Minggu, 24 Juni 2012

MAKALAH FSIOLOGI KEHAMILAN


                                                                 BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh seluruh wanita di dunia. Dalam melewati proses kehamilan seorang wanita harus mendapat penatalaksanaan yang benar. Karena ini semua berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas itu. Ini terbukti dengan angka kematian yang tinggi di Negara Indonesia. Dengan keadaan tersebut memberi support dan memacu untuk memberikan penatalaksanaan yang benar saat kehamilan. Dengan demikian penulis ingin mempelajari lebih lanjut dalam management kebidanan pada ibu hamil normal sehingga dapat :
Ø  Menjaga kesehatan ibu dan bayi
Ø  Melaksanakan asuhan yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati
dan merujuk bila terjadi komplikasi.
Ø  Memberi pendidikan kesehatan pada ibu tentang perawatan kesehatan diri
dan nutrisi selama hamil.
1.2 TUJUAN
1.2.1. Tujuan Umum
Mampu memberikan asuhan kebidanan dengan menggunakan management
kebidanan yang tepat pada ibu hamil normal.
1.2.2. Tujuan khusus
Ø  Mampu menguraikan konsep dasar dan management kebidanan pada ibu hamil.
Ø  Mampu mengidentifikasi masalah, diagnosa, kebutuhan.
Ø  Mampu mengantisipasi masalah potensial dan diagnosa lain
Ø  Mampu membuat perencanaan tindakan dan melaksanakannya
Ø  Mampu mengevaluasi hasil


1.3. MANFAAT
1. Bagi tenaga kesehatan
    Menambah pengetahuan tenaga kesehatan tentang asuhan kebidanan ibu hamil.
2. Bagi institusi, pendidikan Sebagai dokumen dan bahan dalam penelitian selanjutnya
3. Bagi penulis, Menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas tentang asuhan kebidanan ibu hamil serta sebagai penerapan ilmu yang didapat selama perkuliahan.
  
BAB II
PEMBAHASAN

A.    FISIOLOGI KEHAMILAN
1.1        Proses Kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari:
·         Ovulasi pelepasan ovum
·         Terjadi konsepsi + pertumbuhan zigot
·         Terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
·         Pembentukan plasenta
·         Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
1.      Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal yang kompleks, pertumbuhan embrional ooginum yang kelak menjadi ovum terjadi digenital ridge. Menurut umur wanita jumlah ooginium adalah:
Ø  Bayi baru lahir             : 750.000 oogenium
Ø  Umur 6-12 tahun         : 439.000 oogenium
Ø  Umur 16-25 tahun       : 159.000 oogenium
Ø  Umur 26-35 tahun       : 34.000 oogenium
Ø  Umur 35.45 tahun       : 34.000 oogenium
2.      Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks
·           Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus
·           Menjadi spermatosit pertama
·           Menjadi spermatosit kedua
·          Menjadi spermatid
·           Akhirnya spermatozoa
Sperma bentuknya seperti cebong terdiri atas 3 bagian yakni:
·           Kepala adalah kaput yang berbentuk lonjong agak gepeng berisi nukleus
·           Leher à yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah
·           Ekor à dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat.
Ekor panjangnya kira-kira 10 kali bagian kepala, pada saat coitus, air mani terpancar kedalam ujung atas vagina sebanyak ± 100-120 juta setiap cc.

3.      Pembuahan
Fertilitasi adalah suatu peristiwa persatuan sel mani dengan sel telur dituba fallopi. Waktu ovulasi sel telur diliputi oleh corona radia dan spermatozoa mempunyai enzim hyoluranidase yang dapat mencairkan corona radiata hingga salah satu spermatozoa dapat menembus dinding sel telur. Setelah persenyawaan sel telur dan sel mani akan menghasilkan zygote yang terdiri dari genetik pria dan wanita.
Beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zygote dan dalam 3 hari menjadi stadium morulla à bergetar kerongga rahim oleh arus, rambut silia dan kontraksi tuba akan tiba dicavum uteri dalam stadium blastula.
Sifat kelamin anak ditentukan pada waktu fertilasi oleh sel mani. Sel pria dan wanita à 46 chromosom à 22 pasang chromosom biasa dan sepasang sex chromosom. Pria à 22 pasang chromosom, x set chromosom dan yang sek chromosom. Wanita à 22 pasang chromosom, 2 buah x sex chromosom.
4.      Proses Nidasi dan Implantasi
Implantasi atau nidasi adalah peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam endometrium, nidasi terjadi didinding depan atau belakang uterus dan dekat dengan fundus uteri. Nidasi biasanya terjadi ±6 hari setelah fertilisasi. Bila nidasi terjadi, dimulailah differensiasi sel-sel blastula.
Ø  Sel-sel yang dekat dengan ruang execoeloom membentuk entoderm dan yolksac à usus, saluran nafas, hati
Ø  Sel-sel yang lebih besar menjadi ectoderm dan ruang amnionà kulit,  rambut, gigi dan susunan saraf.
Sel-sel trofoblast mesodermal tumbuh disekitar embrio dan melapisi sebelah dalam trofoblast à disinilah terbentuk chorionic membrane à chorion. Dalam tingkat nidasi, trofoblast menghasilkan hormon HCG à menentukan ada tidaknya kehamilan.
5.      Plasentasi
·      Desidua yang meliputi hasil konsepsi kearah cavum uteri, disebut desidua capsularis.
·     Desidua yang terletak diantara hasil konsepsi dengan dinding uterus, disebut desidua basalis à tempat plasenta berikut
·     Desidua yang meliputi dinding uterus yang lain, disebut desidua parientalis
·     Kelanjutan antara desidua kapsularis dan desidua parientalis disebut Desidua reflexa.
·     Hasil konsepsi diselubungi oleh jonjot-jonjot yang dinamakan villi chorialis dan berpangkal pada chorion.
·     Trofoblast mempunyai sifat menghancurkan desidua oleh enzim proteolytic sehingga terbentuknya ruangan-ruangan intervilair
·     Desidua yang tidak dihancurkan oleh trofoblast membentuk septal placenta. Septal placenta membagi plasenta dalam 15-20 maternal contiledon

 B.     DIAGNOSIS KEHAMILAN
Lama kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan 40 minggu ini disebut kehamilan matur (cukup bulan). Bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut kehamilan post matur. Kehamilan antara 28 dan 36 minggu disebut kehamilan prematur. Kehamilan yang terakhir ini akan mempengaruhi viabilitas (kelangsungan hidup) bayi yang dilahirkan, karena bayi yang terlalu muda mempunyai prognosis buruk.
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi dalam 3 bagian, masing-masing
1.      Kehamilan triwulan pertama (antara 0-12 minggu)
2.      Kehamilan triwulan kedua (antara 12-28 minggu)
3.      Kehamilan triwulan terakhir (antara 28-40 minggu).
Bila hasil konsepsi dikeluarkan dari kavum uteri pada kehamilan dibawah 20 minggu, disebut abortus (keguguran). Bila hal ini terjadi dibawah 36 minggu disebut partus prematurus (persalinan prematur). Kelahiran dari 38 minggu sampai 40 minggu disebut partus aterm.

A.    Tanda-Tanda Kehamilan
1.    Pasti
·      Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa dan diraba pada bagian-bagian janin
·      Denyut jantung janin (+)
a.          Didengar dengan stetoskop monoral, laenec
b.         Didengar dengan dicatat dengan alat doppler
c.          Dicatat dengan foto elektro kardiogram
d.         Dilihat pada ultrasonografi.
·      Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen.
 
2.    Tidak Pasti
·      Amenorea (tidak dapat haid)
    Wanita harus mengetahui tanggal pertama haid terakhirnya (HPHT) supaya dapat ditafsirkan tuanya kehamilan dan tafsiran persalinan (TTP) dengan memakai rumus dari neagle:
     TTP : HT     :-3 (bulan) + 7 (hari) à siklus 28 hari.
     TTP : HT     : -3 (bulan) + 14 (hari) à siklus 35 hari.
·      Mual dengan muntah (enek dan emesis) atau nause dan romiting biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan sampai akhir triwulan pertama dan sering juga terjadi pagi hari disebut morning sickness, bila mual dan muntah sering disebut hiperemesis.
·      Mengidam (ingin makan khusus)
     Ibu hamili sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada bulan-bulan triwulan pertama.
·      Tidak tahan sesuatu bau-bauan
·      Pingsan
     Sering dijumpai bila berada pada tempat-tempat ramai. Dianjurkan untuk tidak pergi ketempat-tempat ramai pada bulan-bulan pertama kehamilan. Hilang sesudah kehamilan 16 minggu.
·      Anoreksia (Tidak ada nafsu makan)
     Pada bulan-bulan pertama terjadi anoreksia, tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi, hendaknya dijaga jangan sampai salah pengertian makan untuk “2 orang”, sehingga kenaikan berat badan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan.
·      Lelah (fatigue)
·      Payudara membesar, tegang sedikit, nyeri disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus alveoli mamae, kelenjar montgomery kelihatan lebih membesar
·      Sering kencing terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada triwulan kedua umumnya keluhan ini hilang karena yang membesar keluar dari rongga panggul, pada akhir triwulan gejala bisa timbul karena janin mulai masuk keruang panggul dan menekan kembali kandung kemih.
3.    Kemungkinan
·      Perut membesar
·      Uterus membesar, terjadi perubahan dalam bentuk besar dan konsistensi dari rahim.
·      Tanda hegar yaitu perubahan pada isthmus uteri (rahim) yang menyebabkan isthmus menjadi lebih panjang dan lunak sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-oleh kedua jari dapat saling sentuh.
·      Tanda chadwick yaitu peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga vagina dan vulva tampak makin merah dan kebiru-biruan.
·      Tanda piscaseck yaitu pertumbuhan rahim ternyata tidak sama kesemua arah, tetapi terjadi pertumbuhan yang cepat didaerah implantasi plasenta, sehingga rahim bentuknya tidak sama.
·      Tanda Braxton-Hicks. Bila uterus dirangsang mudah berkontraksi. Tanda ini khas untuk uterus dalam masa hamil. Pada keadaan uterus yang membesar tetapi tidak ada kehamilan misalnya pada mioma uteri, tanda braxton-hicks tidak ditemukan
·      Teraba ballotement
·      Reaksi kehamilan positif.

 
BAB III
PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN IBU HAMIL

Tujuan Umum adalah  menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan, dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.
Tujuan khusus adalah:
1.      Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
2.      Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin
3.      Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak
4.      Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi
Pemeriksaan Ibu Hamil
A.    Anamnesa
1)      Anamnesa identitas istri dan suami
2)      Anamnesa umum
B.     Inspeksi dan pemeriksaan fisik diagnostik
Pemeriksaan seluruh tubuh secara baik dan legeartis: tekanan darah, nadi, suhu atau kehamilan mola sebelumnya
C.    Perkusi
Tidak begitu banyak artinya, kecuali bila ada sesuatu indikasi
D.    Palpasi
Ibu hamil disuruh berbaring telentang, kepala dan bahu sedikit lebih tinggi dengan memakai bantal. Pemeriksa berdiri disebelah kanan ibu hamil dengan sikap hormat lakukanlah palpasi bimanual terutama pada pemeriksaan perut dan payudara.
Palpasi perut untuk menentukan :
·      Besar dan konsistensi rahim
·      Bagian-bagian janin, letak, presentase
·      Gerakan janin
·      Kontraksi rahim braxton-hicks dan his
Cara palpasi ada bermacam-macam:
·      Menurut Leopold dengan variasi
·     Menurut Knebel
·     Menurut Budin
·     Menurut Ahlfled

Leopold I       : -  Pemeriksa menghadap kearah muka ibu hamil
·         Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin dalam fundus.
·         Konsistensi uterus
Variasi menurut knebel
·    Menentukan letak kepala atau bokong dengan 1 tangan difundus dan tangan lain diatas simfisis
Leopold II     : -  Menentukan batas samping rahim kanan-kiri
·   Menentukan letak punggung janin
·   Pada letak lintang, tentukan dimana kepala janin
Variasi menurut Budin
·     Menentukan letak punggung dengan 1 tangan menekan difundus.
Leopold III    : -  Menentukan bagian terbawah janin
·       Apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk atau masih goyang
Menurut variasi Ahfeld
·      Menentukan letak punggung dan pinggir tangan kiri diletakkan tegak ditengah perut
Leopold IV    : -  Pemeriksa menghadap kearah kaki ibu hamil
·       Bisa juga menentukan bagian terbawah janin apa dan berapa jauh sudah masuk pintu atas panggul.
Cara lain untuk menentukan tuanya kehamilan dan berat badan janin dalam kandungan:
1.      Dihitung dari tanggal haid terakhir
2.      Ditambahkan 4,5 bulan dari waktu ibu merasa janin hidup “feeling life” (quickening).
3.      Menurut spiegelberg, dengan jalan mengukur tinggi fundus uteri dari simfisis maka diperoleh tabel:
22-28 minggu                    24-25 cm diatas simfisis
28 minggu                         26,7 cm diatas simfisis
30 minggu                         29,5-30 diatas simfisis
32 minggu                         29,5-30 diatas simfisis
34 minggu                         31 cm diatas simfisis
36 minggu                         32 cm diatas simfisis
38 minggu                         33 cm diatas simfisis
40 minggu                         37,7 cm diatas simfisis

4.      Menurut Mac. Donald adalah modifikasi Spielgelberg, yaitu jarak fundus simfisis dalam cm dibagi 3,5 merupakan tuanya kehamilan dalam bulan.
5.      Menurut Ahlfeld: “ukuran kepala-bokong”0,5 cm, maka tua kehamilannya adalah 8 bulan
6.      Rumus Johnson-Tausak: BB = (mD-120 x 155
BB : Berat badan; mD= jarak simfisis-fundus uteri.

E.     Auskultasi
Digunakan stetoskop monoral (stetoskop obstetrik) untuk mendengarkan djj, yang dapat kita dengarkan adalah
1.      Dari janin
E.     DJJ pada bulan ke 4-5
F.      Bising tali pusat
G.    Gerakan dan tendangan janin

2.      Dari Ibu
H.    Bising rahim (uterine souffle)
I.       Bising aorta
J.       Peristaltik usus
Menurut metode AUVARD tempat djj menurut letak janin dalam rahim.
Cara menghitung djj:
·         Setiap menit biasanya 140 kali permenit
·         Dihitung 3 x 5 detik secara berurutan, dengan cara ini dapat diketahui teratur tidaknya djj, contoh:
11              12                    11
Djj = 4 x (11x12x13) = 136 permenit teratur
10              14                    9
Djj = 4 x (10+14+9) = 132 permenit tidak teratur

F.     Pemeriksaan Dalam
1)      Vaginal toucher (VT)
2)      Rectal toucher (RT)
Guna pemeriksaan dalam adalah untuk mengetahui
1)      Bagian terbawah janin
2)      Kalau bagian yang terbawah adalah kepala, dapat ditentukan posisi UUK, UUB, dagu, hidung, orbitas, mulut dan sebagainya.
3)      Kalau letak sungsang, dapat diraba anus, sakrum, dan tuber ischii.
4)      Pembukaan serviks, turunnya bagian terbawah janin, kaput suksedaneum, dan sebagainya
5)      Secara umum dapat dievaluasi keadaan vagina, serviks, dan panggul
6)      Pelvimetri klinik:
·         Pemeriksaan dalam memakai jari telunjuk dan jari tengah dengan mencoba meraba promontorium. Bila teraba, batasnya ditandai dengan telunjuk tangan kiri lalu telunjuk dikeluarkan dan diukur 9,5. Akan diperoleh konjugata diagonalis, bila dikurangi 1,5 cm diperoleh konjugata vena (CV).
BAB IV
NASIHAT-NASIHAT IBU HAMIL

A.    Makanan (diet) Ibu Hamil
Wanita hamil dan menyusui harus betul-betul mendapat perhatian susunan dietnya, terutama mengenai jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, partus prematrus, inertia uteri. Perdarahan pasca persalinan, sepsis puerperalis, sedangkan makan berlebihan, karena dianggap untuk 2 orang- ibu dan janin. Dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk, pre eklampsia, janin besar, dan sebagainya. Zat-zat yang diperlukan: protein, karbohidrat, zat lemak, mineral atau bermacam-macam garam, terutama kalsium, fosfor, dan zat besi (Fe); vitamin, dan air.
Sebagai pengawasan, kecukupan gizi hamil dan pertumbuhan kandungan dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badannya. Kenaikan berat badan rata-rata antara 6,5 sampai 16 kg (10-12 kg) kenaikan berat badan yang berlebihan atau bila berat badan ibu turun setelah kehamilan triwulan kedua, haruslah menjadi perhatian
B.     Merokok
Jelas bahwa bayi dari ibu-ibu perokok mempunyai berat badan lebih kecil, karena itu wanita hamil dilarang merokok
C.    Obat-Obatan
Prinsip, jika mungkin dihindari pemakaian obat-obatan selama kehamilan terutama dalam triwulan I. perlu dipertanyakan mana yang lebih besar manfaatnya dibandingkan bahayanya terhadap janin, oleh karena itu harus dipertimbangkan pemakaian obat-obatan tersebut.
D.    Lingkungan
Saat sekarang bahaya polusi udara, air dan makanan terhadap ibu dan anak sudah mulai diselidiki seperti halnya merokok.
E.     Kerja
·         Boleh bekerja seperti biasa
·         Cukup istirahat dan makan teratur
·         Pemeriksaan hamil yang teratur
F.     Bepergian
·         Jangan terlalu lama dan melelahkan
·         Duduk lama-statis vena menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak
G.    Pakaian
·     Pakaian harus longgar, bersih dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut
·     Pakailah kutang yang menyokong payudara
·     Memakai sepatu dengan tumit yang tidak terlalu tinggi
·    Pakaian dalam yang selalu bersih.
H.    Perawatan Buah Dada
Buah dada merupakan sumber air susu ibu yang akan menjadi makanan utama bagi bayi, karena itu jauh sebelumnya harus sudah dirawat. Dua bulan terakhir dilakukan massage, kolostrum dikeluarkan untuk mencegah penyumbatan. Untuk mencegah puting susu kering dan mudah pecah maka puting susu dan areola payudara dirawat baik-baik dengan dibersihkan menggunakan air sabun, dan biocream atau alkohol. Bila puting susu masuk kedalam, hal ini diperbaiki dengan jalan menarik-narik keluar.


BAB V
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU HAMIL
(ANC)
I.    Pengumpulan Data
A.  Identitas/Biodata
            Nama Klien        : Ny. R                           Nama Suami       : Tn. S
            Umur                  : 24 Tahun                      Umur                  : 27 Tahun
            Agama                : Islam                            Agama                : Islam
            Pendidikan         : SMA                            Pendidikan         : D-III
            Pekerjaan            : IRT                               Pekerjaan            : Karyawan
            Alamat               : Jln. Mawar                   Alamat               : Jln. Mawar
B.     Anamnesa/Data Subjektif
      Pada tanggal : 15 Juni 2011                      Pukul : 10:00 WIB
            1.   Alasan kunjungan  ini :  Pertama     þ Rutin               Ada keluhan
            2.   Keluhan : Tidak Ada
            3.   Riwayat Menstruasi
·         Siklus              :   Umur 12 Tahun, teratur
·         Lamanya         :   28 Hari
·         Banyak darah  :   3 x ganti doex / hari
·         Dismenorrhoe  :   Tidak Ada
·         Teratur             :   7 Hari
·         Sifat Darah      :   Encer
4.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas lalu
G:1 P:0     AB:0
No
Tgl/Thn Persalinan
Tempat Pertolongan
Umur Kehamilan
Jenis Persalinan
Penolong
Penyakit Lainnya
Anak
JK
BB
PB
Keadaan
1.
H
A
M
I
L
I
N
I


2.










3.










Ø  Komplikasi pada kehamilan yang lalu ?  Tidak ada
(     ) Peningkatan tekanan darah                        (     )Diabetes
(     ) Pembengkakan tangan , dan kali               (     ) Perdarahan
(     ) Infeksi saluran kencing                              (     ) Lain-lain
(     ) Hiperemesis grafidarum
Ø  Komplikasi pada persalinan lalu ? Tidak ada
(     ) Perdarahan                                                 (     ) Persalinan prematur
(     ) Kejang                                                       (     ) Secio sesaria, alasannya
(     ) Persalinan Lama                                         (     ) Lain-lain
Ø  Apakah bayi ibu mempunyai komplikasi ? Tidak ada
Ø  Berapa jumlah anak yang ibu rencanakan ?  2 orang
      Status perkawinan  : Syah
      Kawin                                                          : 1 x
      Umur                       : 24 tahun
      Lama kawin            : 1 tahun
5.            Riwayat Kehamilan sekarang         
·         HPHT              :   10 Januari 2011
·         TTP                 :   17 Oktober  2011
·         Keluhan           :   Trimester I                   :   Mual, Muntah
                                    Trimester II                 :   Tidak ada
                                    Trimester III                :   Tidak ada
·         Diet/makan sehari-hari    : 3 x sehari (nasi + lauk pauk + sayur + buah)
·         Pola Eliminasi                        :                  
Ø BAK (Buang Air Kecil)      : 6-7 x sehari
Ø BAB (Buang Air Besar)     : 2-3 x sehari
·         Pola istirahat
Ø Tidur siang                          : ± 2 jam
Ø Tidur malam                        : ± 8 jam
·         Imunisasi TT
Ø TT I  :  -
Ø TT II                                    :  -
·         Kontrasepsi yang pernah digunakan : Tidak ada
      6.   Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita
·         Jantung                :   Tidak ada
·         Ginjal                  :   Tidak ada
·         Asma                   :   Tidak ada
·         Hepatits               :   Tidak ada
·         Hipertensi            :   Tidak ada
·         DM                      :   Tidak ada
·         Epilepsi               :   Tidak ada
            7.   Riwayat penyakit keluarga
·         Jantung                :   Tidak ada
·         Ginjal                  :   Tidak ada
·         Asma                   :   Tidak ada
·         Hepatitis              :   Tidak ada
·         DM                      :   Tidak ada
·         Hipertensi            :   Tidak ada
·         Epilepsi               :   Tidak ada
           
B.     Pemeriksaan Fisik
            1.   Status emosional     :   Stabil
            2.   Tanda vital              :      
              TD                         :   120/80/ menit      Lila                          :   20 cm
              Pols                       :   80 x/  menit         TB                           :   160 cm
              RR                         :   22 x/   menit        Temp                       :   36 o C
              BB Sebelum hamil:   49 kg                   BB sekarang            :   60 kg
      3.   Kepala                     :   Tidak ada kelainan
            4.   Muka                                  
                  Oedema                  :    Tidak ada
                  Cloasma                  :    Tidak ada
                  Conjungtiva            :    Merah Jambu
                  Skera mata                      :   Tidak Ikhterus
            5.   Leher
                  Kelenjar Thiroid              : Tidak ada pembengkakan
                  Kelenjar Getah bening    : Tidak ada Pembengkakan            
            6.   Dada                               : Simetris kanan dan kiri    
                  Benjolan                          : Tidak ada
                  Areola                             : Hiperpigmentasi
                  Puting susu                      : Menonjol
                  Colostrum                       : Ada
            7.   Pinggang dan punggung : Tidak ada pengeluaran
            8.   Abdomen
                  Bekas Luka Operasi        :   Tidak ada
                  Bentuk perut                   :   Simetris
                  Odem                              :   Tidak ada
            9.   Odem tangan dan jari     :   Tidak ada
                  Odem tibia kaki              :   Tidak ada
                  Varises tungkai               :   Tidak ada
                  Refleks patella kanan      :   Ada
                  Refleks petalla kiri          :   Ada

D.Pemeriksaan Kebidanan
1.      Palpasi uterus
v  Leopold I                        :   TFU =  28 cm
v  Leopold II                       :  Teraba bagian yang panjang memapan disisi sebelah kanan rahim ibu.
v  Leopold III                      :  Teraba bagian yang bulat, keras dan melenting dibagian bawah perut ibu.
v  Leopold IV                     :   Bagian terbawah janin masih goyang dan tangan pemeriksa masih bisa bersatu saat pemeriksaan bagian terbawah janin.

2.      Auskultasi
ü  Djj                           :  136 x/ Menit                                  
ü  Frekuensi                 :  136x/ Menit
ü  Puctum maksimum :  kuadran kanan bawah pusat ibu
3.         Kontraksi                        :   Tidak ada
4.         TBJ menurut F.Jhonson  : = TFU – 11 x 55
                                                      =  28 – 11 x 155
                                                      =  2635 gram

E.     Ukuran Panggul Luar                                Ukuran Panggul Normal
Distassia spinarum      : 25 cm                       Distasia spinarum        :  24-26 cm
Distasia cristarum       : 29 cm                       Distasia cristarum        :  28-30 cm
      Conjunggata eksterna : 20 cm                       Conjunggata eksterna  :  18-30 cm
Lingkar Panggul         : 80 cm                       Lingkar panggul           :  80-90 cm

F.     Uji Diaghostik
1.  Hemoglobin     : Tidak dilakukan pemeriksaan
2.  Urine                : Tidak dilakukan pemeriksaan
3.  USG                 : Tidak dilakukan pemeriksaan
4.  Lain-lain           :

II. INTERPRESTASI DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN
     DIAGNOSA
1.    Ibu primigravida
Data dasar : Ibu primigravida, G : 1      P : 0     AB : 0
2.    Usia kehamilan 28 minggu 4 hari
Data dasar : HPHT : 10 Januari 2011
                    TTP    : 17 oktober 2011
                     TFU   : 28 cm


3.    Kehamilan Intra uterine
Data dasar : Teraba bagian janin didalam janin ibu serta tidak ada nyeri tekanan saat palpasi abdomen.
4.    Punggung Kanan.
Data dasar : Pada pemeriksaan palpasi dengan Leopold II teraba bagian yang panjang memapan disisi sebelah kanan dalam rahim ibu.
5.    Janin Hidup
Data dasar : - Terdengar DJJ pada kuadran kanan bawah pusat
Ø Teratur 136 x /I menit        frekuensi
Ø Ibu mengatakan sering merasakan pergerakan janin dan saat palpasi teraba pergerakan janin.
6. Janin Tunggal
Data dasar : Teraba suatu bagian yang panjang, memapan dan satu bagian  bulat keras dan melenting.
7.    Presentase Kepala
Data dasar : Pada pemeriksaan palpasi dengan Leopold III teraba bagian yang bulat, keras dan melenting dibagian bawah pusat ibu.
8.    Bagian terbawah belum masuk PAP (konvorgen)
Data dasar : Pada pemeriksaan palpasi dengan neopold IV, bagian terbawah janin masih goyang dan tangan pemeriksa masih bisa bersatu pada saat pemeriksaan bagian terbawah janin.
9.    Keadaan umum ibu baik.
Data dasar : - Pada pemeriksaan fisik, konjung tiva ibu tidak pucat.
-   Pada pemeriksaan LAB, HB, Normal 11 gr %.
Masalah             : Tidak Ada
Kebutuhan         : - Support Mental
-   Pelayanan kesehatan tentang pola gizi
Ø  Istirahat yang cukup
Ø  Perawatan gigi
Ø  Perawatan payudara
Ø  Personal Hygine
10.                                                      Tanda-tanda bahaya kehamilan
-   Teraphy obat
-   Kunjungan ulang

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
       Tidak Ada
IV. TINDAKAN SEGERA
      Tidak Ada
V. PERENCANAAN
      Tanggal 15 Juni 2011
1. Informasikan kepada ibu tentang k/u ibu dan janin.
2. Pelayanan kesehatan tentang pola gizi :
Ø  Istirahat yang cukup
Ø  Perawatan gigi
Ø  Personal Hygine
Ø  Tanda-tanda bahaya kehamilan
3. Teraphy Obat
4. Support Mental
5. Kunjungan ulang

VI. PELAKSANAAN
         Tanggal   :  20 Juni 2011                                           Pukul  : 13.00 wib
1.     Menginformasikan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik serta ibu dalam keadaan sehat dengan vital sign :
Ø  TD        : 120 / 80 mmhg
Ø  Pols      : 80 x / menit
Ø  RR       : 20 x / menit
Ø  Temp    : 36,5 0c
Ø  DJJ       : 136 x / Menit – Frekuwensi
Ø  TBBJ    : 2635 gram
Ø  Pergerakan aktif
Ø  Usia kehamilan ibu 28 minggu, presentasi kepala, dan dari hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh protein urine (-) glukosa urine (-).
2.     Support mental pada ibu
Memberikan dukungan kepada ibu dalam menghadapi persalinan.
3.     Memberikan pelayanan kesehatan tentang :
Ø  Pola Gizi
Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang seperti sayur mayor, buah-buahan makanan yang mengandung protein dan kalsium seperti telur, tempe, dan susu serta mengkonsumsikan daun katuk yang bagus untuk merangsang pengeluaran asi.
Ø  Istirahat yang cukup
Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup, ibu hamil sebaiknya tidur siang selama 2 jam dan tidur malam selama 8 jam.
Ø  Perawatan Gigi
·         Menganjurkan ibu untuk rajin membersihkan gigi/sikat gigi.
·         Menyikat gigi sesudah makan.
·         Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsikan Vit K
Ø  Perawatan payudara
Untuk persiapan menyusui anjurkan ibu untuk merawat payudaranya karena payudaranya sumber air susu ibu yang akan menjadi makanan utama bagi bayi yang akan dilahirkan dengan cara :
·          Mengompres putting susu ibu dan daerah sekitarnya dengan menempelkan kapas yang di minyak (baby oil).
·          Membersihkan putting susu ibu dan daerah sekitarnya dengan handuk yang bersih dan kering.
·          Pegang kedua putting susu lalu tarik keluar sebanyak 20 x.
·          Pangkal payudara dipegang dengan kedua tangan lalu payudara di urut dari pangkal menuju putting susu sebanyak 30 x.
·          Memakai Bra yang menyokong dan menopang payudara.

Ø  Personal Hygine
Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan dari selama kehamilan, ibu hamil harus mandi 2 x sehari, menggosok gigi, keramas, minimal 2 x seminggu. Mengganti pakaian dalam jika sudah terasa lembab dan rajin mengganti pakaian yang bersih.
Ø  Tanda-tanda bahaya kehamilan.
Menganjurkan ibu agar segera datang ketenaga kesehatan jika mengalami hal-hal berikut :
7 tanda bahaya kehamilan :
1.      Sakit kepala yang hebat.
2.      Pengelihatan kabur.
3.      Mual muntah.
4.      Bengkak pada wajah dan tangan.
5.      Terasa nyeri yang hebat pada perut.
6.      Bayi tidak bergerak.
7.      Perdarahan pervaginam.
4.     Theraphy Obat
Ø  Licokal (Kalsium Laktat) 3 x 1
Ø  Fe 1 x 1
Ø  Inj B 12
Ø  Kunjungan ulang
Menyarankan ibu untuk kunjungan ulang pada bulan berikutnya atau jika ada keluhan lain.

VII. EVALUASI         Tanggal 20 Juni 2011                        Jam : 14.00 wib
1. Ibu telah mengetahui keadaan umum ibu dan janin baik.
2.Ibu telah mengerti penkes yang telah diberikan dan ibu telah bersedia untuk melakukannya.
3. Ibu telah melakukan anjuran yang di berikan.
4.Ibu bersedia menkonsumsi obat yang disarankan.
5.Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang sesuai dengan yang ditentukan.
BAB VI
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan pengkajian data dengan sangat teliti dan selengkap mungkin. Data yang diperoleh ini adalah diperlukan untuk melakukan tindakan atau langkah selanjutnya. Dan dari danalisa data hasil pegnkajian maka akan ditmukan suatu diagnosa atau masalah dari klien. Kemudian kita lakukan rencana tindakan untuk mengatasi masalah klien dan lakukan diskusi bersama klien agar klien benar-benar mampu memahami dan melaksanakan rencana tindakan.
Tetapi disini pelaksanaan tindakan haruslah disesuaikan dengan prioritas masalah dan berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Kemudian setelah itu kita lakukan evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan untuk melihat dan memberikan penilaian terhadap kelancaran atau berhasil tidaknya asuhan kebidanan yang telah dilakukan.

B. Saran
       a. Bidan
Bidan adalam melakukan asuhan kebidanan harus sesuai dengan standar asuhan kebidanan sehingga masalah yang dihadapi klien dapat cepat teratasi.
b. Klien
Klien harusnya dapat bekerjasama dengan lebih baik dengan petugas
kesehatan.










DAFTAR PUSTAKA




Ranakusuma, boedisantosa.1999.Kapita Selekta
Kedokteran Jilid I : Jakarta.
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal : Jakarta.
Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Fakultas Kedokteran
Universitas Padjajaran : Bandung.
Manuaba, Ida Bagus Gde. 1992. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, ECG : Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar