Sabtu, 03 Desember 2011

MAKALAH GIZI SEIMBANG SAAT KEHAMILAN


BAB I
PENDAHULUAN

Kehamilan itu masa yang penting, karena di sini mutu seorang anak ditentukan. Jauh sebelum itu, dibutuhkan benih yang unggul dari ayah dan ibunya, benih unggul dari ayah dan ibu saja belum cukup. Bibit yang unggul ini butuh persemaian yang subur. Untuk itulah pemeliharaan kehamilan dimulai dari perencanaan menu yang benar, pemeliharaan, kesehatan, pemeliharaan kebersihan, asupan gizi yang optimal.Salah satu upaya memelihara kehamilan adalah dengan menjaga kecukupan makanan.
Makakan untuk membantu tulang dan otot, membangun alat-alat tubuh, perkembangan otak dan susunan syaraf. Jika makanan sangat penting selama kehamilan sehingga janin sangat tergantung pada ibunya. Untuk pernapasan, pertumbuhan dan untuk melindunginya dari penyakit, peran ibu sangat menentukan. Perhatian dan kasih sayang ibu sangat berarti bagi perkembangannya.
Mutu anak dalam kandungan banyak ditentukan oleh mutu makanan ibunya. Jika makanan ibu kurang, pertumbuhan anak juga kurang dan jika itu terlampau banyak makan, anak juga akan tumbuh terlalu besar, dan ini tidak sehat. Namun banyaknya makanan yang dikonsumsi harus tetap sesuai kebutuhan. Selain memperhatikan makanannya, ibu juga perlu melakukan komunikasi dengan anaknya. Ungkapan kasih ibu akan berpengaruh baik pada anak yang dikandungnya

1.1       LATAR BELAKANG
Berdasarkan pengamatan banyak ibu hamil yang meninggal atau bayi mati dikarenakan kekurangan gizi pada masa kehamilan. Kehamilan itu adalah yang masa  yang penting, oleh sebab itu ibu hamil sangat memerlukan gizi yang sangat banyak demi janin yang dikandungnya. Jika janin yang dikandung tidak mendapatkan gizi yang baik dapat dipastikan janin yang dilahirkan pun akan kurang sehat dan kurang baik.Berdasarkan pada uraian di atas, saya membuat makalah tentang "NUTRISI YANG DIBUTUHKAN IBU HAMIL" agar ibu hamil pada saat ini memahami betapa pentingnya Nutrisi.

1.2      TUJUAN
Seorang ibu hamil harus mengerti dan memahami tentang kebutuhan nutrisi. Untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan / bayi mati dengan mengkonsumsi asupan gizi yang optimal. Nutrisi sangat penting bagi ibu hamil, karena seorang ibu hamil sangat membutuhkan gizi untuk pertumbuhan janin dalam kandungannya. Maka sedini mungkin ibu hamil harus diberikan penyuluhan tentang nutrisi dan gizi yang dapat memenuhi kebutuhan janin dan dirinya selama masa kehamilan.
 
BAB II
PEMBAHASAN


2.1       GIZI SEIMBANG BAGI WANITA HAMIL
Kehamilan itu masa penting, karena disini mutu seorang anak ditentukan. Dari ibu yang sehat tumbuh benih yang sehat. Salah satu pemeliharaan kehamilan adalah kecukupan makanan. Mutu anak dalam kandungan ditentukan oleh mutu makanan

2.2       PRINSIP GIZI IBU HAMIL
Seperti orang normal, ibu hamil perlu menu seimbang yaitu menu yang lengkap dan sesuai dengan tubuh butuhkan, Bedanya porsi makanan ditambah dari biasanya, agar dapat memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan anak yang dikandunnya.

2.2.1    KEBUTUHAN GIZI
  • Kalori, Selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. Di trimester II dan III, kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. Berdasarkan perhitungan, pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil.
  • Protein, Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. Artinya, wanita hamil butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil. Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun plasenta dan janin. Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.
  • Lemak, Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.
  • Karbohidrat, Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi dan pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.
  • Vitamin dan mineral, Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Tak cuma itu. Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino.
   Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Begitu juga kebutuhan mineral, terutama magnesium dan zat besi. Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak. Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi, disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil.

2.3      MEMILIH BAHAN MAKANAN
  • Rantai pengadaan makanan yang begitu panjang pada umumnya banyak memberi pengaruh pada keutuhan. Kesegaran, dan kandungan – kandungan zat gizi dari bahan makanan.
  • Berbagai kegiatan dalam rantai pengadaan bahan makanan diantaranya: pengeringan, pengangkutan, dan penyimpanan.

2.4     PENGERINGAN
  • Bahan makanan yang baru di panen masih mengandung kadar air yang tinggi. Hama dapat menghinggapi hasil panen terutama saat disimpan digudang. Hama dapat berbentuk mikroba, serangga atau binatang lainnya. Mikroba dan serangga merupakan hama utama, kedua jenis hama ini memerlukan air dalam makanannya. Agar bahan makanan dapat disimpan untuk jangka waktu lama hasil panen di usahakan dikeringkan menurut persyaratan.
Pengeringan pangan berarti pemindahan dengan sengaja dari bahan pangan. Pada umumnya, pengeringan berlangsung dengan penguapan air yang terdapat di dalam bahan pangan dan untuk ini panas laten penguapan harus diberikan. Dua faktor proses pengawasan yang penting dimasukkan ke dalam satuan operasi pengeringsn yaitu :
a)      Pemindahan panas untuk melengkapi panas laten penguapan yang dibutuhkan;
b)      Pergerakan air atau uap air melalui bahan pangan dan kemudian keluar bahan untuk mempengaruhi pemisahan dari bahan pangan.
Pengeringan pangan penting sebagai metode pengawetan. Pangan kering dapat disimpan untuk waktu yang lama mengalami pembusukan, karena jasat renik yang dapat membusukkan an memecahkan pangan tidak dapat tumbuh dan juga bertambah sulit oleh karena ketiadaan air, dan kebanyakan enzim yang dapat menyebabkan perubahan kimia yang tidak dikehendaki, tidak dapat berfungsi tanpa adanya air.
Proses pengeringan terbagi dalam tiga kategori, yaitu:
  1. Pengeringan udara dan pengeringan yang berhubungan langsung di bawah tekanan atmosfir. Dalam hal ini panas dipindahkan menembus bahan pangan, baik dari udara maupun permukaan yang dipanaskan. Uap air dipindahkan dengan udara.
  2. Pengeringan hampa udara Keuntungan dalam pengeringan hampa udara didasarkan pada kenyataan bahwa penguapan air terjadi lebih cepat pada tekanan rendah daripada tekanan tinggi. Panas yang dipindahkan dalam pengeringan hampa udara pada umumnya secara konduksi, kadang-kadang secara pemancaran.
  3. Pengeringan beku. Pada pengeringan beku, uap air disublimasikan keluar dari bahan pangan beku. Struktur bahan pangan dipertahankan dengan baik pada kondisi ini. Suhu dan tekanan yang sesuai harus dipersiapkan dalam alat pengering untuk menjamin terjadinya proses sublimasi(Earle : 1969).
Pengeringan ialah suatu cara/proses untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan , dengan cara menguapkan sebagian besar air yang dikandungnya dengan menggunakan energi panas. Biasanya kandungan air bahan dikurangi sampai batas dimana mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya. Pengeringan dapat pula diartikan sebagai suatu penerapan panas dalam kondisi terkendali , untuk mengeluarkan sebagian besar air dalam bahan pangan melalui evaporasi (pada pengeringan umum) dan sublimasi (pada pengeringan beku).
Ada 2 istilah yang dipakai untuk pengeringan yaitu :
  1. Drying : suatu proses kehilangan air yang disebabkan oleh daya atau kekuatan alam, misalnya matahari (dijemur) dan angin (diangin-anginkan).
  2. Dehydration (dehidrasi) : suatu proses pengeringan dengan panas buatan, dengan menggunakan peralatan/alat-alat pengering.
Tujuan pengeringan bahan pangan yaitu :
  1. Mengurangi risiko kerusakan karena kegiatan mikroba. Mikroba memerlukan air untuk pertumbuhannya. Bila kadar air bahan berkurang, maka aktivitas mikroba dihambat atau dimatikan.
  2. Menghemat ruang penyimpanan atau pengangkutan. Umumnya bahan pangan mengandung air dalam jumlah yang tinggi, maka hilangnya air akan sangat mengurangi berat dan volume bahan tersebut.
  3. Untuk mendapatkan produk yang lebih sesuai dengn penggunaannya. Misalnya kopi instant.
  4. Untuk mempertahankan nutrien yang berguna yang terkandung dalam bahan pangan, misalnya mineral, vitamin, dsb.

2.5      PENGANGKUTAN
    • Berbagai jenis makanan memerlukan cara pengemasan tertentu, misalnya secara curah, dikemas dalam dos, kaleng dan sebagainya. Pengemasan yang tidak memenuhi syarat akan meningkatkan kerusakan dan penghamburan bahan makanan. Cara pengangkutan juga harus cukup murah agar tidak membuat nilai jual bahan makanan sulit terjangkau konsumen.
Pengemasan merupakan bagian dari suatu pengolahan makanan yang berfungsi untuk pengawetan makanan, mencegah kerusakan mekanis, perubahan kadar air. Teknologi pengemasan perkembangan sangat pesat khususnya pengemas plstik yang dengan drastic mendesak peranan kayu, karton, gelas dan metal sebagai bahan pembungkus primer.
Berbagai jenis bahan pengepak seperti tetaprak, tetabrik, tetraking merupakan jenis teknologi baru bagi berbagai jus serta produk cair yang dapat dikemas dalam keadaan qaseptiis steril. Sterilisasi bahan kemasan biasanya dilakukan dengan pemberian cairan atau uap hydrogen peroksida dan sinar UV atau radiasi gama.
Jenis generasi baru bahan makanan pengemas ialah lembaran plstik berpori yang disebut Sspore 2226, sejenis platik yang memilki lubang - lubang . Plastik ini sangat penting penngunaanya bila dibandingkan dengan plastic yang lama yang harus dibuat lubang dahulu. Jenis plastic tersebut dapat menggeser pengguanaan daun pisang dan kulit ketupat dalam proses pembuatan ketupat dan sejenisnya.
Karena dalam pengalengan makanan digunakan sterilisasi komersial (bukan sterilisasi mutlak), mungkin saja masih terdapat spora atau mikroba lain (terutama yang bersifat tahan terhadap panas) yang dapat merusak isi apabila kondisinya memungkinkan. Itulah sebabnya makanan dalam kaleng harus disimpan pada kondisi yang sesuai, segera setelah proses pengalengan selesai.
Pengalengan didefinisikan sebagai suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah, yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen (penyebab penyakit) dan pembusuk. Pengalengan secara hermetis memungkinkan makanan dapat terhindar dan kebusukan, perubahan kadar air, kerusakan akibat oksidasi, atau perubahan cita rasa.

2.6     PENYIMPANAN
    • Penyimpanan bahan makanan harus memenuhi syarat – syarat tertentu. Beberapa bahan makanan yang mudah rusak karena kondisi dalam gudang tidak cukup ventilasi, bercampur baur tersimpan dalam tempat yang sama, bercampur dengan bahan – bahan beracun. Atap gudang yang bocor meningkatkan kadar air untuk bahan makanan yang harus disimpan kering. Pada umumnya bahan makanan di simpan dalam keadaan dikemas juga secara curah bagi biji – bijian.
    • Penyimpanan biasa ataupun dengan teknologi modern selain menjamin keutuhan zat makanan tertentu pada akhirnya memberikan nilai kesehatan yang cukup tinggi.
Agar bahan makanan yang disimpan tetap aman dari bakteri dan tidak cepat membusuk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kewaspadaan ini harus sudah dimulai sejak saat melakukan pemilihan bahan, pembelian sampai bahan masuk ke dalam lemari pendingin dan diambil lagi untuk dimasak atau disajikan.

CONTOH PENYIMPANAN DAN PEMILIHAN BAHAN MAKANAN
1. BERAS
Beras merupakan makanan pokok yang banyak dikonsumsi oleh banyak negara khususnya negara-negara di Benua Asia, Beras berasal dari lanaman padi yang biasa lumbuh di daerah yang banyak curah hujannya, atau dengan kata lain lanaman padi sangat memerlukan air unluk tumbuh, walaupun ada jenis tanaman padi yang tumbuh lanpa air yang disebut "Padi Gogo".
Beras termasuk golongan Serealia atau biji-bijian, banyak mengandung kalori dan golongan Vitamanin B, Betas dapat dibedakan atas beberapa macam anlara lain :
1.      Ditinjau dari kelekatan
-          Beras Ketan, menipunyai kelekatan yang tinggi setelah dimasak.
-          Beras Biasa, mempunyai kelekatan lebih rendah dibandingkan dengan beras ketan.
2.      Ditinjau dari warna
-          Beras Putin
-          Beras Merah, yaitu beras berwama kemerahan dan banyak mengandung Vitamin B. Golongan beras ini memerlukan waktu pengolahan lebih Jama dibandingkan dengan beras putih,
3.      Ditinjau dari bentuk butiran
-          Beras butiran pendek (agak bulat), nasi yang dihasilkan agak lengket/lunak
-          Beras butiran panjang, jenis beras ini memerlukan air pengolahan 2 kali jumlah beras
·         Pemilihan
Dalam proses pemilihan beras, yang harus diperhatikan adalah hal-hal sebagai berikut :
  1. Keutuhan butiran
  2. Ada/tidaknya kotoran, batu dan kum
  3. Ada/tidaknya gumpalan
  4. Tidak berbau apek

    • Penyimpanan
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegah kerusakan beras selama penyimpanan, yaitu :
  1. Tempat penyimpanan tertutup rapat
  2. Ruang tempat penyimpanan berventilasi
  3. Suhu ruang penyimpanan antara 20-24 C, tidak lembab
Beberapa hasil olah dari beras yaitu :
  1. Tepung beras
  2. Bubur beras Instant
  3. Bihun
  4. Kwetiau (sejenis mie yang bentuknya lebih lebar)

2.  JAGUNG
Seperti juga beras, jagung termasuk tanaman golongan serelia (biji-bijian). Jagung dapat dikonsumsi langsung setelah direbus, namun dapat juga diolah menjadi aneka macam kue.
Jagung dapat dibedakan atas :
  1. Menurut bentuknya, yaitu ada jagung besar dan ada yang kecil yang dikenal dengan nama : "Baby Corn"
  2. Menurut warnanya, yaitu ada jagung yang warnanya merah, putih dan kuning
  3. Menurut kondisi bijinya , yaitu ada jagung yang berbiji lunak, berbiji keras
  4. Menurut kemanisannya, yaitu ada jagung yang mempunyai rasa manis yang dikenal dengan "Sweet Corn" dan ada yang tidak manis.
Salah satu hasil olah jagung yang terkenal adalah tepung maizena, yang terbuat dari pati jagung. Tepung jagung sangat mudah mengental bila dipanaskan denga air, dan akan membentuk pasta yang halus saat di dinginkan.
Beberapa hasil olah dari jagung yaitu :
  1. Tepung Maizena
  2. Tepung Jagung
  3. Pop Corn.
3. TEPUNG TERIGU
Tepung terigu merupakan bahan dasar pada pembuatan kue dan roti. Roti sangat memerlukan tepung terigu karena tepung terigu mengandung gluten, yang sangat diperlukan membentuk kerangka roti. Gluten merupakan protein yang idak larut dalam air dan hanya terdapat dalam tepung terigu.
Tepung terigu terbuat dari tanaman gandum setelah mengalami proses penggilingan. Berdasarkan jenis gandumnya, tepung terigu yang dihasilkannya di bedakan atas :
  1. Tepung terigu kuat,  yaitu yang berasal dari gandum keras (hard wheat).  Tepung terigu ini sangat cocok untuk membuat roti karena mengandung gluten dengan kualitas dan jumlah yang tinggi. Adonan yang terbuat dari tepung terigu jenis ini memiliki daya kembang yang baik, sehingga volume roti yang dihasilkan maksimal. Di Indonesia jenis tepung ini dikenal dengan merek "Cakra"
  2. Tepung terigu sedang, yang kandungan proteinnya. Di Indonesia dikenal dengan merek "Segitiga", sangat baik untuk membuat kue yang memerlukan proses pengembangan yang tidak terlalu tinggi, misalnya : cake, bolu dll.
  3. Tepung terigu lemah,  yaitu yang berasal dari gandum lunak (soft wheat). Tepung terigu lemah sangat cocok untuk pembuatan, kue yang tidak memerlukan pengembangan. Tepung terigu jenis ini mengandung protein, serta daya serap air yang rendah. Di Indonesia jenis tepung ini dikenal dengan merek "Kunci".
Untuk mengetahui ciri-ciri tepung terigu yang baik, harus diperhatikan hal-hal berikut :
  1. Berwarna putih
  2. Tidak ada yang bergumpal
  3. Butiran halus, kering (tidak lembab)
  4. Tidak berbau apek
  5. Tidak mengandung hama gudang (kutu)

    • Penyimpanan
Untuk mencegah terjadinya kerusakan perlu dilakukan penyimpanan yang baik dan benar dengan cara sebagai berikut :
  1. Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah masuknya hama gudang (kutu), menyerap air dari udara dan bau apek
  2. Ruang penyimpanan bersuhu diantara 19 - 24 c, kelembaban 60 %
  3. Ruang penyimpanan berventilasi
  4. Wadah penyimpanan tepung letaknya tidak kontak langsung dengan lantai.
Beberapa hasil olah dari tepung terigu yaitu :
-          Macaroni
-          Mie
-          Spaghetti dll

4.  KETELA POHON (SINGKONG)
Ketela pohon mempakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh didaerah yang tandus, sehingga banyak dikonsumsi sebagai makanan pokok didaerah yang kering dan tandus. Tanaman Ketela Pohon mempunyai beberapa kegunaan, antara lahi:
  1. Daunnya, dapat dibuat sayur atau lalapan
  2. Batangnya dapat dijadikan pagar hidup
  3. Umbinya dapat dijadikan bahan makanan pokok atau diolah menjadi berbagai aneka kue. Disamping itu, umbi ketela pohon merupakan bahan dasar dalair pembuatan tepung Tapioka. Ketela pohon dikenal sebagai tanaman yang mengandung racun yang disebut racui asam biru (asam Cianida) yang dapat menyebabkan kematian bila dikonsumsi dalan jumlah banyak.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi racun asam biru yan; terdapat pada ketela pohon antara lain :
  1. Direndam dalam air mengalir
  2. Dijemur
  3. Dimasak (digoreng, dikukus, direbus)
Kualitas Ketela Pohon Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membeli ketela pohon
  1. Bentuk umbi utuh, tidak ada yang pecah.
  2. Bagian dalam umbi tidak berwarna kebiruan/kehitaman
  3. Tidak terasa pahit
  4. Tidak berserat banyak.
    • Penyimpanan
Umbi ketela pohon sangat mudah rusak setelah dipanen, kerusakan dapat terjadi setelah 2 atau 3 hari setelah panen. Untuk mencegah terjadinya kerusakan yang terlalu cepat, ketela pohon harus :
  1. Disimpan dalam gudang yang bersih, tidak lembab dan cukup udara
  2. Rak tempat penyimpanan harus diberi jarak dari lantai.
Beberapa basil olah dari Ketela Pohon yaitu :
  1. Tepung Kanji
  2. Kripik Singkong
  3. Sagu Mutiara
  4. Pacar Cina

2.7      CONTOH MENU SEHARI-HARI IBU HAMIL
Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama hamil. Nah, berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari:







KELOMPOK BAHAN MAKANAN :                                             PORSI :
roti, serealia, nasi dan mi                                                         6 piring/porsi
sayuran                                                                                    3 mangkuk
buah                                                                                        4 potong
susu, yogurt, dan atau keju                                                     2 gelas
daging, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan                     3 potong
lemak, minyak                                                                         5 sendok teh
gula                                                                                         2 sendok makan

2.7.1   Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penukarnya sebagai berikut:
  • 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan:
Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji sedang (210 gram), kue kering 5 buah besar (50 gram), mi basah 2 gelas (200 gram), singkong 1 potong besar (210 gram), jagung biji 1 piring (125 gram), talas 1 potong besar (125 gram), ubi 1 biji sedang (135 gram)

  • 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan: 1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan teri kering (20 gram), 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam (30 gram), 1 butir telur ayam negeri (55 gram), 1 potong daging sapi (35 gram), 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya.

  • 1 mangkuk (100 gram) sayuran, di antaranya buncis, kol, kangkung, kacang panjang, wortel, labu siam, sawi, terong dan lainnya.

  • 1 potong buah, seperti 1 potong besar papaya (110 gram), 1 buah pisang (50 gram), 2 buah jeruk manis (110 gram), 1 potong besar melon (190 gram), 1 potong besar semangka (180 gram), 1 buah apel (85 gram), 1 buah besar belimbing (140 gram), 1/4 buah nenas sedang (95 gram), 3/4 buah mangga besar (125 gram), 9 duku buah sedang (80 gram), 1 jambu biji besar (100 gram), 2 buah jambu air sedang (110 gram), 8 buah rambutan (75 gram),

  • 2 buah sedang salak (65 gram), 3 biji nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram), dan lainnya.

  • 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan: Tahu 1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom kecil (40 gram), 2 sendok makan kacang hijau (20 gram), 2,5 sendok makan kacang kedelai (25 gram), 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram), 2 sendok makan kacang tanah (15 gram), 1,5 sendok makan kacang mete (15 gram), dan lainnya.

  • 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan: sendok makan susu skim (20 gram), 2/3 gelas yogurt nonfat (120 gram), 1 potong kecil keju (35 gram), dan lainnya.

  • Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan: avokad 1/2 buah besar (60 gram), 1 potong kecil kelapa (15 gram), 2,5 sendok makan kelapa parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram), dan lainnya.

  • Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan: 1 sendok makan madu (15 gram)

2.8       PERHITUNGAN KEBUTUHAN ENERGI PADA IBU HAMIL
Kebutuhan gizi ibu hamil
-          Energi
Yaitu berdasarkan AKE (2004) , dengan penambahan :
Trimester I                               : 180 kkal
Trimester II , III                      : 300 kkal
-          Protein
15-30% total energi, penambahan 17gr/hari
-          Lemak
10-30% total energi
+asam lemak arachidonic dan decosahek sanic ( DHA) untuk perkembangan motorik dan pengelihatan anak.
-          Karbohidrat
15-75% total energi
-          Vitamin Dan Mineral
Dapat di lihat AKG (2004)
  • Kebutuhan zat besi meningkat, komsumsi daging, hati, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan yang harus di perhatikan = kopi dan teh.
  • Asam folat, untuk pembentukan sum sum tulang, konsumsi sayur-sayuran, kacang-kacangan, tempe.
  • Vitamin D yang kurang dapat menyebabkan hipokalsemia dan ictani pada bayi.
  • Vitamin A perhatikan pada awal kehamilan, tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak untuk menghindari efek teratogen ( keracunan ), pada akhir kehamilan asupan vitamin A kuat untuk cadangan pada bayi dan Asi.
Dari hasil penelitian dengan ibu hamil kami menemukan ibu hamil itu, dengan :
DK      : BB = 54
             TB = 154
             Umur kehamilan = 24 minggu ( 1 bulan )
BB       : TB – 105
             154 – 105
             49kg
              2
              2,4
              53,4
  • BEE    = 655 + 9.6 BB + 1.4 TB – 4.74
                        = 655 + 9.6 ( 53.4 ) + 1.4 ( 154 ) – 4.7 ( 24 )
                        = 655 + 5126.4 + 215.6 – 112.8
                        = 5884.2
  • Menentukan energi yang di habiskan untuk kegiatan fisik sedang
= 20% dari BEE
= 20% x 5884.2
= 20/100 x 5884.2
= 1176.84
  • Menentukan FIT ( Food Induced Thermogenesis )
FIT      = 10% ( BEE + Kegiatan fisik )
                        = 10% ( 5884.2 + 1176.84 )
                        = 10/100 x ( 7061.04 )
                        = 706.104.
  • Menentukan Jumlah total kebutuhan energi ( TEE )
TEE     = BEE + KF + FIT
                        = 5884.2 + 1176.84 +706.104
                        = 7767.144 kkal
  • TEE bagi wanita hamil
7767.144 + 100 = 7867.144 kkal
  • Menerjemahkan kalori menjadi karbohidrat
Karbohidrat    = 60% dari TEE
                                    = 60/100 x 7867.144
                                    = 4720.2864
Protein            = 15% dari TEE
                                    = 15/100 x 7867.144
                                    = 1180.0716
Lemak             = 25% dari TEE
                                    = 25/100 x 7867.144
                                    = 1966.786
  • Menerjemahkan kalori menjadi gram
Karbohidrat     = 4720.32864 : 4
                                    = 1180.0716
Protein             = 1180.0716 : 4
                                    = 295.0179
Lemak             = 1966.786 : 4
                                    = 491.6965

2.5       AGAR GIZI TETAP SEIMBANG
Makanan bergizi bukan berarti makanan yang mahal. Tidak harus banyak makan daging, sebab daging bisa diganti dengan ikan laut yang lebih murah, baik yang segar maupun yang diawetkan. Makan buah dan sayur yang bergizi juga tidak harus yang mahal. Pepaya, pisang, mangga, jambu, sayur kangkung, bayam, daun singkong, cukup bergizi dan murah, bisa ditanam di halaman rumah. 
Nasi juga tidak harus dari beras yang mahal atau kualitas tinggi. Nasi di daerah kering atau miskin air, bisa diganti dengan jagung kuning, singkong, dan ubi lainnya. Bagi mereka yang miskin sampai tidak punya makanan untuk keluarganya, perlu menyadari bahwa keadaan itu harus diatasi dengan berbagai upaya tanpa berputus asa. Bila rajin dan terampil bekerja akan ada yang mau memberikan pekerjaan. Keterampilan bisa dimiliki bila mau berlatih dengan tekun, mengulang-ulang sesuai bakat dan selera.
Apabila kemampuan menyediakan makanan terbatas, makanan bergizi harus diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita, karena mereka paling rentan dan rawan gizi. Ubah kebiasaan mengutamakan makanan untuk si bapak dengan alasan agar bapak kuat memberikan nafkah lahir batin kepada si ibu.
Pendapat bahwa kemiskinan penyebab utama gizi buruk tidak sepenuhnya benar, karena kemiskinan itu sendiri disebabkan oleh perilaku rakyat miskin yang kurang diberdayakan dan kebijakan pemerintah yang kurang memihak rakyat miskin. Maka diperlukan upaya menyadarkan atau perubahan perilaku rakyat miskin dan pemerintah dalam memberdayakan rakyat miskin, agar balita dan yang lainnya tidak menderita gizi buruk.

 BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Betapa pentingnya fungsi gizi untuk ibu hamil dan janin. Karena bagaimanapun gizi merupakan bagian yang sangat penting untuk kesehatan ibu maupun janin yang dikandung di dalam perut. Jika janin yang dikandung kurang mendapatkan gizi maka bayi yang akan dilahirkan pun kemungkinan mengalami cacat. Maka dari itu untuk menghindari hal tersebut ibu hamil haruslah pandai untuk memilih makanan yang banyak mengandung gizi yang baik bagi kesehatan ibu hamil maupun janin. Dengan demikian ibu hamil dapat memahami pentingnya nutrisi dan pengelolaan menu makanan sehat dan seimbang pada kehamilan.
Kritik dan saran sangat saya perlukan untuk kesempurnaan makalah ini. Karena saya yakin tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan makalah ini.

 DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.google.co.id/search?hl=id&q=pengolahan+menu+sehat+dan+seimbang+untuk+ibu+hamil&btnG=Telusuri&meta=
  2. http://www.scribd.com/doc/9206841/makalah-KEHAMILAN?classic_ui=1
  3. http://www.padusi.com/ani/files/article/gizi_seimbang_sesuai_dengan_keadaan_ekonomi_.asp
  4. file:///F:/INTERNET%20BYE/55.htm






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar