Senin, 16 Juli 2012

MAKALAH KOMPRESI BIMANUAL AORTA

BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Peralatan yang di perlukan untuk dapat melakukan kompresi aorta abdominalis tidak ada, kecuali sedapat mungkin teknik yang benar, sehingga aorta benar-benar tertutup untuk sementara waktu sehingga perdarahan karena otonia uteri dapat di kurangi.Tata cara komperesi aorta abdominalis ada 3 cara , Teknik penekanan aorta ada 10 teknik, Ligasi ateria uterine dan arteri uteroovarium 14 cara, histerektomi 5 cara.
  1. B. MASALAH
    1. Jelaskan tata cara melakukan kompresi aorta abdominalis!
    2. Jelaskan bagaimana tekhnik melakukan penekanan pada aorta!

  1. C. TUJUAN
Tujuan Umum
Makalah ini dibuat sebagai pedoman atau acuan kami dalam upaya mengetahui bagaimana melakukan pencegahan perdarahan dengan cara kompresi aorta serta mengembangkan sumber daya dan kemampuan khususnya bagi penulis dalam memberikan pelayanan kebidanan terhadap ibu postpartum.
Tujuan khusus
  1. Mengetahui tata cara melakukan kompresi aorta abdominalis.
  2. Mengetahui bagaimana tekhnik melakukan penekanan pada aorta.




D. MANFAAT
1. Bagi Penulis
Setelah menyelesaikan makalah ini diharapkan kami sebagai mahasiswa dapat  meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai kompresi aorta abdominalis  serta upaya penurunan kematian pada ibu.
2. Bagi Institusi/bidan
Diharapkan sebagai bahan pertimbangan untuk perbandingan dalam peningkatan pelayanan asuhan kebidanan.













BAB II
PEMBAHASAN
  1. KOMPRESI BIMANUAL
Kompresi uterus secara bimanual merupakan usaha untuk menyehatkan perdarahan sementara, dengan jalan melipat uterus yang lembek antara dua tangan ( di dalam) dan tangan luar yang melipat uterus dari luar pada fundus uteri. Sementara itu pemasangan infus dan upaya tranfusi tetap di laksanakan.
  1. KOMPRESI BIMANUAL AORTA ABDOMINALIS
Peralatan yang di perlukan untuk dapat melakukan kompresi aorta abdominalis tidak ada, kecuali sedapat mungkin teknik yang benar, sehingga aorta benar-benar tertutup untuk sementara waktu sehingga perdarahan karena otonia uteri dapat di kurangi.
Tata cara komperesi aorta abdominalis:
1.       Tekanlah aorta abdominalis diatas uterus dengan kuat dan dapat dibantu dengan tangan kiri selama 5 s/d 7 menit.
2.       Lepaskan tekanan sekitar 30 sampai 60 detik sehingga bagian lainnya tidak terlalu banyak kekurangan darah.
3.       tekanan aorta abdominalis untuk mengurangi perdarahan bersifat sementara sehingga tersedia waktu untuk memasang infus dan memberikan uterotonika secara intravena.
  1. TEKHNIK PENEKANAN AORTA
  • Berikan tekanan kebawah dengan tekanan tangan diletakan diatas pers abdominalis aorta melalui dinding abdomen
  • Titik kompresi tepat diatas umbilikus dan agak kekiri
  • Denyut aorta dapat diraba dengan mudah melalui dinding abdomen anterior segera pada periode pascapartum
  • Dengan tangan yang lain palpasi denyut nadi femoral untuk memeriksa keadekuatan kompresi
  • Jika denyut nadi teraba selama kompresi tekanan yang dikeluarkan kepalan tangan tidak adekuat
  • Jika denyut nadi femoral tidak teraba tekanan yang dikeluarakan kepalan tangan adekuat
  • Pertahanan kompresi sampai darah terkontrol
  • Jika pendarahan berlanjut walaupun kompresi telah dilakukan
  • Lakukan ligasi uteria dan ligasi ateri uteri
  • Bila tidak berhasil, histerektomi adalah langkah terakhir
Ligasi arteria uterine dan arteri uteroovarium:
  • Tinjau kembali Indikasi
  • Tinjau kembali prinsip perawatan umum,prinsip perawatan operasi dan pasang infuse IV
  • Berikan dosis tunggal antibiotik profilaksis
  • Buka abdomen
  • Tarik uterus untukmembuka bagian bawah ligamentum latum uteri
  • Raba denyut arteria uterina di dekat persambungan uterus dan servik
  • Dengan menggunakan benang catgut kromik 0 pada jarum besar,masukkan jarum kesekeliling
arteri dan melalui 2-3 cm miometrium pada tempat dibuatnya insisi melintang segmen bawah
uterus lalu ikat benang dengan kuat
  • Buat jahitan sedekat mungkin dengan uterus karena biasanya ureter berada hanya 1 cm
disamping ateria uterina
  • Ulangi posisi tersebut pada sisi sebelahnya
  • Jika arteri robek,pasang klem dan ikat tempat perdarahan
  • Ikat arteri uteroovarium tepat dibawah titik pertemuan ligamentum suspensorium ovarii dengan
uterus
  • Ulangi prosedur tersebut pada sisi sebelahnya
  • Pantau adanya perdarahan berkelanjutan atau pembentukan hematoma
  • Tutup abdomen
Histerektomi:
  • Tinjau kembali Indikasi
  • Tinjau kembali prinsip perawatan umum,prinsip perawatan operasi dan pasang infus IV
  • Berikan dosis tunggal antibiotik profilaksis
  • Jika terdapat hemoragi yang tidak dapat terkontrol etelah pelahiran per vagina, pikirkan bahwa kecepatan tindakan adalah hal yang sangat penting.
  • Jika pelahiran dilakukan melalui seksio sesaria, pasang klem pada area perdarahan di sepanjang insisi uterus
BAB III
PENUTUP

  1. A. KESIMPULAN
kompresi aorta dilakukan untuk menghentikan pendarahan dilakukan dengan beberapa     cara yaitu Tata cara komperesi aorta abdominalis:
Tekanlah aorta abdominalis diatas uterus dengan kuat dan dapat dibantu dengan tangan kiri selama 5 s/d 7 menit. Lepaskan tekanan sekitar 30 sampai 60 detik sehingga bagian lainnya tidak terlalu banyak kekurangan darah.Tekanan aorta abdominalis untuk mengurangi perdarahan bersifat sementara sehingga tersedia waktu untuk memasang infus dan memberikan uterotonika secara intravena.
  1. B. SARAN

Bagi petugas kesehatan hendaknya berusaha semaksimal mungkin mencegah terjadinya perdarahan post partum dan mengetahui cara-cara menghentikan perdarahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar