Kamis, 10 November 2011

Bayi seksio

Menurut para peneliti, bayi-bayi yang dilahirkan melalui seksio sesarea non darurat memiliki masalah pernapasan 4 kali lebih banyak dibandingkan yang dilahirkan secara normal. Temuan ini menambah bukti risiko bedah sesar yang dipilih atau C-section, yang pelaksanaannya meningkat di seluruh dunia. Anne Hansen dari Aarhus University Hospital, Denmark, mengatakan bahwa risiko yang paling besar adalah ketika bedah sesar dilakukan awal. Informasi penting bagi para wanita yang memilih cara ini, mereka menyarankan sebaiknya bedah sesar tidak dilakukan sampai umur janin 39 minggu. Kebanyakan bedah sesar dilakukan pada umur kandungan 37-38 minggu saat ini.
baby-massage-i-stock.jpg
Belum jelas mengapa bayi hasil sesar berisiko lebih tinggi, tapi Hansen menjelaskan bahwa kemungkinan berkaitan dengan hormon dan perubahan fisiologi akibat proses kelahiran. Proses kelahiran memicu pengeluaran hormon stres pada ibu, yang mengalir kepada janin dan diperkirakan menjadi kunci pematangan paru-paru bayi yang terisi air. Kasus masalah pernapasan terkait dengan persalinan sesar sering tidak serius, tapi biasanya mereka memerlukan inkubator dan penanganan oksigen. Hansen dan koleganya mempublikasikan penelitian ini dalam British Medical Journal online 11 Desember 2007, yang meneliti lebih dari 34.000 kelahiran di Denmark.
Mereka menemukan hampir 4 kali lipat peningkatan risiko kesulitan bernapas pada bayi-bayi yang dilahirkan secara sesar pada minggu ke-37, peningkatan 3 kali lipat pada minggu ke-38 dan 2 kali lipat pada minggu ke-39. Hasilnya, 10% bayi-bayi hasil sesar mengalami masalah pernapasan ketika dilahirkan pada minggu ke-37 dibandingkan bayi yang dilahirkan secara normal yang hanya 2,8%. Pada minggu ke-39, proporsinya menjadi 2,1% dibanding 1,1%. Harsen menekankan bahwa seksio sesarea masih banyak manfaatnya, khususnya dalam kasus bayi sungsang dan bila ibu atau bayi dalam keadaan gawat. Profesi medis harus mencoba dan menekan permintaan yang meningkat untuk bedah sesar non darurat. Kebanyakan wanita memilihnya karena persalinan pertama kali merupakan pangalaman menakutkan. Oleh karea itu, para profesional yang membantu persalinan harus benar-benar memastikan bahwa persalinan pertama adalah pengalaman yang menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar