Jumat, 11 November 2011

OSTEOPOROSIS

Osteoporosis

Wanita Lebih Cepat Mengalami Osteoporosis Daripada Pria.

Osteoporosis adalah gangguan metabolisme tulang sehingga massa tulang berkurang. Komponen matriks tulang, yaitu mineral dan protein berkurang. Resorpsi terjadi lebih cepat daripada formasi tulang, sehingga tulang menjadi tipis (Pusdiknakes, 1995).
Osteoporosis adalah kelainan dengan penurunan massa tulang total. Pada kondisi ini terdapat perubahan pergantian tulang homeostatic normal, kecepatan resorpsi tulang lebih besar daripada kecepatan pembentukan tulang, yang mengakibatkan penurunan massa tulang total (Brunner & Suddarth, 2000). Jadi, osteoporosis adalah kelainan atau gangguan yang terjadi karena penurunan massa tulang total.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya pelebaran sumsum tulang dan saluran havers.’ Trabekula berkurang dan menjadi tipis. Akibatnya, tulang mudah retak. Tulang yang mudah terkena osteoporosis adalah vertebrata, pelipis, dan tengkorak.
Tulang secara progresif menjadi pores, rapuh, dan mudah patah. Tulang menjadi mudah fraktur dengan stres yang tidak akan menimbulkan pengaruh pada tulang normal. Osteoporosis sering mengakibatkan fraktur kompresi. Fraktur kompresi ganda vertebra mengakibatkan deforrnitas skelet.
Perkembangan osteoporosis sangat kompleks, meliputi faktor-faktor nutrisi, fisik, hormon, dan genetik. Tiga faktor utama yang memengaruhi osteoporosis adalah:
- Defisiensi kalsium. Defisiensi kalsium dapat disebabkan oleh asupan kalsium dalam makanan yang tidak adekuat sehingga mempercepat penurunan massa tulang. Menurunnya kalsium ada hubungannya dengan bertambahnya usia karena berkurangnya absorpsi kalsium, tidak adekuatnya asupan vitamin D, atau penggunaan obat-obat tertentu (mis., kortikosteroid dalam waktu yang lama).
- Kurangnya latihan fisik teratur. Imobilisasi dapat menyebabkan menurunnya massa tulang. Olahraga atau latihan fisik yang teratur dapat mencegah penurunan massa tulang.
- Jenis kelamin. Hormon reproduksi memengaruhi kekuatan tulang. Pada wanita pascamenopause, hormon reproduksi dan timbunan kalsium tulang menurun. Hormon wanitahttp://artikelterbaru.com/kesehatan/ilmu-kedokteran/hormon-estrogen-pada-wanita-20114501.html yang sangat menurun dalam hal ini adalah estrogen. Dengan demikian, wanita lebih cepat mengalami osteoporosis daripada pria. Wanita usia 45 tahun memperlihatkan bukti pada sinar-X adanya osteoporosis, sedangkan pada pria terjadi setelah usia 70 tahun. Selain tiga hal tersebut, gangguan kelenjar endokrin dapat menyebabkan osteoporosis yaitu penyakit Chusing, tirotoksikosis, atau hipersekresi kelenjar adrenal. Faktor lain risiko terjadinya osteoporosis adalah kurang terpajan sinar matahari, banyak mengonsumsi alkohol, nikotin, dan kafein, kurang aktivitas fisik, atau adanya riwayat keluarga dengan osteoporosis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar