Jumat, 11 Mei 2012

MAKALAH INSERSIA VALEMENTOSA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
            Perdarahan pada kehamilan harus selalu dianggap sebagai kelainan yang berbahaya. Perdarahan pada kehamilan muda disebut keguguran atau abortus, sedangkan pada kehamilan tua disebut perdarahan antepartum. Batas teoritis antara kehamilan muda dan kehamilan tua ialah kehamilan 22 minggu, mengingat kemungkinan hidup janin di luar uterus.
Perdarahan antepartum biasanya dibatasi pada perdarahan jalan lahir setelah kehamilan 22 minggu, walaupun patologi yang sama dapat pula terjadi pada kehamilan sebelum 22 minggu. Perdarahan setelah kehamilan 22 minggu biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada sebelum kehamilan 22 minggu, oleh karena itu, perlu diberikan penangan yang berbeda. Perdarahan antepartum yang bersumber pada kelainan plasenta, yang secara klinis biasanya tidak terlampau sukar untuk menentukannya, ialah plasenta previa, dan solusio plasenta ( atau abrupsio plasenta). Perdarahan antepartum terjadi pada kira-kira 3% dari semua persalinan yang terbagi kira-kira antara plasenta previa, solusio plasenta, dan perdarahan yang belum jelas sumbernya. Di rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, antara tahun 1971-1975, terjadi 2114 kasus perdarahan antepartum diantara 14824 persalinan, atau kira-kira 14% ( Sarwono,2005).

B. TUJUAN
Agar mahasiswa mengetahui pengertian, etiologi, patofisiologi, tanda dan gejala serta cara penanganan Insersio Velamentosa.

C. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Insersio Velamentosa
2. Etiologi Insersio Velamentosa
3. Patofisiologi Insersio Velamentosa
4. Tanda dan gejala Insersio Velamentosa
5. Penanganan Insersio Velamentosa
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Tali pusat sangat penting artinya sehingga janin bebas bergerak dalam cairan amnion, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan baik. Pada umumnya tali pusat mempunyai panjang sekitar 55 cm. Tali pusat yang terlalu panjang dapat menimbulkan lilitan pada leher, sehingga mengganggu aliran darah ke janin dan menimbulkan bahaya asfiksia sampai kematian.
Insersio velamentosa adalah tali pusat yang tidak berinsersi pada jaringan plasenta, tetapi pada selaput janin sehingga pembuluh darah umblikus berjalan diantara amnion dan korion menuju plasenta (Sarwono, Ilmu Kebidanan.2005).
Hubungan plasenta dengan tali pusat :
v  Ditengah : keadaan ini disebut Insersio sentralis.
v  Agak kepinggir : keadaan ini disebut Insersio lateralis.
v  Dipinggir : keadaan ini disebut Insersio marginalis.
v  Diluar plasenta : keadaan ini disebut Insersio velamentosa. Hubungan tali pusat dengan plasenta melalui selaput janin.

B. Etiologi Insersia Velamentosa
Insersi velamentosa ini biasanya terjadi pada kehamilan ganda/ gemeli, karena pada kehamilan ganda sumber makanan yang ada pada plasenta akan menjadi rebutan oleh janin, sehingga dengan adanya rebutan tersebut akan mempengaruhi kepenanaman tali pusat/ insersi.

C.    Patofisiologi Insersio Velamentosa
Pada insersio velamentosa tali pusat yang dihubungkan dengan plasenta oleh pembuluh-pembuluh darah yang berjalan dalam selaput janin. Kalau pembuluh darah tersebut berjalan di daerah oestium uteri internum maka disebut vasa previa. Hal ini dapat berbahaya bagi janin karena bila ketuban pecah pada permulaan persalinan pembuluh darah dapat ikut robek sehingga terjadi perdarahan inpartum dan jika perdarahan banyak kehamilan harus segera di akhiri.

D. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejalanya belum diketahui secara pasti, perdarahan pada insersi velamentosa ini terlihat jika telah terjadi vasa previa yaitu perdarahan segera setelah ketuban pecah dan karena perdarahan ini berasal dari anak dengan cepat bunyi jantung anak menjadi buruk. Bisa juga menyebabkan bayi itu meninggal.
Satu-satunya cara mengetahui adanya insersi velamentosa ini sebelum terjadinya perdarahan adalah dengan cara USG. Jadi sebaiknya pada ibu dengan kehamilan gemeli dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan USG, karena untuk mengantisipasi dengan segala kemungkinan penyulit yang ada, salah satunya insersio velamentosa ini.

E. Penanganan Insersio Velamentosa
Bidan tidak memiliki kewenangan untuk menangani insersio velamentosa. Hanya melakukan diagnosa dan bila dicurigai bahwa ibu hamil mengalami kehamilan ganda segera lakukan USG. Dan apabila mengetahui ibu positif mengalami insersio velamentosa, lakukan rujukan pada Rumah Sakit.


BAB III
PENUTUP

Berdasarkan apa yang telah disampaikan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Insersio Velamentosa adalah kelainan letak tali pusat yang tidak bisa diketahui secara pasti kecuali dengan penggunaan USG. Dan bidan tidak mempunyai kewenangan untuk menangani kelainan ini, sehingga harus di rujuk ke Rumah Sakit ataupun spesialis kandungan.


DAFTAR PUSTAKA


Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998.
Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. EGC, Jakarta.
Mochtar, R.1998.
Sinopsis Obstetri. Edisi 1. EGC, Jakarta.
Winkjosastro, Hanifa dkk.2005.
Ilmu Kebidanan. Edisi 3. cetakan 7. Yayasan bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
Sastrawinata, Sulaiman, dkk. 2003.
Obstetri Patologi. Edisi 2. FKUNPAD. EGC, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar