Jumat, 11 November 2011

Asuhan Kebidanan dengan Fluor Albus

Pengertian.
Flour Albus merupakan gejala yang paling sering dijumpai dalam ginekologi, Flour Albus adalah cairan yang keluar dari vagina yang berlebihan dan bukan merupakan darah. Secara normal seseorang wanita mengeluarkan cairan dari vagina yang berasal dari transudat dinding vagina, lender serviks dan kelenjar bartholini dan skene.
Penyebab
Sebab-sebab Flour albus :
- Konstitusional pada keadaan Astheni, anemia, nefritis kronis dan pada bendungan umum (decompensatio Cordi, Cirrhosis Hepatis)
- Kelainan Endokrin seperti functional bleeding (kadar estrogen tinggi) pada kehamilan karena hidraemia dan pengaruh endokrin)
- Infeksi
a. Vulvitis – Vulvovaginitis disebabkan oleh streptococcus, Staphylococcus, Haemophilus Vaginalis, Basil TBC, Basil Colli, Protozoa : Tricomonas Vaginalis, Monilia atau Cacing Oxyuris (pd anak).
b. Vaginitis, sering terjadi pada anak dan wanita pada menopause.
c. Cervicitis oleh Gonococcus, Staphylococcus dan Streptococcus.
d. Endometritis terutama terjadi kalau ada sisa placenta.
e. Salpingitis.
Asal Fluor
- Vulva, dihasilkan oleh kelenjar bartholini dan skene, secret ini bertambah pada perangsangan misalnya saat Coitus.
- Vagina, dibasahi oleh cairan transudat dan oleh lender dari serviks. Dalam kehamilan cairan vagina bertambah secara fisiologis.
- Cerviks, secret serviks yang normal bersifat jernih, liat, alkalis. Secret ini dipengaruhi oleh hormone-hormon ovarium baik kuantitas atau kualitas. Secret bertambah juga pada infeksi.
- Corpus Uteri, hanya menghasilkan secret pada fase ovulatoar. Secret ini bertambah pada endometritis akut, kalau ada sisa plasenta, polyp, mioma sub mukosa dan carcinoma.
- Tuba, walaupun jarang mengeluarkan Flour albus, kadang-kadang terjadi pada hydrosalpinx profluens.
Diagnosa
Diagnosa sebab Flour Albus dapat dicari dengan :
- Anamnesa : Apakah ada partner dengan Gonorhoe
- Keadaan Umum
- Pemeriksaan dalam : Pemeriksaan speculum untuk vagina dan serviks.
- Pemeriksaan mikrobiologis dan bakteriologis : serologis sifilis dan tes pap.
Komplikasi
Komplikasi Flour Albus adalah Pluritis, Eczema dan Candyloma Acuminata sekitar Vulva.
Penatalaksanaan
- Sekret merah muda, serosa banyak dan tidak berbau, mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri nonspesifik dan hipo estrogen.
Therapi : diberikan estrogen oral/ suppositoria / dianestrol
- Sekret putih, encer berbintik, banyak, bau apek disertai penyakit sistemik : BAK Panas, priritis Vulva, pseudotifa disebabkan oleh candida albicans.
Therapi : - Medika mentosa nistatin 3 x 500.000 iu/hari Oral (7-10 hari) atau 2 x 100.000 iu/hari pervaginam (14 hari)
- Kotrimokxazol
- Gentian violet 5%
- Mikonazole
- Krim Hydrokortison 0,5%
- Sekret kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banayk gatal, berbau busuk, nyeri tekan divulva dan disekitarnya, eritema vagina dengan petekie disebabkan oleh trikomonas vaginalis.
Therapi : Metronidazole 3 x 250 mg (oral) dan pemakaian kondom saaat berhubungan
- Sekret kuning kental sangat banyak, panas, gatal, nyeri tekan, sakit saat miksi, didapat abses atau menjalar ke endometrium salpink. Disebabkan oleh Neisseriae Gonorrhoe.
Therapi : Penisilin Prokain IM 4,8 juta iu didahului probenazid 1 gr (oral) ½ jam sebelumnya atau Ampicillin 3,5 gr oral atau tetrasiklin / eritromisin 4 x 500 mg (10 hari)
Sumber
FK UPB, 1998, Gynekologi. PT.Elstar Offset. Bandung
Mansjoer, Arif dkk, 1999.Kapita Selekta Kedokteran edisi ketiga. Media Aesculapius. Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono dkk. Ilmu Kandungan, 1999. YBP-SP. Jakarta.


ASUHAN KEBIDANAN PADA GANGGUAN REPRODUKSI DENGAN FLOUR ALBUS
DI POLI KIA/KB RSUD RATU ZALECHA
MARTAPURA
Pengkajian
Hari : Senin
Tanggal : 14-12-2009
Jam : 10.00 wita
No. RMK : 176082
S Data Subjektif
a. Identitas
Nama : Nn. Noraida
Umur : 17 tahun
Suku/Bangsa : Banjar/ Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMU
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Jl. Masjid Pasayangan RT. 04 No. 19 Martapura.
b. Keluhan Utama
Pasien dating ke poli kandungan dengan keluhan keluar lender berwarna putih kekuningan dan berbau amis sejak 1 bulan yang lalu, kemluan terasa gatal-gatal.
c. Riwayat Obstetri / haid
• Menarche : 12 Tahun
• Siklus : 28-30 hari
• Lamanya : ± 6 hari
• Banyaknya : 2x ganti pembalut
• Dismenorhoe : Kadang – kadang.
• HPHT : 20-11-09
d. Status perkawinan
Pasien belum menikah
e. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Tidak ada
f. Riwayat KB
Tidak ada
g. Riwayat kesehatan yang lalu
1. Pasien
Pasien tidak pernah menderita penyakit TBC, hepatitis, jantung dan Asma
2. Keluarga
Keluarga tidak ada yang pernah menderita penyakit TBC, Hepatitis, jantung dan Asma.
h. Riwayat kesehehatan sekarang
Sejak satu bulan yang lalu pasien mulai mengeluh keluar lender berwarna putih kekuningan, berbau amis dan terasa gatal-gatal pada kemaluannya.
i. Data Biologis
1. Pola nutrisi
Jenis makanan : Nasi, lauk pauk, sayur, air putih
Porsi : 1 piring nasi, semangkok sayur, 1-2 potong lauk
Frekuensi : 3 x sehari
Pantangan : tidak ada
2. Personal Hygiene
Frekuensi mandi : 2 x sehari
Frekuensi gosok gigi : 2 x sehari
Frekuensi ganti pakaian : 2 – 3 x sehari
Kebersihan vulva : setiap selesai BAB/BAK dibersihkan dengan air bersih, ganti celana dalam 2 x sehari
3. Pola aktivitas
Pasien tetap melakukan pekerjaan sehari-hari seperti biasa.
4. Pola Eliminasi
BAK
Frekuensi : ± 3 – 4 x sehari
Warna : Kuning jernih
Masalah : tidak ada
BAB
Frekuensi : 1 x sehari
Warna : Kuning
Konsistensi : Lembek
Masalah : Tidak ada
5. Pola Istirahat/tidur
Tidur siang : ± 1 jam (13.00 – 16.00)
Tidur malam : ± 8 jam ( 21.00 – 05.00)
6. Pola seksual
Tidak ada
j. Data Psikologis
Pasien merasa cemas dengan keluhan yang dialaminya, dan pasien berharap keluahannya ini bias hilang setelah diberi terapi.
k. Data Psikososial
Pasien berencana akan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.
l. Data Spiritual
Pasien melaksanakan ibadah sholat dengan teratur, sesuai dengan ajaran agama.
O Data Objektif
a. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Kesadaran : Compos Mentis
BB : 45 kg
TB : 151 cm
Tanda – tanda vital
Suhu : 36,5oC
Nadi : 88 x/mnt
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Pernafasan : 24 x/mnt
b. Pemeriksaan Khusus
1. Inspeksi
Kepala/ muka
Rambut : Keriting, hitam, bersih dan tidak rontok
Muka : tidak ada Odema
Mata : Simetris kanan/kiri, sclera tidak kuning, konjungtiva tidak pucat
Mulut : Tidak ada stomatitis, lidah bersih, gusi kemerahan, gigi tidak ada caries Dentis
Telinga : Lengkap kanan/kiri, tidak ada serumen, tidak ada peradangan
Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar gondok dan kelenjar limfe serta tidak ada pelebaran vena jugularis.
Dada/ mammae : tidak ada benjolam abnormal, bentuk simetris kanan/kiri
Perut : tidak ada luka bekas operasi
Ekstrimitas : tidak ada oedema dan varises.
2. Palpasi
Perut : tidak ada nyeri tekan, tidak teraba benjolan abnormal
Dada : tidak teraba benjolan abnormal
3. Auskultasi
Dada : Denyut jantung normal
4. Perkusi
Patella : Kanan/kiri positif
Nyeri ginjal : Kanan/kiri negative.
5. Periksa dalam : Tidak dilakukan karena pasien masih Virgin
c. Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium
A Analisa Masalah/Diagnosa
Flour Albus
P Planning
- Membangun hubungan saling percaya antara pasien dan bidan
- Memberikan dukungan emosional untuk mengurangi kecemasan pasien dengan cara memberikan informasi tentang gangguan yang dialaminya, ini dinamakan keputihan dan masih dapat diobati dengan pemberian terapi secara teratur.
- Memberikan penjelasan tentang cara menjaga kebersihan di daerah Vulva, yaitu :
a. Setiap selesai BAB/BAK cuci dengan air bersih dari arah depan kebelakang dan jika memakai sabun khusus vagina jangan terlalu sering karena akan membunuh bakteri baik yang ada disekitar vagina
b. Mengganti celana dalam minimal 3 x sehari dan sebaiknya memakai celana dalam dari bahan katun agar tidak lembab.
c. Anjurkan pasien melakukan cebok dengan air sirih setiap kali selesai BAB/BAK
- Kolaborasi dengan dokter Obsgyn untuk memberikan terapi, Yaitu :
Formyco salf 3 x sehari dioleskan didaerah vagina sebagai obat jamur
Dexymox 3 x 500 mg sebagai antibiotic
Alloris 3 x 10 mg perhari sebagai obat antihistamin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar