Senin, 14 November 2011

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Atau Intra Uterine Devices (IUD)

  1. Pengertian
AKDR adalah bahan inert sintetik (dengan atau tanpa unsur tambahan untuk sinergi efektifitas) dengan berbagai bentuk, yang dipasangkan ke dalam rahim untuk menghasilkan efek kontraseptif.

  1. Mekanisme kerja AKDR sebagai alat kontraseptif
Bagaimana mekanisme kerja AKDR belum diketahui dengan pasti, tetapi kerjanya bersifat lokal.
Mekanisme kerja lokal AKDR sebagai berikut:
  1. AKDR merupakan benda asing dalam rahim sehingga menimbulkan reaksi benda asing dengan timbunan leokosit, makrofag, dan limposit.
  2. AKDR menimbulkan perubahan pengeluaran cairan, prostaglandin, yang menghalangi kapasitas spermatozoa.
  3. Pemadatan endometrium oleh leukosit, makrofag, dan limfosit menyebabkan blastokis mungkin dirusak oleh makrofag dan blastokis tidak mampu melaksanakan nidasi.
  4. Ion Cu yang dikeluarkan AKDR dengan Cupper menyebabkan gangguan gerak spermatozoa sehingga mengurangi kemampuan untuk melaksanakan konsepsi.
Mekanisme kerja yang pasti belum diketahui dan masih dalam penelitian.
  1. Keuntungan AKDR
AKDR dapat diterima masyarakat dunia dan menempati urutan ketiga dalam pemakaian.
Keuntungan AKDR non hormonal adalah:
  1. Sebagai kontrasepsi efektifitasnya tinggi.
Sangat efektif 0,6-0,8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama ( 1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan)
  1. AKDR dapat efektif segera setelah pemasngan.
  2. Metode jangka panjang
  3. Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.
  4. Tidak mempengaruhi hubungan sexual.
  5. Meningkatkan kenyamanan sexual karena tidak perlu takut untuk hamil.
  6. Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu AKDR (Cu T-380A).
  7. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.
  8. Dapat dipasang segera setelah melahiran atau sesudah abortus.
10. Dapat digunakan sampai menopause.
11. Tidak ada interaksi dengan obat-obat.
Keuntungan AKDR hormonal adalah:
  1. Mengurangi volume darah haid dan mengurangi disminorrhoe.
  2. Untuk mencegah adhesi dinding-dinding uterus oleh synechiae (Asherman’s Syndrome).
  1. Kerugian AKDR
Kerugian AKDR Non hormonal:
Efek samping yang umum terjadi:
  1. Perubahan siklus haid.
  2. Haid lebih lama dan banyak.
  3. Perdarahan (spotting) antar menstruasi.
  4. Disaat haid lebih sakit.
Komplikasi lain:
  1. Merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan.
  2. Perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar).
  3. Tidak mencegah IMS termasuk HIV / AIDS.
  4. Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan.
  5. Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri.
  6. Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal.
Kerugian IUD hormonal:
  1. Jauh lebih mahal dari Cu IUD.
  2. Harus diganti setelah 18 bulan.
  3. Lebih sering menimbulkan perdarahan mid-siklus dan perdarahan bercak (spotting)
  4. Insidens kehamilan ektopik lebih tinggi.
Efek samping dan komplikasi IUD hormonal dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
  1. Pada saat insersin :
  1. Rasa sakit atau nyeri.
  2. Muntah, keringat dingin
  3. Perforasi uterus.
  1. Efek samping dan komplikasi IUD dikemudian hari:
  1. Rasa sakit dan perdarahan.
  2. Infeksi.
  3. Kehamilan intra uterine.
  4. Kehamilan ektopik.
  5. Ekspulsi
  6. Komplikasi lain
  1. Kapan waktu pemasangan AKDR
  1. Bersamaan dengan haid
  2. Segera setelah bersih haid / pada masa akhir haid.
  3. Pada masa nifas.
  4. Tiga bulan pasca persalinan
  5. Hari kedua-ketiga pasca persalinan.
Pemasangan AKDR pasca persalinan tidak perlu menunggu haid, karena ada kemungkinan bahwa seorang wanita dapat hamil tanpa didahului haid pasca persalinan.
  1. Kapan AKDR tidak dapat dipasang
AKDR tidak dapat dipasang pada keadaan:
  1. Terdapat infeksi genetalia.
- Menimbulkan eksaserbasi (kambuh) infeksi.
- Keadan patologis lokal : frungkle, stenosis vagina, infeksi vagina.
  1. Dugaan keganasan serviks.
  2. Perdarahan dengan sebab tidak jelas.
  3. Pada kehamilan : terjadi abortus, mudah perforasi, perdarahan, infeksi.
  1. Pemeriksaan ulang AKDR
Setelah pemasangan AKDR perlu dilakukan kontrol medis dengan jadwal :
- Satu minggu / dua minggu setelah pemasangan.
- 1 bulan pasca pemasangan
- 3 bulan kemudian
- Setiap 6 bulan berikutnya.
- 1 tahun sekali.
- Bila terlambat haid 1 minggu
- Perdarahan banyak dan tidak teratur.
  1. Pencabutan AKDR
AKDR dapat dicabut sebelum waktunya bila dijumpai:
- Ingin hamil kembali.
- Leukorea, sulit diobati dan klien menjadi kurus.
- Terjadi infeksi.
- Terjadi perdarahan.
- Terjadi kehamilan.
IUD
Hormonal IUD (Mirena) adalah plastik berbentuk T- bingkai dengan urutan terpasang. Alat ini akan dimasukkan ke dalam rahim dan dapat tetap di tempat sampai lima tahun. IUD yang berisi progestin disebut levonorgestrel yang inhibits sperma. Bentuk dari IUD yang menghambat sperma dari perjalanan ke saluran telur ke kandungan rahim, inhibting pemupukan.
Efektifitas.
Efektifitas Mirena untuk menilai adalah 99,9 persen. Mirena harus diganti setiap lima tahun.
Efek samping dan resiko kesehatan
Berbeda dengan IUD tembaga, hormonal IUD menurun jumlah darah haid dan haid Cramping. Utama efek samping dari hormonal IUD digunakan adalah abnormal vaginal bleeding. Beberapa perempuan tidak terduga, light menstrual flow, sedangkan banyak mungkin tidak mengalir sama sekali. Kebanyakan perempuan lapor kegelisahan danCramping selama dan setelah insersi IUD. Jarang, pengguna mungkin akan mengalami infeksi panggul dalam tiga bulan pertama dari penempatan, karena dapat memperkenalkan proses masuknya kuman ke dalam rahim. Meskipun sebagian besar resiko infeksi dengan IUD terjadi pada saat insersi, banyak penyedia layanan perawatan terus timbangkan resiko infeksi pada pasien. saling setia pada pasangan adalah yang terbaik untuk pencegahan terhadap infeksi. Hormonal IUD tidak melindungi terhadap Penyakit Menular Seksual.
Bagaimana menggunakan hormonal IUD
Jika memutuskan pada hormonal IUD, dokter akan memasang alat dan memberikan informasi tentang penggunaannya. Tidak ada pemeliharaann yang diperlukan, namun harus memeriksakan IUD string sekali sebulan untuk memastikan alat masih ada. Setelah pencabutan, kesuburun kembali normal dan segera.? (Yuyun Triani, S.ST)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar