Sabtu, 03 Desember 2011

MAKALAH CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN GIZI SELAMA KEHAMILAN


BAB I
PENDAHULUAN

Kehamilan itu masa yang penting, karena di sini mutu seorang anak ditentukan. Jauh sebelum itu, dibutuhkan benih yang unggul dari ayah dan ibunya, benih unggul dari ayah dan ibu saja belum cukup. Bibit yang unggul ini butuh persemaian yang subur.
Untuk itulah pemeliharaan kehamilan dimulai dari perencanaan menu yang benar, pemeliharaan, kesehatan, pemeliharaan kebersihan, asupan gizi yang optimal.Salah satu upaya memelihara kehamilan adalah dengan menjaga kecukupan makanan.
Makakan untuk membantu tulang dan otot, membangun alat-alat tubuh, perkembangan otak dan susunan syaraf. Jika makanan sangat penting selama kehamilan sehingga janin sangat tergantung pada ibunya.
Untuk pernapasan, pertumbuhan dan untuk melindunginya dari penyakit, peran ibu sangat menentukan. Perhatian dan kasih sayang ibu sangat berarti bagi perkembangannya.Mutu anak dalam kandungan banyak ditentukan oleh mutu makanan ibunya. Jika makanan ibu kurang, pertumbuhan anak juga kurang dan jika itu terlampau banyak makan, anak juga akan tumbuh terlalu besar, dan ini tidak sehat.
Namun banyaknya makanan yang dikonsumsi harus tetap sesuai kebutuhan. Selain memperhatikan makanannya, ibu juga perlu melakukan komunikasi dengan anaknya. Ungkapan kasih ibu akan berpengaruh baik pada anak yang dikandungnya.

 BAB II
PEMBAHASAN

MENGHITUNG BEE
Hitunglah besar kebutuhan akan kalori, karbohidratm protein dan lemak seorang wanita yang berusia 24 tahun, berat badan 55kg, tinggi badan 160cm, hamil 12 minggu dan berkegiatan fisik derajat sedang.

JAWABAN
BEE    = 655+(9,6 x 52,2)+(1,4 x 160)-(4,7 x 24)
            = 655+(501,12)+224-112,8
            = 1267,32
KF       = 20% x 1267,32
            = 253,464
FIT     = 10% x (BEE + KF)
            = 10% x (1267,32 + 253,464)
            = 10% x 1520,784 = 152,0784
TEE    = BEE + KF + FIT
            = 1267,32 + 253,464 + 152,0784
            = 1672,86
TEE    Bagi Ibu Hamil 16702,86 + 100 = 1772,86

Menerjemahkan kalori menjadi karbohidrat, protein dan lemak
Karbohidrat     = 60% x 1772,86  = 1063,71 kkal
Protein             = 15% x 1772,86  = 265,92 kkal
Lemak             = 25% x 1772,86  = 443,215 kkal

Menerjemahkan kalori menjadi gram
Karbohidrat     = 1063,7 : 4 = 265,92 gram
Protein             = 265,92 : 4 = 66,48 gram
Lemak             = 443,21 : 9 = 49,24 gram
A. Menu Yang Dibutuhkan Ibu Hamil
Ibu hamil perlu makan yang bermutu, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Ibu yang sedang hamil jangan hanya mengikuti selera makan sendiri saja. Mengapa ? Karena, selera makan ibu belum tentu sesuai dengan kebutuhan tubuh ibu dan anak ibu. Dengan demikian ibu hamil membutuhkan menu yang seimbang.Menu seimbang adalah menu yang pas takaran semua zat gizinya yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Dalam menu seimbang, perbandingan antara karbohidrat, protein dan lemak dalam menu harian harus senantiasa sesuai dengan kebutuhan tubuh.

B. Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil
Makanan orang modern tidak semuanya aman untuk tubuh. Justru semakin banyak bahan tambahan makanan yang berbahaya seperti zat warna, pengawet, dan penyedap makanan, tidak semuanya aman bagi kesehatan dan tidak semua yang aman bagi tubuh aman juga bagi ibu hamil. Bagi ibu hamil berpengaruh buruk bagi anak yang dikandungnya. Bahan kimiawi dalam obat pun tidak seluruhnya aman bagi ibu hamil. Sekarang sering menjadi kabur mana yang sering menjadi kelompok obat dan mana yang termasuk kelompok makanan. Kita mengenal health food. Jenis makanan ini sering digolongkan sebagai obat juga : ginseng, masakan "ayam arak" untuk penguat kehamilan, royal jelly, dan sejenisnya banyak di konsumsi, namun saat ini belum jelas efek buruknya bagi ibu hamil.Diantara bahan berbahaya, ada juga yang dapat menimbulkan kecacatan anak dalam kandungan. Ibu hamil yang banyak minum alkohol dapat melahirkan anak yang cacat kepalanya, kecil, mata, wajah, dan tulang belulangnya tidak normal

C. Zat-zat Makanan yang Dibutuhkan Ibu Hamil

  1. ENERGI
Berat badan ibu hamil akan bertambah sampai 12,5 kg, tergantung berat badan sebelum hamil. Untuk tambahan berat sebanyak itu dibutuhkan sekitar 80.000 kalori. Dari jumlah tersebut, 36.000 kalori untuk pembakaran tubuh, 44.000 kalori sisanya untuk pembuatan jaringan baru.Jika rata-rata, ibu hamil membutuhkan tambahan 300 kalori / hari atau sekitar 15% lebih dari normal maka tersebut membutuhkan 2.800 - 3.000 kalori makanan sehari.Setiap gram zat pati atau protein menghasilkan 4 kalori. Sedang dalam setiap gram zat lemak memberikan 9 kalori. Namun, untuk memperoleh tambahan 300 kalori, tidak boleh diambil dari 75 g nasi yang memang setara 300 kalori. Dalam tambahan 3000 kalori itu harus ada juga protein, lemak dan zat patinya.

  1. PROTEIN
Ibu hamil membutuhkan protein lebih banyak dari biasanya, paling sedikit 60 g/hari. Protein penting untuk pertumbuhan anak. Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan anak yang dikandungnya. Kebutuhan protein hewani lebih besar daripada protein nabati. Ikan, daging, susu dan telur perlu lebih banyak dikonsumsi dibanding tahu, tempe, dan kacang.Protein bagi ibu hamil digunakan untuk pertumbuhan anak yang sangat laju. Protein dipakai untuk membangun badan anak, dimulai dari sebesar sel sampai menjadi tubuh seberat 3,5 kg. Bayangkan betapa banyak protein yang dipakai dan itu diperoleh dari makanan ibu.Protein juga digunakan untuk membuat ari-ari. Jika protein tidak mencukupi, pembentukan ari-ari menjadi tidak lengkap. Padahal ari-ari berfungsi untuk menunjang, memelihara, dan menyalurkan makanan bagi anak.
Bagi ibu hamil protein berguna untuk menambah jaringan tubuh ibu, seperti jaringan dalam payudara dan rahim. Diperkirakan, sebanyak 300-500 ml darah akan hilang sewaktu melahirka sehingga cadangan darah diperlukan sehabis melahirkan. Darah dibuat dari protein juga.Cairan darah ibu bertambah sampai 50% selama kehamilan sehingga dibutuhkan protein juga untuk menambah unsur-unsur dalam cairan darah, terutama haemoglobin dan plasma darah. Kedua unsur ini penting untuk menunjang kehamilan, karena kebutuhan zat asam selama hamil bertambah. Kedua unsur darah membantu dalam mengangkut zat asam lebih banyak dan meningkatkan aliran darah.Protein digunakan juga untuk pembuatan cairan ketuban. Cairan ini merupakan tempat anak berlindung. Cairan ketuban banyak mengandung protein.Ibu hamil membutuhkan cadangan makanan juga. Untuk itu, dibutuhkan tambahan protein. Cadangan itu dipakai untuk persiapan persalinan, masa sehabis melahirkan, dan masa menyusui.Protein bagi ibu hamil diperoleh antara lain dari susu, telur dan keju sebagai sumber protein terlengkap. Dalam makanan inipun terkandung banyak zat kapur, zat besi dan vitamin B.Tambahan protein juga diperoleh dari gandum, kacang-kacangan, dan sumber protein nabati lainnya. Memang tubuh kita membutuhkan protein hewani lebih banyak daripada protein nabati.

  1. VITAMIN
Ada beberapa vitamin yang penting untuk ibu hamil. Asam folat dibutuhkan lebih banyak untuk pembuatan sel darah dan ari-ari. Kebutuhannya mencapai dua kali lipat dari biasanya. Jika ibu hamil sampai kekurangan vitamin, pembentukan sel-sel tubuh anak akan kurang. Anak bisa kurang darah, cacat bawaan, kelainan bentuk, bahkan ibu bisa keguguran.

    • Vitamin B6
Vitamin B6 penting untuk pembuatan asam amino, yaitu bahan protein di dalam tubuh. Jika kekurangan vitamin ini, nilai rapor anak yang dilahirkan akan rendah (baca : nilai apgar). Anak yang lahir dengan nilai apgar rendah akan buruk pula pertumbuhannya. Mungkin otaknya kurang berkembang. Vitamin Bjuga diberikan kepada ibu hamil untuk mengurangi keluhan mual-mual. Beberapa jenis obat antimual pada ibu hamil dicampur dengan vitamin ini.

    • Vitamin C
Vitamin C lebih penting lagi. Jika sampai kekurangan dapat saja timbul keracunan kehamilan. Ibu hamil yang kurang vitamin C cenderung mengalami ketuban pecah dini. Keadaan ini membahayakan anak, karena bisa terjadi infeksi dalam kandungan. Setelah ketuban pecah dapat masuk ke dalam kandungan sehingga terjadi infeksi di dalam kandungan dan anak dapat meninggal.

    • Vitamin A
Vitamin A dibutuhkan semua ibu hamil, namun tidak boleh berlebihan. Bila berlebihan dapat menimbulkan cacat bawaan. Ibu hamil yang berobat jerawat dengan vitamin A asam, cenderung kelebihan vitamin ini. Akibatnya akan terbentuk cacat pada tulang muka dan kepala, otak, jantung, serta kelenjar leher. Jadi, ibu hamil jangan sampai kelebihan vitamin A. kuning telur, hati dan mentega tergolong makanan yang banyak mengandung vitamin A. selain itu, sayur mayur berwarna hijau dan buah-buahan berwarna kuning, terutama wortel, cabai hijau, tomat dan nangka juga banyak mengandung vitamin ini.

    • Vitamin D berkaitan dengan zat kapur.
Vitamin ini dapat menembus ari-ari sehingga dapat memasuki tubuh bayi. Jika ibu hami kekurangan vitamin d, anak akan kekurangan zat kapur. Pembentukan gigi-geliginya tidak normal. Lapisan luar gigi anak tampak buruk. Namun, jika berlebihan pun berbahaya. Makanan yang banyak mengandung vitamin d diantaranya susu, hati, mentega, kuning telur, dan margarin. Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dari minyak ikan laut.

    • Vitamin E
Kebutuhan vitamin E, cukup dipenuhi dari makanan sehari-hari. Jarang sampai terjadi kekurangan vitamin ini. Binatang percobaan yang kekurangan vitamin ini mengalami keguguran.

    • Vitamin K
Vitamin K juga cukup diperoleh dari menuh harian normal. Jarang terjadi kekurangan. Jika kekurangan, dapat terjadi gangguan perdarahan pada anak.

  1. MINERAL
    • Zat Kapur
Zat kapur sangat penting karena sangat dibutuhkan anak. Dari 30g zat kapur, 25 g untuk pembentukan tulang anak, dan 2 g untukmasa menyusui. Setiap hari dibutuhkan tambahan 400 mg zat kapur. Ibu yang sudah sering hamil, cenderung kekurangan zat kapur. Akibatnya, anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi-geligi.Sumber zat kapur yang tinggi diperoleh dari semua makanan yang berasal dari susu, seperti keju, es krim, dan kue. Zat kapur juga banyak terdapat dalam kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau dan makanan laut. Metabolisme zat kapur memerlukan vitamin D yang cukup. Oleh karena itu, selain kecukupan zat kapur, ibu hamil juga butuh vitamin yang memadai.

  • FosforMineral ini cukup diperoleh dari makanan sehari-hari.
Fosfor berhubungan erat dengan zat kapur. Jika jumlahnya tidak seimbang di dalam tubuh, timbul gangguan. Paling sering terjadi kram pada tungkai.c.Zat besiSel darah merah ibu hamil bertambah sampai 30%. Berarti tubuhnya memerlukan tambahan zat besi.
Setiap hari, ibu hamil membutuhkan 700-800 mg zat besi. Jika kekurangan, buruk akibatnya, bisa terjadi perdarahan sehabis melahirkan. Mungkin juga terjadi infeksi. Bila kurang darah berarti daya angkut zat asam menurun.
Sumber makanan berzat besi tinggi diperoleh dari hati. Itu sebabnya, ibu hamil perlu banyak makan hati. Pilihan lain diperoleh dari daging, telur, kacang-kacanganKebutuhan zat besi ibu hamil lebih meningkat pad akehamilan trimester II dan III.
Pada masa tersebut kebutuhan zat besi tidak dapat diandalkan dari menu harian saja. Walaupun menu hariannya cukup mengandung zat besi, ibu hamil tetap perlu tambahan tablet besi atau vitamin yang banyak mengandung zat besi.-Zat besi bukan saja penting untuk memelihara kehamilan, ibu hamil yang kekurangan zat besi dapat terganggu proses persalinannya.
Mungkin terjadi perdarahan sehabis persalinan.-Zat besi juga penting saat menyusui. Zat besi pada masa ini banyak dikeluarkan melalui keringat, air seni, dan kulit, selain lewat air susu.
D. Menu Seimbang untuk Ibu Hamil
Sebagai orang normal, ibu hamil juga perlu menu seimbang, yaitu menu yang lengkap dan sesuai kebutuhan tubuh. Tidak sekedar cukup kalori dan protein. Ibu tak cukup hanya makan nasi saja.
Kebutuhan proteinnya yang 60g/hari itupun tidak hanya dari 60 g tempe atau tahu. Mengapa? Karena ibu hamil juga butuh protein hewani. Protein hewani diperoleh dari ikan, daging, dan susu. Sumber kalori tidak hanya dari nasi jagung, sagu, ubi atau roti saja. Tubuh ibu hamil juga butuh lemak sebagai kalori.
Jadi, menu seimbang itu terdiri dari 5 bagian zat pati, 3 bagian zat lemak dan 2 bagian protein.  Jika tidak sesuai takarannya maka menu dikatakan tidak seimbang. Orang yang hanya makan nasi dengan sambal, tidak memenuhi menu seimbang, meskipun makan nasinya banyak. Dalam hal ini yang terpenuhi hanya kebutuhan kalori ibu, sedangkan kebutuhan protein dan lemaknya tidak terpenuhi.
Ibu hamil membutuhkan sekitar 2.550 kalori setiap hari. Kalori sebesar itu harus dipenuhi dari menu hariannya. Bukan saja agar tercukupi kebutuhan kalorinya, tetapi sesuai pula takarannya. Untuk itu mari kita menghitung.
Ibu hamil paling sedikit membutuhkan 60 g protein. Jumlah kalori 60g protein sama dengan 60 x 4 kalori, atau 240 kalori. Sedangkan kebutuhan lemak umumnya 20% dari seluruh kalori (2.550 kalori) atau 510 kalori. Jika 510 kalori ditukar dengan lemak, porsi lemak, porsi lemak yang perlu ibu hamil makan seharinya kurang lebih sebanyak :

            510 kalori : 9 kaori = 57 g lemak (1 g lemak  = 9 kalori)

Jadi porsi nasi atau karbohidrat makanan pokok lainnya yang perlu ibu hamil makan menjadi:

2.550 kalori – 240 kalori (protein) – 510 kalori = 1.750 kalori karbohidrat



Atau jika diterjemahkan ke dalam takaran rumah tangga sama dengan

1.750 : 4 kalori = 437,5 g nasi/ubi/kentang/jagung/sagu

 Sekarang tinggal menukar porsi kebutuhan zat gizi tersebut ke dalam takaran rumahl. Berapa banyak 437,5 g nasi, 60 g protein, dan 57 g lemak itu. Dan, apabila menu ibu hamil sesuai dengan takaran masing-masing kelompok zat gizi tersebut, berarti menunya sehat dan seimbang.
Jumlah makanan yang akan dikonsumsi ini perlu diatur pemberiannya dalam porsi kecil, tetapi sering. Setiap jenis menu dapat ditukar dengan menu pengganti. Nasi dapat ditukar dengan mi, kentang, atau roti. Ikan dan daging dapat diganti dengan telur.

E. Nutrisi Terbaik Bagi Ibu Hamil
Bagi ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan yang harus diperhatikan adalah vitamin dan mineral karena penting bagi kesehatan dirinya dan janin. Nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan antara lain :
  • protein, sangat besar peranannya dalam memproduksi sel-sel darha.
  • Karbohidrat, dibutuhkan untuk energi tubuh sehari-hari.
  • Kalsium, dimasa kehamilan, kalsium penting untuk membantu pertumbuhan si jabang bayi.
  • Asam folik, berdasar beberapa temuan para pakar kesehatan, wanita hamil yang kekurangan asam folik besar resikonya mengalami keguguran ataupun kerusakan pada janin.
  • Lemak, bagi wanita hamil, lemak besar sekali manfaatnya untuk cadangan energi tubuh, agar sebentar-sebentar tubuh tidak terasa lelah.
 F. Memilih Bahan Makanan
Ketidakseimbangan hormonal pada ibu hamil trimester pertama kerap menimbulkan gejala mual dan muntah, untuk meminimalisir keadaan itu, ibu hamil disarankan mengkonsumsi makanan kering.
"Makanan kering yang disarankan bisa berupa roti bakar, ikan dan ayam bakar atau panggang, sayur lalap, serta buah-buahan," kata ahli gizi dari Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta II, Rita Ramayulis, DCN., di Jakarta,
Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum (keadaan mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan) untuk mengurangi konsumsi makanan goreng-gorengan atau berminyak banyak. "Kalau harus digoreng lebih baik setengah matang, atau lebih baik lagi bila dibakar, panggang, atau ungkep," Gejala mual dan muntah itu umumnya muncul karena rangsangan makanan yang berupa cairan, mengandung banyak minyak/goreng-gorengan, makanan berbumbu tajam, makanan yang terlalu pedas, manis, atau asam. Meski begitu ibu hamil tetap memerlukan asupan cairan ke dalam tubuh tetapi harus diperhatikan jumlahnya agar tidak merangsang gejala mual dan muntah. "Jumlah cairan yang dikonsumsi harus sedikit demi sedikit dan setelah makan tunggu sampai minimal 15 menit baru kemudian boleh minum minuman hangat," kata perempuan yang juga berprofesi sebagai instruktur senam itu.
Ibu hamil trimester pertama harus menerapkan prinsip gizi seimbang pada makanannya karena periode tersebut merupakan saat-saat yang paling menentukan pembentukan dan perkembangan janin.
Prinsip gizi seimbang diterapkan dengan cara memenuhi kebutuhan bahan makanan bagi tubuh yang menjadi sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah-buahan. Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih banyak daripada kebutuhan untuk wanita tidak hamil.
Kegunaan makanan tersebut adalah :
  • Untuk perumbuhan janin yang ada dalam kandungan.
  • Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.
  • Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas.
  • Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi
 Caranya :
  • Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.
Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari. Pergunakan aneka ragam makanan yang ada. Pilihlah, belilah, berbagai macam bahan makanan yang segar.
Berapa banyak makanan yang dibutuhkan Bila kondisi badan si ibu tidak terganggu maka jumlah atau besar makanan yang dapat dimakan ialah seperti tercantum pada lampiran. Namun bila terjadi gangguan masa kehamilan maka dapat diatur sebagai berikut :

  1. Pada Trisemester I :
Pada umur kehamilan 1-3 bulan kemungkinan terjadi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan adanya gangguan pusing, mual bahkan muntah. Untuk itu dianjurkan porsi makanan kecil tetapi sering. Bentuk makanan kering atau tidak berkuah.

  1. Pada Trisemester II :
Nafsu makan ibu membaik, makan makanan yang diberikan : 3 x sehari ditambah 1 x makanan selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti : telur, ikan, daging, teri, hati sangat baik dan bermanfaat untuk menghindari kurang darah.

  1. Pada Trisemester III :
    • Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.
    • Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit.
    • Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkak-bengkak pada kaki) maka janganlah menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.
Berapa yang anda butuhkan setiap hari ?

G. Contoh Menu
Pagi
-          Susu manis
-          Nasi
-          Telur ceplok
-          Kering tempe
-          Tumis kacang panjang
 Jam: 10.00
-          Bubur kacang ijo

Siang
-          Nasi
-          Ikan goreng
-          Botok tempe, kemangi, melandingan
-          Sayur asam
-          Pepaya

Jam : 16.00
-          Kolak labu kuning + pisang

Malam
-          Nasi
-          Smoor daging + tahu
-          Orak-arik wortel + kool
-          Pisang

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan terselesainya makalah tentang "Nutrisi' Yang Dibutuhkan Ibu Hamil", betapa pentingnya fungsi gizi untuk ibu hamil dan janin. Karena bagaimanapun gizi merupakan bagian yang sangat penting untuk kesehatan ibu maupun janin yang dikandung di dalam perut. Jika janin yang dikandung kurang mendapatkan gizi maka bayi yang akan dilahirkan pun kemungkinan mengalami cacat. Maka dari itu untuk menghindari hal tersebut ibu hamil haruslah pandai untuk memilih makanan yang banyak mengandung gizi yang baik bagi kesehatan ibu hamil maupun janin. Dengan demikian ibu hamil dapat memahami pentingnya nutrisi.Kritik dan saran sangat saya perlukan untuk kesempurnaan makalah ini. Karena saya yakin tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan makalah ini.

B. Saran
Ibu hamil harus makan dan minum lebih banyak dari pada saat tidak hamil. Untuk mencegah kurang darah selama hamil ibu harus banyak makan makanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang-kacangan lainnya, telur, ikan, dan daging. Jangan lupa minum tablet tambah darah 1 butir setiap hari. Untuk mencegah gigi rontok dan tulang rapuh, ibu hamil harus banyak makan-makanan sumber zat kapur, seperti : kacang-kacangan, telur, ikan teri/ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran daun hijau.
Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan, yaitu : pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunang-kunang. Selama hamil makanlah beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup. Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar, seperti : buah-buahan, sari buah, sayur bening, dan sebagainya. Hindari pantangan terhadap makanan, karena akan merugikan kesehatan ibu.
Hindari merokok dan minum-minuman keras karena akan membahayakan keselamatan ibu dan janin. Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau Puskesmas secara teratur, agar ibu dan kandungannya tetap sehat


DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&channel=s&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&q=bahan+makanan+untuk+ibu+hamil&btnG=Telusuri&meta=
  2. http://persagi.dkk-bpp.com/index.php/option/content/task/view/id/23
  3. http://books.google.co.id/books?id=_iB0ch2rKkoC&pg=PA3&lpg=PA3&dq=menyusun+Menu+Ibu+Hamil&source=bl&ots=firTjZ-tY5&sig=8VRTVyjTKBDP_oYuogNt7d4oSbs&hl=id&ei=JplqSvWtB5SosgOGxdnMBQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=6
  4. http://www.scribd.com/doc/9206841/makalah-KEHAMILAN?classic_ui=1
  5. http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page?kid=7394
  6. http://webforum.plasa.com/archive/index.php/t-92130.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar