Sabtu, 14 Juli 2012

ASUHAN KEBIDANAN TERHADAP KONSEP DASAR BAYI BARU LAHIR

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
                   Dewasa ini penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian terjadi dalam periode neonatal. Oleh karena itu, upaya pembinaan kesehatan bayi dimulai dari pemenuhan kebutuhan primer akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat berakibat fatal bagi bayi. Misalnya hipotermi pada BBL yang selanjutnya menyebabkan hipoksemia dan hipoglikemia. Dan yang tidak kurang pentingnya adalah pencegahan terhadap infeksi-infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu memotong tali pusat.
                   Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal adalah periode rentan akan banyak hal, seperti infeksi dan pengaturan tubuhnya, terutama pada bayi yang beratnya rendah saat melahirkan. Sehingga perlu pemberian ASI atau PASI yang mencukupi untuk membantu bayi dalam keadaan sehat dan menurunkan angka kematian bayi. Manajemen yang baik pada waktu masih dalam kandungan, selama persalinan, segera sesudah melahirkan dan pemantauan dan perkembangan selanjutnya dan menghasilkan bayi yang sehat.

1.2     Tujuan
1.2.1  Tujuan Umum
          Setelah penulis mempelajari tentang perkembangan dan pertumbuhan bayi, penulis melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan menerapkan manajemen kebidanan varnex praktek di Lapangan.
1.2.2  Tujuan Khusus
          a.  Melakukan Pengkajian (Pengumpulan Data)
          b.  Mengidentifikasi Masalah / Diagnosa
          c.  Mengantisipasi Masalah Potensial
          d.  Mengidentifikasi Kebutuhan Segera
          e.  Intervensi dan Rasionalisasi
          f.  Implementasi
          g.  Mengevaluasi Keefektifan Asuhan Kebidanan yang dilakukan

1.3     Metode Penulisan
          Studi Kepustakaan, praktek langsung, bimbingan dan konsultasi

1.4     Sistematika Penulisan
          Dalam penyusunan makalah ini dibuat garis besar sebagai berikut  :
          BAB I   PENDAHULUAN
                        1.1    Latar Belakang
                        1.2    Tujuan
                                 1.2.1  Tujuan Umum
                                 1.2.2  Tujuan Khusus
                        1.3    Metode Penulisan
                        1.4    Sistematika Penulisan
          BAB II  LANDASAN TEORI
                        2.1    Konsep Dasar Bayi Baru Lahir
                                 2.2.1  Pengertian
                                 2.2.2  Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi
                                           Diagnosa / Masalah
                                 2.2.3  Mengidentifikasi Diagnosa / Masalah Potensial
                                 2.2.4  Menciptakan kebutuhan terhadap tindakan segera
                                 2.2.5  Menyusun Rencana Asuhan yang menyeluruh
                                 2.2.6  Implementasi
                                 2.2.7  Evaluasi


          BAB III     TINJAUAN KASUS
                        3.1    Pengumpulan Data
                        3.2    Identifikasi Masalah / Diagnosa
                        3.3    Masalah Potensial
                        3.4    Identifikasi Kebutuhan Segera
                        3.5    Intervensi
                        3.6    Implementasi
                        3.7    Evaluasi
          BAB IV     PENUTUP
          DAFTAR PUSTAKA


BAB II
LANDASAN TEORI


2.1     Konsep Dasar Bayi Baru Lahir        
2.1.1  Pengertian
                   Bayi Baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu dan berat  lahir 2500 gram sampai 4000 gram.
(Sinopsis Obstetri, EGC, Jakarta)

2.1.2  Ciri-Ciri Bayi Normal
          1.  BB 2500 – 4000 gram
          2.  PB 48 – 52 cm
          3.  Lingkar dada 30 – 38 cm
          4.  Lingkar kepala 33 – 35 cm
          5.  Bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 180 x/mnt, kemudian menurun sampai 120-110 x/mnt.
          6.  Pernafasan pada menit pertama kira-kira 100 x/mnt, kemudian menurun setelah tenang 40 x/mnt.
          7.  Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk  dan diliputi verniks caseosa.
          8.  Rambut kepala biasanya telah sempurna.
          9.  Kuku agak panjang atau melewati jari-jari
          10.Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada anak perempuan) testis sudah turun (Pada anak laki-laki).
          11.Reflek hisap dan menelan baik
          12.Reflek suara sudah baik, bila bayi dikagetkan akan memperlihatkan gerakan memeluk.
          13.Reflek menggenggam sudah baik
          14.Eliminasi baki urine dan meconium akan keluar 24 jam pertama. Meconium berwarna hitam kecoklatan.
2.1.3  Perubahan-Perubahan Yang terjadi Pada Bayi Baru Lahir
          1.  Perubahan metabolisme karbohidrat
          2.  Perubahan suhu tubuh
              Ketika bayi lahir berada pada suhu yang lebih rendah dan suhu di dalam rahim ibu. Apabila dibiarkan dalam suhu 25°C, maka bayi akan kehilangan panas melalui konveksi, radiasi, dan evaporasi sebanyak 200 kkal/kb BB/mnt, sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. Sehingga menyebabkan suhu tubuh turun, akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigen.
          3.  Perubahan Pernafasan
              Selama dalam uterus janin mendapat O2 dari pernafasan gas melalui plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melalui paru-paru bayi. Rangsangan untuk gerakan pernafasan pertama adalah :
              a.  Tekanan metabolisme dan toraks sewaktu melalui jalan lahir
              b.  Penurunan O2 dan kenaikan CO2 merangsang kemoreseptor yang terletak di sinuskarotis.
              c.  Rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang permukaan pernafasan.
          4.  Perubahan Sirkulasi
              Dengan Perkembangan paru mengakibatkan tekanan O2 naik dan tekanan CO2 menurun, sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah paru, sehingga aliran darah meningkat hal ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru. Dan duktus arteriosus menutup. Dengan menciutnya  arteri dan vena umbilicus kemudian tali pusat dipotong aliran darah dari plasenta melalui vena inferior dan foramen ovale ditriun kiri terhenti. Sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar badan ibu.
          5.  Perubahan alat pencernaan, hati, ginjal, alat lainnya mulai berfungsi.
                        Setelah anak lahir harus segera mendapat perawatan dan pengawasan agar tidak terjadi kelainan-kelainan. Adapun perawatan dan pengawasan bayi meliputi :
              a.  Menghisap lendir
              b.  Memotong tali pusat
              c.  Meneteki / Memberi Salep Mata
              d.  Memberi injeksi vitamin K
              e.  Mengukur panjang badan dan menimbang berat badan bayi
              f.  Mengukur LILA (Lingkar Lengan Atas), LD (Lingkar Kepala).
              g.  Mengukur suhu tubuh
              h.  Memandikan setelah 6 jam post partum
                        Hal-hal yang perlu diawasi pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan metode APGAR. Aspek-aspek yang termasuk APGAR  yang harus dinilai dan dicatat adalah :
Tanda
Skor
0
1
2
1.  Appearance/warna kulit
Seluruh tubuh biru atau putih
Badan merah, tangan dan kaki biru
Seluruh tubuh kemerah-merahan
2.  Pulse/bunyi jantung
Tidak ada
<100
>100
3.  Grimace/refleks
Tidak ada
Perubahan mimik
Bensin, batuk, menangis kut
4.  Activity/aktivitas
Lumpuh
Ekstremitas sedikit fleksi
Gerakan aktif, ekstremitas fleksi
5.  Respiratory effart
Tidak ada
Tidak teratur, atau lambat
Menangis keras atau kuat
(Obstetry Fisiology, UNPAD 1983)
                        Dalam merawat bayi kebutuhan yang harus dipenuhi antara lain :
              a.  Kebutuhan rasa hangat
              b.  Makanan pokok yaitu ASI
              c.  Cairan
              d.  Istirahat dan tidur
              e.  Udara yang bersih
              f.  Latihan gerak badan
              g.  Kasih Sayang Ibu
              h.  Perlindungan
              i.   Kebersihan dan sterilisasi
                        Kebutuhan diatas bersifat terus menerus selama pertumbuhan dan perkembangan bayi.

2.1.4  Pemberian Nutrisi Pada Bayi
          1.  Pemberian Energi (Kalori)
              -    100-120 kkal/Kg BB selama beberapa bulan pertama kehidupan
              -    100 kkal/kg BB pada waktu ia mencapai usia 1 tahun
          2.  Kebutuhan Cairan
              -    Hari I         :    60 cc/kg BB / hari
              -    Hari II   :    90 cc/kg BB / hari
              -    Hari III  :    120 cc/kg BB / hari
              -    Hari IV  :    150 cc/kg BB / hari
          Frekuensi pembesaran cairan tergantung pada berat badan bayi.
          -    Berat badan < 1.250 gr : 24x/hari à tiap 1 jam
          -    Berat badan 1.250 gr - < 2000 gr : 12 x/hari à tiap 2 jam
          -    Berat badan > 2000 gr : 8x/jaro à tiap 3 jam

2.1.5  Penatalaksanaan pada bayi baru lahir
          1.  Membersihkan jalan nafas dan sekaligus menilai APGAR score menit pertama dengan cara menghisap lendir bayi dari mulut dan hidung dengan memutar.  Jangan lakukan terus menerus tetapi beri kesempatan pada bayi untuk bernafas. Lakukan penghisapan hingga bayi menangis keras.
          2.  Mengeringkan badan bayi dari cairan ketuban dengan menggunakan kain halus.
          3.  Memotong dan mengikat tali pusat dengan dibungkus kasa steril (perhatikan teknik aseptic dan antiseptik).
          4.  Memperhatikan suhu tubuh bayi dengan dibungkus kain hangat dan tidak memandikan bayi terlebih dahulu.
          5.  Mendekatkan bayi ke ibu dan menetekkan segera setelah lahir.
          6.  Membersihkan daerah muka, tangan, lipatan ketiak, dada, punggung, kaki dengan kapas yang diberi baby oil (retrap kali usapan kapas harus diganti).
          7.  Memberikan obat mata untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata dengan menggunakan salep eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1% untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual).
          8.  Memberikan injeksi vitamin K
(Asuhan Keperawatan Anak dalam Kontek Keluarga, 1993)

2.2     Konsep Dasar Asuhan Kebidanan
                   Adalah aktivitas / intervensi yang dilaksanakan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau permasalahan khususnya bidang KIA/KB.

2.2.1  Pengkajian
          Merupakan langkah awal dan komponen terpenting dalam memberikan asuhan kebidanan pada Bayi Baru Lahir.
2.2.1.1   Data Subyektif
              a.  Identitas
                   Bayi
                   -    Anak ke
                   -    Nama Bayi
                   -    Umur Bayi
                   -    Jenis Kelamin
                   -    Tanggal Lahir
                   -    Jam     
                   -    Nomor Register
                   Orang Tua
                   -    Nama Ibu   :                                Nama Ayah     :       
                   -    Umur          :                                Umur               :       
                   -    Agama       :                                Agama            :       
                   -    Pendidikan :                                Pendidikan      :       
                   -    Pekerjaan   :                                Pekerjaan        :       
                   -    Alamat       :                                Alamat            :       
              b.  Keluhan Utama
              c.  Riwayat Antenatal
              d.  Nutrisi Selama Hamil
              e.  Data Psikososial dan Spiritual
              f.  Aktivitas Ibu selama hamil             
              g.  Riwayat Persalinan
              h.  Riwayat  Post Natal
              i.   Status Nutrisi Bayi
               j.   Pola Eliminasi
              k.  Pola Istirahat / tidur
              l.   Pola aktivitas

2.2.1.2   Data Obyektif
              1.  Pemeriksaan Umum
                   a.  Keadaan umum
                   b.  BB Lahir
                   c.  PB Lahir
                   d.  Circum Ferensia sub occipito brematika
                   e.  Circum ferensia fronto occipito
                   f.  Circum ferensia mento occipito brepmatika
                   g.  Lingkar lengan
                   h.  Lingkar dada
                   i.   Suhu
                   j.   Nadi
                   k.  Pernafasan


              2.  Pemeriksaan Fisik
                   a.  Kepala        :    Caput succedanum, cephal hematomoa, fontanella, mayor dan minor.
                   b.  Hidung       :    Bentuk, fistula
                   c.  Mulut         :    Labioskizis, labio polatoskizis
                   d.  Leher          :    Pembengkakan
                   e.  Telinga       :    Bentuk, keluaran, fistula
                   f.  Dada          :    Bentuk, bunyi nafas, retraksi, bunyi jantung
                   g.  Perut          :    Massa, perdarahan tali pusat
                   h.  Genetalia    :    Jenis kelamin, epispadi, hipospadi, hernia sacrotalis, hidrocel.
                   i.   Anus          :    lubang anus
                   j.   ekstremitas atas / bawah : gerakan, polidaktilis, sindaktilis
                   k.  Reflek-reflek: moro, rooting, sucking

2.2.2  Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa / masalah
          Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interprestasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.
2.2.3  Mengidentifikasi diagnosa / masalah potensial
          Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa/masalah potensial yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan.
2.2.4  Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera
          Mengidentifikasi perlunya tindakan segera bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.
2.2.5  Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh
          Dalam rangka ini direncanakan asuhan menyeluruh ditentukan oleh langkah–langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasikan / diantisipasi.
2.2.6  Implementasi
          Pada langkah ke 6 ini rencana asuhan kebidanan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke5 dilaksanakan efisien dan aman.
2.2.7  Evaluasi
          Pada langkah ke 7 dilakukan evaluasi keefektivan dan asuhan yang tidak diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi dalam diagnosa dan masalah.


BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1     Pengumpulan Data
          Tanggal 16-6-2007                                Jam : 13.15 WIB
          1.  Biodata
              Nama Bayi          :    Bayi Ny “D”
              Umur                   :    2 jam
              Jenis Kelamin      :    Perempuan
              Tanggal Lahir      :    15-6-2007
              Jam                      :    11.15 WIB
              Anak ke               :    II
              Orang Tua
Nama Ibu            :     Ny “D”
Nama Ayah         :     Tn “T”
Umur                         : 28 th
Umur                         : 30 th
Agama                 :     Islam
Agama                 :     Islam
Pendidikan          :     SMU
Pendidikan          :     SMU
Pekerjaan             :     -
Pekerjaan             :     Swasta
Alamat                 :     Jl. “P”
Alamat                 :     Jl. “P”
    
          2.  Keluhan Utama
              Ibu mengatakan bayi baru lahir normal spontan jam 11.15 WIB
          3.  Riwayat Antenatal
              Menarche             :    13 tahun
              HPHT                  :    5-9-2006
              TP                             :            13-6-2007
              ANC                    :    Teratur 10x di BPS Iskandar
              Imunisasi             :    TT lengkap 4x
              Selama hamil       :    TT lengkap 4x


          4.  Nutrisi selama kehamilan
              Ibu mengatakan selama hamil makan lebih banyak ± 4-5 piring sehari. Kadang-kadang tambah susu dan buah-buahan. Minum air putih ± 8-10 gelas / hari.
          5.  Dada Psikososial dan Spiritual
              -    Ibu mengatakan sangat senang dengan kehamilan ini dan sangat mengharapkannya.
              -    Ibu mengatakan bahwa keluarganya juga senang sekali.
              -    Ibu mengatakan waktu hamil usia 7 bulan diadakan selamatan 7 bulanan menurut adat jawa.
          6.  Aktivitas ibu selama hamil
              Ibu sebagai ibu rumah tangga juga melakukan kegiatan rutin menyapu, mengepel, memasak, mencuci pakaian, dan lainnya. Tapi ibu dibantu oleh orang tua dan juga suaminya.
          7.  Riwayat Persalinan
              Ibu mengatakan melahirkan tanggal 16-6-2007 jam 11.15 WIB anak perempuan lahir spontan B segera menangis AS : 7-8 BBL 3360 gram PBL : 51 cm ditolong oleh bidan dari BPS ini.
          8.  Riwayat Post Natal
              Ibu mengatakan bayi dirawat di ruangan BPS dan bayi dalam keadaan sehat didalam box atau bergabung dengan ibunya di dalam satu ruangan (rawat gabung / rooming m).
          9.  Status Nutrisi Bayi
              Ibu mengatakan segera setelah bayi lahir langsung meneteki ibunya
          10.Pola Eliminasi
              Ibu mengatakan bayi lahir langsung ke BAB mencantum dan BAKnya sering di popok bayi.
          11.Pola Istirahat Tidur  
              Ibu mengatakan bayi sering tidur walaupun bangun jika BAB, BAK atau lapar.

          12.Pola Aktivitas
              Ibu mengatakan bayi sering menendang-nendang kakinya, bayi sering menangis.

Data Obyektif
1.  Pemeriksaan Umum
     Keadaan Umum                                             :    baik
     BBL                                                               :    3360 gr
     PBL                                                               :    51 cm
     Lingkar Kepala                                              :    34 cm
     Circum Ferensia /Subocipito Bregmatika      :    32 cm
     Circum Ferensia Fronto Occipitalis               :    34 cm
     Circum Ferensia Mento Occipitalis               :    35 cm
     Lingkar dada                                                 :    33 cm
     Suhu                                                               :    365°C
     Nadi                                                               :    120 x/mnt
     Pernafasan                                                     :    40 x/mnt
2.  Pemeriksaan Fisik
     Kepala                      :    Bersih, pertumbuhan rambut merata, cephal hematom (-), caput succedaneum (-), fantanella mayor & minor belum menutup.
     Leher                             :     Pembesaran kelenjar lymfe (-) pembesaran vena jugularis (-)
     Mata                         :    Simetris, tidak icterus, reflek terhadap cahaya (+/+), kelasnan (-/-).
     Telinga                      :    Simetris, cairan yang keluar dari telinga (-/-)
     Hidung                     :    Simetris, tidak ada pernafasan cupping hidung
     Mulut                       :    Bibir normal, reflek hisap kuat, tidak ada labiapalatoskizis.
     Dada                         :    Simetris, tidak ada kelainan
     Perut                         :    Pembesaran hepar (-), tali pusat masih basah diberi tripel D dan dibalut kassa.
     Genetalia                  :    Perempuan, labia makora sudah menutupi labia minora.
     Anus                         :    Tidak ada atresia ani
     Punggung                 :    Simetris, tidak ada kelainan
     Ekstremitas tangan   :    Simetris, jari-jari lengkap, sindaktilis (-), polidaktili (-)
     Ekstremitas bawah   :    Simetris, jari-jari lengkap, sindaktili (-), polidaktili (-)
     Turgor kaki               :    Baik
     Refleks-refleks         :    Reflek menelan (+), reflek menghisap (+), reflek menggenggam (+) reflek sucking (+), refleks tonick neck (+).

3.2     Identifikasi Masalah / Diagnosa
No
Data Dasar
Diagnosa / Masalah
1
DS    :    Ibu mengatakan telah melahirkan tanggal 15-6-2007
DX :
BBL masa transisi usia 2 jam

DO    :   


Bayi lahir tgl        :     16-6-07


Jam                      :     11.15 WIB


Spontan belakang kepala


Segera menangis A S : 7-8


BB                       :     3360 gram


PB                       :     51 cm


Circum ferensia sub occipito bregmatika : 32 cm


Circum ferensia frontooccipitalis : 34 cm


Circum ferensia  mentho occipitalis : 35 cm


Lingkar dada       :     33 cm


Suhu                    :     365°C


Nadi                    :     120 x/mnt


Pernafasan           :     40 x/mnt








Tujuan


Selama bayi dirawat 24 jam diharapkan tidak ada masalah / komplikasi pada bayi.


KU : baik
Aktivitas : baik


Kriteria


Kebutuhan :


-    Memastikan keadaan bayi tetap hangat agar tidak terjadi hipotermi.


-    Memberikan minum ASI pada bayi sedini mungkin.


-    Memberikan pada ibu (rawat gabung) agar terjadi jalinan kasih sayang antara ibu dan anak


-    Melakukan perawatan tali pusat secara aseptic




    

3.3     Potensial Masalah
          Hipotermi

3.4     Identifikasi Kebutuhan Segera
          -    Mengeringkan bayi
          -    Menghangatkan bayi
          -    Rangsangan taktil                
          -    Bungkus bayi dan tempatkan di sisi ibu 

BAB IV
PENUTUP


4.1     Kesimpulan
          Selama melakukan asuhan kebidanan pada By Ny “D” mengacu pada tujuan yang ada, maka ditentukan adanya suatu masalah / diagnosa kebidanan pada Bayi Ny “D” adalah :
          1.  Bayi Baru Lahir dalam Masa Transisi
               Dari diagnosa tersebut diatas dapat dilakukan implementasi atau tindakan sehingga tidak timbul masalah seperti asfiksia, infeksi tali pusat, dan hipotermi.
          Beberapa yang dilakukan yaitu :
          1.  Memberikan KIE pada ibu bayi dan keluarga
          2.  Merawat bayi di ruangan yang hangat
          3.  Memberikan nutrisi secara adekuat
          4.  Mengobservasi tanda-tanda vital
          Dari implementasi yang ada dilakukan evaluasi hasil, sehingga semua masalah teratasi dikarenakan adanya kerjasama yang baik dari ibu dan keluarga sehingga dapat mendukung keberhasilan program asuhan kebidanan yang direncanakan.

4.2     Saran
          1.  Bagi Petugas
              Meningkatkan peran bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana kebidanan, lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Bidan harus meningkatkan kerjasama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain, klien dan keluarga.
          2.  Bagi Klien
              Untuk keberhasilan dalam asuhan kebidanan diperlukan kerjasama yang baik dengan klien dalam usaha memecahkan masalah klien.

          3.  Bagi Pendidikan      
              Supaya terlatih memperhatikan penulis di tempat praktek berusaha untuk membimbing semua kelompok.


DAFTAR PUSTAKA


Mochtar MPH Rustam Dr. Prof. Sinopsis Obstetri, 1998. Jakarta, EGC.

Asuhan Keperawatan Anak Dalam Konteks Keluarga. 1993. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar