ovulasi. Dari 0 – 2 minggu setelah fertilisasi disebut ovum; 3 – 5 minggu disebut embrio (mudigah); lebih dari 5 minggu disebut fetus yaitu, janin yang sudah mempunyai bentuk manusia.
A. Proses Pertumbuhan Embriogenesis
- Akhir 1 bulan
Badan bayi sangat melengkung, panjangnya 7,5 – 10 mm. Kepalanya 1/3 dari seluruh mudigah, jantung sudah terbentuk dan berdenyut.
- Akhir 2 bulan
Panjangnya + 2,5 cm, mukanya sudah jelas berbentuk manusia dan sudah mempunyai tungkai dengan jari tangan dan kaki alat kelamin sudah nampak walaupun belum dapat ditentukan jenisnya.
- Akhir 3 bulan
Panjangnya 7 – 9 cm, sudah ada pusat-pusat pertulangan, kuku sudah ada dan jenis kelamin sudah dapat ditentukan, janin sudah bergerak tapi belum dapat dirasakan oleh ibu.
- Akhir 4 bulan
Panjang 10 – 17, beratnya 100 gr. Alat kelamin luar sudah dapat menentukan jenisnya. Kulit ditumbuhi rambut yang halus (larugo). Pergerakan anak sudah dapat dirasakan oleh ibu.
- Akhir 5 bulan
2
Panjangnya 18 – 27 cm. beratnya 300 gr. Denyut jantung sudah dapat didengar akhir 6 bulan.
- Akhir 6 bulan
Panjangnya 28 – 34 cm, beratnya 600 gr, kulitnya keriput dan lemak mulai ditimbun di bawah kulit, kulit tertutup oleh vernix caseosa yang bermaksud untuk melindungi kulit.
- Akhir 7 bulan
Panjangnya 35 – 38 cm, beratnya + 1000 gr. Kalau lahir dapat hidup di dunia luar, walaupun kemungkinan untuk hidup terus masih kecil, kalau menangis mengeluarkan suara yang lemah.
- Akhir 8 bulan
Panjangnya 42,5 cm dan beratnya 1700 gr. Permukaan kulit masih merah dan keriput seperti orang lain.
- Akhir 9 bulan
Panjangnya 46 cm dan beratnya 2500 gr karena, sudah ada lapisan lemak di bawah kulit, ia sudah berisi.
- Akhir 10 bulan :
Janin sudah cukup bulan panjangnya 50 cm beratnya 3000 gr, kulitnya halus dan hampir tak ada lanugo lagi. Pada kulit masih terdapat vernix caseosa ialah campuran sel-sel epitel kulit, lanugo dan sekret kelenjar lemak. Kepala ditumbuhi rambut, kuku melebihi ujung jari. Dalam 5 bulan yang pertama panjangnya janin dalam cm adalah kuadrat dari umur kehamilan dalam bulan dan setengah bulan dan setelah buln ke-5 umurnya dalam bulan dikalikan dengan 5. lamanya kehamilan kira-kira 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama haid-terakhir.
B. Air Ketuban
Air ketuban mempunyai fungsi :
1) Melindungi janin terhadap trauma dari luar.
2) Memungkinkan janin bergerak dengan bebas.
3
3) Melindungi suhu tubuh janin.
4) Meratakan tekanan di dalam uterus pada partus, sehingga serviks membuka.
5) Membersihkan jalan lahir, jika ketuban pecah, dengan cairan yang steril dan mempengaruhi keadaan di dalam vagina, sehingga bayi kurang mengalami infeksi.
6) Memungkinkan anak bergerak dengan bebas dan tumbuh dengan bebas ke segala jurusan karena tekanan pada anak sama pada semua bagiannya.
7) Untuk melindungi anak terhadap pukulan-pukulan dari luar dan ibu terhadap gerakan-gerakan anak.
8) Mempertahankan suhu yang tetap bagi anak.
9) Waktu persalinan membuka cervix dengan mendorong selaput janin ke dalam ostium uteri. Bagian selaput anak yang diatas ostium uteri yang menonjol waktu his disebut ketuban.
Ciri-ciri Air Ketuban :
1) Baunya anyir/amis.
2) Untuk bagian besar terdiri dari air, tapi mengandung juga sedikit ureum, protein, asam urine, gula, garam-garam malahan juga enzim.
3) Terdapat bintik-bintik lemak yang berasal dari kulit badan anak (vernix caseosa) rambut yang halus yang juga berasal (lanugo) daun sel-sel yang berasal dari kulit anak maupun dari amnion.
4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa tumbuh kembang fetus dihitung dari saat fertilisasi atau karena fertilisasi selalu berdekatan dengan ovulasi sekurang-kurangnya dari saat ovulasi. Di setiap akhir bulan janin berkembang dan memiliki proses yang berbeda-beda. Dalam rahim seorang ibu hamil terdapat pula air ketuban yang memiliki fungsi yang amat penting, yaitu melindungi janin terhadap trauma dari luar melindungi, suhu tubuh janin, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu pertumbuhan fetus harus diperhatikan semenjak sesorang dinyatakan hamil, agar dapat memberikan perhatian yang lebih untuk janinnya.
3.2 Saran
Penyusun mengharapkan kepada pembaca agar memberikan saran kepada penyusun. Untuk dapat memberikan saran yang baik karena kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini banyak kata-kata yang salah.
5
DAFTAR PUSTAKA Wiknjosastro, Hanifa. 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP. Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung : Eleman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar