Jumat, 02 Desember 2011

MAKALAH KMS

KMS

1 Pertumbuhan

Pertumbuhan ( growth )
• Bertambah nya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler
• Bertambah nya ukuran fisik dan struktur tubuh secara keseluruhan.
• Dapat diukur dengan satuan panjang dan berat

2 Perkembangan

Perkembangan ( development ) adalah bertambah nya kemampuan ( skill ), struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam pola yang lebih teratur dan dapat diramal kan, sebagai hasil dari proses pematangan.

3 Ciri – Ciri Dan Prinsip Tum – Bang

1. Perkembangan menimbulkan perubahan, perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan, setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi
2. Tum – Bang pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya. Contoh anak tidak bisa jalan sebelum berdiri
3. Tum – Bang mempunyai kecepatan yang berbeda ( pertumbuhan fisik dan fungsi organ berbeda masin g – masing anak )
4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan ( pertumbuhan berlansung cepat perkembangan pun demikian, bertambah umur bertambah berat dan tinggi ).
5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala menuju ke kaudal dari proksimal ke distal.

4 Tujuan Pemantauan Tumbang Anak

Tujuan nya adalah untuk menentukan apakah tumbuh kembang seorang anak berjalan normal atau tidak, baik dilihat dari segi medis maupun statistik.

5 Faktor Yang Mempengaruhi Tumbang

1. Faktor genetik
Faktor yang dapat diturunkan sebagai dasar untuk mencapai hasil akhir dari proses Tum – Bang ( jenis kelamin, Ras, suku bangsa )
2. Faktor lingkungan
a. Faktor pranatal
a) Gizi ibu pada waktu hamil
b) Mekanis ( trauma lahir, posisi janin dalam uterus )
c) Toksin / zat kimia
d) Radiasi
e) Infeksi
f) Stres
g) Imunitas
h) Anoksia embrio
b. Intra natal
• Komplikasi persalinan
o Trauma kepala
o Asfiksia
c. Faktor post – natal
1) Lingkungan biologik
o Ras / suku bangsa
o Jenis kelamin.
o Umur
o Gizi
o Perawatan kesehatan
o Kepekaan terhadap penyakit / penyakit kronis
o Metabolisme dan hormon
2) Faktor fisik
o Cuaca, musim, keadaan geografis suatu daerah
o Sanitasi
o Keadaan umum, struktur bagunan, ventilasi cahaya, kepadatan penghuni.
o Radiasi
3) Faktor psikososial
o Stimulasi
o Motifasi belajar
o Ganjaran, atau hukuman yang wajar
o Kelompok sebaya
o Stess
o Sekolah
o Cinta dan kasih sayang, kwalitas interaksi anak dan orang tuaa.
4) Faktor keluarga dan adat istiadat
o Pekerjaan dan pendapatan keluarga
o Pendidikan ayah / ibu
o Jenis kelamin dalam keluarga
o Stabilitas rumah tangga
o Kepribadian ayah / ibu
o Norma – norma
o Agama
o Urbanisasi
o politik

6 Kebutuhan Dasar Anak

 Asuh ( fisik biomedis )
Pangan, papan, sandang, perawatan, kesehatan dasar ( asi, imunisasi, penimbangan teratur, pengobatan kalau sakit ), hygiene, sanitasi, kesegaran jasmani dan rekreasi.
 Asih ( kasih sayang )
Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan yang dasar.
 Asah ( stimulasi mental )
Merupakan cikal bakal dalam proses belajar ( pendidikan dan latihan ) pada anak. Ini mengembangkan perkembangan mental, psikososial, kecerdasan, keterampilan, kemandirian, kreatifitas, agama, moral, etika, dlL

7 Tahap Pertumbuhan Anak

1. Pranatal ( 0 – 280 hari )
a. Masa embrio ( TM I )
 Diferensi berlansung cepat.
 Terbentuk sistem & alat – alat dalam tubuh
b. Masa fetus dini ( TM II )
 Alat tubuh telah terbentuk sempurna & mulai berfungsi
c. Masa fetus akhir
 Bertambah nya masa tubuh dengan cepat
 Berat badan fetus mencapai kira – kira 3.000 – 3.500 gram
2. Masa neonatal ( 0 – 4 minggu sesudah lahir )
 Penyesuaian sirkulasi sengsn keadaan lingkungan.
 Berat badan turun sampai 10 % pada mggu pertama, dapat dicapai lagi pada hari ke 14
3. Masa bayi ( thn pertama & kedua kehidupan )
a. umur 1 bulan – 1 tahun
 Pertumbuhan dan perkembangan yang cepat
 Fungsi alat tubuh bertambah, terutama sistem saraf
b. umur 1 tahun – 2 tahun
 Pertumbuhan menurun
 Kemajuan dalam berjalan dan aktifitas motorik
4. Masa prasekolah ( umur 2 – 6 tahun )
 Pertumbuhan melambat
 Aktifitas jasmani bertambah
 Koordinasi fungsi & mekanisme motorik bertambah
 Cepat menangkap pelajaran
5. Masa sekolah ( Wanita 6 – 10 tahun, pria 6 – 12 tahun )
 Pertumbuhan tetap
 Keterampilan & proses intelektual berkembang
6. Masa adolesensi ( wanita 10 – 18 tahun )
 Perubahan dari masa anak ke dewasa.
 Percepatan pertumbuhan tinggi dan berat badan.
 Timbul nya jenis kelamin sekunder
 Memerlukan kepercayaan diri sendiri & kebebasan
 Perkembangan fungsi alat kelamin

8 Tahap Perkembangan Anak

1. Dari Usia 12 Bulan sampai 18 Bulan
a) Berjalan dengan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah.
b) Menyusun dua atau tiga kotak.
c) Dapat mengatakan lima sampai sepuluh kata.
d) Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.

2. Dari Usia 14 Bulan sampai 24 Bulan
a) Naik turun tangga.
b) Menyusun enam kotak.
c) Menunjuk mata dan hidungnya.
d) Menusun dua kata.
e) Belajar makan sendiri.
f) Menggambar garis dikertas atau pasir.
g) Menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang yang lebih besar.
h) Memperlihatkan minat kepada orang lain dan bermain – main dengan mereka.
3. Dari Usia 24 Bulan sampai 3 Tahun
a) Belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki.
b) Membuat jembatan dengan tiga kotak.
c) Mampu menyusun kalimat.
d) Mempergunakan kata-kata saya bertanya, mengenai kata yang ditujukan kepadanya.
e) Menggambar lingkaran.
f) Bermain bersama dengan anak yang lain dilur keluarganya.
4. Dari Usia 3 Tahun sampai 4 Tahun
a) Sudah belajar berjinjit dan melompat.
b) Membuat pintu gerbang dengan lima kubus.
c) Menggambar orang.
d) Memakai kata penghubung dan mengetahui kata tambahan.
e) Dapat mencuci dan mengaringkan muka sendiri.
f) Dapat disuruh mengerjakan sesuatu.
g) Suka bermain bersama – sama.
5. Dari Usia 4 Tahun sampai 5 Tahun
a) Belajar berjinjit dengan kaki berganti – ganti.
b) Dapat menghitung sampai angka sepuluh.
c) Berbicara lancar.
d) Dapat memakai pakaian sendiri tanpa bantuan.

9 KMS

Kasus gizi buruk sudah banyak terjadi di negara kita. Oleh kerenanya antisipasipun dilakukan oleh berbagai pihak. Tak urung dari Dinas Kesehatan mempunyai peranan khusus di dalam menanganinya. Dan orang tua balitalah kunci pokok dalam monitoring tumbuh kembang mereka.
Salah satu antisipasi dari Dinas Kesehatan adalah dengan mengeluarkan KMS (Kartu Menuju sehat). KMS ini diberikan secara gratis pada balita di seluruh wilayah nusantara. Dan salah satu tugas orang tua adalah berusaha memonitoring tumbuh kembang balita mereka dengan panduan KMS ini.
Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal anak berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur. Dengan KMS ini ganguan pertumbuhan atau resiko kelebihan gizi dapat diketahui lebih dini, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat sebelum masalahnya lebih berat.
Sebenarnya KMS ini telah diberlakukan di Indonesia sejak tahun 1970-an. Dengan perkembangan ilmu dan teknologi KMS pun mengalami 3 kali perubahan. KMS pertama dikembangkan pada tahun 1974 dengan menggunakan rujukan Harvard. Pada tahun 1990 KMS revisi dengan menggunakan rujukan WHO-NCHS. Pada tahun 2008, KMS balita direvisi berdasarkan standar antropometri WHO 2005.
KMS balita ini dibedakan antara KMS anak laki-laki dengan KMS anak perempuan. KMS untuk anak laki-laki berwarna dasar biru dan terdapat tulisan untuk laki-laki. Sedangkan KMS anak perempuan berwarna dasar merah muda dan terdapat tulisan untuk anak perempuan

10 Pengertian KMS

KMS yaitu kartu yang berisi grafik pertumbuhan tinggi badan dan berat badan, catatan perkembangan kesehatan peseta didik dan imunisasi.
KMS peserta didik salah satu teknologi sederhana yang dapat dipakai untuk memantau tingkat keadaan gizi peserta didik.

11 Tujuan Pengunaan KMS

Tujuan penggunaan KMS adalah :
1. Sebagai alat untuk memantau pertumbuhan dan keadaan gizi peserta didik.
2. Alat untuk pendidikan gizi dan kesehatan.
3. Menyadar kan peserta didik akan penting nya imunisasi.
4. Meningkatkan partisipasi orang tua dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan peserta didik.
Mengukur TB dan BB
Tujuan nya adalah : untuk memuat grafik pada KMS peserta didik. Alat yang diperlukan adalah microtoise dengan kapasitas 200 cm, timbangan injak dengan kapasitas 100 kg.

12 Penggunaan KMS

Bagaimana mengetahui pertumbuhan normal anak balita Anda,
• ukur berat badan dan tinggi badannya.
• Pertumbuhan fisik anak, diukur antara lain dengan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) dan Lingkar Kepala (LK). Salah satu cara untuk memantau pengukuran ke 3 parameter tsb, adalah dengan menggunakan grafik pertumbuhan (growth chart).
• tentukan berat badan ideal anak, anda juga bisa melihat apakah anak anda tinggi atau pendek, gemuk atau kurus..
• Isi berat badam balita anda tentunya sesuai umur dan tarik garis grafik pertumbuhan.
Pengukuran Yang Akurat
1. BB (berat badan)
Gunakan teknik yang tepat
Gunakan selalu timbangan yang sama
2. TB (tinggi badan) dan LK (lingkar kepala)
Gunakan teknik yang tepat
Gunakan calibrated length board
Grafik Pertumbuhan (Growth Chart)
Adalah grafik yang menunjukkan pola pertumbuhan seorang anak dengan >7 kurva persentil (5th,10th,25th,50th,75th,90th dan 95th). Ket: persentil 50th adalah rata-rata nilai pada umur tsb.

Cara Menggambar Grafik Pertumbuhan pada Kartu Kesehatan (KMS)
• Dapatkan data pengukuran BB,TB,LK yang tepat dan akurat.
• Pilih chart atau gambar grafik pertumbuhan kenaikkan BB dan Tinggi badan yang sesuai dengan umur dan jenis kelamin.
• Gunakan alat bantu seperti penggaris segitiga agar akurat, untuk menghubungkan BB, TB, dan LK dengan umur

Membaca Grafik Pertumbuhan
• Persentil menunjukkan persentase nilai pada umur tsb dari suatu populasi. Misalnya, seorang anak memiliki BB di persentil 20th, berarti 80% dari anak-anak sebayanya memiliki berat di atas anak tsb, dan 20% lainnya memiliki berat di bawah anak tsb.
• Fokus pada pola atau trend dari grafik yang terbentuk (paling baik jika pola yang terbentuk bergerak ke atas/trendnya naik, tidak stagnan, juga tidak meningkat atau menurun dengan tajam). Bukan terfokus pada angka-angka persentil.
• Besar atau rendahnya persentil tidak berarti menunjukkan adanya masalah. Seorang bayi yang memiliki lingkar kepala persentil 90th dapat memiliki BB dan TB di persentil 90th. Ini berarti dia termasuk anak normal yang berperawakan besar. Sebaliknya, anak yang memiliki BB di persentil 20th bisa jadi memiliki orangtua yang tinggi dan beratnya juga di bawah rata-rata. Jadi sangat normal jika sang anak berada pada persentil 20th.
• Ada juga pola grafik yang naik tajam atau turun drastis atau grafik berada pada kurva paling ekstrim (di luar dari semua kurva). Sebagai contoh, seorang anak memiliki BB di bawah persentil 5th, maka ia dimasukkan dalam kategori underweight (BB kurang). Sedangkan anak dengan BB di persentil 85th akan dimasukkan dalam kategori overweight (beresiko obesitas) dan mereka yang memiliki BB di persentil di atas 95th digolongkan dalam obesitas.
• Grafik pertumbuhan dapat juga memberikan kesan yang salah tentang kondisi pertumbuhan anak kita. Contohnya, seorang anak memiliki TB di persentil 5th. Bukan berarti ia memiliki masalah kesehatan. Apalagi jika pola grafik atau trend kurvanya menunjukkan bahwa ia memang selalu berada di kurva persentil 5th (sejak bayi hingga kini, sang anak selalu berada dalam kurva persentil 5th). Analisanya, bisa jadi sang anak mendapatkan gen „pendek“ dari sang orangtua yang juga pendek.
• Pola pertumbuhan berat badan bayi/BB (weight) dan panjang badan/PB (length) bayi digambarkan dalam Kurva Pertumbuhan atau Weight/Length Chart. Rentangnya dari 5% sampai 95%. Apabila bayi berada dalam chart tersebut, maka bayi masih dikatakan normal. Namun, berada di luar chart baik lebih rendah atau lebih tinggi tidak bisa dinilai ada kelainan, harus diperiksa penyebabnya apa. Misalnya faktor genetik. Memeriksakan dan berdiskusi dengan dokter adalah jalan terbaik.
• Satu hal yang penting juga adalah pola pertumbuhan berat badan sebenarnya tergantung dari Tinggi Badan dan Proporsi (keseimbangan) Berat Badan dan Tinggi Badan. Polanya akan terlihat pada grafik pertumbuhan status berat badan ideal anak.

Intepretasinya adalah sebagai berikut :
=PERTAMA ; Pertumbuhan yang diharapkan pada anak dengan statu awal Berat Badan Idealnya baik (normal) dengan Tinggi Badanya Normal, akan terlihat proporsi (keseimbangan) berat badan dan tinggi badanya normal, maka pola pertumbuhan berat badan pada anak akan terlihat pada grafik pertumbuhan adalah standar seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Berat badan standar (ideal) pada anak usia 1-10 tahun secara praktis dapat digunakan rumus = 2n+8, dimana –n- adalah usia dalam tahun koma bulan misalnya usia 15 bulan ditulis 1,3 (satu koma tiga)


=KEDUA ; Pertumbuhan yang diharapkan pada anak dengan status Berat Badan awalnya Kurang dan Tinggi Badannya Pendek, akan terlihat proporsi (keseimbangan) Berat Badan dan Tinggi adalah Normal, maka pola pertumbuhan anak pada KMS akan berada dibawah standar, pola tersebutlah yang diharapkan, karena jika mengikuti Pola Pertumbuhan Standar, anak akan terlihat kegemukan (obesitas). Seperti terlihat pada gambar dibawah ini


=KETIGA ; Jika pertumbuhan pada anak dengan status awal Berat Badannya Kurang, sedangkan Tinggi Badannya normal, akan terlihat proporsi (keseimbangan) Berat Badan dan Tinggi Badan anak adalah kurus, maka pola pertumbuhan anak yang diharapkan adalah harus berada pada pola standar. Jadi anak harus terus dinaikan berat badannya sampai berada pada pola standar, tetapi pola ini tidak boleh dipaksakan bila anak tersebut sejak awal memang sudah mempunyai Tinggi Badan Pendek. Seperti terlihat pada kedua gamabar dibawah ini



13 Bagian Utama KMS

KMS terdiri dari 5 bagian utama, yaitu :
• Kurva penimbangan dan pengukuran berat badan (2 bagian).
• Catatan pemberian vitamin A dan pemberian imunisasi.
• Informasi tentang ASI, penanganan diare, dan perkembangan anak sehat.
• Identitas balita.

14 Fungsi KMS

KMS mempunyai 3 fungsi utama, yaitu :
1. Sebagai alat untuk memantau pertumbuhan anak. Pada KMS dicantumkan grafik pertumbuhan normal anak, yang dapat digunakan untuk menentukan apakah seorang anak tumbuh normal, atau mengalami gangguan pertumbuhan. Bila grafik berat badan anak mengikuti grafik pertumbuhan pada KMS, artinya anak tumbuh normal, kecil resiko anak akan mengalami gangguan pertumbuhan. Sebaliknya bila grafik berat badan tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan, anak kemungkinan beresiko mengalami gangguan pertumbuhan.
2. Sebagai catatan pelayanan kesehatan anak. Di dalam KMS dicatat riwayat pelayanan kesehatan dasar anak terutama berat badan anak, pemberian kapsul vitamin A, pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan dan imunisasi.
3. Sebagai alat edukasi. Di dalam KMS dicantumkan pesan-pesan dasar perawatan anak seperti pemberian makanan anak, perawatan anak bila diare

15 Kegunaan KMS

Beberapa kegunaan KMS :
• Untuk orang tua balita
Orang tua dapat mengetahui status pertumbuhan anaknya. Dianjurkan agar setiap bulan membawa balita ke Posyandu untuk ditimbang. Apabila ada indikasi gangguan pertumbuhan berat badan atau kelebihan gizi, orang tua balita dapat melakukan tindakan perbaikan, seperti memberikan makanan lebih banyak atau membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk berobat.
Orang tua balita juga dapat mengetahui apakah anaknya telah mendapat imunisasi tepat waktu dan lengkap dan mendapatkan kapsul vitamin A secara rutin sesuai dengan dosis yan dianjurkan.
• Untuk Kader
KMS digunakan untuk mencatat berat badan anak dan pemberian kapsul vitamin A serta menilai hasil penimbangan. Bila berat badan tidak naik satu kali kader dapat memberikan penyuluhan tentang asuhan dan pemberian makanan anak. Bila tidak naik 2 kali atau berat badan berada di bawah garis merah kader perlu merujuk ke petugas kesehatan terdekat, agar anak mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
KMS juga digunakan oleh kader untuk memberikan pujian kepada ibu bila berat badan anaknya naik serta mengingatkan ibu untuk menimbangkan anaknya di posyandu pada bulan berikutnya.
• Untuk petugas kesehatan
Petugas dapat menggunakan KMS untuk mengetahui jenis pelayanan kesehatan yang telah diterima anak, seperti imunisasi dan kapsul vitamin A. Bila anak belum menerima pelayanan maka petugas harus memberikan imunisasi dan kapsul vitamin A sesuai dengan jadwalnya. Petugas kesehatan juga dapat menggerakkan tokoh masyarakat dalam kegiatan pemantauan pertumbuhan.
Jadi Sudahkah balita anda mempunyai KMS? Jika belum segeralah minta pada Puskesmas terdekat anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar