Rabu, 09 November 2011

ASKEB KEHAMILAN RISIKO TINGGI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi dengan lahirnya janin ke dunia luar. Lamanya normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam tiga trimester yaitu : trimester pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, trimester ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan (Sinopsis obstetri, 1998 : 43)
Kehamilan menyebabkan perubahan fisik, psikis dan sosial pada ibu, oleh karena itu peran keluarga sangat besar dalam upaya pemeliharaan kehamilannya. Pada primigravida merupakan kondisi kehamilan yang pertama kali dialami, maka asuhan antenatal care merupakan standar kepentingan dalam deteksi dini komplikasi yang terjadi baik pada ibu marupun janin, tapi asuhan antenatal care tidak hanya untuk ibu primigravida ibu multigravidarum harus tetap diberi asuhan antenatal care, oleh karena itu perawatan fisik dan mental sebelum persalinan harus dimulai sejak ibu merasa hamil (Manuaba, 1995 : 95)
Antenatal care merupakan parameter utama dalam mendeteksi dini adanya kelainan selama kehamilan, serta merupakan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal. Antenatal care sangat diperlukan oleh ibu hamil karena dapat membantu memantau kemajuan ibu hamil karena dapat membantu memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan pertumbuhan bayi. Dari antenatal care didapatkan data perkiraan persalinan di Indonesia setiap tahunnya 5.000.000 jiwa dijabarkan bahwa :
1.      Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 19.000 – 20.000 setiap tahunnya atau terjadi setiap 26-27 menit. Penyebab kematian ibu adalah perdarahan 30,5 %, infeksi 22,5 %, gestosis 17,5 %, anesthesis 2,0 %
2.      Kematian bayi sebesar 56/10.000 menjadi sekitar 280.000 atau terjadi setiap 18-20 menit. Penyebab kematian bayi adalah asfiksia neonatum 49 %, infeksi 24-34 %, BBLR 15-20 % catat bawaan 1-3 %
Salah satu penyebab kejadian diatas adalah pengawasan antenatal masih belum maksimal sehingga penyulit kehamilan dan hamil resiko tinggi tidak diketahui atau terlambat diketahui
Kehamilan resiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. Kumpulan riwayat faktor resiko tinggi meliputi faktor : umur, , paritas, ras, status perkawinan, riwayat persalinan, gizi dan nutrisi, keadaan sosial ekonomi, psikis, komplikasi, kehamilan, dll (Synopsis obsetetri jilid II, 1998 : 2001)
Mengembangkan obstetric klinik sosial, mengusahakan agar tenaga medis mampu mengenali kasus-kasus kehamilan resiko tinggi, serta pengawasan antenatal yang teratur, memegang peranan penting dalam hal ini. Dengan demikian faktor-faktor resiko tinggi dapat ditemukan sedini mungkin lalu dikoreksi dan penanganan sehingga dapat menghilangkan atau memperkecil pengaruhnya terhadap morbiditas dan mortalitas anak. Adapun frekuensi KRT yang dilaporkan oleh beberapa peneliti berbeda-beda tergantung dari cara penilaian faktor-faktor yang dimasukkan dalam kehamilan resiko tinggi. Angka untuk daerah di Indonesia belum ada. Rochayati (1977) dan RS Soetomo Surabaya melaporkan KRT mencapai 30,8 % dengan kriteria 24,9 % dengan memakai skor dari jumlah kasus periksa hamil sebagai penyebab (Sinopsis obstetri jilid II,1998, 202)
Maka dari itu, Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan bentuk pembelajaran klinik dengan menerapkan materi yang telah didapat di bangku kuliah terutama mata kuliah kebidanan komunitas pada keluarga, dimana mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata tentang peran dan fungsi bidan di masyarakat dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerja dengan individu, keluarga dan kelompok di tatanan pelayanan kebidanan serta dapat mengembangkan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pengorganisasian masyarakat               



1.2.  Tujuan
1.2.1.      Tujuan Umum
Mendapatkan pengalaman nyata dalam peran, fungsi dan tugas bidan serta dapat mengembangkan sikap etis, nasionalisme dan pelaksanaan dalam melaksanakan praktek kebidanan
1.2.2.      Tujuan Khusus
-         Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi oleh keluarga
-         Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menanggulangi masalah-masalah kesehatan dasar dalam keluarga
-         Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah kesehatan para anggotanya
-         Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kebidanan terhadap anggota keluarga yang sakit dan dalam mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya
-         Meningkatkan produksivitas keluarga dalam meningkatkan mutu hidupnya

1.3.  Manfaat Penulisan
1.3.1.      Bagi penulis
Sebagai pengalaman langsung dan evaluasi alam pelaksanaan asuhan  kebidanan komunitas di dalam praktek kerja lapangan yang telah didapat di perkuliahan
1.3.2.      Bagi institusi
Dapat digunakan sebagai bahan asuhan dan tambahan kepustakaan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan 
1.3.3.      Bagi lahan praktek/ masyarakat
Sebagai bahan masukan bagi masyarakat untuk mengetahui masalah kesehatan yang ada pada masyarakat


1.4.  Metode Penulisan
Asuhan kebidanan komunitas ini disusun setelah penulis melakukan penulisan secara deskriptif dalam bentuk studi kasus yang dibuat berdasarkan keadaan dalam situasi yang nyata. Dan tertuju pada pemecahan masalah dengan menggunakan metode : 
1.4.1.      Studi kepustakaan
Mengumpulkan data melalui bahasa ilmiah dengan cara membaca yang berkaitan dengan kehamilan resiko tinggi dan kesehatan masyarakat
1.4.2.      Wawancara dan observasi
Mengumpulkan data melalui tanya jawab secara langsung pada pasien, keluarga maupun tim kesehatan yang terkait 
1.4.3.      Pemeriksaan fisik
Data yang didapat melalui pemeriksaan fisik dengan cara inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi untuk mendapatkan data obyektif
1.4.4.      Dokumentasi
Suatu cara untuk memperoleh data dengan melihat, catatan medik, keluarga dan lain-lain 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


2.1    Konsep Dasar Kebidanan Komunitas
2.3.1        Pengertian
Kebidanan komunitas adalah seorang bidan yang bekerja melayani keluarga dan masyarakat di wilayah tertentu (Dr. J.H. Syahlan, SKM)
Kebidanan komunitas adalah para praktisi bidan yang berbasis komuniti harus dapat memberikan supervisi, yaitu dibutuhkan oleh wanita selama masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir secara komprehensif (United Kingdom Central Council For Nursing, Midwifery and health)
2.3.2        Sasaran pelayanan kebidanan komunitas
Sasaran pelayanan kebidanan komunitas adalah komuniti, di dalam komuniti terdapat kumpulan individu yang membentuk keluarga atau kelompok dalam suatu masyarakat
Sasaran utama pelayanan kebidanan komunitas adalah ibu dan anak dalam keluarga
Ibu                                :  Calon ibu/ masa pranikah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu meneteki, ibu masa interval, menopouse
Anak                             :  Bayi, balita, masa sekolah
Keluarga Berencana      :  Nuclear family (suami, istri, anak), extended family (keluarga besar, kakek, nenek, dll)
Masyarakat                   :  Masyarakat desa, kelurahan dalam batas wewenang kerja
2.3.3        Kegiatan pelayanan kebidanan komunitas yang dilakukan oleh Bidan
Kegiatan pelayanan kebidanan komunitas yang dilakukan oleh bidan meliputi :
a.         Penyuluhan kesehatan
b.        Pemeliharaan kesehatan ibu dan balita
c.         Konsep keluarga berencana
d.        Imunisasi, gizi, keluarga berencana
e.         Memberikan pelayanan kesehatan ibu di rumah
f.          Membina dan membimbing kader dan dukun bayi
g.         Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan
h.         Membina kerja sama lintas program dan lintas sektoral
i.           Melakukan rujukan medik
j.          Mendeteksi secara dini adanya efek samping dan komplikasi pemakai kontrasepsi

2.2    Konsep Dasar Keluarga
2.4.1        Pengertian
Adalah suatu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai suatu kesatuan atau unit masyarakat yang terkecil dan biasanya tidak selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan-ikatan lain. Mereka hidup bersama dalam satu rumah (tempat tinggal). biasanya di bawah asuhan seorang kepala rumah tangga dan makan dari satu periuk.
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain. (Dep. Kes. RI, 1998)
Dari kedua batasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga ini adalah :
1.    Unit terkecil masyarakat
2.    Terdiri dari dua orang atau lebih
3.    Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah
4.    Hidup dalam satu rumah tangga
5.    Dibawah asuhan seorang kepala rumah tangga
6.    Berinteraksi satu sama lain
7.    Setiap anggota keluarga menjalankan peranannya masing-masing
8.    Menciptakan dan mempertahankan suatu kebudayaan 
2.4.2        Struktur Keluarga
Struktur keluarga ada bermacam-macam diantaranya adalah :
a.       Patrilineal                  :   Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b.      Matrilineal                 :   Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui garis ibu.
c.       Matrilokal                 :   Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
d.      Patrilokal                  :   Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
e.       Keluarga kawinan     :   Hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena
Ciri-ciri struktur keluarga Anderson Carter :
1.      Terorganisasi : saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga
2.      Ada keterbatasan : setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing- masing.
3.      Ada perbedaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.

2.4.3        Tipe/Bentuk Keluarga
a.       Keluarga Inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak -anak.
b.      Keluarga Besar (Extended Family) adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara misalnya : nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c.       Keluarga Berantai (Serial Family) adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d.      Keluarga Duda/Janda (Single Family) adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
e.       Keluarga Berkomposisi (Composite) adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
f.        Keluarga Kabitas (Cahabitation) adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.
2.4.4        Peranan Keluarga
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat kegiatan yang berhubungan dengan individu dalarn posisi dan situasi tertentu.
1.        Peranan Ayah    :  ayah sebagai kepala keluarga dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pernberi rasa aman.
2.        Peranan Ibu       :  sebagai istri dan ibu dari anak-anak. Ibu mempunyai peranan untuk mengurus rurnah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak- anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya.
3.        Peranan Anak    :  anak-anak rnelaksanakan peranan psiko sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial dan spiritual. 

2.4.5        Fungsi Keluarga
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga sebagai berikut :
a.   Fungsi Biologis
1.      Untuk meneruskan keturunan
2.      Memelihara dan rnernbesarkan anak
3.      Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
4.      Memelihara dan merawat anggota keluarga
b.  Fungsi Psikologis
1.      Memberikan kasih sayang dan rasa aman
2.      Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
3.      Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
4.      Memberikan identitas keluarga
c.   Fungsi Sosialisasi
1.      Membina sosialisasi pada anak.
2.      Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
3.      Meneruskan nilai budaya keluarga
d.  Fungsi Ekonomi
1.      Mencari sumber-sumber penghasilan untuk rnemenuhi kebutuhan keluarga
2.      Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk rnernenuhi kebutuhan keluarga
3.      Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang
Arti lain membagi fungsi keluarga sebagai berikut :
1.      Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2.      Fungsi Sosialisasi Anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3.      Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik.
4.      Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah keluarga menjaga secara instuitif. merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga.
5.      Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
6.      Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain. Kepala keluarga bekerja untuk memperoleh penghasilan. mengatur penghasilan tersebut.
7.      Fungsi Rekreatif Tugas keluarga dalam fungsi rekreatif ini tidak selalu harus pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga. Rekreasi dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton televisi bersama, bercerita tentang pengalaman masing- masing dan sebagainya.
8.      Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus dari berbagai fungsi diatas 3 fungsi pokok keluarga terhadap anggota keluarganya adalah :
1)      Asah adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya. 
2)      Asih adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, kehangatan kepada anggota keluarga sehingga kemungkinan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.
3)      Asuh adalah menuju kebutuhan pemelihara dan perawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara sehingga diharapkan rnenjadikan mereka anak-anak yang sehat baik fisik, mental, sosial dan spiritual.
2.4.6        Ciri-Ciri Keluarga
a.       Diikat dalam suatu tali perkawinan
b.      Ada hubungan darah
c.       Ada ikatan batin
d.      Ada tanggung jawab masing-masing anggotanya
e.       Ada pengambilan keputusan
f.        Kerjasama diantara anggota keluarga
g.       Komunikasi interaksi antar anggota keluarga
h.       Tinggal dalam suatu rumah

2.3    Konsep Dasar Kehamilan Fisiologis
2.1.1 Definisi Kehamilan
-     Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi dengan lahirnya janin ke dunia luar. Lamanya normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari)  (Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal : 89)
-     Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkambangan janin intra uterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. (Manuaba, 1994: 4)
2.1.2 Proses Kehamilan







Zigot
 




Morula
 













2.3.3        Diagnosa Kehamilan
A.     Tanda-tanda hamil
Tanda pasti
·        Terdengar cortonen
·        Teraba gerakan janin
·        Rangka gerakan janin
·        Melihat hasil konspsi pada ultrasonografi
B.     Primigravida dan multigravida

Primigravida
Multigravida
Buah dada
Papila mammae
Striae gravidarum
Vulva
Vagina
Perineum
Ostrium uteri exter 
Regang
Runcing
Livide
Menutup
Impervoratus, sempit
Rugag Å
Utuh
Bulat
Lembab, mengantung
Tumpul
Albican
Menganga
Carurculag myrtifomis
Longgar, licin
Jaringan parut Å
Berbentuk garis

C.     Tuanya kehamilan
·        Lamanya amenorhoe
·        Tinggi fundus uteri : hanya berguna untuk letak kepala
12 minggu : 3 jari atas sympisis
16 minggu : ½ sympisis pusat
20 minggu : 3 jari bawah pusat
24 minggu : setinggi pusat
28 : minggu            : 3 jari atas pusat
32 minggu : ½ pusat PA
36 minggu : 3 jari bawah px
·        Mc. Donald
Tuanya kehamilan : TFU / 3,5 cm
·        Dari masuk tidaknya kepala dalam PAP
Primigravida kepala masuk PAP pada minggu ke 36
Multigravida kepala masuk PAP permulaan inpartu
D.     Anak hidup atau mati
Tanda-tanda anak mati :
1.      Bunyi jantung anak tidak terdengar lagi
2.      Rahim tidak membesar malahan fundus turun
3.      Palpasi anak menjadi kurang jelas
4.      Reaksi biologis menjadi negatif
5.      Ibu tak merasa lagi pergerakan anak
6.      Pada gambar rontgen terlihat
-         Tanda spolding
-         Tulang punggung sangat melengkung
-         Adanya gelembung-gelembung gas dalam rahim
E.      Tanda tungga atau kembar
Tanda anak kemabar :
1.      Perut lebih besar dari usia kehamilan
2.      Meraba 3 bagian besar atau lebih
3.      Meraba 2 bagian besar berdampingan
4.      Meraba banyak bagian kecil
5.      Mendengar DJJ
·        Panctum maximum 2 tempat
·        Dengan perbedaan denyut lebih dari 10 x/menit
6.      Pada foto rontgen melihat kerangka janin
F.      Letak anak
Situs             :  Letak bujur/ melintang
Habitus         :  Fleksi/ defleksi
Positio          :  Menentukan letak kepala
Presentatio   :  Menentukan bagian terendah anak
G.     Kehamilan intrauterine atau extrauterin
Tanda intrauterin
·        Pada waktu meraba anak, uterus berkontraksi
·        Kadang-kadang ligamentum rotundum teraba kanan, kiri dari tumor yang mengandung anak
Tanda ekstrauterin
·        Bagian anak mudah sekali dipalpasi
·        DJJ lebih jelas
·        Biasanya ada kelainan letak
·        Disamping bayi teraba tumor yaitu uterus
·        Oxitosin tes uterus tidak bereaksi 
H.     Keadaan jalan lahir
Ukuran luar spinorum
·        Distonsia Spinarum            : 23 – 26 cm
·        Distonsia Cristorum           : 26 – 29 cm
·        Conjugata Externa             : 18 – 20 cm
·        Distonsia Tuberum             : 10,5 cm
·        Lingkar panggul                 : 80 – 90 cm    
I.        Keadaan umum ibu
Tanda-tanda vital
Tekanan darah   : 110/70 mmHg          Suhu     : 36,5 0C – 37,5 0C
Pernafasan         : 16 – 24 x/menit         Nadi     : 80 – 88 x/mnt
2.3.4        Diagnosa banding kehamilan
a.       Kehamilan palsu
b.      Myoma uteri
c.       Kista ovarium
d.      Hematometra
e.       Kandung kemih penuh

2.3.5        Perubahan-perubahan pada wanita hamil
A.     Perubahan fisiologis
1.      Perubahan yang dilihat
a.       Pada Kulit
       Muka menyerupai topeng yang disebut cloasma gravidarum.
       Pada areola mammae mengalami hyperpigmentasi dan puting susu juga menghitam dan membesar serta lebih manonjol.
       Perut terdapat linea alba (garis hitam yang terbentang atas sympisis sampai pusat) dan linea nigra (lebih hitam terbentang di tengah-tengah pusat) dan ada pula striae gravidarum yang merupakan garis-garis pada kulit yang dibedakan striae livida (hitam) dan striae albican (putih).
b.      Perubahan pada kelenjar gondok, tetapi perubahan ini tidak selalu terdapat pada wanita hamil.
c.       Alat kelamin luar kelihatan lebih biru disebabkan adanya coengesti pada peredaran darah.
d.      Tungkai timbulnya varices pada sebelah atau keduanya pada hamil tua sering oedem pada salah satu tungkai.
e.       Setiap penderita pada waktu kehamilan lordose.
2.      Perubahan yang tidak kelihatan
a.       Darah
Volume darah bertambah sekitar 30 % sedangkan sel darah bertambah sekitar 20 %. Curah jantung bertambah sekitar 30 %. Pertambahan sel darah tidak sesuai dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodiksi yang disertai anemia fisiologis.
b.      Alat-alat kencing
Ginjal bekerja lebih berat karena harus menyaring ampas dari dua orang yaitu ibu dan janin. Pada bulan ke dua kehamilan akan terjadi sering buang air kecil karena uterus lebih antefleksi dan membesar sehingga menekan ureters.
c.       Rahim atau uterus
Akan mengalami hypertrofi dan hyperplasia dari yang semula sebesar jempol dengan berat 30 gram menjadi seberat 1000 gram. Ishmus uteri menjadi lebih panjang dan lunak sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-olah kedua jari dapat saling menyentuh (tanda hegar). Dinding rahim meregang karena ishmus uteri tertarik ke atas dan menipis (SBR). Bentuk rahim tidak sama (tanda piskacek).
d.      Sistem pernafasan
Ibu hamil mengeluh sasak/ mengalami sesak dan pendek nafas serta mengalami pernafasan lebih dalam sekitar 20 – 25 % dari biasanya, hal ini terjadi karena desakan diafaragma rahim yang besar pada umur kehamilan 32 minggu  
e.       Saluran pencernaan
Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat menyebabkan
-         Hipersalvasi
-         Morning slecnos
-         Emosis gravidarum
-         Alat pencernaan lebih kendor, persitaltik kurang menimbulkan konstipasi dan obstipasi  
3.      Perubahan psikologik
Menurut teori Rubin :
Trimester I       :    Ambivalen, Takut, Fantasi, Kuatir.
Trimester II      :    Perasaan lebih enak, meningkatnya kebutuhan untuk mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan janin, kadang kelihatan egosen trik dan self centered
Trimester III    :    Berperasaan aneh, sembrono, menjadi lebih introvert, merefleksikan terhadap pengalaman masa lalu
2.3.6        Pembagian usia kehamilan
Kehamilan dibagi menjadi tiga Trimester:
a.       Trimester I       : 0-12 minggu.
b.      Trimester II     : 13-27 minggu.
c.       Trimester III    : 28-40 minggu

2.4    Konsep Dasar Kehamilan Resiko Tinggi
2.2.1        Pengertian
Kehamilan resiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin kehamilan yang daihadapi (Manuaba, 1998 : 33)
2.2.2        Faktor resiko tinggi
a.       Faktor non medis
-         Kemiskinan
-         Ketidaktahuan
-         Adat tradisi
-         Kepercayaan
-         Status gizi
-         Status sosial ekonomi
-         Lingkungan
b.      Faktor medis
Penyakit-penyakit ini dan janin, kelainan obstetrik, gangguan plasenta, gangguan tali pusat, komplikasi persalinan penyakit neonatus dan kelainan enetik
1.      Low-low risk
Adalah kasus-kasus baik pada kehamilan maupun dalam persalinan yang bukan/ tidak ada resiko 
2.      High low risk
Adalah kasus-kasus baik pada kehamilan maupun tidak ada lagi pada persalinan
3.      Low high risk
Kasus-kasus tanpa resiko selama kehamilan, tetapi dengan resiko tinggi pada persalinan 
4.      High-high risk
Adalah kasus-kasus dengan resiko tinggi baik pada kehamilan maupun persalinan
2.2.3        Kriteria kehamilan resiko tinggi
1.      Menurut Puji Rochayati
·        Primipara muda umur kurang 16 tahun
·        Primipara tua umur diatas 35 tahun
·        Primipara skunder dengan umur anak terkecil diatas 5 tahun
·        Tinggi badan < 145 cm
·        Riwayat kehamilan yang buruk
-         Pernah keguguran
-         Pernah persalinan premature, lahir mati
-         Riwayat persalinan dengan tindakan
-         Pre-eklamsi
-         Kehamilan dengan perdarahan
-         Kehamilan dengan letak salah/ kelainan letak   
·        Kehamilan dengan penyakit ibu yang mempengaruhi kehamilan
·        Kurang darah
-         TB paru
-         Kencing manis
-         Penyakit menular seksual
-         Jantung
·        Bengkak pada muka/ tungkai dan tekanan darah tinggi
·        Hamil kembar dalam kandungan
·        Kehamilan lebih bulan
·        Letak sungsang
·        Letak lintang 
2.2.4        Komplikasi kehamilan resiko tinggi
1.      Anemia
2.      Hipertensi
3.      Penyakit jantung
4.      Diabetes millitus
5.      Obesitas
6.      Penyakit saluran kencing
7.      Penyakit hati
8.      Penyakit paru

  BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1.    Data Umum
3.1.1         Identitas Keluarga
Kecamatan     : Kesamben               
Kelurahan       : Kedung Betik          
RT/RW          : 03/01                      
Alamat           : Dsn. Kedung Betik  
                                            Ds. Kedung Betik    
Kepala Keluarga
Nama
Umur
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Penghasilan
:
:
:
:
:
:
:
Tn ”Y”
Ny ”M”
25 tahun
Islam
SMU
IRT
-


Nama
Umur
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Penghasilan

:
:
:
:
:
:

Tn ”Y”
30 tahun
Islam
SMU
Swasta
-

3.1.2         Susunan dan kesehatan anggota keluarga                                      
No
Jumlah Anggota Keluarga
Nama
Jk
Umur
Hub. KK
Pendidikan
Keadaan pada saat kunjungan pertama
No. KIA/KB
1.
Munasan
L
50 thn
Suami
SD
Baik
-
2.
Marliah
P
45 thn
Istri
SD
Baik
KB Suntik
3.
Ima R.
P
15 thn
Anak
SMP
Baik
-
4.
Ninia
P
9 thn
Anak
SD
Baik
-
5.
Yusuf
L
29 thn
Suami
SMU
Baik
-
6.
Mutiah
P
25 thn
Istri
SMP
Baik
-
7.
Ngadi
L
25 thn
Suami
SD
Baik
-
8.
Mahmudah
P
23 thn
Istri
SMP
Baik
KB Suntik
9
Vivi
P
7 bln
Anak
-
Baik
-

Tipe keluarga ini adalah keluarga besar, yang paling dominan dalam pengambilan keputusan adalah suami sebagai Kepala keluarga. Hubungan dalam keluarga cukup harmonis.
3.1.3         Dena Rumah
Keterangan
1 : Ruang tamu 
2 : Kamar        
3 : Kamar        
4 : Ruang Keluarga
5 : Kamar mandi
6 : Dapur


3.1.4         Genogram                       



 
















Keturunan
 


 

Laki-laki
 
Keterangan     :         :                               :                      
Perempuan
 
                                                    :                               : Meninggal
Pernikahan
 
                                                    :
                                                   
3.1.5         Situasi Lingkungan
a.      Rumah
Luas                       : 10 m x 4 m
Jenis Rumah           : Tersendiri
Letak                     : Jauh dari vektor
Dinding                   : Tembok
Atap                       : Genteng
Lantai                     : Plester
Cahaya                   : Terang
Ventilasi                 : Cukup
Jendela                   : Ada 3 buah
Kebersihan             : Cukup bersih
Jumlah Ruangan      : 4 ruangan
b.      Air Minum
Asal                   :   Sumur
Kualitas air         :   Cukup baik
Konsumsi air      :   Bersih
c.      Pembuangan Sampah
Sampah              :   Dibakar, dibelakang rumah
d.      Jamban dan kamar mandi
Jenis jamban                         :   Cemplung di sungai
Jarak dengan sumber air       :   6 m
Kebersihan                           :   Cukup
Kamar mandi                        :   Ada
e.      Pekarangan dan Selokan
Pengaturan                     :   Teratur
Kebersihan                     :   Bersih
Air Limbah                     :   Teratur
Tanaman Peneduh          :   Tidak ada
Peralatan Pekarangan     :   Ada
f.        Kandang Ternak
Bangunan                       :   Tidak punya
Letak                             :   -
Kebersihan                     :   -
3.1.6         Kegiatan Keluarga Sehari-hari
a.      Kegiatan Tidur
Kebiasaan tidur keluarga tidak teratur dan tergantung kepada kemauan anggota keluarga masing-masing
b.      Kebiasaan Makan
Makan 3x sehari dengan makanan pokok, nasi, lauk-pauk, sayur-mayur. Keadaan fisik keluarga tidak ada yang terlalu gemuk atau terlalu kurus dengan berat badan yang seusai dengan tinggi badan  
c.      Penggunaan waktu luang
Penggunaan waktu senggang oleh ibu digunakan untuk istirahat tetapi kadang-kadang waktu luang ibu digunakan untuk ngobrol dengan tetangga. Dan ibu tidak terlalu aktif dalam kegiatan RT/RW
Ayah sehari-harinya sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang pencari piyek, pulang ke rumah kadang-kadang sore, tapi itupun jarang, waktu kumpul dengan keluarga biasanya habis maghrib
d.      Situasi sosial budaya
-         Ibu dan suaminya berasal dari suku yang sama yaitu
-         Suku Jawa tidak ada pantangan dalam makanan
-         Selama hamil ibu tidak pernah minum jamu
-         Ibu tidak pernah merokok
-         Tidak diadakan upacara selamatan 3 bulanan dan 7 bulanan
e.      Keadaan psikosisal
-         Kehamilan ini sangat diharapkan oleh suami, istri dan keluarga suaminya tidak mengharapkan jenis kelamin tertentu, yang terpenting adalah ibu melahirkan
-         Hubungan ibu dengan suami, keluarga, tetangga baik
-         Ibu mengharapkan kelahiran bayinya berjalan dengan normal dan tidak ada kendala 
3.1.7         Keadaan Kesehatan Keluarga
a.         Penyakit yang diderita keluarga
Ibu mengatakan saat ini sedang hamil 9 bulan, dan tidak ada keluhan. Keadaan anak-anak baik, keadaan anggota keluarga lainnya juga baik. Dan ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular dan menahun seperti DM, jantung, hypertensi, TBC, asma, hepatitis  
b.        Pemanfaatan fasilitas kesehatan
Ibu mengatakan periksa rutin di BPS selama hamil ini ± 6 x

3.2.    Data Khusus
3.2.1     Biodata
Nama             : Ny ”M”
Umur              : 25 tahun
Agama           : Islam
Pendidikan     : SMU
Pekerjaan       : Ibu rumah tangga
Kawin ke       : 1 x
Lama kawin    : 6 tahun
3.2.2     Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil 9 bulan
3.2.3     Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan hamil anak yang kedua dengan usia kehamilan 9 bulan dan tidak ada keluhan 
3.2.4     Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit manurun dan menular seperti DM, jantung, hypertensi, asama, TBC, hepatitis, ibu hanya menderita batuk biasa. Ibu mengatakan tidak pernah operasi dan tidak pernah mengalami ketergantungan obat-obatan 
3.2.5     Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menahun dan menular seperti DM, jantung, hypertensi, asama, TBC, hepatitis. Dan ada riwayat kembar baik dari pihak ibu maupun suami
3.2.6     Riwayat Kebidanan
a.       Riwayat haid
Menarche                    :  12 tahun
Haid teratur/ tidak        :  teratur
Siklus                          :  28 hari
Lama haid                   :  6 – 7 hari
Banyaknya                  :  Pada hari 1 – 3 ganti pembalut 2 x/hari, pada hari 4 – 7 ganti pembalut 1 x/hari 
Warna                         :  Merah
Keluhan                       :  Tidak ada
Flour albus                  :  Ya, 4 hari sebelum haid
Warna                         :  Putih jernih
Bau                             :  Tidak berbau, tidak berwarna
Jumlah                         :  Sedikit
Konsistensi                  :  Kental
b.      Riwayat kehamilan sekarang
Hamil ke                      :  Dua   
Amenorhoe                 :  9 bulan
HPHT                         :  15-06-2005
HPL                            :  22-03-2006
Umur kehamilan           :  39 minggu
Gerakan janin dirasakan pada umur kehamilan 5 bulan
ANC   TM I         : 1 x di BPS
            TM II       : 2 x di BPS
            TM III      : 3 x di BPS
Keluhan selama hamil
TM I      : Ibu mengeluh mual muntah di pagi hari
TM II     : Tidak ada
TM III   : Tidak ada
Obat-obatan yang pernah didapat : Fe, kalk, vitamin 
Imunisasi TT
Penyuluhan yang pernah didapat : -
c.       Riwayat kehamilan, persalinan nifas yang lalu

Kawin ke
Anak ke
UK
Jenis Persalinan
Penolong
JK
BB
PB
H/M
Nifas
1
I
6 bln (gemeli
Spontan
Dokter
-
1500 g
-
Mati
Normal
1
II
Hamil ini







d.      Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah ikut KB jenis apapun nantinya ibu belum berencana ikut KB jenis apa
3.2.7     Kebiasaan sehari-hari
a.       Pola nutrisi
Saat pengkajian     :  Makan 3 x/hari, porsi sedang, nasi, lauk-pauk, sayur-mayur
                                Minum : ± 8 – 9 gelas/hari, air putih
b.      Pola istirahat
Saat pengkajian     :  Siang : 13.00-14.00 WIB tidak ada gangguan
                                Malam : 21.00-04.30 WIB tidak ada gangguan
c.       Pola eleminasi
Saat pengkajian     :  BAK : ± 6-7 x/hr, warna kuning jernih, bau khas, konsistensi cair, tidak ada gangguan
                                BAB : ± 1 x/hr, bau khas, konsistensi lunak, warna kuning, tidak ada gangguan 
d.      Pola personal hygiene
Saat pengkajian     :  Mandi 2 x/hr, gosok gigi 2 x/hr, ganti baju dan ganti pakaian dalam setiap habis mandi, keramas 3 x/minggu 
e.       Pola aktivitas
Saat pengkajian     :  Ibu mengatakan mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci, memasak, tetapi masih dibantu oleh keluarga yang lain
3.2.8     Pemeriksaan fisik
1.      Keaadan umum                       :  Baik
Kesadaran                               :  Composmentis
Postur tubuh                            :  Tegak
Cara berjalan                           :  Lordosis
Tinggi badan                            :  140 cm
BB sebelum hamil                    :  43 kg
BB sekarang                            :  50 kg
Kenaikan BB selama hamil       : 7 kg
Lila                                          :  22,5 cm
2.      Tanda-tanda Vital
Tekanan darah              : 100/70 mmHg
Nadi                             : 80 x/mnt
Suhu                             : 36,7 0C
RR                               : 20 x/mnt
3.      Pemeriksaan
Kepala                        :  rambut hitam, kulit kepala bersih, penyebaran rambut merata, tidak ada ketombe, tidak ada rambut rontok
Muka                          :  tidak pucat, tidak ada cloasma gravidarum, tidak ada oedema
Mata                           :  simetris, conjungtiva merah muda, sklera putih porselin
Hidung                        :  lubang hidung simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip
Mulut dan gigi              :  bibir simetris, bibir lembab, tidak ada simetris, tidak ada gigi berlubang, tidak ada gigi palsu, tidak ada caries, lidah bersih
Telinga                        :  simetris, tidak ada serumen, tidak ada gangguan pendengaran
Leher                          :  tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran vena jugularis
Dada                           :  simetris, tidak ada penarikan intracosta, tidak ada kelainan bentuk
Payudara                     :  simetris, hyperpigmentasi, areola mammae, putting susu menonjol, colostrum belum keluar
Abdomen                    :  pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan, terdapat linea alba, linea nigra, tidak ada luka bekas operasi
Punggung                     :  tidak ada kelainan
Genetalia                     :  bersih, tidak ada oedema, tidak ada varices, tidak ada condiloma akuminata dan condiloma matalata
Anus                           :  tidak ada hemoroid
Ekstremitas atas           :  simetris, jumlah jari lengkap, tidak oedem, tidak ada gangguan pergerakan
Ekstremitas bawah       :  simetris, jumlah jari lengkap, tidak oedem, tidak ada varices, tidak ada gangguan pergerakan
Palpasi
Leher          :  tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembendungan vena jugularis
Ketiak        :  tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Payudara    :  konsistensi kenyal, tidak ada benjolan abnormal, colostrum belum keluar pada payudara kanan dan kiri
Abdomen    :  Leopold I         :  TFU 3 jari di bawah pro exfodeus (30 cm) pada fundus teraba lunak, tidak melenting
                     Leopold II       :  pada sebelah kiri teraba lurus seperti papan dan sebelah kanan teraba bagian terkecil
                     Leopold III      :  bagian terendah janin adalah kepala
                     Leopold IV      :  kepala sudah masuk PAP
Auskultasi
Dada          :  tidak ada ronchi, tidak ada whezing
Abdomen    :  DJJ Å (11-11-11) terdengar jelas dan teratur di sebelah kiri di bawah pusat 
Perkusi
Reflek patella +/+
4.      Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan
5.      Pemeriksaan panggul
-
Kesimpulan       :  GII P01000­ umur kehamilan 39 minggu, hidup, tunggal, intrauterin, letak kepala, keadaan jalan lahir normal, keadaan umum ibu baik
3.2.9     Analisa data
Masalah yang dialami keluarga Tn ”Y” disebabkan ketidak tahuan tentang kesehatan, hal ini terjadi karena rendahnya pengetahuan ibu tentang bahaya kehamilan/resiko tinggi kehamilan yang ibu alami saat ini. Disamping itu ditunjang oleh faktor lingkungan fisik, sosial budaya masyarakat di tempat ibu tinggal. Tapi meskipun begitu ibu sudah menyadari bahwa tenaga kesehatan (bidan) sangar berperan penting dalam mencapai kesehatan keluarga. Sanitasi lingkungan yang kurang baik merupakan ancaman kesehatan terhadap keluarga khususnya ibu
Tingkat pendidikan atau kebiasaan yang melekat merupakan hambatan, tapi hambatan yang paling besar adalah adat kebiasaan dan pengetahuan ibu terhadap kesehatan yang nantinya yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan, dalam membina dan merawat kesehatan pada keluarga Tn ”Y”. Oleh karena itu intervensi yang pertama yang harus dilakukan adalah merencanakan persalinan pada ibu tentang kondisinya. Dan juga memberikan penyuluhan kesehatan pada keluarga untuk mengubah perilaku keluarga yang dilakukansecara bertahap dalam membangkitkan motivasi kelarga ke arah perilaku sehat, sehingga nantinya dapat mencapai atau menuju pada persalinan yang aman, yang otomatis nantinya dapat mengurangi angka kematian pada ibu maupun bayi
3.2.10 Perumusan masalah
Dari data-data diatas dan hasil analisa yang sederhana maka permasalahan yang timbul pada keluarga Tn ”Y” adalah resiko tinggi pada kehamilan Ny ”M”, sehingga nantinya akan dapat terjadi persalinan yang tidak aman, hal ini disebabkan oleh faktor ketidaktahuan dan ketidak mampuan keluarga dalam bidang kesehatan sehingga timbul masalah-masalah sebagai berikut :
1.      Kehamilan resiko tinggi
2.      Status ekonomi rendah
3.      Kesehatan lingkungan 
3.2.11 Prioritas masalah
Untuk menghadapi masalah pada keluarga Tn ”Y” secara keseluruhan tidak mungkin, oleh karena itu dilakukan prioritas masalah kesehatan, dimana masalah kesehatan dan kebidanan yang mengancam kesehatan keluarga itulah yang menjadi prioritas utama. Agar dapat melakukan prioritas keluarga secara tetap, maka dilakukan pembobotan, sebagai berikut
Ä     Kehamilan resiko tinggi    
No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1.
Sifat Masalah
2/3 x1
2/3
Hal ini karena skor ibu 10 (skor Pudji Rohyati) disamping tinggi badan ibu yang kurang dari  145 cm dan ibu pernah melahirkan gemelli
2.
Kemungkinan masalah dapat di ubah
0/2 x 2
0
Hal ini karena ibu termasuk kehamilan resiko tinggi sehingga ibu harus melahirkan di bidan/dokter
3.
Menonjolnya masalah

2/2 x 1
1
Ibu merasa perlu untuk melahirkan ke tenaga kesehatan (dokter/bidan) karena kehamilan ibu ini dapat membahayakan dirinya dan bayinya
Jumlah Skor
2 1/3

Ä     Status Ekonomi Rendah
No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1.
Sifat Masalah
2/3 x1
2/3

Ancaman kesehatan

2.
Kemungkinan masalah dapat di ubah
0/2 x 2
0
Hanya sebagian, bila keluarga bekerja keras
3.
Potensi masalah untuk diubah 
1/3 x 1
1/3
Karena pencari piyek satu-satunya mata pencaharian
4.
Menonjolnya masalah

½ x 1
½
Keluarga menyadari bahwa pekerjaan/ penghasilan sebagai pencari piyek (burung dara) merupakan masalah yang tidak perlu segera ditangani
Jumlah Skor
1 ½


Ä     Kesehatan Lingkungan
No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1.
Sifat Masalah
2/3 x1
2/3

Ancaman kesehatan

2.
Kemungkinan masalah dapat di ubah
½ x 1
½
Ada kemauan keluarga untuk buang hajad (BAB) di WC penduduk
3.
Potensi masalah untuk dicegah
2/3 x 1
2/3
Hanya sebagian karena merupakan kebiasaan dari penduduk
4.
Menonjolnya masalah

0/2 x 1
0
Lingkungan yang tak bersih tidak dianggap sebagai suatu masalah yang penting oleh keluarga
Jumlah Skor
1 5/6

Berdasarkan hasil pembobotan masalah diatas, maka urutan prioritas masalah kesehatan dan keperawatan pada keluarga         Tn. ”A” dapat disusun sebagai berikut :
Prioritas 1     :   Kehamilan resiko tinggi
Prioritas 2     :   Status Ekonomi rendah.
Prioritas 3     :   Kesehatan Lingkungan.
3.2.12 Rencana Tindakan dan Evaluasi Perawatan Keluarga
Data           :   Ibu mengatakan pernah melahirkan bayi kembar pada usia kehamilan 7 bulan dan dua bayinya meninggal
Masalah     :   Kurang memahami dan mengerti tentang kehamilan resiko tingg
Tujuan        :   Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 30 menit diharapkan ibu mengerti tentang kondisi dirinya bahwa kehamilannya adalah kehamilan resiko tinggi dengan kriteria hasil :
1.      Ibu mengerti tentang kondisi dirinya
2.      Ibu mengerti tentang apa saja yang harus dilakukan bila ada tanda-tanda persalinan
3.      Ibu mengerti dan memahami bahwa kehamilannya merupakan resiko tinggi
Rencana :
Memberikan penyuluhan tentang :
1.      Pengertian kehamilan resiko tinggi
2.      Pentingnya ANC rutin bagi ibu sendiri
3.      Memberikan penyuluhan tentang tanda bahaya persalinan
4.      Menganjurkan untuk melahirkan di bidan/ dokter 
Tindakan    :
Tanggal      : 14 Maret 2005         Jam        : 09.30 WIB
1.      Memberikan penyuluhan tentang pengertian kehamilan resiko tinggi
2.      Memberikan penyuluhan tentang pentingnya ANC rutin bagi ibu
3.      Memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda bahaya persalinan
4.      Menganjurkan ibu untuk melahirkan di bidan/ dokter

Evaluasi
S      :   Keluarga menerti dan memahami tentang apa ayang dijelaskan oleh tenaga kesehatan
O     :   Keluarga kooperatif terhadap penjelasan yang diberikan oleh petugas kesehatan
A     :   Rencana belum berhasil
P      :   Mengadakan kunjungan rumah 3 hari lagi 
            Pemantauan selanjutnya diserahkan pada bidan

BAB V

PENUTUP

5.1.    Kesimpulan
1.       Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin sejak konsepsi dan berakhir dengan permulaan persalinan
2.       Kehamilan resiko tinggi adalah keadaan yang mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapinya
3.       Faktor-faktor resiko tinggi ada 2 macam :
a.       Faktor non medis meliputi : kemiskinan, ketidaktahuan adaptasi tradisi, kepercayaan, status gizi, status sosial ekonomi, lingkungan faktor fasilitas dan sarana kesehatan yang masih kurang
b.      Faktor medis meliputi : penyakit-penyakit ibu dan janin, kelainan obstetri, gangguan plasenta, gangguan tali pusat, komplikasi, persalinan, penyakit neonatus dan kelainan genetik 
4.       Dengan adanya kehamilan resiko tinggi beserta komplikasi yang menyertai diharapkan bidan dapat melakukan rujukan terencana dan berencana

5.2.    Saran
1.       Bagi klien
Diharapkan klien mengerti tentang kehamilannya, keadaan janin dan bisa kooperatif dengan petugas kesehatan dalam melaksanakan asuhan kebidanan ini
2.       Bagi mahasiswa
Mahasiswa dapat melaksanakan teori manajemen kebidanan komunitas dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL)
3.       Bagi institusi  
Sebagai bahan kepustakaan bagi yang membutuhkan asuhan kebidanan komunitas dan perbandingan pada penanganan kasus ANC dengan resiko tinggi
4.       Lahan praktek
Mendapatkan dan memfasilitator dalam melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif

DAFTAR PUSATAKA

 Prawiroharjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. 1994

Prawirohardjo, Sarwono. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. 2002

Mochtar, Rustam. Sinopsis Obstetri. Penerbit Buku Kedokteran, EGC : Jakarta. 1998

Manuaba. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Penerbit Buku Kedokteran, EGC : Jakarta. 1998

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar