Senin, 16 Juli 2012

MAKALAH KEBIDANAN Komunikasi Pada Akseptor KB

Konseling
Konseling adalah proses pertukaran informasi dan interaksi positif antara klien-petugas untuk membantu klien mengenali kebutuhannya, memilih solusi terbaik dan membuat keputusan yang paling sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi.

Tujuan Konseling KB
Konseling KB bertujuan membantu klien dalam hal:
  • Menyampaikan informasi dari pilihan pola reproduksi.
  • Memilih metode KB yang diyakini.
  • Menggunakan metode KB yang dipilih secara aman dan efektif.
  • Memulai dan melanjutkan KB.
  • Mempelajari tujuan, ketidakjelasan informasi tentang metode KB yang tersedia.
Prinsip Konseling KB
Prinsip konseling KB meliputi: percaya diri / confidentiality; Tidak memaksa / voluntary choice; Informed consent; Hak klien / clien’t rights dan Kewenangan / empowerment.
Keuntungan Konseling KB
Konseling KB yang diberikan pada klien memberikan keuntungan kepada pelaksana kesehatan maupun penerima layanan KB. Adapun keuntungannya adalah:
  • Klien dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhannya.
  • Puas terhadap pilihannya dan mengurangi keluhan atau penyesalan.
  • Cara dan lama penggunaan yang sesuai serta efektif.
  • Membangun rasa saling percaya.
  • Mengormati hak klien dan petugas.
  • Menambah dukungan terhadap pelayanan KB.
  • Menghilangkan rumor dan konsep yang salah.
Hak Pasien
Pasien sebagai calon maupun akseptor KB mempunyai hak sebagai berikut:
 a) Terjaga harga diri dan martabatnya.
b) Dilayani secara pribadi (privasi) dan terpeliharanya kerahasiaan.
c) Memperoleh informasi tentang kondisi dan tindakan yang akan dilaksanakan. d) Mendapat kenyamanan dan pelayanan terbaik.
e) Menerima atau menolak pelayanan atau tindakan yang akan dilakukan.
 f) Kebebasan dalam memilih metode yang akan digunakan.

Proses Konseling KB dan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal dalam pelayanan kesehatan menggunakan :
  1. Motivasi
  2. Edukasi / pendidikan
  3. Konseling
Motivasi
Motivasi pada pasien KB meliputi: Berfokus untuk mewujudkan permintaan, bukan pada kebutuhan individu klien; Menggunakan komunikasi satu arah; Menggunakan komunikasi individu, kelompok atau massa.

Pendidikan KB
Pelayanan KB yang diberikan pada pasien mengandung unsur pendidikan sebagai berikut: Menyediakan seluruh informasi metode yang tersedia; Menyediakan informasi terkini dan isu; Menggunakan komunikasi satu arah atau dua arah; Dapat melalui komunikasi individu, kelompok atau massa; Menghilangkan rumor dan konsep yang salah.

Konseling KB
Konseling KB antara lain: Mendorong klien untuk mengajukan pertanyaan; Menjadi pendengar aktif; Menjamin klien penuh informasi; Membantu klien membuat pilihan sendiri.

Peran Konselor KB
Proses konseling dalam praktik pelayanan kebidanan terutama pada pelayanan keluarga berencana, tidak terlepas dari peran konselor. Tugas seorang konselor adalah sebagai berikut:
  • Sahabat, pembimbing dan memberdayakan klien untuk membuat pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
  • Memberi informasi yang obyektif, lengkap, jujur dan akurat tentang berbagai metode kontrasepsi yang tersedia.
  • Membangun rasa saling percaya, termasuk dalam proses pembuatan Persetujuan Tindakan Medik.
Ciri Konselor Efektif
  • Memperlakukan klien dengan baik.
  • Berinteraksi positif dalam posisi seimbang.
  • Memberikan informasi obyektif, mudah dimengerti dan diingat serta tidak berlebihan.
  • Mampu menjelaskan berbagai mekanisme dan ketersediaan metode konstrasepsi.
  • Membantu klien mengenali kebutuhannya dan membuat pilihan yang sesuai dengan kondisinya.
Perubahan Pada Konseling Akseptor KB
Tidak semua akseptor KB mengalami kenyamanan dalam menggunakan alat kontrasepsi. Ada juga yang mengalami perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis setelah penggunaan alat kontrasepsi. Perubahan fisiologis yang sering terjadi adalah akibat dari efek samping penggunaan alat kontrasepsi tersebut. Misalnya pusing, BB bertambah, timbul flek-flek di wajah, gangguan menstruasi, keputihan, gangguan libido, dll. Adapun perubahan psikologis yang dialami adalah kecemasan atau ketakutan akan keluhan-keluhan yang terjadi, kegagalan dalam pemakaian alat kontrasepsi.
Pelaksanaan komunikasi bagi akseptor KB yaitu terfokus pada KIE efek samping kontrasepsi dan cara mengatasinya, cara kerja dan penggunaan alat kontrasepsi.

Konseling dan Persetujuan Tindakan Medik
Maksud dari konseling dan persetujuan tindakan medik adalah untuk mengenali kebutuhan klien, membantu klien membuat pilihan yang sesuai dan memahami tujuan dan risiko prosedur klinik terpilih.


GONOREA

            Kuman penyebabnya adalah Neisseria gonorrhoeae. Ada masa tenggang selama 2 -10 hari setelah kuman masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks.
Tanda-tanda penyakitnya adalah nyeri, merah, bengkak dan bernanah. Gejala pada laki-laki adalah rasa sakit pada saat kencing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan.
Akibat penyakit GO, pada laki-laki dan perempuan, seringkali berupa kemandulan. Pada perempuan bisa juga terjadi radang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
Penyakit Gonorea telah dikenal sejak lama dan sampai saat ini masih merupakan maslah, terutama karena dijumpai 30-50% kasus dengan strain yang resisten terhadap pengobatan (Penicillinase Producing Neisseria Gonorrhoeae =PPNG) dan sering infeksi terjadi bersama dnegan mikroorganisme lain seperti Chlaamydia. Di Amerika Serikat 0,5-7% wanita hamil didapatkan menderita gonorea. Meningkatnya kasus gonorea dalam kehamilan, koriomnionitis dan terjadinya sepsis pada neonatus.
            Penyakit yang diderita di luar kehamilan biasanya terbatas pada bagian bawah saluran urogenital, seperti di uretra, serviks, glandula peri-uretralis, dan glandula Bartholini. Dapat pula terjadi penjalaran ke atas, melintasi endometrium, dan menyebabkan endosalpingitis, bahkan pelvioperitonitis. Apabila kuman-kuman gonorea masuk ke dalam aliran darah, dapat timbul arthritis dan endokarditis. Salpingitis gonorrhoika sering menyebabkan kemandulan.
            Gonorea dalam kehamilan biasanya dijumpai dalam bentuk menahun, dan 60-80% kasus adalah asimptomatik sehingga ia tidak mengetahui bahwa menderita penyakit, ada kalanya terjadi peningkatan dalam kehamilan yang dapat disertai kolpitis dan vulvitis, atau infeksi laten mejadi nyata. Sering pula oftalmia neonatorum menjadi petunjuk pertama bahwa ibu menderitaa gonorea. Adanya poliartitis dalam kehamilan trimester kedua dan ketiga harus dipikirkan adanya kemungkinan atritis gonoroika.
            Apabila terjadi infeksi dalam kehamilaan lebih dari 4 minggu, jalannya penyakit tidak berbeda ddari infeksi di luar kehamilan. Dalam hal ini maupun pada penyait menahun, penjalaran ke atas dapat terjadi setelah abortus dan partus, yang dapat menyebabkan endometritis, endosalpingitis, dan pdlvioperitonis pascaabortus, dan dalam nifas. Karena itu, tidak jarang dijumpai kemandulan dengan satu anak (one child sterility) pada penderita atau bekas penderita gonorea.
            Diagnosis gonorea akut dalam kehamilan tidak sulit bila dijumpai:
1.      gejala-gejala klinik, seperti disuria, uretritis, servisitis, flour albus berupa nanah encer agak kuning atau kuning-hijau, dan kadang-kadang Bartholinitis akut atau vulkolpitis dan
2.      pemeriksaan laboratorium dnegan sediaan apus getah uretra dan getah kanalis servikalis yang dipulas dengan Methylene blue atau menurut Gram: terdapat banyak sel nanah dan banyak diplokkokus intra- dan ekstraseluler. Apabila hasilnya negative atau meragukan, maka sebaiknya dilakukan pembiakan. Juga pada gonorea kronik pemeriksaan apus saja tidak mempunyai arti banyak pembiakan merupakan cara pemeriksaan yang paling baik.
Tidak boleh dilupakan bahwa suami juga diperiksa, dan koitus dilarang selama suami istri belum sembuh benar.
Konjugtivitis gonorika neonatorum (blenorrhoea neonnatorum), bukan penyakit congenital, melainkan infeksi terjadi dalam persalinan waktu kepala melewati jalan lahir, dan mata bayi bersentuhan dengan bagian-bagian yang mengandung gonokokkus.
Pengobatan dengan Penisillin biasanya memberi hasil memuaskan, kecuali dalam kasus-kasus yang resisten. Yang dianjurkan ialah Procaine penicillin G dalam larutan air sekali suntik sebanyak 4,8 juta satuan, kanan dan kiri separuh-separuh. Jhonson dan kawan-kawan, (1970) melaporkan hasil yang baik dengan pemberian Ampisillin per orak dalam dosis tunggal sebanyak 3,5 g.
Apabila penderita tidak tahan penicillin, dapat diberikan eritomisin 4 kali sehari 0,5 g selama 5-10 hari, atau suntika kanamisin  dalam dosis tunggal ( 1 g kanan dan 1 g kiri), seperti dilaporkan oleh Shapiro dan Lorentz (1970). Kanamisin tidak mempunyai pengaruh pada sifilis. Pilihan  obat lainnya adalah Ceftriaxone 250 mg intramuskulus dosis tunggal (Centers for Disease Control, Atlaanta). Setiap pengobatan harus memperhatikan pula adanya kemungkinan infeksi sifilis dan Chlamydia.
Pemeriksaan klinik dan laboratorium perlu diulang 3 hari atau lebih setelah pengobatan selesai. Apabila penyakitnya kambuh, maka penderita harus diobati lagi, dengan dosis 2 kali lipat.
Untuk mencegah kemungkinan blenorrhea neonatorum semua neonatus kedua matanya harus diberi salep Erythromycin atau Chloromycetin. Seorang ibu yang menderita gonoroe dapat tetap menyusui bayinya.

FORMAT ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS

TANGGAL PENGKAJIAN    : 10 Oktober 2010
JAM    : 09.00 WIB

I.      DATA SUBJEKTIF
        A. BIODATA
              Nama Istri      : Ny. Henny. W                        Nama Suami     : Tn. Derman
              Umur              : 30 Tahun                                Umur                : 34 Tahun
              Agama           : Islam                                      Agama             : Islam 
              Pendidikan     : SMA                                      Pendidikan       : SMA
              Pekerjaan       : Ibu Rumah Tangga                  Pekerjaan         : Swasta
              Suku Bangsa  : Indonesia                                Suku Bangsa    : Indonesia
              Alamat           : Suka Jadi                                Alamat             : Suka Jadi
              Telpon            : -                                             Telpon              : -

B.     ALASAN DATANG
        Ibu merasa perut mules, takut BAB karena ada luka jahitan.

C.    DATA KEBIDANAN
        a.   RIWAYAT HAID
·        Menarche             : 13 Tahun
·        Siklus                   : 28 Hari
·        Lamanya              : 5 Hari
·        Banyaknya           : 3 x ganti softek/hari
·        Warnanya : Merah Kehitaman
·        Baunya                 : Tidak Berbau
·        Dismenorhoe        : (-)

        b. RIWAYAT KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS YANG LALU

No
Tahun Partus
Tempat Partus
Penolong
Jenis Persalinan
Penyulit
B A Y I
NIFAS
ASI. E
KET
JK
BB
TB
YA/TDK


2000

2006

Skrg

RSUD

RSUD

RSUD

Bidan

Bidan

Bidan

Spontan

Spontan

Spontan

Tidak

Tidak

Tidak




3600 g
3200 g
3800 g


49 cm
48 cm
48 cm


Ya

Ya

Ya




D.    DATA/RIWAYAT PERKAWINAN

1.      Status Perkawinan                  : Kawin
2.      Usia Waktu Kawin                 : 19 Tahun
3.      Perkawinan Ke Berapa           : 1
4.      Lama Perkawinan Sekarang    : ± 11 Tahun

E.     DATA KESEHATAN

1.      Penyakit Yang Pernah Diderita
§         Menahun                          : Tidak ada
§         Menular                            : Tidak ada
§         Keturunan                        : Tidak ada
§         Riwayat Operasi               : Tidak ada

2.      Penyakit Yang Sedang Diderita
§         Menahun                          : Tidak ada
§         Menular                            : Tidak ada
§         Keturunan                        : Tidak ada

3.      Penyakit Yang Diderita Keluarga
§         Menahun                          : Tidak ada
§         Menular                            : Tidak ada
§         Keturunan                        : Tidak ada

F.     RIWAYAT KB

        a.   Pernah Mendengar Tentang KB                      : Ya
        b.   Pernah Menjadi Akseptor                               : Ya
v     Jenis Kontrasepsi Yang Pernah Dipakai    : Suntik KB
v     Berapa Lama                                            : 4 Tahun
v     Alasan Berhenti                                        : Ingin Punya Anak Lagi

G.    RIWAYAT PERSALINAN TERAKHIR

v     Tempat persalinan                               : RSUD
v     Jenis Persalinan                                   : Spontan
v     Melahirkan anak ke                            : 3
v     Komplikasi/kelainan                            : Tidak
v     Placenta                                             : Utuh
- Spontan/dilahirkan dengan tangan     : Spontan
- Lengkap/tidak                                  : Lengkap
v     Perineum                                            :
- Utuh                                                :
- Episiotomi                                        :

- Robekan                                          : Ya
                                                            Perineum derajat/di mukosa vagina
                                                            jahitan jelujur dengan benang catgut
v     Perdarahan total                                 : ± 400 cc
v     Tindakan lain                          :
- Infus cairan                                      : -
- Transfusi darah                                 : -
v     Keadaan Bayi
- Lahir tanggal            : 01 Oktober 2010 Jam : 15.00 WIB
- BB                           : 3600 gr
- TB                           : 49 cm
- JK                           : Perempuan
- Nilai Apgar              : 8/9
- Cacat Bawaan         : Tak

H.    DATA PSIKOSOSIAL SPIRITUAL
v     Tanggapan ibu dan keluarga terhadap masa nifas         : Mengerti
v     Pengetahuan ibu dan keluarga tentang masa nifas         : Paham
v     Pengambilan keputusan                                               : Cepat + Tanggap
v     Ketaatan ibu beribadah                                               : Mat –
v     Ibu tinggal bersama                                                     : Suami + Anak
v     Adakah Keluarga lain yang tinggal serumah     : Tidak ada

I.      POLA KEBUTUHAN SEHARI-HARI  
        a.   NUTRISI
·        Porsi Makan Sehari-hari               : 3 x sehari
·        Jenis                                             : Makan Pokok
·        Makanan Pantang             : Tidak ada
·        Pola Minum                                  : Sering ± 10 gelas
·        Masalah                                       : Tidak ada

        b.   ELEMINASI
              a. BAK
                  - Frekuensi : 4 x sehari
                  - Jumlah                 : ± 400cc
                  - Warna                 : Kuning
                  - Keluhan               : Tak

              b. BAB
                  - Frekuensi : -
                  - Jumlah                 : -
                  - Warna                 : -
                  - Keluhan               : Takut BAB karena ada robekan

             

              c. POLA ISTIRAHAT
                  - Tidur Siang          : Sekali-kali
                  - Tidur Malam        : ± 7 Jam
                  - Keluhan               : Tak
       
              d. POLA AKTIVITAS
                  - Olahraga              : Tidak
                  - Pekerjaan            : Pekerjaan rumah tangga

              e. PERSONAL HYGIENE
                  - Mandi 2 x sehari
                  - Sikat gigi 2 x sehari

II.     DATA OBYEKTIF
        A. PEMERIKSAAN UMUM
§         Keadaan Umum               : Sadar
§         Kesadaran                        : Baik
§         TB                                   : 165
§         BB                                   : 67
§         Vital Sign
v     TD     : 120/80
v     N       : 84 r/mt
v     S        : 370 C
v     RR     : 24 r/mt

B.     PEMERIKSAAN KEBIDANAN
1. INSPEKSI
v     Kepala
- Warna Rambut         : Hitam
- Kulit Kepala            : Bersih
- Ada Luka/Tidak       : Tidak
                         
v     Muka
- Segar/Pucat             : Segar
- Cloesma                  : Tidak 
- Oedema                   : Tidak

v     Mata                         
- Sklera                      : Merah Muda
- Conjungtiva  : Putih

v     Hidung                                  
- Kebersihan              : Bersih
- Stomatitis                 : Tidak
- Caries                      : Ada sedikit

v     Leher                        
- Pembesaran Kelenjar Thyroid          : Tidak
- Pembesaran Kelenjar Jugularis         : Tidak

v     Dada
- Mamae, Simetris/Tidak                    : Simetris
- Puting Susu, Menonjol/Tidak            : Menonjol
      - Areola, Pigmentasi/Tidak                  : Pigmentasi
      - Benjolan Ada/Tidak             : Tidak
      - ASI +/-                                            :

v     Abdomen
- Pembesaran Simetris/Tidak  : Simetris

v     Genetalia, Oedema/Tidak                   : Tidak
Ø      Pengeluaran Lochea          :
- Warna                           : Rubra
- Jumlah                           : I socc
- Konsistensi                    : Cair
- Bau                                : Amis

Ø      Perineum             
- Bekas Jahitan Episiotomi            : Ya
- Oedema, Hematoma                  : Tidak ada

Ø      Keadaan Anus                             
- Haeoroid, Ada/Tidak                 : Tidak ada

v     Extrimitas
Ø      Atas        
- Oedema/Tidak                           : Tidak ada
- Cacat/Tidak                               : Tidak ada

Ø      Bawah                             
- Oedema/Tidak                           : Tidak ada
- Cacat/Tidak                               : Tidak ada
- Varises/Tidak                             : Varises

2.      Palpasi
- Uterus Tfu                : 3 jr/6 pst
- Kontraksi     : Baik  
- Konsistensi              : Keras

3.      Pemeriksaan Penunjang
- Urine                       : Tidak
- Darah                      : hb 11 gr %
III.   ANALISIS DATA

        1. Diagnosa      : Ibu P3 Ao Post Partum 6 Jam

        2. Masalah       : Ibu merasa takut BAB sehubungan jahitan perineum

IV.   PERENCANAAN

-         Meningkatkan jumlah cairan yang diminum
-         Meningkatkan jumlah serat dalam makanan
-         Mengkonsumsi buah-buahan
-         Perawatan luka perineum
-         Pemberian antibiotika amoxiline 3 x 500 mg oral
-         Memberi tahu ibu tentang bahaya pada masa nifas, yaitu seperti demam, perdarahan perpagina dan sakit kepala yang hebat
-         Memberikan konsling perawatan tali pusat dan merawat bayi sehari-hari
-         Memberi tahu tentang perawatan payudara

V.    EVALUASI
       
        S    : Ibu minum banyak
              : Ibu mengonsumsi makanan yang mengandung serat
              : Ibu bisa merawat luka perineum
              : Ibu sudah makan antibiotik
              : Ibu tahu tentang menyusui dini
              : Ibu tahu tentang tanda bahaya masa nifas
              : Ibu tahu tentang perawatan bayi
              : Ibu tahu tentang cara perawatan payudara

        O   : KU               : Baik
                Kesadaran    : composmetis
                Ibu sudah tidak takut BAB
                TD           : 110/70 mmhg
                N             : 84 x/mnt
                R              : 20 x/mnt
                S              : 360 C



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar