Jumat, 11 November 2011

MAKALAH KB SUNTIK 3 BULAN

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Pengertian kontrasepsi yaitu pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma (konsepsi) atau pencegahan menempelnya sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim. Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam kontrasepsi. Metode dalam kontrasepsi tidak ada satupun yang efektif secara menyeluruh. Meskipun begitu, beberapa metode dapat lebih efektif dibandingkan metode lainnya. Efektivitas metode kontrasepsi yang digunakan bergantung pada kesesuaian pengguna dengan instruksi. Perbedaan keberhasilan metode juga tergantung pada tipikal penggunaan (yang terkadang tidak konsisten) dan penggunaan sempurna (mengikuti semua instruksi dengan benar dan tepat). Perbedaan efektivitas antara penggunaan tipikal dan penggunaan sempurna menjadi sangat bervariasi antara suatu metode kontrasepsi dengan metode kontrasepsi yang lain. Sebagai contoh: kontrasepsi oral sangat efektif bila digunakan secara tepat, tetapi banyak wanita yang sering kali lupa untuk meminum pilnya secara teratur. Sehingga penggunaan kontrasepsi oral secara tipikal kurang efektif dibandingkan penggunaan sempurna.
Pada kontrasepsi implan, saat implan dimasukkan ke dalam tubuh, tidak diperlukan perlakuan apapun lagi (sehingga penggunaan implan menjadi penggunaan sempurna) sampai tiba waktunya untuk diganti. Dalam hal ini maka penggunaan tipikal sama saja dengan penggunaan sempurna, sampai saat penggantian implan
Seseorang cenderung menggunakan suatu metode kontrasepsi secara tepat ketika semakin terbiasa dengan metode kontrasepsi tersebut. Hasilnya, perbedaan efektivitas antara penggunaan yang tipikal dengan penggunaan sempurna semakin berkurang seiring dengan berjalannya waktu.
Program pelayanan keluarga berencana mempunyai arti penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Keluarga yang berkualitas adalah yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kontrasepsi suntik memiliki efektifitas yang tinggi bila penyuntikannya dilakukan secara teratur dan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tujuan pembuatan makalah ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Acetate, mengetahui tingkat kepatuhan jadwal penyuntikan ulang dan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kontrasepsi suntik dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang.

1.2. Tujuan
Tujuan dari pembuatan dan pembahasan dalam makalah ini terbatas pada :
1.      Mengetahui defenisi Kontrasepsi
2.      Mengetahui kelebihan dan kekurangan menggunakan kontrasepsi
3.      Mengetahui Jenis Kontrasepsi devo (suntik)
4.      Mengetahui defenisi kontrasepsi devo (suntik)
5.      Mengetahui yang boleh dan tidak menggunakan kontrasepsi devo (suntik)
6.      Mengetahui cara kerja kontrasepsi devo (suntik)

  BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman.
Sebelum disuntik, kesehatan ibu harus diperiksa dulu untuk memastikan kecocokannya. Suntikan diberikan saat ibu dalam keadaan tidak hamil. Umumnya pemakai suntikan KB mempunyai persyaratan sama dengan pemakai pil, begitu pula bagi orang yang tidak boleh memakai suntikan KB, termasuk penggunaan cara KB hormonal selama maksimal 5 tahun.


2.2. Jenis KB Suntik
Jenis-jenis alat KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain:

2.2.1. Suntikan / bulan / Kombinasi  : contoh : cyclofem
Suntikan kombinasi mengandung hormon esterogen dan progesteron, yang diberikan satu bulan sekali.


Cara kerja
Pemberian hormon progestin akan menyebabkan pengentalan mukus serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma. Hormon tersebut juga mencegah pematangan dan pelepasan sel telur. Endometrium menjadi tipis dan atrofi dengan berkurangnya aktifitas kelenjar. Selain itu akan merangsang timbulnya haid setiap bulan.
Efektifitas
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sementara, macam-macam suntikan tersebut telah dibuktikan sangat baik, dengan angka kegagalan kurang dari 0,1 % per 100  wanita selama tahun pertama penggunaan.
Keuntungan
·        Sangat efektif (99,6%)
·        Risiko kesehatan kecil
·        Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami isteri
·        Periksa dalam tidak dibutuhkan pada saat pemeriksaan awal
·        Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
·        Tidak mempengaruhi pemberian ASI, kecuali suntikan Cyclofem
·        Reaksi suntik sangat cepat (<24 jam)
·        Dapat digunakan oleh wanita tua (>35 tahun), kecuali Cyclofem
·        Mencegah kehamilan ektopik
·        Jangka panjang
·        Sangat efektif walaupun klien terlambat suntik 1 minggu dari jadwal yang telah ditentukan
·        Sangat berguna untuk klien yang tidak ingin hamil lagi, tetapi belum bersedia  untuk mengikuti sterilisasi (tubektomi).
Kerugian
·        Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.
·        Harus kembali ke sarana pelayanan.
·        Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.
·        Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
·        Dapat menyebabkan ketidakteraturan masalah haid
·        Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular seksual, hepatitis B, atau infeksi HIV.
·        Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.
·        Efektivitas berkurang bila digunakan bersamaaan dengan obat-obat epilepsi dan obat tuberklosis.
·        Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke, bekuan darah pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor  hati.
·        Kemungkinan terlambat pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.
Manfaat Kesehatan
·        Menurunnya jumlah darah haid setiap bulan, menurunkan nyeri perut.
·        Mengurangi kemungkinan penyakit kurang darah akibat kekurangan zat besi.
·        Mengurangi tanda atau gejala sindroma haid
·        Dapat melindungi kemungkinan penyakit radang panggul dan kanker indung telur karena progestin menyebabkan mukus serviks menebal, sehingga memepersulit penularan infeksi dari liang senggama atau serviks untuk mencapai saluran telur (penekanan ovulasi akan menyebabkan berkurangnya stimulasi dari sel epitel ovarium).
·        Mencegah terjadinya kanker endomertrium
·        Dapat digunakan pada wanita yang mempunyai penyakit darah sickle cell anemia
·        Dapat meningkatkan jumlah ASI pada ibu yang menyusui.
Indikasi Kontrasepsi Suntik
1.      Klien menghendaki pemakaian kontrasepsi jangka panjang atau telah mempunyai cukup anak sesuai keinginan tetapi belum ingin, belum siap atau belum bisa ikut tubektomi saat ini. Rasional : Suntikan KB adalah metoda kontrasepsi jangka panjang, efektif, dapat digunakan untuk jangka panjang (tak terbatas), pada pemakaian tidak menyebabkan permasalahan medis yang serius.
2.      Klien menghendaki pemakaian kontrasepsi yang tidak perlu dipakai setiap hari atau setiap bersenggama. Rasional : Suntikan Kb tidak perlu diberikan setiap hari atau ketika akan bersenggama. Para wanita yang menghadapi permasalahan dengan pemakaian cara-cara sederhana atau pelupa dalam minum pil setiap hari dapat dianjurkan untuk memakai kontrasepsi suntik. Setelah mendapatkan suntikan, maka yang dibutuhkan peserta suntik adalah mengingat waktu suntik ulang apakah 1, 2, atau 3 bulan tergantung pada jenis kontrasepsi uang dipakai.
3.      Klien tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung esterogen, atau kalau meminumnya maka akan timbul gejala-gejala komplikasi pemakaian esterogen. Rasionalnya : Biasanya komplikasi atau efek samping disebabkan oleh komponen esterogen yang ada. Untuk itu, dapat dipakai suntikan KB yang hanya mengandung hormon progestin, sehingga cara ini dapat dipakai sebagai alternatif pilihan bagi peserta yang tidak tahan hormon esterogen.
4.      Klien sedang menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai. Rasionalnya : Menyusui tidak akan terpengaruh dengan pemakaian kontrasepsi suntik progestin, bahkan pada beberapa penelitian didapatkan bahwa pemakaian kontrasepsi suntik akan meningkatkan kuantitas ASI walaupun pemakaian kontrasepsi hormonal bukanlah pilihan utama bagi ibu yang menyusui, pemakaiannya tidak akan menyebabkan perubahan secara klinik baik pada perumbuhan dan perkembangan BBL maupun pemakaian setelah 6 minggu persalinan.
Yang Boleh Menggunakan Suntikan Kombinasi
·        Usia reproduksi
·        Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak
·        Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi
·        Menyusui ASI pascapersalinan lebih dari 6 bulan
·        Pascapersalinan dan tidak menyusui
·        Anemia
·        Nyeri haid hebat
·        Haid teratur
·        Riwayat kehamilan ektopik
·        Sering menggunakan pil kontrasepsi

Yang Tidak Boleh Menggunakan Suntikan Kontrasepsi
·        Hamil atau diduga hamil
·        Menyusui di bawah 6 minggu pascapersalinan
·        Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
·        Penyakit hati akut
·        Usia lebih dari 35 tahun yang merokok
·        Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah tinggi (lebih dari 180/110 mmHg)
·        Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migrain
·        Keganasan payudara
Waktu Mulai menggunakan Suntikan Kombinasi
·        Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan
·        Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus haid, klien tidak boleh melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari.
·        Bila klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja dapat dipastikan ibu tersebut tidak hamil.
·        Bila klien pascapersalinan 6 bulan, menyusui, serta belum haid, suntikan pertama dapat diberikan, asal saja dapat dipastikan tidak hamil
·        Bila pascapersalinan lebih dari 6 bulan, menyusui, serta telah mendapat haid, maka suntikan pertama diberikan, asal saja dipastikan tidak hamil.
·        Bila pascapersalinan kurang dari 6 bulan dan menyusui, jangan beri suntikan kombinasi.
·        Bila pascapersalinan 3 minggu, dan tidak menyusui, suntikan kombinasi dapat diberi.
·        Ibu yang sedang menggunakan kontrasepsi hormonal yang lain dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal kombinasi. Selama ibu tersebut menggunakan kontrasepsi sebelumnya secara benar, suntikan kombinasi dapat diberikan tanpa perlu menunggu haid
·        Bila kontrasepsi sebelumnya juga kontrasepsi hormonal, dan ibu tersebut ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan kombinasi tersebut dapat diberikan sesuai jadwal kontrasepsi sebelumnya

2.2.2. Suntikan/3 bulan : contoh : Depo provera, Depogeston (Harnawati,
2008).

Cara Kerja
·        Mencegah ovulasi
·        Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
·        Menjadikan selaput lendir rahim tipis
·        Menghambat pengangkutan gamet oleh tuba
Efektivitas
Kontrasepsi suntik progestin memiliki efektivitas yang sangat tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan per tahun, asal penyuntikan dilakukan sesuai jadwal dan secara teratur.
Keuntungan
·        Sangat efektif
·        Pencegahan kehamilan jangka panjang
·        Tidak berpengaruh terhadap hubungan seksual
·        Tidak mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah
·        Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI
·        Sedikit efek samping
·        Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
·        Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai perimenopause
·        Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
·        Menurunkan kajadian penyakit jinak payudara
·        Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
·        Menurunkan krisis anemia bulan sabit
Kekurangan
·        Sering ditemukan gangguan haid, seperti :
-         Siklus haid yang memendek atau memanjang
-         Perdarahan yang banayk atau sedikit
-         Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak
-         Tidak haid sama sekali
·        Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan
·        Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya
·        Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
·        Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B, atau infeksi virus HIV
·        Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
·        Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan atau kelainan pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya.
Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin
·        Usia reproduksi
·        Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan memiliki efektivitas tinggi
·        Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai
·        Setelah melahirkan dan tidak menyusui
·        Setelah abortus atau keguguran
·        Perokok
·        Tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah atau anemia
·        Menggunakan obat untuk epilepsi atau obat tuberklosis
·        Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung esterogen
·        Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi
·        Mendekati usia menopause
Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin
·        Hamil atau dicurgai hamil
·        Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
·        Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
·        Menderita kanker payudara
·        Diabetes melitus

  Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat efektif. Obat ini termasuk obat depot. Noristerat termasuk dalam golongan kontrasepsi ini. Mekanisme kerja kontrasepsi ini sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya. Depo-provera sangat cocok untuk program postpartum oleh karena tidak mengganggu laktasi.
MANAJEMEN TERAPI
HOW MUCH : 150 mg
HOW OFTEN: 3 bulan sekali (i.m.)
HOW LONG: bergantung pada keinginan pasien
TUJUAN TERAPI : mencegah kehamilan
REVERSIBILITAS : 3-18 bulan
T ½ : 50 hari
  
INTERAKSI OBAT :
Aminoglutethimide (Cytadren) mungkin dapat meningkatkan eliminasi dari medroxyprogesterone lewat hati dengan menurunkan konsentrasi medroxyprogesterone dalam darah dan memungkinkan pengurangan efektivitas medroxyprogesterone.
CARA PENYIMPANAN :
Disimpan dalam suhu 20-25°C
CARA PEMBERIAN
  1. Waktu Pemberian
    • Setelah melahirkan : 6 minggu pasca salin
    • Setelah keguguran : segera setelah dilakukan kuretase atau 30 hari setelah keguguran (asal ibu belum hamil lagi)
    • Dalam masa haid : Hari pertama sampai hari ke-5 masa haid
  2. Lokasi Penyuntikan dengan i.m sampai daerah glutus
·        Daerah bokong/pantat
·        Daerah otot lengan atas
EFEKTIVITAS : Keberhasilannya praktis 99.7 %.

BAB 3
PENUTUP


3.1. Kesimpulan
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sementara yang paling baik, dengan angka kegagalan kurang dari 0,1% pertahun (Saifuddin, 1996). Suntikan KB tidak mengganggu kelancaran air susu ibu (ASI), kecuali Cyclofem. Suntikan KB mungkin dapat melindungi ibu dari anemia (kurang darah), memberi perlindungan terhadap radang panggul dan untuk pengobatan kanker bagian dalam rahim.
Kontrasepsi suntik memiliki resiko kesehatan yang sangat kecil, tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri. Pemeriksaan dalam tidak diperlukan pada pemakaian awal, dan dapat dilaksanakan oleh tenaga paramedis baik perawat maupun bidan. Kontrasepsi suntik yang tidak mengandung estrogen tidak mempengaruhi secara serius pada penyakit jantung dan reaksi penggumpalan darah. Oleh karena tindakan dilakukan oleh tenaga medis/paramedis, peserta tidak perlu menyimpan obat suntik, tidak perlu mengingat setiap hari, kecuali hanya untuk kembali melakukan suntikan berikutnya. Kontrasepsi ini tidak menimbulkan ketergantungan, hanya saja peserta harus rutin kontrol setiap 1, 2 atau 3 bulan. Reaksi suntikan berlangsung sangat cepat (kurang dri 24 jam), dan dapat digunakan oleh wanita tua di atas 35 tahun, kecuali Cyclofem.
Progestin atau medroxyprogesterone diinjeksikan oleh tenaga kesehatan setiap tiga bulan sekali. Tersedia 2 tipe injeksi. Tipe yang pertama adalah yang disuntikkan ke jaringan otot di lengan maupun bokong, dan tipe kedua yaitu disuntikkan di bawah kulit. Masing-masing tipe sangat efektif.
Progestin mengganggu siklus menstruasi. Sekitar sepertiga wanita yang menggunakan kontrasepsi ini tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan setelah injeksi pertama. Sedangkan sepertiga lainnya mengalami perdarahan tidak teratur dan bercak selama lebih dari 11 hari setiap bulannya. Setelah kontrasepsi ini digunakan selama beberapa waktu, perdarahan yang tidak teratur semakin jarang terjadi. Setelah 2 tahun, sebanyak 70% wanita tidak akan mengalami perdarahan sama sekali. Ketika injeksi dihentikan, menstruasi kembali teratur dalam waktu 6 bulan pada separuh wanita dan dalam waktu 1 tahun bagi tiga perempat wanita lainnya. Kesuburan mungkin saja belum kembali seperti semula sampai satu tahun setelah injeksi dihentikan.
Efek samping yang bisa muncul meliputi sedikit penambahan berat badan, sakit kepala, menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi, dan menurunnya kepadatan tulang untuk sementara waktu. Biasanya, kepadatan tulang akan kembali seperti semula setelah injeksi dihentikan. Orang yang mendapatkan suntikan kontrasepsi hormonal, terutama remaja dan wanita muda harus mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari untuk membantu memelihara kepadatan tulang.
Medroxyprogesterone tidak meningkatkan risiko penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Medroxyprogesteron mengurangi risiko munculnya kanker endometrial, penyakit radang pelvis (infeksi pada organ reproduksi wanita bagian atas), dan anemia karena kekurangan zat besi. Interaksi dengan beberapa obat jarang ditemukan.

3.2. Saran
Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.

 
KEPUSTAKAAN

 Notodiharjo, Riano. 2002. Reproduksi, Kontrasepsi, dan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Kanisius.
Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 200
Saifuddin, A.B., 2006, Buku panduan Praktis pelayanan Kontrasepsi, Pk-54-PK58, Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar