Senin, 16 Juli 2012

MAKALAH METODE LENDIR SERVIKS Metode Ovulasi Billings/MOB


BAB 1
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Metode Lendir Serviks atau lebih dikenal sebagai Metode Ovulasi Billings/MOB atau metode dua hari mukosa serviks dan metode Simtomtermal adalah yang paling efektif. Cara yang kurang efektif misalnya Sistem Kalender atau pantang berkala dan Metode Suhu Basal yang sudah tidak diajarkan lagi oleh pengajar KBA. Hal ini disebabkan oleh kegagalan yang cukup tinggi (>20%) dan waktu pantang yang lebih lama. Lagi pula sudah ada cara lain yang lebih efektif dan masa pantang lebih singkat. Di Indonesia dengan surat dari BKKBN Pusat kepada BKKBN Provinsi dengan SK 6668/K.S. 002/E2/90. Tanggal 28 Desember 1990, Metode Ovulasi Billings (MOB) sudah diterima sebagai salah satu Metode KB (Mandiri). (Bari Saifuddin, Abdul. 2006)

1.2. Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum
·         Mengetahui dan memahami pelayanan KB dengan metode lendir serviks.

1.2.2. Tujuan Khusus
·         Agar mahasiswa mampu memahami tentang pelayanan KB dengan Metode Lendir Serviks secara menyeluruh.
·         Agar mahasiswa mampu mengerti tentang keuntungan pada pelayanan KB dengan Lendir Serviks.




BAB 2
TINJAUAN TEORITIS


2.1.  Teknik Pantang Berkala
1.      Untuk Kontrasepsi
Senggama dihindari pada masa subur yaitu dekat dengan pertenganhan siklus haid atau terdapat tanda-tanda adanya kesuburan yaitu keluarnya lendir encer dari liang vagina.
Untuk perhitungan masa subur dipakai rumus siklus terpanjang dikurangi  11, siklus terpendek dikurangi 18. antara kedua waktu senggama dihindari.

2.2.  Manfaat
1.      Kontrasepsi
·         Dapat digunakan untuk menghindari atau mencapai kehamilan
·         Tidak ada resiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi
·         Tidak ada efek samping sistemik
·         Murah atau tanpa biaya
2.      Nonkontasepsi
·         Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana
·         Manambah pengetahuan tentang sistem reproduksi pada suami dan istri
·         Memungkinkan mengeratkan relasi/hubungan melalui peningkatan komunikasi antara suami istri/pasangan.

2.3.  Keterbatasan
·         Sebagai kontraseptif sedang (9-20 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama pemakaian). Cacatan untuk Metode Ovulasi Billing’s bila aturan ditaati kegagalan 0% (kegagalan metode/method failure dan 0-3% kegagalan pemakai/user’s failure, yaitu pasangan dengan sengaja atau tanpa sengaja melanggar aturan untuk mencegah kehamilan)
·         Keefektifan tergantung dari kemauan dan disiplin pasangan untuk mengikuti intruksi.
·         Perlu ada pelatihan sebagai persyaratan untuk menggunakan jenis KBA yang paling efektif secara benar
·         Dibutuhkan pelatih/guru KBA (bukan tenaga medis)
·         Pelatih/guru KBA harus mampu membantu ibu mengenali masa suburnya, memotivasi pasangan untuk mentaati aturan jika ingn menghindari kehamilan dan menyediakan alat batu jika diperlukan ; misalnya buku catatan khusus, termometer (oral atau suhu basal)
·         Perlu pantang selama masa subur untuk menghindari kehamilan
·         Perlu pencatatan setiap hari
·         Infeksi vagina membuat lendir serviks sulit dinilai
·         Termometer basal diperlukan untuk metode tertentu
·         Tidak terlindung dari IMS temasuk HBV (Virus Hepatitis B) dan HIV/AIDS

2.4.  Yang dapat menggunakan KBA
1.      Untuk Kontrasepsi
·        Semua perempuan semasa reproduksi, baik siklus haid teratur maupun tidak teratur. Tidak haid baik karena menyusui maupun pramenopause.
·        Semua perempuan denga paritas berapa pun termasuk nulipara.
·        Perempuan kurus ataupun gemuk
·        Perempuan yang merokok
·        Perempuan dengan alasan kesehatan tertentu a.1. hipertensi sedang, varises,disminore, sakit kepala sedang atau hebat, mioma uteri, endometritis, kista ovarii, anemia defesiensi besi, hepatitis virus, malaria, trmbosis vena dalam, atau emboli psru.
·        Pasangan dengan alasan agama atau folosopi untuk tidak menggunakan metode lain.
·        Perempuan yang tidak dapat menggunakan metode lain.
·        Perempuan yang inin pantang senggama lebih dari seminggu pada setiap siklus haid.
·        Pasangan yang ingin dan termotivasi  untuk mengovservasi, mencatat, dan menilai tanda dan gejala kesuburan.

2.      Untuk Konsepsi
Pasangan yang ingin mencapai kehamilan, senggama dilakukan pada masa subur untuk mencapai kehamilan.

2.5.  Tabel
Keadaan
Anjuran
Pengeluaran cairan vagina secara menetap
Jelaskan kepada kllien bahwa akan menjadi lebih sulit untuk memprediksi kesuburan dengan menggunakan lendir serviks. Jika dia kehendaki, bantu dia memilih metode lain. Pada Metode Ovulasi Billing’s (MOP) klien harus belajar benar-benar untuk mengenal Pola Dasar Ke-tidak-Suburan
Menyusui
Jelaskan kepada klien bahwa akan menjadi lebih sulit untuk memprediksi kesuburan dengan menggunakan lendir serviks. Jika dia kehendaki, bantu memilih metode lain. Pada Metode Ovulasi Billing’s (MOP) klien harus belajar benar-benar untuk mengenal Pola Dasar Ke-Tidak-Suburan.




2.6.  Yang Seharusnya Tidak Menggunakan KBA
·        Perempuan yang dari segi umur, paritas atau masalah kesehatannya membuat kehamilan menjadi suatu kondidi resiko tinggi
·        Perempuan sebelum mendapat haid (menyusiu, segera setelah abortus), kecuali MOB
·        Perempuan dengan siklus haid yang tidak teratur, kecuali MOP
·        Pasangan yang pasangannya tidak mau bekerja sama (berpantang) selama waktu tertentu dalam siklus haid.
·        Perempuan yang tidak suka menyentuh daerah genetalianya.

2.7.  Instruksi Pada Klien
·        Metode Lendir Serviks Billing’s/Metode Ovulasi Billing’s (MOB)
Anda dapat mengenali masa subur dengan memantau lendir serviks yang keluar dari vagina, pengamatan sepanjang hari dan ambil kesimpulan pada malam hari. Periksa lendir dengan jari tangan atau tisu di luar vagina dan perhatikan perubahan perasaan kering-basah. Tidak dianjurkan untuk periksa ke dalamvagina.
·        Untuk Menggunakan Metode Ovulasi Billing’s (MOB) Ini, seorang perempuan harus belajar mengenal Pola Kesuburan dan Pola Dasar Ke-Tidak-Suburannya. Untuk menghindari kekeliruan dan untuk menjamin keberhasilan pada awal masa belajar, pasangan diminta secara penuh tidak bersenggama pada satu siklus haid, untuk mengenali pola kesuburan dan pola ketidaksuburan.
·        Pola Kesuburan adalah pola yang terus berubah, dan Pola Dasar Ke-Tidak-Suburan adalah pola yang sama sekali tidak berubah dari hari kehari. Keua pola ini mengikuti kegiatan hormon-hormon (Khususnya Estrogen Dan Progestoren) yang mengontrol daya tahan hidup sperma dan pembuahan. Oleh karena itu, dapat informasi yang dapat diandalkan untuk mendapatkan atau menunda kehamilan.
·        Suatu Catatan Yang Sederhana Dan Tepat Adalah Kunci Untuk Keberhasilan. Suatu rangkaian kode digunakan untuk melengkapi catatan. Kode ini harus cocok dengan budaya lokaldan dapat digunakan oleh pengguna KBA, secara luas. Dibeberapa tempat dipakai tempelan/stiker atau tinta berwarna, ditempat lain lebih praktis membuat kode yang dapat ditulis dengan tangan ; ada juga yang mengombinasikan keduanya yaitu kode yang dtulis tangan dengan menggunakan tinta berwarna. Contoh berikut adalah tabel pencatatan kode untuk siklus normal (teratur) biasa, berkisar antara 28 hari dan siklus normal (teratur) pendek, berkisar antara 20-25 hari.




















2.8.  Tabel





























2.9.  Defenisi
    1. .Hari-hari kering : setelah darah haid bersih, kebanyakan ibu mempunyai 1 sampai beberapa hari tidak terlihat adanya lendir dan daerah vagina terasa kering. Ini dinamakan hari-hari kering.
    2. Hari-hari subur : ketika terobservasi adanya lendir sebelum ovulasi, ibu dianggap subur, ketika terlihat adanya lendir, walaupun jenis lendir kental dan lengket. Lendir subur yang basah dan licin mungkin sudah ada di serviks dan hari subur sudah di mulai.
    3. Hari puncak : adalah hari terakhir adanya lendir paling licin, mulur, dan ada perasaan basah.

2.9.1. Contoh Kode Yang Dipakai Untuk Mencatat Kesuburan
Pakai tanda * atau merah untuk menandakan perdarahan (haid). Pakai huruf K atau hijau untuk menandakan perasaan kering. Gambar suatu tanda (L) atau biarkan kosong untuk memperlihatkan lendir subur yang basah, jernih, licin, dan mulur.
Pakai huruf L atau warna kuning untuk memperlihatkan lendir tak subur yang kental, putih, keruh, dan lengket
2.9.2. Untuk Kontrasepsi/Menghindari Kehamilan
·         Lendir mungkin berubah pada hari yang sama, periksa lendir setiap kali ke belakang dan sebelum tidur, kecuali ada perasaan sangat basah waktu siang. Setiap malam sebelum tidur, tentukan tingkat yang paling subur (lihat kode diatas) dan beri tanda pada catatan ibu dengan kode yang sesuai.
·         Pantang senggama untuk paling sedikit satu siklus sehingga ibu akan kenali hari-hari lendir, mengenali Pola Kesuburan dan Pola Ke-Tidak-Suburan ibu dengan bimbingan pelatih/guru KBA
·         Hindari senggama pada waktu haid. Hari-hari ini tidak aman ; pada siklus pendek ovulasi dapat terjadi pada hari-hari haid
·         Pada hari kering setelah haid. Aman untuk bersenggama selang satu malam (aturan selang-seling). Ini akan menghindari ibu bingung dengan cairan sperma dan lendir.
·         Segera setelah ada lendir jenis apa juga atau perasaan basah muncul, hindari senggama atau kontak seksual. Hari-hari lendir, terutama hari-hari lendir subur adalah tidak aman. (Aturan awal atau “jika hari basah, ibu aikan memperoleh bayi”).
·         Tandai hari terakhir dengan lendir paling licin dan mulur dengan tanda X. ini adalah hari puncak ; ini adalah hari ovulasi dan adalah hari paling subur.
·         Setelah hari puncak, hindari senggama untuk 3 hari berikut siang dan malam.hari-hari ini adalah tidak aman (Aturan puncak). Mulai dari pagi hari keempat setelah kering, ini adalah hari-hari aman untuk bersenggama sampai hari haid berikutnya bila ingin menghindari kehamilan.
·         Pada siklus yang teratur seperti pascapersalinan atau pramenopause maka perlu memperhatikan (Pola Dasar Ke-Tidak-Suburan) dimana ada waktu 1-2 hari subur yang menyelingi di antara hari-hari tidak subur. Ibu harus mengamati perubahan ini dan bila PDTS sudah pulih kembali dan berlangsung minimal 3 hari berturut-turut tanpa perubahan maka senggama boleh dilakukan (Aturan Sabar Menunggu/wait and see rule)

2.9.3. Untuk Kontrasepsi/Mencapai Kehamilan
·         Bersenggama pada setiap siklus pada hari-hari terdapat lendir yang terasa mulur basah, dan licin

2.10.  DASAR
Perubahan siklis dari lendir serviks yang terjadi kerena perubahan kadar estrogen.
2.11.  PERANAN LENDIR SERVIKS
Lendir serviks yang diatur oleh hormon estrogen dan progesterone ikut berperan dalam reproduksi.
Pada tiap siklus haid di produksi 2 macam lendir serviks oleh sel-sel serviks, yaitu :
1.      Lendir Tipe-E (Estrogenik)
a.       Di produksi pada fase akhir pra-ovulasi dan fase ovulasi.
b.      Sifat-sifat:
-          Banyak, tipis, seperti air (jernih) dan viskositas rendah.
-          Spinnbarkeit (elastisitas) besar. Spinnbarkeit : sampai seberapa jauh lendir dapat diregangkan sebelum putus.
-          Bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis (fernlike patterns, ferning, arborization).
c.       Spermatozoa dapat “menembus” lendir ini.
2.      Lendir Type-G (Gestagenik)
a.       Diproduksi pada fase awal pra-ovulasi dan setelah ovulasi.
b.      Sifat-sifat
-          Kental
-          Viskositas tinggi
-          Keruh (opaque).
c.       Dibuat karena peningkatan kadar progesterone.
d.      Spermatozoa tidak dapat menembus lendir ini. (Depkes, 2004)
3.      Ciri-ciri Lendir Serviks pada berbagai fase dari siklus haid (30 hari)
a.       Fase 1 :
-          Haid
-          Hari 1-5
-          Lendir dapat ada atau tidak, dan “tertutup” oleh darah haid.
-          Perasaan wanita : basah dan licin (lubrikatif).
b.      Fase 2 :
-          Pasca haid
-          Hari 6-10
-          Tidak ada lendir atau hanya sedikit sekali
-          Perasaan wanita : kering.
c.       Fase 3 :
-          Awal pra-ovulasi.
-          Hari 11-13
-          Lendir keruh, kuning atau putih, dan liat.
-          Perasaan wanita : liat dan / atau lembab.
d.      Fase 4 :
-          Segera sebelum, pada saat dan sesudah ovulasi.
-          Hari 14-17.
-          Lendir bersifat jernih, licin, basah, dapat diregangkan.
-          Dengan konsistensi seperti putih telur.
-          Hari terakhir dari fase ini dikenal sebagai “gejala-puncak” (peak symptom).
-          Perasaan wanita : lubrikatif dan atau basah.
e.       Fase 5 :
-          Pasca-ovulasi.
-          Hari 18-21.
-          Lendir sedikit, keruh, dan liat.
-          Perasaan wanita : liat / atau lembab.
f.       Fase 6 :
-          Akhir pasca-ovulasi atau segera pra-haid.
-          Hari 27-30.
-          Lendir jernih dan seperti air.
-          Perasaan wanita : liat dan / atau lembab dan/atau basah.
4.      Teknik Metode Lendir Serviks
a.       Abstinens dimulai pada hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut sampai dengan hari ke-empat setelah gejala puncak (peak symptom).
5.      Penyulit-penyulit Metode Lendir Serviks
a.       Keadaan fisiologis : sekresi vagina karena rangsangan seksual.
b.      Keadaan patologis : infeksi vagina, serviks, penyakit-penyakit, pemakaian obat-obat.
c.       Keadaan psikologis : stress (fisik dan emosional).
6.      Efektivitas Metode Lendir Serviks
a.       Angka kegagalan : 0,4-39.7 kehamilan pada 100 wanita pertahun.
b.      Disamping abstinens pada saat yang diperlukan, masih ada 3 sebab lain terjadinya kegagalan / kehamilan :
-          Pengeluaran lendir mulainya terlambat.
-          Gejala puncak (peak symptom) timbul terlalu awal/dini.
-          Lendir tidak dirasakan oleh si wanita atau dinilai/interpretasi salah. (Hartanto, Hanafi,1994).

















BAB III
PENUTUP


3.1. Kesimpulan
Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.
Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:
1.      Perubahan suhu basal tubuh.
2.      Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks).
3.      Perubahan pada serviks.
4.      Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender).
5.      Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.

3.2. Saran
Fase subur dan fase tidak subur dalam siklus menstruasi dapat dinilai secara akurat dan pengetahuan ini dapat digunakan untuk merencanakan kehamilan dan menghindari kehamilan. Metode yang paling efektif adalah dengan menggunakan pendekatan berbagai indikator biasanya perubahan suhu yang dikombinasikan dengan perubahan lendir serviks. Indikator-indikator ini secara ilmiah telah terbukti merefleksikan perubahan hormonal dan status kesuburan secara akurat.
Selain suhu dan perubahan lendir serviks, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetahui masa subur wanita, yaitu: indikator perubahan pada serviks, Metode Kalender, dan Indikator Minor Kesuburan.
Dengan mengetahui masa subur, ini akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:

1.      Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi.
2.      Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum.
3.      Mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan.
4.      Membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas.
Dan pada pemeriksaan lendir serviks ini ada beberapa yang harus diingat:
1.        Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada seorang perempuan dengan perempuan lain dan pada satu siklus dengan siklus yang lain.
2.        Setiap perubahan sensasi dan bahkan pada sejumlah kecil lendir harus diperhatikan.
3.        Jika menemukan kesulitan dalam mendeteksi lendir dari luar, kadang-kadang lebih mudah dikenali setelah berolahraga atau setelah buang air besar.
4.        Kegel (gerakan mengerutkan otot panggul bagian bawah seperti menahan kencing) juga kadang membantu pengeluaran lendir.
















DAFTAR PUSTAKA


1.      Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Edisi -2. Penerbit : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta 2006
2.      Birth-control-comparison.info/fam.htm diunduh 25 Maret 2010, 12:09 AM.
3.      Birthcontrolsolutions.com/types/natural/basal-body-temperature.htm diunduh 25 Maret 2010, 12:15 AM. contracept.org/nfpchart.php diunduh 25 Maret 2010, 12:10 AM.
4.      Erlina, 2009. Bagaimana Menghitung dan Menentukan Masa Subur. dokternasir.web.id/2009/03/bagaimana-menghitung-dan-menentukan-masa-subur.html diunduh 26 Maret 2010, 02:42 PM.
5.      Nasir, 2009. Suhu Basal Tubuh Untuk Mengetahui Masa Subur Wanita. dokternasir.web.id/2009/03/suhu-basal-tubuh-untuk-mengetahui.html diunduh 26 Maret 2010, 02:43 PM.
6.      Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 13- MK 14).
7.      scribd.com/doc/26873688/23546177-Sap-Kontrasepsi diunduh 26 Maret 2010, 12:39 AM.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar