Minggu, 06 November 2011

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN KASUS TETANUS NEONATORUM TERHADAP BAYI Ny. D DI RUANG ANAK




TETANUS NEONATORUM

A.     Pengertian
Adalah penyakit yang diderita oleh bayi baru lahir (neonatus). Tetanus neonatorum penyebab kejang yang sering dijumpai pada BBL yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia, tetapi disebabkan infeksi selama masa neonatal, yang antara lain terjadi akibat pemotongan tali pusat atau perawatan tidak aseptic (Ilmu Kesehatan Anak, 1985)

B.     Etiologi
Penyebabnya adalah hasil klostrodium tetani (Kapitaselekta, 2000) bersifat anaerob, berbentuk spora selama diluar tubuh manusia dan dapat mengeluarkan toksin yang dapat mengahancurkan sel darah merah, merusak lekosit dan merupakan tetanospasmin yaitu toksin yang bersifat neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. (Ilmu Kesehatan Anak, 1985)

C.     Gejala Klinis
Masa tunas biasanya 5-14 hari, kadang-kadang sampai beberapa minggu jika infeksinya ringan. Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. Dalam 48 jam penyakit menjadi nyata dengan adanya trismus (Ilmu Kesehatan Anak, 1985).
Pada tetanus neonatorum perjalanan penyakit ini lebih cepat dan berat. Anamnesis sangat spesifik yaitu :
  1. Bayi tiba-tiba panas dan tidak mau minum (karena tidak dapat menghisap).
  2. Mulut mencucu seperti mulut ikan.
  3. Mudah terangsang dan sering kejang disertai sianosis
  4. Kaku kuduk sampai opistotonus
  5. Dinding abdomen kaku, mengeras dan kadang-kadang terjadi kejang.
  6. Dahi berkerut, alis mata terangkat, sudut mulut tertarik kebawah, muka thisus sardonikus


  1. Ekstermitas biasanya terulur dan kaku
  2. Tiba-tiba bayi sensitif terhadap rangsangan, gelisah dan kadang-kadang menangis lemah.

D.    Pencegahan
Pemberian toxoid tetanus kepada ibu hamil 3 x berturut-turut pada trimester ke-3 dikatakan sangat bermanfaat untuk mencegah tetanus neonatorum. Pemotongan tali pusat harus menggunakan alat yang steril dan perawatan tali pusat selanjutnya.

E.     Penatalaksanaan
1.      Pemberian saluran nafas agar tidak tersumbat dan harus dalam keadaan bersih.
2.      Pakaian bayi dikendurkan/dibuka
3.      Mengatasi kejang dengan cara memasukkan tongspatel atau sendok yang sudah dibungkus kedalam mulut bayi agar tidak tergigit giginya dan untuk mencegah agar lidah tidak jatuh kebelakang menutupi saluran pernafasan.
4.      Ruangan dan lingkungan harus tenang
5.      Bila tidak dalam keadaan kejang berikan ASI sedikit demi sedikit, ASI dengan menggunakan pipet/diberikan personde (kalau bayi tidak mau menyusui).
6.      Perawatan tali pusat dengan teknik aseptic dan antiseptic.
7.      Selanjutnya rujuk kerumah sakit, beri pengertian pada keluarga bahwa anaknya harus dirujuk ke RS.

F.      Medik dan Perawatan
Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002 :
1.      Diberikan cairan intravena dengan larutan glukosa 5% dan NaCl fisiologis 4-1 selama 48-72 jam.
2.      Diazepam dosis awal 2,5 mg IV perlahan-lahan selama 2-3 menit
3.      ATS 10.000/hari, diberikan selama 2 hari berturut-turut dengan IM
4.      Ampisilin 100 mg/kg BB/hari dibagi dalam 4 dosis selama 10 hari
5.      Tali pusat dibersihkan / dikompresi dengan alkohol 70% betadine 10%.
6.      Rawat diruang yang tenang tetapi harus terang juga hangat
7.      Baringkan pasien dengan sikap kepala ekstensi dengan memberikan gajanl dibawah bahunya.
8.      Beri O2 1-2 liter/menit
9.      Pada saat kejang pasang sudit lidah
10.  Observasi tanda vital secara continue setiap ½ jam

G.    Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
Akibat keadaan bayi yang payah dan tidak dapat menyusui untuk memenuhi kebutuhannya. Perlu di beri infus dengan cairan glukosa 5%, bila kejang sudah berkurang pemberian makanan dapat diberikan melalui sonde dan sejalan dengan perbaikan, pemberian makanan bayi dapat diubah memakai sendok secara bertahap. (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002).





ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN KASUS TETANUS NEONATORUM TERHADAP BAYI Ny. D DI RUANG ANAK
RSUD A.YANI METRO
TAHUN 2007

I.       PENGUMPULAN DATA DASAR
  1. Pengkajian
Identitas/Biodata
Nama bayi                    : D
Jenis kelamin                : Perempuan
Tempat tanggal lahir      : Metro, 8 November 2007
Umur                            : 8 hari
Anak ke                       : 1 (satu)
Alamat                         : Jln. Imam Bonjol Gg. Harapan No. 7 Metro Barat

Nama ibu     : Ny. D                       Nama Ayah      : Tn. R
Umur            : 25 tahun                   Umur                : 25 tahun
Pekerjaan     : IRT                          Pekerjaan         : Buruh
Pendidikan   : SMP                        Pendidikan       : SMP
Agama         : Islam                        Agama             : Islam
Suku            : Jawa                         Suku                : Jawa
Alamat         : Jl. Imam Bonjol         Alamat             : Jl. Imam Bonjol
                      Gg. Harapan                                       Gg. Harapan No. 7
                      Metro Barat                                       Metro Barat

1.      Keluhan Utama
Ny. D datang bersama bayinya dan mengatakan bahwa bayinya panas, tidak mau menyusu dan mulut bayinya mencucu seperti mulut ikan disertai kejang.


2.      Riwayat Kesehatan
a.       Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan bayinya panas, kejang dan mulut bayi mencucu seperti mulut ikan
b.      Riwayat kesehatan lalu
Bayi lahir aterm, tidak ada kelainan
c.       Riwayat persalinan
Hamil ke
Thn lahir
Lama dan jenis persalinan
Penolong dan tempat
BBL
Keadaan anak
1
2007
8 jam
Dukun, dirumah
BB : 2.700
PB : 49
Normal

d.      Imunisasi
Ibu mengatakan anaknya telah diimunisasi pada hari ke-2 setelah persalinan
e.       Aktivitas
Aktivitas melemah, menangis terus
f.        Riwayat kesehatan keluarga
Ayah dan ibu mengaku tidak pernah menderita penyakit menular ataupun penyakit keturunan.

  1. Pola Kebutuhan Dasar
1.      Nutrisi
Sebelum sakit     :   bayi minum ASI sebanyak 6-8 x/hari
Sesudah sakit     :   bayi tidak mau menyusui
2.      Eliminasi
Sebelum sakit     :   BAB 3 x/hari, BAK 5-6 x/hari
Sesudah sakit     :   BAB 1 x/hari, BAK 2-3 x/hari
3.      Personal Hygiene
Sebelum sakit     :   2 x/hari mandi kering
Sesudah sakit     :   2 x/hari mandi kering

4.      Istirahat
Sebelum sakit     :   tidur 18-20 jam/hari
Sesudah sakit     :   tidur 5-6 jam/hari
5.      Aktivitas
Sebelum sakit     :   bayi aktif tampak bugar
Sesudah sakit     :   bayi tampak lemah dan aktivitas terganggu

  1. Pemeriksaan Fisik
1.      Keadaan umum      : anak tampak lemah dan gelisah
Kesadaran              : composmentis
Tanda-tanda vital    :
Pols    : 124 x/mnt               Temp   : 38,60C
RR     : 48 x/mnt                 PB/BB : 49 cm/2600 gr
2.      Kepala
UUK : cekung            Keadaan rambut   : hitam bersih
UUB : datar                Lingkar kepala      : 32 cm
3.      Mata
Bentuk alis tertarik keatas, konjungtiva pucat
4.      Hidung
Bentuk                   : Normal, simetris
Lubang hidung        : Normal, bersih
5.      Mulut
Bentuk       : mencucu seperti mulut ikan
Bibir           : bersih, mukosa bibir tampak kering, pucat
Palatum      : normal
Gusi           : merah
Reflek        : lemah
6.      Telinga
Posisi         : normal, simetris
Keadaan    : bersih, tidak ada serumen

7.      Leher
Pergerakan             : lemah
8.      Dada
Posisi                     : simetris
Suara nafas             : tidak terdengar ronchi atau wheezing
9.      Perut
Bentuk                   : simetris, bundar
10.  Tali pusat                : basah
11.  Punggung
Bentuk                   : normal
12.  Ekstermitas
Jari tangan : lengkap          
Pergerakan             : lemah
Lila             : 9 cm
Jari kaki                 : lengkap          
Posisi                     : simetris
13.  Genetalia
Jenis kelamin          : perempuan
Lubang anus           : ada
Keadaan                : bersih
14.  Pemeriksaan penunjang
Periksa lab             : leukosit 5400 ul

II.    INTERPRESTASI DATA DASAR
  1. Diagnosa
Bayi Ny. D umur 8 hari dengan tetanus neonatorum
Ds        :   a.     Ibu mengatakan bayinya lahir tanggal 8 November 2007, pukul 10.00 WIB
                b. Ibu mengatakan bayinya panas, kejang, mulut mencucu dan alis mata tertarik keatas
Do       :   Keadaan umum lemah, trismus (kesukaran membuka mulut), kesukaran menyusu, panas, ketegangan otot dinding perut, kuduk kaku sampai terjadi opistotonus, kejang, dahi berkerut, alis mata terangkat, mulut tertarik ke bawah, gelisah, badan kaku disertai menangis lemah.        
  1. Masalah
1.      Peningkatan suhu tubuh dan kejang
Ds        :   Ibu mengatakan badan anaknya panas dan kejang
Do       :   Bibir merah, temp: 380C, badan bayi kaku
2.      Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan
Ds        :   Ibu mengatakan bayinya tidak mau menyusui dan rewel
Do       :   Keadaan umum lemah
                Bibir tampak kering dan pucat, refleks hisap lemah
                Bayi menangis terus menerus

  1. Kebutuhan
1.      Penyuluhan tentang tanda dan gejala tetanus neonatorum
2.      Penyuluhan tentang cara mengatasi panas dan kejang
3.      Penyuluhan cara mengatasi kebutuhan nutrisi dan cairan  

III.   Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial
Potensial Sepsis Neonatorum

IV.  Kebutuhan Intervensi dan Kolaborasi Segera
Perawatan bayi dengan fibris dan kejang

V.     Rencana Manajemen
1.      Tindakan bayi dengan Tetanus Neonatorum
a.       Jelaskan pada keluarga kondisi bayi saat ini
b.      Tali pusat dibersihkan dengan teknik septic dan antiseptic
c.       Pembersihan saluran nafas agar tidak tersumbat

2)      Perawatan bayi dengan fibris dan kejang
a.       Jelaskan pada keluarga tentang tanda-tanda Tetanus Neonatorum
b.      Beritahu pada keluarga tentang peningkatan suhu pada bayi
c.       Ajarkan keluarga untuk kompres hangat pada bayinya
d.      Observasi suhu
e.       Mengatasi kejang
3)   Pemenuhan nutrisi dan cairan
a.       Jelaskan pada keluarga kondisi bayi saat ini
b.      Pemasangan sonde
c.       Pemberian ASI 8 x 40 cc/ hari/ sonde
d.      Observasi intake dan output
e.       Pasang infus D 5 % 6 tetes/menit
f.        Libatkan keluarga untuk pemberian ASI/ sonde
4)      Pantau  keadaan umum bayi
Nadi, pernapasan, suhu, panjang badan, berat badan

VI.  Impelementasi
1.      Tindakan bayi dengan Tetanus Neonatorum
a.       Menjelaskan pada keluarga kondisi bayi saat ini
b.      Membersihkan tali pusat dengan alkohol 70 %
c.       Membersihkan saluran nafas dengan penghisap lendir De Lee
2.      Perawatan bayi dengan fibris dan kejang
a.       Menjelaskan pada keluarga tentang peningkatan suhu bayi saat ini
b.      Mengajarkan pada keluarga cara mengompres dengan menggunakan air hangat
c.       Menjaga ruang dan lingkungan tetap tenang dan jauh dari pencahayaan yang tajam, karena bayi sensitif terhadap rangsang
d.      Mengatasi kejang dengan memasang tong spatel atau sendok yang sudah dibungkus kedalam mulut bayi agar lidah tidak tergigit oleh giginya. Serta untuk mencegah agar lidah tidak jatuh ke belakang karena dapat menutupi saluran pernafasan

3.      Pemenuhan nutrisi dan cairan
a.       Menjelaskan pada keluarga kondisi bayi pada saat ini
b.      Memasang sonde
c.       Memberi ASI/ sonde 8 x 40 cc/ hari
d.      Mengobservasi input dan output
e.       Pasang infus D 5 % 6 tetes/ menit
4.      Memantau keadaan umum bayi
Nadi, pernapasan, suhu, panjang badan dan  berat badan

VII.            Evaluasi
1.      Tindakan bayi dengan Tetanus Neonatorum
a.       Keluarga sudah mengerti tentang kondisi bayi saat ini
b.      Tali pusat sudah dibersihkan dengan alkohol 70 %
c.       Sudah dilakukan pembersihan saluran nafas dengan penghisap lendir De Lee.
2.      Perawatan bayi dengan fibris dan kejang
a.       Keluarga sudah mengerti kondisi bayi, dengan tanda-tanda  Tetanus Neonatorum
b.      Keluarga telah melakukan kompres hangat
c.       Ruang dan lingkungan sudah cukup kondusif untuk perawatan bayi
d.      Tong spatel sudah terpasang
3.      Pemenuhan nutrisi dan cairan
a.       Keluarga sudah mengerti  kebutuhan cairan dan nutrisi bayi
b.      Sonde sudah terpasang
c.       ASI 8 x 40 cc/ hari/ sonde sudah diberikan sesuai dengan jadwal
d.      Infus D 5 % 6 tetes/ menit sudah terpasang
4.      Keadaan umum bayi
Pols      : 12 x/ menit          RR         : 48 x/ menit
Temp   : 38,00C               PB/ BB  : 49 cm/ 2700 gram
 

CATATAN PERKEMBANGAN

Hari Pertama
Tanggal 16 November 2007
S      :   Ibu mengatakan badan anaknya panas, kejang dan mulut mencucu seperti                                  mulut ikan
O     :   Keadaan umum lemah
            Mukosa bibir kering, pucat, sudut mulut tertarik ke bawah, dahi berkerut                                   alis mata terangkat, bayi tidak mau menyusu,mudah terangsang, sering
            kejang disertai sianosis, kaku kuduk sampai opistotonus, dinding perut
            kaku, mengeras dan kadang-kadang terjadi kejang, bayi gelisah,sering
            menangis lemah disertai panas.
Refleks hisap    : lemah
            Pols                  : 124 x/ menit
            RR                   : 48 x/ menit                 

Nutrisi
            Bayi tidak mau menyusui
                       
Eliminasi
BAB 1 x/ hari, BAK 3 – 4 x/ hari
                                   
Tali pusat
Tali pusat masih basah
                       
Ekstremitas
            Jari tangan    : lengkap         Pergerakan     : kaku
            Jari kaki       : lengkap         Posisi             : simetris





A     :   Diagnosa
            Bayi Ny. D usia 8 hari dengan Tetanus Neonatorum
            Dasar
            Ds                : Ibu mengatakan bayinya lahir tanggal 8 November 2007
                                  pukul 10.00 wib dengan keadaan panas, mulut mencucu,
                                  kejang dan alisnya tertarik ke atas.
            Do               : Keadaan umum lemah, trismus, bayi tidak mau menyusu,
                                  panas, ketegangan otot dinding perut, kuduk kaku sampai
                                  terjadi opistotonus, dahi berkerut, alis mata terangkat, mulut
                                  tertarik ke bawah, gelisah, disertai menangis terus.
            Masalah
1)      Peningkatan suhu tubuh dan kejang
Dasar
Ds          : Ibu mengatakan badan anaknya panas dan kejang.
Do         : Bibir merah, suhu 380 C, badan bayi kaku
2)      Gangguan Pemenuhan Nutrisi dan Cairan
Dasar
Ds          : Ibu mengatakan bayinya tidak mau menyusu dan rewel
Do         : Keadaan umum lemah, bibir tampak kering dan pucat, reflek
                hisap lemah, bayi menangis terus menerus.
            Kebutuhan
1.      Penyuluhan tentang tanda dan gejala tetanus neonatorum
2.      Mengatasi panas dan kejang
3.      Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan

P      :   1)   Tindakan bayi dengan tetanus neonatorum
a.       Menjelaskan pada keluarga kondisi bayi saat ini
b.      Membersihkan tali pusat dengan alkohol 70 %
c.       Beri cairan infus Glukosa 5 %
d.      Pembersihan saluran nafas agar agar tidak tersumbat dengan penghisap lendir De Lee
            2)   Perawatan bayi dengan fibris dan kejang
a.       Jelaskan pada keluarga tentang tanda-tanda Tetanus Neonatorum
b.      Jelaskan pada keluarga tentang peningkatan suhu pada bayi
c.       Ajarkan pada keluarga untuk kompres hangat
d.      Observasi suhu
e.       Mengatasi kejang dengan diazepam dosis 2,5 ml IV perlahan-lahan
f.        Memasang tong spatel
3)      Pemenuhan nutrisi dan cairan
a.       Jelaskan pada keluarga kondisi bayi saat ini
b.      Pemasangan sonde
c.       Pemberian ASI 8 x 40 cc/hari/ sonde sesuai jadwal
d.      Observasi intake dan output
e.       Pasang infus D 5 % 6 tetes/ menit terpasang
f.        Libatkan keluarga untuk pemberian ASI/sonde
2.      Pantau keadaan umum dan bayi
Pols, RR, Temp, PB/ BB

CATATAN PERKEMBANGAN

Hari Ke    : 3
Tanggal    : 19 November 2007
S      :   Ibu mengatakan anaknya sudah lebih baik dari sebelumnya
O     :   Keadaan umum belum membaik
            Mukosa bibir kering, pucat, bayi masih tidak mau menyusui, bayi sering
            menangis lemah disertai panas, refleks hisap lemah.
            Pols            : 122 x/ menit      Temp     : 38,20C
            RR             : 48 x/ menit        BB         : 2700 gram

Nutrisi
            Bayi tidak mau menyusu
           
           
Eliminasi
BAB 1 x/ hari, BAK 3 – 4 x/ hari
                                   
Tali pusat
Tali pusat sudah mulai kering
                       
Ekstremitas
            Jari tangan    : lengkap         Pergerakan     : lemah
            Jari kaki       : lengkap         Posisi             : simetris

A     :   Diagnosa
            Bayi Ny. D usia 11 hari dengan tetanus neonatorum
            Dasar
            Ds        : Ibu mengatakan bayinya masih panas
            Do       : Keadaan umum lemah, bibir tampak kering dan pucat, bayi tidak 
                          mau menyusu, sering menangis, suhu 38,20 C
            Masalah
            1)   Peningkatan suhu tubuh
                  Ds  : Ibu mengatakan tubuh bayi masih panas
                  Do : Bibir merah, mukosa kering, Temp 38,2o C
            2)   Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
                  Ds  : Ibu mengatakan bayi belum mau menyusu
                  Do : Reflek hisap lemah, bayi tampak lemah dan pucat
            Kebutuhan
            1)   Penatalaksanaan fibris
            2)   Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan

P      :   1)   Penatalaksanaan bayi dengan fibris
a.       Jelaskan kondisi suhu bayi saat ini pada keluarga
b.      Beritahu pada keluarga untuk tetap melakukan kompres hangat
c.       Observasi suhu setiap 8 jam sekali

2)      Pemenuhan nutrisi dan cairan
a.       Jelaskan pada keluarga kondisi bayi pada saat ini
b.      Beri ASI 8 x 40 cc/hari/ sonde sesuai jadwal
c.       Infus D 5 % 6 tetes/ menit terpasang
d.      Observasi input dan output
e.       Libatkan keluarga untuk pemberian ASI/sonde
f.        Pantau keadaan umum: Pols, RR, Temp, PB/ BB


CATATAN PERKEMBANGAN

Hari Ke : 7
Tanggal  : 19 November 2007
S      :   Ibu mengatakan anaknya sudah mulai membaik
O     :   Keadaan umum membaik
            Mukosa bibir kering, pucat, gelisah, bayi belum mau menyusui, refleks
            hisap lemah.
            Pols            : 122 x/ menit      Temp     : 37,20C
            RR             : 48 x/ menit        BB         : 2700 gram
           
            Nutrisi
            Bayi belum mau menyusu
           
            Eliminasi
            BAK          : 3-4 x/hari
            BAB          : 1-2x/hari

            Tali pusat
            Sudah puput


            Ekstermitas
            Jari tangan  : Lengkap                         Pergerakan        : Lemah
            Jari kaki     : Lengkap                         Posisi                : Simetris
           
A     :   Diagnosa
            Bayi Ny. D usia 15 hari dengan tetanus Neonatorum
            Dasar
            Ds        : Ibu mengatakan bayinya sudah tidak panas lagi, hanya belum  
                          mau menyusui
            Do       : Keadaan umum membaik, bibir kering dan pucat
            Masalah
            Gangguan pemenuhan nutrisi dan cairan
            Ds        : Ibu mengatakan bayi belum mau menyusu
            Do       : Keadaan umum membaik, reflek hisap masih lemah
            Kebutuhan
            Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan
           
P      :   Pemenuhan nutrisi dan cairan
a.       Jelaskan pada keluarga kondisi bayi pada saat ini
b.      Memberi ASI 8 x 40 cc/hari/ sonde sesuai jadwal
c.       Infus D 5 % 6 tetes/ menit terpasang
d.      Observasi intake dan output
e.       Libatkan keluarga untuk pemberian ASI/sonde
f.        Pantau keadaan umum: Pols, RR, Temp, PB/ BB







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar