Minggu, 24 Juni 2012

KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, II, DAN III


A. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil
a. Oksigen
Oksigen sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, dan oksigen dalam jumlah lebih karena ibu bernafas lebih banyak 20 – 25 % dari biasanya. Pada kehamilan terjadi perubahan sistem respirasi untuk dapat kebutuhan oksigen. Kebutuhan oksigen meningkat dikarenakan ibu bernafas untuk dua orang. Dan biasanya juga selama ibu hamil sering terjadi keluhan sesak nafas dan keluhan ini biasa terjadi pada ibu hamil.
b. Nutrisi
Makanan ibu hamil harus lebih diperhatikan untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan. Untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Nutrisi ini dibutuhkan fisik ibu hamil untuk menyembuhkan luka-luka bekas persalinan dan untuk cadangan masa laktasi.
c. Personal Hygine
Selain oksigen dan nutrisi ibu hamil juga membutuhkan kebersihan diri, pakaian dalam harus sering diganti, perawatan gigi, pemeliharaan payudara penting, putting susu harus dibersihkan.
d. Pakaian
Pakaian hendaknya longgar dan terbuat dari katun dan menggunakan sepatu/alas kaki dengan tumit yang rendah.
e. Eliminasi
Pada proses eliminasi ini sering terjadi obstipasi pada wanita hamil, karena kurang gerak badan. Untuk melancarkan BAB yaitu banyak minum, gerak badan yang cukup, banyak makan buah-buahan dan sayuran.
f. Seksual, istirahat dan tidur.
g. Imunisasi
B. Pekerjaan
Pekerjaan rutin IRT dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan:
- Wanita hamil boleh bekerja (wanita karir) tetap jangan terlalu berat dan cukup istirahat.
- Wanita hamil berhak mendapatkan cuti hamil (3 bulan) 11½ bulan sebelum persalinan 1½ bulan sesudah persalinan.
C. Tanda Bahaya dalam Kehamilan
a. Perdarahan pervaginam
b. Sakit kepala lebih dari biasa
c. Gangguan penglihatan
d. Pembengkakan pada wajah/tangan
e. Nyeri abdomen (epigastrik)
f. Janin tidak bergerak sebanyak biasanya
II. KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER I, II, DAN III
A. Support Keluarga
1.1 Motivasi Suami
a. Tampaknya suami turut mengalami perubahan psikologis seiring perubahan psikologis yang dialami istrinya yang sedang mengandung.
b. Zaman dahulu seorang suami ikut mendukung kehamilan istrinya dengan ritual-ritual keagamaan.
c. Pada saat ini bentuk dukungan yang diberikan oleh suami lebih diarahkan pada:
1) Untuk saling berkomunikasi dari sejak awal.
2) Menempatkan nilai-nilai penting dalam keluarga untuk mempersiapkan menjadi orang tua.
d. Komunikasi adalah kunci untuk menghadapi masalah psikologi, bila ibu dan pasangannya tetap terbuka dan memulainya sedini dan sesering mungkin.
e. Masa-masa kehamilan, persalinan dan bulan-bulan sesudahnya merupakan saat-saat yang sulit. Jadi, pada saat hidup masih relatif normal, luangkan waktu untuk berdua, berbicara tentang perasaan pasangannya.
1.2 Motivasi Keluarga
a. Wanita hamil sering kali merasakan ketergantungan terhadap orang lain.
b. Tapi mungkin bisa menjadi lebih kuat sesudah bayinya lahir, hal ini bisa dipahami karena pada waktu itu wanita memerlukan keamanan dan perhatian dari seseorang yang sangat dominan baginya.
c. Keluarga dalam hal ini harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua.
d. Memperkuat ikatan, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kehamilan memberikan kesempatan pada seorang ibu untuk saling memperkuat hubungan.
B. Tenaga Kesehatan
a. Mempelajari Keadaan Lingkungan Penderita
1) Ibu hamil yang selalu memikirkan mengenai keluarga, keuangan, perumahan dan pekerjaan dapat juga menimbulkan depresi dan perlu penanggulangan.
2) Untuk itu bidan harus melakukan pengkajian termasuk keadaan lingkungan (latar belakang) sehingga mempermudah dalam melakukan asuhan kebidanan.
b. Informasi dan Pendidikan Kesehatan
1) Mengurangi pengaruh yang negatif
a) Kecemasan dan ketakutan sering ditimbulkan oleh cerita-cerita yang menakutkan mengenai kehamilan dan persalinan, pengalaman persalinan yang lampau atau karena kurangnya pengetahuan mengenai proses kehamilan dan persalinan.
b) Keadaan tersebut perlu diimbangi denagn pendidikan mengenai anatomi dan fisiologi kehamilan dan persalinan kepada penderita.
2) Memperkuat pengaruh yang positif
Misalnya dengan memberikan dukungan mental dan penjelasan tentang kebahagiaan akan mempunyai anak yang diinginkan dan dinantikan.
3) Menganjurkan latihan-latihan fisik
Senam hamil untuk memperkuat otot-otot dasar panggul, melatih pernafasan, teknik mengedan yang baik dan latihan-latihan relaksasi.
4) Adaptasi pada lingkungan tempat persalinan
Dilaksanakan dengan mengadakan orientasi : memperkenalkan ruangan bersalin, alat-alat kebidanan dan tenaga kesehatan.
C. Rasa Aman dan Nyaman Selama Kehamilan
a. Kehamilan dan olahraga
1) Trimester pertama dapat saja dijalani sebelum sasng ibu sadar akan kehamilannya.
2) Setelah hamil, mayoritas wanita dapat melanjutkan aktivitas biasa mereka.
3) Tidak ada bukti bahwa aktivitas yang teratur, seperti jogging, bermain tennis, berenang, atau melakukan hubungan seks, dapat menimbulkan masalah seperti keguguran atau janin yang cacat pada kebanyakan wanita normal dan sehat.
4) Latihan-latihan yang paling menguntungkan bagi wanita hamil adalah latihan dengan gerakan yang menguatkan dinding perut untuk membantu menopang uterus dan otot pinggul yang akan anda butuhkan untuk mendorong.
5) Latihan kaki juga penting untuk meningkatkan sirkulasi dan menghindari kram otot yang merupakan sesuatu yang biasa dalam kehamilan.
6) Wanita yang kehamilannya tidak direncanakan biasanya tidak terlalu memperhatikan aktivitas mereka pada beberapa bulan pertama sebelum mereka menyadari ini dapat membahayakan si bayi.
7) Bahkan secara tidak langsung dengan adanya kegiatan olahraga ini dapat membantu kondisi psikologis dari si ibu, karena dengan olah raga ibu akan mendapatkan kepuasan batin.
8) Olah raga merupakan serangkaian kegiatan antara lain rekreasi, altihan pernafasan dan peregangan otot-otot dimana ibu dapat mengikuti dan menseiramakan gerak tubuhnya dengan alunan musik.
9) Ibu akan mempunyai teman/kelompok olah raga yang selain dapat dijadikan teman sepermainan juga dapat digunakan untuk berbagi pengalaman, sehingga dari olah raga banyak manfaat yang diambil seorang ibu, selain kebugaran pengalaman dan pengetahuan dan kepuasaan psikologis.
b. Berhubungan Seks
1) Ada satu lagi perubahan yang terjadi pada trimester kedua yang harus diimbangi untuk mengatasi ketidaknyamanan: suatu peningkatan libido yang pada trimester pertama dihilangkan oleh rasa mual dan lelah.
2) Kebanyakan calon orang tua khawatir jika hubungan seks dapat mempengaruhi kehamilan. Kekhawatiran yang paling sering diajukan adalah kemungkinan bayi diciderai oleh penis, orgasme ibunya, atau ejakulasi.
3) Ibu hamil dan pasangannya perlu dijelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam hubungan seks. Janin tidak akan terpengaruh karena berada di belakang serviks dan dilindungi cairan amniotik dalam uterus.
4) Namun dalam beberapa kondisi hubungan seks selama trimester kedua tidak diperbolehkan, mencakup plasenta previa dan ibu dengan riwayat persalinan prematur.
5) Selain itu mekanisme fisik untuk saling merapat dalam hubungan seksual akan menjadi sulit dan kurang nyaman, misalnya berbaring terlentang dan menahan berat badan suami. Namun dengan mengkreasi posisi yang menyenangkan maka masalah ini dapat diatasi.
6) Perubahan tingkat libido disebabkan variasi perubahan hormon selama hamil. Akrena respon terhadap hormon berbeda, reaksi masing-masing ibu hamilpun berbeda.
D. Persiapan Menjadi Orang Tua
a. Persiapan ini terjadi pada ibu dengan kehamilan pertama.
b. Ibu hamil akan mulai mencontoh hal-hal yang dilakukan oleh ibunya atau mengikuti nasehat orang lain yang telah berpengalaman menjadi orang tua.
c. Hubungan sosialnya akan meningkat dengan wanita hamil lainnya atau yang baru menjadi ibu untuk berbagi pengalaman menjadi orang tua baru.
d. Beberapa ibu bahkan mengikuti kursus atau pendidikan menjadi orang tua.
e. Mempersiapkan semua kebutuhan bayi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh bidan:
1. Trimester I
a. Menggali data psikososial misal:
1) Penerimaan keluarga khususnya suami istri terhadap kehamilan.
2) Bagaimana perubahan kehidupan sehari-hari.
3) Reaksi keluarga terhadap perubahan tersebut.
4) Cara keluarga memberi dorongan pada ibu hamil.
5) Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap perawatan bayi.
2. Trimester II
a. Peningkatan berat badan dan tekanan darah.
b. Rasa ketidaknyamanan.
c. Aktivitas seksual.
Bidan diharapkan mampu menggali permasalahan pasangan suami istri sehingga mereka dapat mengutarakan rasa ketakutan, kekhawatiran, keragu-raguan dan ketidaknyamanan yang dialami.
3. Trimester III
a. Persiapan untuk melahirkan
b. Persiapan menyusui
c. Rencana perawatan bayi
Bidan memberi informasi tentang pemanfaatan sarana kesehatan misal rumah bersalin, polindes dan lainnya yang berkaitan dengan kelahiran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar